KK
Carilah Dulu Kerajaan Allah
Seek Ye First
Informasi Lagu
288
Nomor
Do=D
Nada Dasar
Kode
KK 288
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
Do=D
Ketukan
2/4 ketuk
Metronom
70
Jumlah Bait
4 bait
Pencipta Lagu
Karen Lafferty (1972)
Pencipta Syair
Karen Lafferty (1972)
Penerjemah
Yamuger (1998)
Cross Ref.
PKJ 103
Syair / Lirik
4 bait
Carilah dulu Kerajaan Allah
beserta kebenaranNya,
maka semua ditambah padamu.
Halelu, Haleluya!
Mintalah, Tuhan pasti memberi,
carilah kau pasti dapat.
Pintu dibukaNya bila kau ketuk.
Halelu, Haleluya!
Bukan makanan saja kau perlu;
paling perlu firman Allah
yang merupakan jaminan hidupmu.
Halelu, Haleluya!
Jika berkumpul dalam namaKu
dua atau tiga orang.
Di situ Aku berada di tengah.
Halelu, Haleluya!
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu "Carilah Dulu Kerajaan Allah" (Seek Ye First the Kingdom of God) adalah salah satu lagu pujian kontemporer Kristen paling ikonik dan abadi, dikenal karena kesederhanaan melodinya dan pesannya yang langsung diambil dari Kitab Suci. Kisah di baliknya melibatkan inspirasi personal, semangat kebangkitan rohani, dan peran penting sebuah gerakan musik.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu ini:
### **1. Pencipta: Karen Lafferty dan Latar Belakangnya**
* **Siapa Dia?** Karen Lafferty adalah seorang musisi dan penulis lagu Kristen Amerika. Ia lahir pada tahun 1948 dan dibesarkan di Orange County, California.
* **Perjalanan Rohani:** Seperti banyak anak muda di era 1960-an, Karen mencari makna hidup di tengah gejolak sosial dan budaya. Pada pertengahan 1960-an, ia mengalami pengalaman "lahir baru" dan menjadi seorang Kristen. Pengalaman ini mengubah hidupnya secara drastis, mengalihkan fokusnya dari musik sekuler ke pelayanan rohani.
* **Bakat Musikal:** Sejak kecil, Karen sudah menunjukkan bakat musikal. Ia belajar piano dan sangat tertarik pada musik folk populer pada masanya, seperti The Kingston Trio dan Peter, Paul & Mary. Latar belakang musik folk ini sangat memengaruhi gaya lagu-lagunya yang sederhana namun mudah diingat.
### **2. Era Jesus Movement: Latar Belakang Sosial dan Spiritual**
* **Waktu dan Tempat:** Lagu ini lahir pada awal 1970-an, di tengah-tengah "Jesus Movement" yang berpusat di California Selatan, khususnya di sekitar gereja Calvary Chapel di Costa Mesa, yang dipimpin oleh Pendeta Chuck Smith.
* **Karakteristik Jesus Movement:** Gerakan ini menarik ribuan anak muda "hippies" dan "counter-culture" yang mencari kebenaran dan tujuan di luar gaya hidup materialistis atau narkoba. Mereka menemukan iman yang hidup dalam Yesus Kristus.
* **Gaya Ibadah Baru:** Jesus Movement dikenal dengan gaya ibadah yang informal, otentik, dan sangat berfokus pada musik. Musik rock dan folk, yang sebelumnya dianggap "duniawi", diadaptasi untuk menyampaikan pesan-pesan Injil. Lagu-lagu pujian tradisional gereja seringkali terasa asing bagi para "Jesus people" ini, sehingga ada kebutuhan besar akan lagu-lagu baru yang sederhana, mudah dipelajari, dan relevan dengan budaya mereka.
### **3. Momen Penciptaan Lagu: Tugas Kuliah yang Mengubah Dunia**
* **Tahun Pembuatan:** Sekitar tahun 1971 atau 1972.
* **Konteks Akademik:** Saat itu, Karen Lafferty sedang menjadi mahasiswa di Cal State Fullerton. Ia mengambil kelas mata pelajaran Alkitab.
* **Tugas Khusus:** Dosen Alkitabnya memberikan tugas yang unik: menghafal Matius 6:33, "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."
* **Inspirasi Musikal:** Bagi Karen, menghafal ayat Alkitab yang panjang bisa menjadi tantangan. Dengan latar belakang musiknya, ia berpikir, "Mengapa tidak mengubahnya menjadi lagu?" Ini adalah metode yang umum digunakan untuk menghafal, dan ia sudah akrab dengan melodi-melodi folk yang sederhana.
* **Proses Penulisan:** Lagu ini lahir dengan sangat cepat dan alami. Karen duduk di depan pianonya dan mulai membuat melodi yang sederhana namun menarik untuk Matius 6:33. Ia memilih nada-nada yang mudah dinyanyikan dan diulang-ulang.
