KK
Ku Disalibkan Dengan Tuhanku
Dying With Jesus
Informasi Lagu
590
Nomor
Kode
KK 590
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Mary Whittle Moody (1893)
Pencipta Syair
Daniel Webster Whittle (1893)
Cross Ref.
KJ 404
Syair / Lirik
4 bait
Ku disalibkan dengan Tuhanku;
hidupNya pun diberi padaku.
Memandang padaMu, ya Tuhanku,
ku tiap saat benar milikMu.
Setiap saat hatiku kenal
kasih ilahi dan hidup kekal.
Memandang PadaMu, ya Tuhanku,
ku tiap saat benar milikMu.
Di pencobaan Tuhanku dekat,
turut memikul beban yang berat,
di kedukaan Teman yang erat;
setiap saat dibriNya berkat.
Tiada tangisan dan hati sedih,
tiada keluh di bahaya ngeri
yang oleh Yesus tak dimengerti
setiap saat, dengan tak henti.
Kelemahanku dirasakanNya;
bila ku sakit, dipulihkanNya;
setiap saat, gelap dan cerah,
Yesus, Tuhanku, menyucikannya.
Slide Lirik
5 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Ku Disalibkan Dengan Tuhanku"** (judul asli bahasa Inggris: *"Dying With Jesus"*) adalah sebuah lagu rohani klasik yang lahir dari refleksi mendalam mengenai hubungan pribadi seseorang dengan pengorbanan Yesus Kristus.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:
### 1. Penulis Lagu: Daniel Webster Whittle
Daniel Webster Whittle (1840–1901) adalah seorang tokoh yang menarik. Sebelum menjadi penginjil terkenal, ia adalah seorang perwira dalam Angkatan Darat Union selama Perang Saudara Amerika.
Kisah pertobatannya sangat dramatis. Saat bertugas di medan perang, ia terluka parah. Saat berada di rumah sakit militer, seorang perawat memberikan kepadanya sebuah Perjanjian Baru. Awalnya ia acuh tak acuh, namun ia mulai membaca kitab tersebut dan akhirnya menyerahkan hidupnya kepada Kristus. Setelah perang, ia menjadi penginjil keliling yang sangat efektif di Amerika dan Inggris, sering bekerja sama dengan musisi legendaris Ira D. Sankey.
### 2. Latar Belakang Penulisan (Mary Whittle Moody)
Lirik lagu ini ditulis oleh putri Daniel Whittle, yaitu **Mary Whittle Moody** (nama aslinya Mary Whittle). Meskipun lagu ini sering dikaitkan erat dengan ayahnya karena pengaruh teologis Whittle yang kuat, Mary menulis lagu ini berdasarkan pemahaman rohani yang mendalam tentang konsep "hidup yang disalibkan."
* **Pesan Utama:** Lagu ini bukan sekadar tentang kematian fisik Yesus di kayu salib, melainkan tentang **"penyaliban diri"** atau kematian terhadap ego (kedagingan) sebagai pengikut Kristus.
* **Makna Teologis:** Lagu ini mengacu pada ayat **Galatia 2:20**, *"Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku."* Pesan utamanya adalah bahwa seorang Kristen harus "mati" terhadap keinginan duniawi agar bisa "hidup" sepenuhnya di dalam Tuhan.
### 3. Asal Usul Judul dan Lirik
Judul asli bahasa Inggrisnya adalah *"Dying With Jesus"*. Liriknya menggambarkan proses penyerahan diri:
* *Dying with Jesus, by death reckoned mine;* (Mati dengan Yesus, perhitungan kematian-Nya jadi milikku)
* *Living with Jesus, a new life divine;* (Hidup dengan Yesus, kehidupan ilahi yang baru)
Lagu ini mengajak jemaat untuk merenungkan bahwa keselamatan bukan hanya tentang tiket ke surga, melainkan tentang transformasi gaya hidup di mana kehendak pribadi harus "disalibkan" setiap hari.
### 4. Peran Ira D. Sankey
Seperti banyak lagu dari keluarga Whittle, lagu ini sering dipublikasikan dalam buku-buku lagu penginjilan yang disusun oleh **Ira D. Sankey**. Sankey adalah rekan dekat Daniel Whittle yang memberikan sentuhan melodi yang menggugah sehingga lagu-lagu ini mudah dinyanyikan dalam kebaktian kebangunan rohani (KKR) pada abad ke-19.
### Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Di Indonesia, lagu ini menjadi salah satu lagu yang sering dinyanyikan dalam perjamuan kudus atau saat pelayanan perenungan (retret/doa malam). Kekuatan lagu ini terletak pada:
1. **Kejujuran:** Mengakui bahwa mematikan ego (kedagingan) adalah hal yang sulit.
2. **Penyerahan diri:** Mengubah fokus dari "apa yang saya inginkan" menjadi "apa yang Tuhan mau."
