KK
'Kau Tetap Tuhanku, Yesus
Thou Remainest
Informasi Lagu
587
Nomor
Kode
KK 587
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
James Mc Granahan
Pencipta Syair
Daniel Webster Whittle
Penerjemah
Epafroditus Laurentius Pohan Shn (E.L. Pohan)
Cross Ref.
NKB 194
Syair / Lirik
3 bait
ëKau tetap Tuhanku, Yesus yang mengisi hidupku;
ëKau Rajaku selamanya ëKau tetap junjunganku.
ëKau sahabat yang abadi, harapanku yang tetap.
Dalam suka maupun duka, Yesus kawan yang akrab.
Dahagaku akan damai, ëKau puaskan sepenuh;
aku yang mendua hati ëKau bíri iman yang teguh.
Tiada insan ëku harapkan mengasihiku terus;
satu saja ëku andalkan: Kasih Yesus, Penebus
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Kau Tetap Tuhanku, Yesus"** (judul asli bahasa Inggris: ***"I Know Whom I Have Believed"*** atau sering dikenal dengan baris *"I know not why God's wondrous grace"*) adalah perpaduan antara pengalaman pribadi yang mendalam dan kolaborasi dua tokoh penting dalam sejarah musik gospel Amerika pada akhir abad ke-19.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Penulis Lirik: Daniel Webster Whittle (1840–1901)
Daniel Webster Whittle adalah seorang veteran Perang Saudara Amerika (Major Whittle). Kisahnya dimulai saat ia terluka parah dalam pertempuran dan kehilangan lengannya. Saat terbaring di rumah sakit, ia menemukan sebuah Perjanjian Baru milik seorang tentara yang telah meninggal. Ia mulai membaca Alkitab tersebut dan akhirnya bertobat menjadi Kristen.
Setelah perang, Whittle mendedikasikan hidupnya untuk penginjilan. Ia menjadi rekan dekat penginjil terkenal, Dwight L. Moody. Whittle menulis banyak lirik lagu rohani di bawah nama pena "El Nathan".
### 2. Inspirasi Lirik (1883)
Lirik lagu ini ditulis oleh Whittle pada tahun 1883. Inspirasinya datang dari sebuah ayat Alkitab yang sangat kuat dalam **2 Timotius 1:12**, yang berbunyi:
> *"Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku sampai pada hari Tuhan."*
Whittle ingin mengungkapkan kepastian iman di tengah ketidakpastian hidup. Dalam bait-baitnya, ia mengakui bahwa ada banyak hal dalam hidup yang tidak bisa dipahami oleh logika manusia—mengapa Tuhan memberikan anugerah-Nya, mengapa kita menderita, atau bagaimana Roh Kudus bekerja dalam hati kita. Namun, terlepas dari segala "mengapa" tersebut, ada satu hal yang pasti: **ia mengenal Pribadi yang ia percayai.**
### 3. Komponis: James McGranahan (1840–1907)
Setelah Whittle menulis lirik tersebut, ia memberikannya kepada rekannya, James McGranahan. McGranahan adalah seorang penyanyi tenor terkenal dan penulis lagu gospel yang sangat produktif. Mereka sering bekerja sama sebagai tim penginjilan yang efektif.
McGranahan menciptakan melodi yang sangat pas dengan pesan liriknya—melodi yang tenang, kontemplatif, namun penuh dengan keyakinan yang kokoh. Komposisi ini dirancang agar setiap bait yang bernada "tanya" (ketidakpastian duniawi) langsung dijawab dengan refrain yang tegas (kepastian iman).
### 4. Pesan Utama Lagu
Lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena kejujurannya. Whittle tidak mencoba berpura-pura bahwa hidup Kristen itu mudah atau selalu logis. Ia mengakui:
* "Aku tak tahu mengapa kasih Tuhan melimpah bagiku."
* "Aku tak tahu bagaimana iman itu timbul."
* "Aku tak tahu bagaimana Roh Kudus meyakinkan dosa."
Namun, pada bagian refrain, lagu ini mencapai puncaknya (klimaks):
> *"Tetapi aku tahu kepada siapa aku percaya, dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku."*
### 5. Pengaruh Lagu
Lagu ini dengan cepat menjadi salah satu lagu yang paling dicintai dalam kebaktian-kebaktian penginjilan di seluruh dunia. Bagi banyak orang, lagu ini menjadi "jangkar" saat mereka mengalami masa-masa sulit atau pergumulan iman. Ini bukan lagu tentang *pengetahuan intelektual*, melainkan lagu tentang *hubungan pribadi* dengan Yesus Kristus yang tidak berubah, meskipun situasi hidup sedang goncang.