* **Ayat Alkitab Lain:** Selain Matius 6:33, Karen juga menciptakan bait-bait lain untuk lagu ini menggunakan ayat-ayat Alkitab yang relevan, seperti Matius 4:4 ("Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah") dan Matius 7:7 ("Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu"). Ini menunjukkan metodologi "lagu hafalan Alkitab" yang konsisten.
### **4. Penyebaran Melalui Maranatha! Music**
* **Debut Awal:** Karen pertama kali menyanyikan lagu ini di kelas Alkitabnya, kemudian di kelompok-kelompok ibadah kecil, dan tak lama kemudian di gereja Calvary Chapel Costa Mesa.
* **Maranatha! Music:** Calvary Chapel menjadi pusat Jesus Movement, dan Pendeta Chuck Smith melihat potensi besar dalam lagu-lagu pujian baru yang ditulis oleh para musisi muda di jemaatnya. Untuk merekam dan mendistribusikan lagu-lagu ini, ia mendirikan label rekaman bernama Maranatha! Music pada tahun 1971.
* **Rekaman Pertama:** "Seek Ye First" menjadi salah satu lagu pertama yang direkam dan dirilis oleh Maranatha! Music, muncul di album kompilasi mereka yang sangat berpengaruh, **"The Everlastin' Living Jesus Music Concert" (1971) dan kemudian di album "Maranatha! One" (1972)**.
* **Ledakan Popularitas:** Melalui Maranatha! Music, "Seek Ye First" dengan cepat menyebar ke seluruh dunia. Kesederhanaannya membuatnya mudah diterjemahkan dan dinyanyikan oleh berbagai jemaat, tanpa memandang denominasi atau budaya. Lagu ini menjadi salah satu "lagu wajib" dalam pergerakan ibadah kontemporer yang baru lahir.
### **5. Warisan dan Dampak Abadi**
* **Kesederhanaan yang Mendalam:** Daya tarik utama lagu ini terletak pada kesederhanaannya. Liriknya adalah firman Tuhan itu sendiri, dan melodinya mudah diikuti, bahkan oleh anak-anak. Ini memungkinkan jemaat untuk dengan mudah belajar dan menyanyikan kebenaran Alkitab.
* **Pesan yang Timeless:** Pesan tentang memprioritaskan Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya tetap relevan di setiap zaman. Ini adalah inti dari pengajaran Yesus yang mendalam.
* **Pengaruh Global:** Lagu ini telah diterjemahkan ke dalam ratusan bahasa, termasuk Bahasa Indonesia dengan judul "Carilah Dulu Kerajaan Allah" atau "Carilah Dahulu Kerajaan Allah". Ia menjadi bagian integral dari liturgi dan pujian di gereja-gereja di seluruh dunia.
* **Lanjutan Pelayanan Karen Lafferty:** Karen Lafferty sendiri terus melayani melalui musik. Ia kemudian mendirikan Music with a Mission (MwAM), sebuah pelayanan yang melatih dan memberdayakan musisi-muda untuk pelayanan misi dan penginjilan.
Singkatnya, "Carilah Dulu Kerajaan Allah" adalah bukti bagaimana sebuah tugas kuliah yang sederhana, dipadukan dengan bakat musik dan semangat rohani di tengah sebuah gerakan kebangkitan, dapat menghasilkan sebuah karya yang memiliki dampak rohani yang luar biasa dan abadi di seluruh dunia.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu ini:
### **1. Pencipta: Karen Lafferty dan Latar Belakangnya**
* **Siapa Dia?** Karen Lafferty adalah seorang musisi dan penulis lagu Kristen Amerika. Ia lahir pada tahun 1948 dan dibesarkan di Orange County, California.
* **Perjalanan Rohani:** Seperti banyak anak muda di era 1960-an, Karen mencari makna hidup di tengah gejolak sosial dan budaya. Pada pertengahan 1960-an, ia mengalami pengalaman "lahir baru" dan menjadi seorang Kristen. Pengalaman ini mengubah hidupnya secara drastis, mengalihkan fokusnya dari musik sekuler ke pelayanan rohani.
* **Bakat Musikal:** Sejak kecil, Karen sudah menunjukkan bakat musikal. Ia belajar piano dan sangat tertarik pada musik folk populer pada masanya, seperti The Kingston Trio dan Peter, Paul & Mary. Latar belakang musik folk ini sangat memengaruhi gaya lagu-lagunya yang sederhana namun mudah diingat.
### **2. Era Jesus Movement: Latar Belakang Sosial dan Spiritual**
* **Waktu dan Tempat:** Lagu ini lahir pada awal 1970-an, di tengah-tengah "Jesus Movement" yang berpusat di California Selatan, khususnya di sekitar gereja Calvary Chapel di Costa Mesa, yang dipimpin oleh Pendeta Chuck Smith.
* **Karakteristik Jesus Movement:** Gerakan ini menarik ribuan anak muda "hippies" dan "counter-culture" yang mencari kebenaran dan tujuan di luar gaya hidup materialistis atau narkoba. Mereka menemukan iman yang hidup dalam Yesus Kristus.
