KK
Inginkah 'Kau Ikut Tuhan
Wil Gij Achter Jezus Komen
Informasi Lagu
395
Nomor
Kode
KK 395
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
T.E. Belden
Pencipta Syair
Zangbundel Johan De Heer
Penerjemah
Johannes Mozes Malessy
Cross Ref.
KJ 372
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Inginkah kau ikut Tuhan? Pikul salib!
Jangan bimbang, jangan sungkan: ikut Tabib!
Pikullah salibmu saja, ikut terus;
lihatlah mahkota Raja agung kudus!
Haruslah kausangkal diri: pikul salib!
Di godaan dunia ini ikut Tabib!
Apapun kesusahanmu, jangan lemah:
Tuhan Yesus besertamu, ikut tetap!
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Inginkah Kau Ikut Tuhan"** (judul asli bahasa Belanda: **"Wil Gij Achter Jezus Komen"**) adalah sebuah himne yang sangat terkenal di kalangan gereja-gereja yang menggunakan *Zangbundel Johan de Heer* (buku nyanyian rohani populer di Belanda yang sangat memengaruhi gereja-gereja di Indonesia, terutama di lingkungan gereja injili/pantekosta).
Berikut adalah detail mengenai kisah dan latar belakang lagu tersebut:
### 1. Penulis dan Asal-Usul
Lagu ini ditulis oleh **T.E. Belden** (nama lengkapnya sering dirujuk sebagai *T. E. Belden*). Belden adalah seorang penulis lagu rohani asal Amerika Serikat yang hidup pada abad ke-19. Dalam sejarah musik gerejawi, ia dikenal karena menciptakan lagu-lagu yang bersifat ajakan atau panggilan (*invitational hymns*), yang sangat umum dinyanyikan pada akhir khotbah kebaktian kebangunan rohani (*revival meetings*) untuk mengajak jemaat mengambil keputusan mengikut Yesus.
Lagu aslinya dalam bahasa Inggris berjudul **"Will You Follow Jesus?"** atau terkadang dikenal dengan judul **"Follow Me"**.
### 2. Masuk ke dalam Zangbundel Johan de Heer
Johan de Heer (1878–1972) adalah seorang penginjil, jurnalis, dan komposer Belanda yang memiliki dedikasi besar untuk menyebarkan Injil melalui musik. Ia menyusun *Zangbundel* (Buku Nyanyian) yang berisi lagu-lagu yang "ringan, menyentuh hati, dan mudah diingat", yang sangat populer di Belanda pada masa itu.
De Heer mengadopsi lagu T.E. Belden ini ke dalam bahasa Belanda dengan judul *"Wil Gij Achter Jezus Komen"*. Dalam buku nyanyiannya, lagu ini sering digunakan sebagai lagu penutup yang bertujuan untuk menguji komitmen iman seseorang.
### 3. Makna dan Filosofi Lirik
Kisah di balik lagu ini bukanlah sebuah narasi dramatis tentang tragedi atau peristiwa sejarah tertentu, melainkan **sebuah refleksi teologis tentang pemuridan**.
* **Panggilan untuk Menyangkal Diri:** Lirik lagu ini berakar kuat pada ayat Alkitab **Matius 16:24**: *"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku."*
* **Kondisi Mengikut Tuhan:** Lagu ini menekankan bahwa mengikut Yesus bukan sekadar rutinitas atau keanggotaan gereja, melainkan sebuah keputusan sadar untuk menanggung beban (salib) dan meninggalkan cara hidup yang lama.
* **Panggilan kepada Kaum Muda dan Umum:** Lagu ini sangat efektif karena bersifat konfrontatif namun lembut. Pertanyaan "Inginkah kau ikut Tuhan?" adalah pertanyaan langsung kepada hati nurani pendengarnya untuk menanyakan kesiapan mereka dalam menempuh jalan iman yang sempit.
### 4. Pengaruh di Indonesia
Di Indonesia, lagu ini menjadi sangat populer di lingkungan gereja-gereja yang menggunakan lagu-lagu dari *Zangbundel Johan de Heer*. Banyak gereja (khususnya gereja Bethel, gereja pantekosta, dan gereja-gereja aliran injili lainnya) menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia.
Kepopulerannya di Indonesia didukung oleh:
* **Melodi yang Melankolis namun Penuh Semangat:** Irama lagu ini biasanya dinyanyikan dengan tempo yang tenang tapi tegas, memberikan kesan serius bagi siapa pun yang mendengarnya saat altar call (panggilan ke depan altar).
* **Penyebaran Melalui KKR:** Pada masa-masa penginjilan besar di Indonesia (era 1960-an hingga 1980-an), lagu ini sering dipakai sebagai "lagu keputusan" bagi mereka yang baru pertama kali menerima Yesus.