3. **Harapan:** Menjanjikan bahwa setelah "mati" terhadap diri sendiri, akan ada "hidup baru" yang dipenuhi oleh kuasa kebangkitan Kristus.
### Kesimpulan
Lagu "Ku Disalibkan Dengan Tuhanku" adalah warisan rohani dari keluarga Whittle yang menekankan bahwa **kekristenan sejati dimulai saat kita melepaskan kendali atas hidup kita sendiri.** Bagi Mary Whittle Moody, lagu ini adalah doa agar setiap orang Kristen berani berjalan mengikuti jejak Kristus, bukan hanya dalam perbuatan baik, tetapi dalam penyangkalan diri yang total.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:
### 1. Penulis Lagu: Daniel Webster Whittle
Daniel Webster Whittle (1840–1901) adalah seorang tokoh yang menarik. Sebelum menjadi penginjil terkenal, ia adalah seorang perwira dalam Angkatan Darat Union selama Perang Saudara Amerika.
Kisah pertobatannya sangat dramatis. Saat bertugas di medan perang, ia terluka parah. Saat berada di rumah sakit militer, seorang perawat memberikan kepadanya sebuah Perjanjian Baru. Awalnya ia acuh tak acuh, namun ia mulai membaca kitab tersebut dan akhirnya menyerahkan hidupnya kepada Kristus. Setelah perang, ia menjadi penginjil keliling yang sangat efektif di Amerika dan Inggris, sering bekerja sama dengan musisi legendaris Ira D. Sankey.
### 2. Latar Belakang Penulisan (Mary Whittle Moody)
Lirik lagu ini ditulis oleh putri Daniel Whittle, yaitu **Mary Whittle Moody** (nama aslinya Mary Whittle). Meskipun lagu ini sering dikaitkan erat dengan ayahnya karena pengaruh teologis Whittle yang kuat, Mary menulis lagu ini berdasarkan pemahaman rohani yang mendalam tentang konsep "hidup yang disalibkan."
* **Pesan Utama:** Lagu ini bukan sekadar tentang kematian fisik Yesus di kayu salib, melainkan tentang **"penyaliban diri"** atau kematian terhadap ego (kedagingan) sebagai pengikut Kristus.
* **Makna Teologis:** Lagu ini mengacu pada ayat **Galatia 2:20**, *"Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku."* Pesan utamanya adalah bahwa seorang Kristen harus "mati" terhadap keinginan duniawi agar bisa "hidup" sepenuhnya di dalam Tuhan.
### 3. Asal Usul Judul dan Lirik
Judul asli bahasa Inggrisnya adalah *"Dying With Jesus"*. Liriknya menggambarkan proses penyerahan diri:
* *Dying with Jesus, by death reckoned mine;* (Mati dengan Yesus, perhitungan kematian-Nya jadi milikku)
* *Living with Jesus, a new life divine;* (Hidup dengan Yesus, kehidupan ilahi yang baru)
Lagu ini mengajak jemaat untuk merenungkan bahwa keselamatan bukan hanya tentang tiket ke surga, melainkan tentang transformasi gaya hidup di mana kehendak pribadi harus "disalibkan" setiap hari.
### 4. Peran Ira D. Sankey
Seperti banyak lagu dari keluarga Whittle, lagu ini sering dipublikasikan dalam buku-buku lagu penginjilan yang disusun oleh **Ira D. Sankey**. Sankey adalah rekan dekat Daniel Whittle yang memberikan sentuhan melodi yang menggugah sehingga lagu-lagu ini mudah dinyanyikan dalam kebaktian kebangunan rohani (KKR) pada abad ke-19.
### Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Di Indonesia, lagu ini menjadi salah satu lagu yang sering dinyanyikan dalam perjamuan kudus atau saat pelayanan perenungan (retret/doa malam). Kekuatan lagu ini terletak pada:
1. **Kejujuran:** Mengakui bahwa mematikan ego (kedagingan) adalah hal yang sulit.
2. **Penyerahan diri:** Mengubah fokus dari "apa yang saya inginkan" menjadi "apa yang Tuhan mau."
3. **Harapan:** Menjanjikan bahwa setelah "mati" terhadap diri sendiri, akan ada "hidup baru" yang dipenuhi oleh kuasa kebangkitan Kristus.
### Kesimpulan
Lagu "Ku Disalibkan Dengan Tuhanku" adalah warisan rohani dari keluarga Whittle yang menekankan bahwa **kekristenan sejati dimulai saat kita melepaskan kendali atas hidup kita sendiri.** Bagi Mary Whittle Moody, lagu ini adalah doa agar setiap orang Kristen berani berjalan mengikuti jejak Kristus, bukan hanya dalam perbuatan baik, tetapi dalam penyangkalan diri yang total.