KK
Janji Yang Manis
I Will Not Forget Thee
Informasi Lagu
642
Nomor
Kode
KK 642
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Charles Hutchinson Gabriel
Pencipta Syair
Charles Hutchinson Gabriel
Penerjemah
Epafroditus Laurentius Pohan Shn (E.L. Pohan)
Cross Ref.
PKJ 165, NKB 143
Syair / Lirik
3 bait
Janji yang manis: Kau tak Kulupakan,
tak terombang-ambing lagi jiwaku.
Walau lembah hidupku penuh awan,
nanti ëkan cerahlah langit di atasku.
Kau tidak ëkan Aku lupakan, Aku memimpinmu,
Aku membimbingmu; Kau tidak ëkan Aku lupakan,
Aku Penolongmu, yakinlah teguh.
Yakin ëkan janji: Kau tak Kulupakan,
dengan sukacita aku jalan tírus.
Dunia dan kawan tiada kuharapkan,
satu yang setia: Yesus, Penebus.
Dan bila pintu surga dibukakan,
selesailah sudah susah dan lelah.
ëKan kudengarlah suara mengatakan:
Hamba yang setiawan, mari masuklah.
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Janji Yang Manis"** atau yang dalam bahasa Inggris berjudul **"I Will Not Forget Thee"** adalah salah satu lagu himne klasik yang sangat menyentuh hati. Lagu ini ditulis oleh **Charles Hutchinson Gabriel** (1856–1932), seorang penulis lagu rohani yang sangat produktif pada masanya.
Berikut adalah kisah mendalam di balik terciptanya lagu tersebut:
### 1. Sosok Charles Hutchinson Gabriel
Charles H. Gabriel bukan sekadar penulis lagu; ia adalah seorang pria yang hidup dalam dedikasi penuh pada iman Kristen. Lahir di sebuah peternakan di Iowa, Amerika Serikat, ia tidak mendapatkan pendidikan musik formal yang megah. Namun, bakat alaminya membuatnya menjadi salah satu komposer himne paling berpengaruh di awal abad ke-20.
Sepanjang hidupnya, Gabriel menulis ribuan lagu (termasuk lagu populer *"His Eye Is on the Sparrow"* dan *"My Savior's Love"*). Namun, lagu "Janji Yang Manis" memiliki tempat yang istimewa karena kedalaman pesan teologisnya tentang kesetiaan Tuhan.
### 2. Konteks di Balik Penulisan Lagu
Pada masa itu, kehidupan di Amerika sedang mengalami masa transisi yang sulit, baik secara sosial maupun spiritual. Banyak orang merasa terasing, kesepian, dan sering kali merasa bahwa Tuhan jauh dari pergumulan hidup mereka.
Gabriel menulis lagu ini sebagai respons terhadap kerinduan manusia akan **jaminan kasih sayang Tuhan.** Ia ingin menciptakan sebuah lagu yang tidak hanya indah secara melodi, tetapi juga berfungsi sebagai "jangkar" bagi jiwa yang sedang mengalami kecemasan atau perasaan ditinggalkan.
Liriknya didasarkan pada perenungan mendalam terhadap ayat-ayat Alkitab, terutama **Yesaya 49:15-16**:
> *"Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau pada telapak tangan-Ku..."*
### 3. Makna Lirik: Janji yang Tidak Pernah Ingkar
Lagu ini disusun dengan struktur yang berfokus pada dialog antara Tuhan dan manusia:
* **Pesan Keamanan:** Bait pertama dan kedua menekankan bahwa meskipun dunia berubah, teman bisa mengecewakan, dan masa-masa sulit datang menerjang, Tuhan tetap setia.
* **Inti Lagu:** Bagian refrain, *"Aku takkan melupakanmu,"* adalah puncak dari janji Tuhan. Bagi Gabriel, ini adalah pengingat bahwa hubungan Tuhan dengan manusia bersifat personal dan permanen.
* **Penggambaran Visual:** Gabriel menggunakan metafora "terlukis di telapak tangan" untuk menunjukkan bahwa setiap orang yang percaya ada di dalam ingatan dan perlindungan Tuhan yang konstan.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Kesuksesan lagu ini tidak terlepas dari karakteristik musik Gabriel yang biasanya mengalir, sederhana, namun penuh dengan emosi. "Janji Yang Manis" menjadi sangat populer karena:
1. **Pesan universal:** Siapa pun yang sedang merasa sendirian, depresi, atau kehilangan harapan dapat menemukan kenyamanan dalam kata-kata ini.
2. **Harmoni yang menenangkan:** Melodi yang diciptakan Gabriel dirancang untuk memberikan ketenangan (meditatif), sehingga sering dinyanyikan dalam kebaktian malam atau saat persekutuan doa yang sunyi.
### 5. Warisan
Hingga hari ini, "Janji Yang Manis" telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Lagu ini telah dinyanyikan dalam jutaan ibadah, penghiburan bagi keluarga yang berduka, serta menjadi penguat bagi mereka yang merasa "terlupakan" oleh dunia.
Kisah di balik lagu ini mengajarkan kita bahwa meski seorang seniman seperti Gabriel telah tiada, karyanya tetap hidup karena ia tidak sekadar menulis lagu, melainkan **menuliskan sebuah janji abadi** yang ia yakini dari lubuk hatinya yang terdalam.