### Kesimpulan
Lagu "Inginkah Kau Ikut Tuhan" tidak lahir dari satu peristiwa sejarah tunggal, melainkan merupakan **ekspresi kerinduan penulisnya (T.E. Belden)** untuk membawa jiwa-jiwa kepada komitmen pengabdian yang total kepada Kristus. Johan de Heer kemudian menerjemahkannya ke dalam bahasa Belanda dan mempopulerkannya sebagai bagian dari gaya penginjilan yang berfokus pada "keputusan pribadi untuk mengikut Yesus".
Hingga hari ini, lagu ini tetap bertahan sebagai salah satu lagu "panggilan iman" klasik yang paling menyentuh di dunia Kekristenan, yang mengingatkan bahwa mengikut Tuhan adalah sebuah pilihan yang harus diperbarui setiap hari.
Berikut adalah detail mengenai kisah dan latar belakang lagu tersebut:
### 1. Penulis dan Asal-Usul
Lagu ini ditulis oleh **T.E. Belden** (nama lengkapnya sering dirujuk sebagai *T. E. Belden*). Belden adalah seorang penulis lagu rohani asal Amerika Serikat yang hidup pada abad ke-19. Dalam sejarah musik gerejawi, ia dikenal karena menciptakan lagu-lagu yang bersifat ajakan atau panggilan (*invitational hymns*), yang sangat umum dinyanyikan pada akhir khotbah kebaktian kebangunan rohani (*revival meetings*) untuk mengajak jemaat mengambil keputusan mengikut Yesus.
Lagu aslinya dalam bahasa Inggris berjudul **"Will You Follow Jesus?"** atau terkadang dikenal dengan judul **"Follow Me"**.
### 2. Masuk ke dalam Zangbundel Johan de Heer
Johan de Heer (1878–1972) adalah seorang penginjil, jurnalis, dan komposer Belanda yang memiliki dedikasi besar untuk menyebarkan Injil melalui musik. Ia menyusun *Zangbundel* (Buku Nyanyian) yang berisi lagu-lagu yang "ringan, menyentuh hati, dan mudah diingat", yang sangat populer di Belanda pada masa itu.
De Heer mengadopsi lagu T.E. Belden ini ke dalam bahasa Belanda dengan judul *"Wil Gij Achter Jezus Komen"*. Dalam buku nyanyiannya, lagu ini sering digunakan sebagai lagu penutup yang bertujuan untuk menguji komitmen iman seseorang.
### 3. Makna dan Filosofi Lirik
Kisah di balik lagu ini bukanlah sebuah narasi dramatis tentang tragedi atau peristiwa sejarah tertentu, melainkan **sebuah refleksi teologis tentang pemuridan**.
* **Panggilan untuk Menyangkal Diri:** Lirik lagu ini berakar kuat pada ayat Alkitab **Matius 16:24**: *"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku."*
* **Kondisi Mengikut Tuhan:** Lagu ini menekankan bahwa mengikut Yesus bukan sekadar rutinitas atau keanggotaan gereja, melainkan sebuah keputusan sadar untuk menanggung beban (salib) dan meninggalkan cara hidup yang lama.
* **Panggilan kepada Kaum Muda dan Umum:** Lagu ini sangat efektif karena bersifat konfrontatif namun lembut. Pertanyaan "Inginkah kau ikut Tuhan?" adalah pertanyaan langsung kepada hati nurani pendengarnya untuk menanyakan kesiapan mereka dalam menempuh jalan iman yang sempit.
### 4. Pengaruh di Indonesia
Di Indonesia, lagu ini menjadi sangat populer di lingkungan gereja-gereja yang menggunakan lagu-lagu dari *Zangbundel Johan de Heer*. Banyak gereja (khususnya gereja Bethel, gereja pantekosta, dan gereja-gereja aliran injili lainnya) menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia.
Kepopulerannya di Indonesia didukung oleh:
* **Melodi yang Melankolis namun Penuh Semangat:** Irama lagu ini biasanya dinyanyikan dengan tempo yang tenang tapi tegas, memberikan kesan serius bagi siapa pun yang mendengarnya saat altar call (panggilan ke depan altar).
* **Penyebaran Melalui KKR:** Pada masa-masa penginjilan besar di Indonesia (era 1960-an hingga 1980-an), lagu ini sering dipakai sebagai "lagu keputusan" bagi mereka yang baru pertama kali menerima Yesus.
### Kesimpulan
Lagu "Inginkah Kau Ikut Tuhan" tidak lahir dari satu peristiwa sejarah tunggal, melainkan merupakan **ekspresi kerinduan penulisnya (T.E. Belden)** untuk membawa jiwa-jiwa kepada komitmen pengabdian yang total kepada Kristus. Johan de Heer kemudian menerjemahkannya ke dalam bahasa Belanda dan mempopulerkannya sebagai bagian dari gaya penginjilan yang berfokus pada "keputusan pribadi untuk mengikut Yesus".
Hingga hari ini, lagu ini tetap bertahan sebagai salah satu lagu "panggilan iman" klasik yang paling menyentuh di dunia Kekristenan, yang mengingatkan bahwa mengikut Tuhan adalah sebuah pilihan yang harus diperbarui setiap hari.