* **Gaya Ibadah Baru:** Jesus Movement dikenal dengan gaya ibadah yang informal, otentik, dan sangat berfokus pada musik. Musik rock dan folk, yang sebelumnya dianggap "duniawi", diadaptasi untuk menyampaikan pesan-pesan Injil. Lagu-lagu pujian tradisional gereja seringkali terasa asing bagi para "Jesus people" ini, sehingga ada kebutuhan besar akan lagu-lagu baru yang sederhana, mudah dipelajari, dan relevan dengan budaya mereka.
### **3. Momen Penciptaan Lagu: Tugas Kuliah yang Mengubah Dunia**
* **Tahun Pembuatan:** Sekitar tahun 1971 atau 1972.
* **Konteks Akademik:** Saat itu, Karen Lafferty sedang menjadi mahasiswa di Cal State Fullerton. Ia mengambil kelas mata pelajaran Alkitab.
* **Tugas Khusus:** Dosen Alkitabnya memberikan tugas yang unik: menghafal Matius 6:33, "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."
* **Inspirasi Musikal:** Bagi Karen, menghafal ayat Alkitab yang panjang bisa menjadi tantangan. Dengan latar belakang musiknya, ia berpikir, "Mengapa tidak mengubahnya menjadi lagu?" Ini adalah metode yang umum digunakan untuk menghafal, dan ia sudah akrab dengan melodi-melodi folk yang sederhana.
* **Proses Penulisan:** Lagu ini lahir dengan sangat cepat dan alami. Karen duduk di depan pianonya dan mulai membuat melodi yang sederhana namun menarik untuk Matius 6:33. Ia memilih nada-nada yang mudah dinyanyikan dan diulang-ulang.
* **Ayat Alkitab Lain:** Selain Matius 6:33, Karen juga menciptakan bait-bait lain untuk lagu ini menggunakan ayat-ayat Alkitab yang relevan, seperti Matius 4:4 ("Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah") dan Matius 7:7 ("Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu"). Ini menunjukkan metodologi "lagu hafalan Alkitab" yang konsisten.
### **4. Penyebaran Melalui Maranatha! Music**
* **Debut Awal:** Karen pertama kali menyanyikan lagu ini di kelas Alkitabnya, kemudian di kelompok-kelompok ibadah kecil, dan tak lama kemudian di gereja Calvary Chapel Costa Mesa.
* **Maranatha! Music:** Calvary Chapel menjadi pusat Jesus Movement, dan Pendeta Chuck Smith melihat potensi besar dalam lagu-lagu pujian baru yang ditulis oleh para musisi muda di jemaatnya. Untuk merekam dan mendistribusikan lagu-lagu ini, ia mendirikan label rekaman bernama Maranatha! Music pada tahun 1971.
* **Rekaman Pertama:** "Seek Ye First" menjadi salah satu lagu pertama yang direkam dan dirilis oleh Maranatha! Music, muncul di album kompilasi mereka yang sangat berpengaruh, **"The Everlastin' Living Jesus Music Concert" (1971) dan kemudian di album "Maranatha! One" (1972)**.
* **Ledakan Popularitas:** Melalui Maranatha! Music, "Seek Ye First" dengan cepat menyebar ke seluruh dunia. Kesederhanaannya membuatnya mudah diterjemahkan dan dinyanyikan oleh berbagai jemaat, tanpa memandang denominasi atau budaya. Lagu ini menjadi salah satu "lagu wajib" dalam pergerakan ibadah kontemporer yang baru lahir.
### **5. Warisan dan Dampak Abadi**
* **Kesederhanaan yang Mendalam:** Daya tarik utama lagu ini terletak pada kesederhanaannya. Liriknya adalah firman Tuhan itu sendiri, dan melodinya mudah diikuti, bahkan oleh anak-anak. Ini memungkinkan jemaat untuk dengan mudah belajar dan menyanyikan kebenaran Alkitab.
* **Pesan yang Timeless:** Pesan tentang memprioritaskan Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya tetap relevan di setiap zaman. Ini adalah inti dari pengajaran Yesus yang mendalam.
* **Pengaruh Global:** Lagu ini telah diterjemahkan ke dalam ratusan bahasa, termasuk Bahasa Indonesia dengan judul "Carilah Dulu Kerajaan Allah" atau "Carilah Dahulu Kerajaan Allah". Ia menjadi bagian integral dari liturgi dan pujian di gereja-gereja di seluruh dunia.
* **Lanjutan Pelayanan Karen Lafferty:** Karen Lafferty sendiri terus melayani melalui musik. Ia kemudian mendirikan Music with a Mission (MwAM), sebuah pelayanan yang melatih dan memberdayakan musisi-muda untuk pelayanan misi dan penginjilan.
Singkatnya, "Carilah Dulu Kerajaan Allah" adalah bukti bagaimana sebuah tugas kuliah yang sederhana, dipadukan dengan bakat musik dan semangat rohani di tengah sebuah gerakan kebangkitan, dapat menghasilkan sebuah karya yang memiliki dampak rohani yang luar biasa dan abadi di seluruh dunia.