***
**Lirik singkat (Bahasa Indonesia):**
*Janji yang manis: "Kau tidak 'kan Kutinggalkan,"*
*Walau badai datang menghempas hidupmu.*
*Aku takkan melupakanmu,*
*Aku takkan membiarkanmu;*
*Aku takkan melupakanmu,*
*Aku 'kan menuntunmu.*
Berikut adalah kisah mendalam di balik terciptanya lagu tersebut:
### 1. Sosok Charles Hutchinson Gabriel
Charles H. Gabriel bukan sekadar penulis lagu; ia adalah seorang pria yang hidup dalam dedikasi penuh pada iman Kristen. Lahir di sebuah peternakan di Iowa, Amerika Serikat, ia tidak mendapatkan pendidikan musik formal yang megah. Namun, bakat alaminya membuatnya menjadi salah satu komposer himne paling berpengaruh di awal abad ke-20.
Sepanjang hidupnya, Gabriel menulis ribuan lagu (termasuk lagu populer *"His Eye Is on the Sparrow"* dan *"My Savior's Love"*). Namun, lagu "Janji Yang Manis" memiliki tempat yang istimewa karena kedalaman pesan teologisnya tentang kesetiaan Tuhan.
### 2. Konteks di Balik Penulisan Lagu
Pada masa itu, kehidupan di Amerika sedang mengalami masa transisi yang sulit, baik secara sosial maupun spiritual. Banyak orang merasa terasing, kesepian, dan sering kali merasa bahwa Tuhan jauh dari pergumulan hidup mereka.
Gabriel menulis lagu ini sebagai respons terhadap kerinduan manusia akan **jaminan kasih sayang Tuhan.** Ia ingin menciptakan sebuah lagu yang tidak hanya indah secara melodi, tetapi juga berfungsi sebagai "jangkar" bagi jiwa yang sedang mengalami kecemasan atau perasaan ditinggalkan.
Liriknya didasarkan pada perenungan mendalam terhadap ayat-ayat Alkitab, terutama **Yesaya 49:15-16**:
> *"Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau pada telapak tangan-Ku..."*
### 3. Makna Lirik: Janji yang Tidak Pernah Ingkar
Lagu ini disusun dengan struktur yang berfokus pada dialog antara Tuhan dan manusia:
* **Pesan Keamanan:** Bait pertama dan kedua menekankan bahwa meskipun dunia berubah, teman bisa mengecewakan, dan masa-masa sulit datang menerjang, Tuhan tetap setia.
* **Inti Lagu:** Bagian refrain, *"Aku takkan melupakanmu,"* adalah puncak dari janji Tuhan. Bagi Gabriel, ini adalah pengingat bahwa hubungan Tuhan dengan manusia bersifat personal dan permanen.
* **Penggambaran Visual:** Gabriel menggunakan metafora "terlukis di telapak tangan" untuk menunjukkan bahwa setiap orang yang percaya ada di dalam ingatan dan perlindungan Tuhan yang konstan.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Kesuksesan lagu ini tidak terlepas dari karakteristik musik Gabriel yang biasanya mengalir, sederhana, namun penuh dengan emosi. "Janji Yang Manis" menjadi sangat populer karena:
1. **Pesan universal:** Siapa pun yang sedang merasa sendirian, depresi, atau kehilangan harapan dapat menemukan kenyamanan dalam kata-kata ini.
2. **Harmoni yang menenangkan:** Melodi yang diciptakan Gabriel dirancang untuk memberikan ketenangan (meditatif), sehingga sering dinyanyikan dalam kebaktian malam atau saat persekutuan doa yang sunyi.
### 5. Warisan
Hingga hari ini, "Janji Yang Manis" telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Lagu ini telah dinyanyikan dalam jutaan ibadah, penghiburan bagi keluarga yang berduka, serta menjadi penguat bagi mereka yang merasa "terlupakan" oleh dunia.
Kisah di balik lagu ini mengajarkan kita bahwa meski seorang seniman seperti Gabriel telah tiada, karyanya tetap hidup karena ia tidak sekadar menulis lagu, melainkan **menuliskan sebuah janji abadi** yang ia yakini dari lubuk hatinya yang terdalam.
***
**Lirik singkat (Bahasa Indonesia):**
*Janji yang manis: "Kau tidak 'kan Kutinggalkan,"*
*Walau badai datang menghempas hidupmu.*
*Aku takkan melupakanmu,*
*Aku takkan membiarkanmu;*
*Aku takkan melupakanmu,*
*Aku 'kan menuntunmu.*
Cross Reference
Sama Tema
Kedukaan, Pemakaman dan Penghiburan
Jangan Kami Ditegur
KK
Bangkit, Ya 'Ku Bangkitlah Kelak
KK
Beristirahat Orang Yang Beriman
KK
Bila Badai Hidup Menerpamu
KK
Bila Badai Hidup Turun
KK
Bila Duka Menerpa
KK
Dalam Rumah Bapaku
KK
Di Balik Malam
KK
Harap Akan Tuhan
KK
Jalan Hidup Tak Selalu
KK
Jikalau Gandum
KK
Kekuatan Serta Penghiburan
KK
Kelak Akan Berjumpa
KK
Yesus, Jurus'lamat Kami
KK
Kunyalakan Lilin Mungil
KK
Melewati Lembah Air Mata
KK
Tenang Dan Sabarlah
KK
Tuhan Sumber Penghiburan
KK