KJ
Datanglah, Ya Sumber Rahmat
Come, Thou Fount of Every Blessing
Informasi Lagu
240
Nomor
Do = Es
Nada Dasar
Kode
KJ 240a
Buku
Kidung Jemaat
Nada Dasar
Do = Es
Ketukan
3/4 ketuk
Metronom
84
Jumlah Bait
3 bait
Style
ChristmasWaltz
Pencipta Lagu
John Wyeths Repository Of Sacred Music
Pencipta Syair
Robert Robinson
Penerjemah
Epafroditus Laurentius Pohan Shn (E.L. Pohan)
Cross Ref.
KK 281
Syair / Lirik
3 bait
Datanglah, ya Sumber rahmat, selaraskan hatiku
menyanyikan kasih s'lamat yang tak kunjung berhenti.
Ajar aku madah indah,gita balai sorgaMu.
Aku puji gunung kokoh, gunung pengasihanMu.
Hingga kini 'ku selamat dengan kuat yang Kaub'ri.
Kuharapkan akan dapat sampai di neg'ri seri.
Yesus cari akan daku, domba binal yang sesat;
Untuk membela diriku dipikulNya salib b'rat.
Tiap hari 'ku berhutang pada kasih abadi.
Rantailah hatiku curang dengan rahmat tak henti.
'Ku dipikat pencobaan meninggalkan kasihMu;
inilah hatiku, Tuhan, meteraikan bagiMu!
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu "Datanglah, Ya Sumber Rahmat" atau "Come Thou Fount of Every Blessing" adalah sebuah perjalanan spiritual yang kaya, penuh pertobatan, perjuangan, dan anugerah ilahi. Ini adalah salah satu himne klasik yang paling dicintai, dengan lirik yang sangat pribadi dan mendalam.
Mari kita selami kisah detailnya:
**1. Robert Robinson: Masa Muda yang Bergelora dan Pertobatan yang Dramatis**
* **Lahir:** Robert Robinson lahir pada tahun 1735 di Swaffham, Norfolk, Inggris. Ayahnya meninggal saat ia masih sangat muda, dan pada usia 14 tahun, ia dikirim ke London untuk magang sebagai penata rambut.
* **Masa Muda yang Bermasalah:** Robinson dikenal sebagai pemuda yang nakal dan berandal. Ia bergabung dengan kelompok anak muda yang sering membuat onar, dan menjalani kehidupan yang jauh dari agama.
* **Titik Balik (1752):** Pada suatu malam di tahun 1752, saat berusia 17 tahun, Robinson dan teman-temannya pergi ke sebuah perkumpulan Methodis hanya untuk mengolok-olok. Namun, di sana, mereka mendengar khotbah yang mengubah hidupnya dari penginjil terkenal, George Whitefield (salah satu tokoh kunci Kebangkitan Besar Pertama). Khotbah Whitefield malam itu berjudul "The Wrath to Come" (Murka yang Akan Datang), yang membahas Matius 3:7.
* **Pertobatan:** Khotbah itu menusuk hati Robinson. Ia merasa sangat bersalah atas dosa-dosanya dan mulai mencari Tuhan. Setelah tiga tahun bergumul dalam keraguan dan pencarian, ia mengalami pertobatan yang mendalam pada tahun 1755, pada usia 20 tahun. Ia percaya bahwa Kristus telah mengampuni dosa-dosanya dan menyelamatkannya.
**2. Lahirnya "Come Thou Fount" (Sekitar 1757-1758)**
* **Ekspresi Sukacita:** Setelah pertobatannya, Robert Robinson merasakan sukacita dan anugerah yang luar biasa. Hatinya meluap dengan syukur kepada Tuhan. Dalam periode ini, sekitar tahun 1757 atau 1758, ia menulis lirik untuk "Come Thou Fount of Every Blessing."
* **Tema-tema Kunci dalam Lirik:**
* **Sumber Berkat (Fount of Every Blessing):** Baris pertama langsung menyatakan Tuhan sebagai sumber dari segala kebaikan dan anugerah.
* **Aliran Belas Kasih Tak Berhenti (Streams of Mercy, Never Ceasing):** Menggambarkan kasih karunia Tuhan yang terus-menerus dan tak terbatas.
* **Praise the Mount! (Puji Gunung Itu!):** Merujuk pada Gunung Kalvari, tempat Kristus disalibkan, sumber keselamatan.