### Kesimpulan
"Kau Tetap Tuhanku, Yesus" bukan sekadar lagu pujian biasa; ia adalah pengakuan iman seorang tentara yang telah melihat maut dan menemukan damai sejahtera dalam janji Tuhan. Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi pengingat bahwa saat kita tidak memiliki jawaban atas pertanyaan hidup, kita memiliki jawaban atas *siapa* yang memegang hidup kita.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Penulis Lirik: Daniel Webster Whittle (1840–1901)
Daniel Webster Whittle adalah seorang veteran Perang Saudara Amerika (Major Whittle). Kisahnya dimulai saat ia terluka parah dalam pertempuran dan kehilangan lengannya. Saat terbaring di rumah sakit, ia menemukan sebuah Perjanjian Baru milik seorang tentara yang telah meninggal. Ia mulai membaca Alkitab tersebut dan akhirnya bertobat menjadi Kristen.
Setelah perang, Whittle mendedikasikan hidupnya untuk penginjilan. Ia menjadi rekan dekat penginjil terkenal, Dwight L. Moody. Whittle menulis banyak lirik lagu rohani di bawah nama pena "El Nathan".
### 2. Inspirasi Lirik (1883)
Lirik lagu ini ditulis oleh Whittle pada tahun 1883. Inspirasinya datang dari sebuah ayat Alkitab yang sangat kuat dalam **2 Timotius 1:12**, yang berbunyi:
> *"Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku sampai pada hari Tuhan."*
Whittle ingin mengungkapkan kepastian iman di tengah ketidakpastian hidup. Dalam bait-baitnya, ia mengakui bahwa ada banyak hal dalam hidup yang tidak bisa dipahami oleh logika manusia—mengapa Tuhan memberikan anugerah-Nya, mengapa kita menderita, atau bagaimana Roh Kudus bekerja dalam hati kita. Namun, terlepas dari segala "mengapa" tersebut, ada satu hal yang pasti: **ia mengenal Pribadi yang ia percayai.**
### 3. Komponis: James McGranahan (1840–1907)
Setelah Whittle menulis lirik tersebut, ia memberikannya kepada rekannya, James McGranahan. McGranahan adalah seorang penyanyi tenor terkenal dan penulis lagu gospel yang sangat produktif. Mereka sering bekerja sama sebagai tim penginjilan yang efektif.
McGranahan menciptakan melodi yang sangat pas dengan pesan liriknya—melodi yang tenang, kontemplatif, namun penuh dengan keyakinan yang kokoh. Komposisi ini dirancang agar setiap bait yang bernada "tanya" (ketidakpastian duniawi) langsung dijawab dengan refrain yang tegas (kepastian iman).
### 4. Pesan Utama Lagu
Lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena kejujurannya. Whittle tidak mencoba berpura-pura bahwa hidup Kristen itu mudah atau selalu logis. Ia mengakui:
* "Aku tak tahu mengapa kasih Tuhan melimpah bagiku."
* "Aku tak tahu bagaimana iman itu timbul."
* "Aku tak tahu bagaimana Roh Kudus meyakinkan dosa."
Namun, pada bagian refrain, lagu ini mencapai puncaknya (klimaks):
> *"Tetapi aku tahu kepada siapa aku percaya, dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku."*
### 5. Pengaruh Lagu
Lagu ini dengan cepat menjadi salah satu lagu yang paling dicintai dalam kebaktian-kebaktian penginjilan di seluruh dunia. Bagi banyak orang, lagu ini menjadi "jangkar" saat mereka mengalami masa-masa sulit atau pergumulan iman. Ini bukan lagu tentang *pengetahuan intelektual*, melainkan lagu tentang *hubungan pribadi* dengan Yesus Kristus yang tidak berubah, meskipun situasi hidup sedang goncang.
### Kesimpulan
"Kau Tetap Tuhanku, Yesus" bukan sekadar lagu pujian biasa; ia adalah pengakuan iman seorang tentara yang telah melihat maut dan menemukan damai sejahtera dalam janji Tuhan. Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi pengingat bahwa saat kita tidak memiliki jawaban atas pertanyaan hidup, kita memiliki jawaban atas *siapa* yang memegang hidup kita.