* **Here I Raise My Ebenezer (Di Sini Ku Tegakkan Eben-Haezerku):** Ini adalah salah satu baris paling terkenal. "Eben-Haezer" adalah kata Ibrani yang berarti "batu pertolongan" (1 Samuel 7:12). Ini adalah pengakuan bahwa sampai saat ini, Tuhan telah menolongnya. Robinson melihat kembali perjalanannya dan mengakui tangan Tuhan di setiap langkahnya.
* **Prone to Wander, Lord, I Feel It (Cenderung Tersesat, Tuhan, Ku Rasakan Itu):** Ini adalah pengakuan yang sangat jujur tentang kelemahan manusia. Meskipun telah bertobat, Robinson tahu ia masih rentan terhadap dosa dan kecenderungan untuk meninggalkan Tuhan. Baris ini sangat penting karena mencerminkan perjuangan pribadi yang ia alami di kemudian hari.
* **Here's My Heart, O Take and Seal It (Inilah Hatiku, Ambil dan Meterainya):** Permohonan agar Tuhan mengambil dan menjaga hatinya agar tetap setia sampai akhir hayat.
**3. Perjuangan Spiritual Robert Robinson di Kemudian Hari**
* **Seorang Pelayan Tuhan:** Robert Robinson tidak hanya menulis himne, tetapi ia juga menjadi seorang pengkhotbah Metodis dan kemudian seorang Pendeta Baptis yang sangat dihormati. Ia adalah seorang cendekiawan yang cerdas, penulis, dan teolog.
* **Masa Keraguan dan "Backsliding":** Namun, seperti yang ia tulis dalam liriknya "prone to wander," Robinson memang mengalami periode keraguan dan "backsliding" (kembali ke kehidupan spiritual yang kurang bersemangat atau bahkan menjauh dari Tuhan) di kemudian hari. Ia merasakan tekanan intelektual dan tantangan hidup yang kadang mengikis semangat pertamanya.
* **Kisah Anecdotal yang Paling Terkenal:** Ada sebuah anekdot yang sangat menyentuh yang sering diceritakan tentang Robinson. Suatu hari, ia melakukan perjalanan dalam kereta kuda dengan seorang wanita. Wanita itu, yang tidak mengenal Robinson, mulai bersenandung dan kemudian menyanyikan "Come Thou Fount of Every Blessing."
Ketika wanita itu bertanya kepadanya apa pendapatnya tentang lirik lagu itu, dengan suara getir dan air mata, Robinson dikatakan menjawab (dengan berbagai variasi): "Madam, saya adalah orang malang yang menulis lagu itu, dan saya akan memberikan seribu dunia jika saya memiliki sukacita yang saya rasakan ketika saya pertama kali menulisnya."
Kisah ini, apakah benar-benar terjadi persis seperti itu atau sedikit diromantisasi, menggambarkan perjuangan batin Robinson dan betapa kuatnya lirik-liriknya sendiri mengingatkannya akan kasih karunia yang pernah ia alami. Kata-katanya sendiri menjadi "Eben-Haezer" baginya, sebuah pengingat akan pertolongan Tuhan di masa lalu.
**4. Peran John Wyeth's Repository of Sacred Music**
* **Penerbitan Awal:** Lirik "Come Thou Fount" pertama kali diterbitkan dalam koleksi himne seperti Martin Madan's "A Collection of Psalms and Hymns" pada tahun 1760.
* **Popularisasi Melalui Melodi:** John Wyeth adalah seorang penerbit musik Amerika yang sangat berpengaruh. Pada tahun 1813, ia menerbitkan "Wyeth's Repository of Sacred Music, Part Second." Di dalam buku inilah, lirik "Come Thou Fount of Every Blessing" dipasangkan dengan melodi yang sekarang paling sering dikaitkan dengannya, yaitu melodi "Nettleton" (atau kadang disebut "Wyeth's" atau "Hallelujah").
* **Pentingnya Wyeth:** Meskipun Wyeth tidak menulis liriknya, dan melodi "Nettleton" mungkin berasal dari tradisi rakyat atau komposer yang tidak dikenal, publikasi Wyeth lah yang mengabadikan pasangan lirik-melodi ini dan menyebarkannya secara luas di Amerika Serikat dan kemudian ke seluruh dunia. Tanpa publikasi Wyeth, lagu ini mungkin tidak akan sepopuler sekarang.
**Kesimpulan**
"Datanglah, Ya Sumber Rahmat" adalah lebih dari sekadar lagu; ia adalah kesaksian hidup Robert Robinson—dari masa muda yang bergelora, pertobatan yang dramatis, sukacita yang meluap, hingga perjuangan pribadi melawan godaan dan keraguan. Liriknya yang jujur tentang kerapuhan manusia ("prone to wander") dan janji anugerah ilahi ("seal it for Thy courts above") menjadikannya himne yang abadi, relevan bagi setiap orang percaya yang mengakui kebutuhan akan kasih karunia Tuhan dalam setiap langkah perjalanan hidup. Melodi "Nettleton" yang dipopulerkan oleh John Wyeth hanya menambah keindahan dan daya tarik abadi dari lagu yang mendalam ini.
Mari kita selami kisah detailnya:
**1. Robert Robinson: Masa Muda yang Bergelora dan Pertobatan yang Dramatis**
* **Lahir:** Robert Robinson lahir pada tahun 1735 di Swaffham, Norfolk, Inggris. Ayahnya meninggal saat ia masih sangat muda, dan pada usia 14 tahun, ia dikirim ke London untuk magang sebagai penata rambut.
* **Masa Muda yang Bermasalah:** Robinson dikenal sebagai pemuda yang nakal dan berandal. Ia bergabung dengan kelompok anak muda yang sering membuat onar, dan menjalani kehidupan yang jauh dari agama.
* **Titik Balik (1752):** Pada suatu malam di tahun 1752, saat berusia 17 tahun, Robinson dan teman-temannya pergi ke sebuah perkumpulan Methodis hanya untuk mengolok-olok. Namun, di sana, mereka mendengar khotbah yang mengubah hidupnya dari penginjil terkenal, George Whitefield (salah satu tokoh kunci Kebangkitan Besar Pertama). Khotbah Whitefield malam itu berjudul "The Wrath to Come" (Murka yang Akan Datang), yang membahas Matius 3:7.
* **Pertobatan:** Khotbah itu menusuk hati Robinson. Ia merasa sangat bersalah atas dosa-dosanya dan mulai mencari Tuhan. Setelah tiga tahun bergumul dalam keraguan dan pencarian, ia mengalami pertobatan yang mendalam pada tahun 1755, pada usia 20 tahun. Ia percaya bahwa Kristus telah mengampuni dosa-dosanya dan menyelamatkannya.
**2. Lahirnya "Come Thou Fount" (Sekitar 1757-1758)**
* **Ekspresi Sukacita:** Setelah pertobatannya, Robert Robinson merasakan sukacita dan anugerah yang luar biasa. Hatinya meluap dengan syukur kepada Tuhan. Dalam periode ini, sekitar tahun 1757 atau 1758, ia menulis lirik untuk "Come Thou Fount of Every Blessing."
* **Tema-tema Kunci dalam Lirik:**
* **Sumber Berkat (Fount of Every Blessing):** Baris pertama langsung menyatakan Tuhan sebagai sumber dari segala kebaikan dan anugerah.
* **Aliran Belas Kasih Tak Berhenti (Streams of Mercy, Never Ceasing):** Menggambarkan kasih karunia Tuhan yang terus-menerus dan tak terbatas.
* **Praise the Mount! (Puji Gunung Itu!):** Merujuk pada Gunung Kalvari, tempat Kristus disalibkan, sumber keselamatan.
* **Here I Raise My Ebenezer (Di Sini Ku Tegakkan Eben-Haezerku):** Ini adalah salah satu baris paling terkenal. "Eben-Haezer" adalah kata Ibrani yang berarti "batu pertolongan" (1 Samuel 7:12). Ini adalah pengakuan bahwa sampai saat ini, Tuhan telah menolongnya. Robinson melihat kembali perjalanannya dan mengakui tangan Tuhan di setiap langkahnya.
* **Prone to Wander, Lord, I Feel It (Cenderung Tersesat, Tuhan, Ku Rasakan Itu):** Ini adalah pengakuan yang sangat jujur tentang kelemahan manusia. Meskipun telah bertobat, Robinson tahu ia masih rentan terhadap dosa dan kecenderungan untuk meninggalkan Tuhan. Baris ini sangat penting karena mencerminkan perjuangan pribadi yang ia alami di kemudian hari.
* **Here's My Heart, O Take and Seal It (Inilah Hatiku, Ambil dan Meterainya):** Permohonan agar Tuhan mengambil dan menjaga hatinya agar tetap setia sampai akhir hayat.
**3. Perjuangan Spiritual Robert Robinson di Kemudian Hari**
* **Seorang Pelayan Tuhan:** Robert Robinson tidak hanya menulis himne, tetapi ia juga menjadi seorang pengkhotbah Metodis dan kemudian seorang Pendeta Baptis yang sangat dihormati. Ia adalah seorang cendekiawan yang cerdas, penulis, dan teolog.
* **Masa Keraguan dan "Backsliding":** Namun, seperti yang ia tulis dalam liriknya "prone to wander," Robinson memang mengalami periode keraguan dan "backsliding" (kembali ke kehidupan spiritual yang kurang bersemangat atau bahkan menjauh dari Tuhan) di kemudian hari. Ia merasakan tekanan intelektual dan tantangan hidup yang kadang mengikis semangat pertamanya.
* **Kisah Anecdotal yang Paling Terkenal:** Ada sebuah anekdot yang sangat menyentuh yang sering diceritakan tentang Robinson. Suatu hari, ia melakukan perjalanan dalam kereta kuda dengan seorang wanita. Wanita itu, yang tidak mengenal Robinson, mulai bersenandung dan kemudian menyanyikan "Come Thou Fount of Every Blessing."
Ketika wanita itu bertanya kepadanya apa pendapatnya tentang lirik lagu itu, dengan suara getir dan air mata, Robinson dikatakan menjawab (dengan berbagai variasi): "Madam, saya adalah orang malang yang menulis lagu itu, dan saya akan memberikan seribu dunia jika saya memiliki sukacita yang saya rasakan ketika saya pertama kali menulisnya."
Kisah ini, apakah benar-benar terjadi persis seperti itu atau sedikit diromantisasi, menggambarkan perjuangan batin Robinson dan betapa kuatnya lirik-liriknya sendiri mengingatkannya akan kasih karunia yang pernah ia alami. Kata-katanya sendiri menjadi "Eben-Haezer" baginya, sebuah pengingat akan pertolongan Tuhan di masa lalu.
**4. Peran John Wyeth's Repository of Sacred Music**
* **Penerbitan Awal:** Lirik "Come Thou Fount" pertama kali diterbitkan dalam koleksi himne seperti Martin Madan's "A Collection of Psalms and Hymns" pada tahun 1760.
* **Popularisasi Melalui Melodi:** John Wyeth adalah seorang penerbit musik Amerika yang sangat berpengaruh. Pada tahun 1813, ia menerbitkan "Wyeth's Repository of Sacred Music, Part Second." Di dalam buku inilah, lirik "Come Thou Fount of Every Blessing" dipasangkan dengan melodi yang sekarang paling sering dikaitkan dengannya, yaitu melodi "Nettleton" (atau kadang disebut "Wyeth's" atau "Hallelujah").
* **Pentingnya Wyeth:** Meskipun Wyeth tidak menulis liriknya, dan melodi "Nettleton" mungkin berasal dari tradisi rakyat atau komposer yang tidak dikenal, publikasi Wyeth lah yang mengabadikan pasangan lirik-melodi ini dan menyebarkannya secara luas di Amerika Serikat dan kemudian ke seluruh dunia. Tanpa publikasi Wyeth, lagu ini mungkin tidak akan sepopuler sekarang.
**Kesimpulan**
"Datanglah, Ya Sumber Rahmat" adalah lebih dari sekadar lagu; ia adalah kesaksian hidup Robert Robinson—dari masa muda yang bergelora, pertobatan yang dramatis, sukacita yang meluap, hingga perjuangan pribadi melawan godaan dan keraguan. Liriknya yang jujur tentang kerapuhan manusia ("prone to wander") dan janji anugerah ilahi ("seal it for Thy courts above") menjadikannya himne yang abadi, relevan bagi setiap orang percaya yang mengakui kebutuhan akan kasih karunia Tuhan dalam setiap langkah perjalanan hidup. Melodi "Nettleton" yang dipopulerkan oleh John Wyeth hanya menambah keindahan dan daya tarik abadi dari lagu yang mendalam ini.
Cross Reference
Sama Tema
Roh Kudus dan Hari Pentakosta
Datanglah, Ya Roh Kudus
KJ
O Roh Pencipta, Datanglah
KJ
O Roh Pencipta, Datanglah
KJ
Kami Berdoa, Ya Roh Kudus
KJ
O Roh Kudus Ilahi
KJ
Hai Umat, Nyanyilah
KJ
Roh Kudus, Turunlah
KJ
Di Hari Pentakosta
KJ
Kudengar BerkatMu Turun
KJ
Roh Kudus, Sinarilah
KJ
Roh Kudus, Tetap Teguh
KJ
Ya Roh Kudus Berkurnia
KJ
Turun, Roh Allah, Dalam Hatiku
KJ
Datanglah, Ya Sumber Rahmat
KJ
Inilah Hari Kelimapuluh
KJ