GB
Segala Bangsa Dunia
Lobt Gott Den Herm, Ihr Heiden All
Informasi Lagu
232
Nomor
Do=F
Nada Dasar
Kode
GB 232
Buku
Gita Bakti
Nada Dasar
Do=F
Metronom
50
Penerjemah
H.A Pandopo (1998)
Asal Usul
Mazmur 117
Cross Ref.
PKJ 108
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
2 bait
Segala bangsa dunia, mari memuji Tuhan!
Megahkan Dia s’lamanya, lagu syukur lantunkan!
Terimalah anugerah dan damai kerajaan-Nya.
Nyanyilah Haleluya!
Betapa hebat rahmat-Nya yang nyata atas kita,
penuh berkat karunia dan sarat sukacita.
Kasih kesetiaan-Nya tetap selama-lamanya,
Nyanyilah Haleluya!
Slide Lirik
2 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Lobt Gott den Herrn, ihr Heiden all"** (Pujilah Tuhan, hai segala bangsa) adalah salah satu karya musik gerejawi yang sangat penting dari masa Reformasi Jerman awal abad ke-17. Untuk memahami kisah di baliknya, kita harus melihat konteks dua tokoh utama yang terlibat: sang penulis lirik dan sang komposer.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Konteks Lirik: Joachim Sartorius (Penulis)
Lirik lagu ini ditulis oleh **Joachim Sartorius** (c. 1560–1620), seorang pendeta dan penyair dari Jerman. Pada masa itu (awal 1600-an), dunia Kristen di Jerman sedang mengalami pergolakan teologis pasca-Reformasi Martin Luther.
Lirik ini sebenarnya adalah sebuah **parafrasa (penyusunan ulang) dari Mazmur 117**. Mazmur 117 adalah pasal terpendek dalam Alkitab, namun memiliki makna teologis yang sangat luas karena menyerukan kepada "segala bangsa" untuk memuji Tuhan.
Dalam semangat Reformasi, para penulis lagu gerejawi masa itu ingin membawa bahasa Alkitab ke dalam bahasa sehari-hari rakyat jelata (*vernacular*), agar umat bisa memahami dan menyanyikan kebenaran iman dengan cara yang sederhana namun khusyuk. Sartorius menulis lirik ini untuk menegaskan bahwa keselamatan dalam Kristus bukan hanya milik orang Yahudi atau satu bangsa saja, melainkan bagi seluruh dunia.
### 2. Komposisi Musik: Melchior Vulpius (Komposer)
Musik yang kita kenal sekarang digubah oleh **Melchior Vulpius** (c. 1570–1615). Vulpius adalah salah satu musisi gereja paling berbakat pada zamannya, yang bekerja di Weimar, Jerman.
* **Gaya Musik:** Vulpius adalah master dalam gaya *motet* Jerman. Ia tidak hanya mengutamakan keindahan melodi, tetapi juga "tekstualitas" (bagaimana melodi tersebut mendukung makna kata-kata). Musiknya menggabungkan gaya polifoni (banyak suara) yang kompleks dengan kejelasan lirik yang menjadi ciri khas musik Protestan Lutheran.
* **Koleksi:** Lagu ini dimuat dalam koleksi karyanya yang berjudul *Ein schön geistlich Gesangbuch* (Buku Nyanyian Rohani yang Indah) yang diterbitkan di Jena pada tahun **1609**. Buku ini ditujukan untuk digunakan di sekolah-sekolah dan gereja-gereja agar jemaat bisa ikut bernyanyi dengan harmoni yang indah namun tetap mudah diikuti.
### 3. Makna di Balik Lagu
Kisah lagu ini bukan tentang sebuah peristiwa sejarah yang dramatis (seperti lagu perang atau lagu revolusi), melainkan tentang **misi pengabaran Injil**.
Pada abad ke-17, Eropa mulai menyadari luasnya dunia melalui penjelajahan. Lagu *Lobt Gott den Herrn* menjadi "lagu misi" bagi gereja Lutheran saat itu. Pesan utamanya adalah:
* **Universalitas:** Tuhan bukan hanya Allah bagi satu kelompok, tetapi bagi seluruh bangsa (konsep *missio Dei*).
* **Sukacita:** Pujian kepada Tuhan adalah kewajiban yang menggembirakan bagi siapa pun yang telah menerima kasih setia-Nya.
* **Kesetiaan:** Frasa "karena kasih setia-Nya hebat atas kita" (*Denn seine Gnade und Wahrheit waltet über uns*) menjadi pengingat akan janji Tuhan yang kekal, terlepas dari kekacauan duniawi saat itu.
### 4. Warisan Lagu Ini
Lagu ini bertahan selama 400 tahun lebih karena aransemen musik Vulpius yang sangat harmonis dan kuat. Dalam tradisi gereja di Indonesia, lagu ini sering diterjemahkan atau diadaptasi dalam buku nyanyian gerejawi (seperti *Kidung Jemaat* atau *NKB* dengan nuansa yang serupa).
**Kesimpulannya:**
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **kerinduan para reformator untuk menyatukan umat manusia di bawah satu pujian.** Joachim Sartorius memberikan kata-kata yang mendasar pada Mazmur, sementara Melchior Vulpius memberikan "sayap" musik yang membuat kata-kata tersebut mampu terbang melintasi zaman, dari gereja-gereja kecil di Weimar hingga dinyanyikan oleh jemaat di seluruh dunia saat ini.
Lagu ini tetap relevan karena pesannya yang lintas batas: sebuah ajakan untuk melampaui perbedaan suku, bangsa, dan budaya untuk memuji Pencipta yang satu.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Konteks Lirik: Joachim Sartorius (Penulis)
Lirik lagu ini ditulis oleh **Joachim Sartorius** (c. 1560–1620), seorang pendeta dan penyair dari Jerman. Pada masa itu (awal 1600-an), dunia Kristen di Jerman sedang mengalami pergolakan teologis pasca-Reformasi Martin Luther.
Lirik ini sebenarnya adalah sebuah **parafrasa (penyusunan ulang) dari Mazmur 117**. Mazmur 117 adalah pasal terpendek dalam Alkitab, namun memiliki makna teologis yang sangat luas karena menyerukan kepada "segala bangsa" untuk memuji Tuhan.
Dalam semangat Reformasi, para penulis lagu gerejawi masa itu ingin membawa bahasa Alkitab ke dalam bahasa sehari-hari rakyat jelata (*vernacular*), agar umat bisa memahami dan menyanyikan kebenaran iman dengan cara yang sederhana namun khusyuk. Sartorius menulis lirik ini untuk menegaskan bahwa keselamatan dalam Kristus bukan hanya milik orang Yahudi atau satu bangsa saja, melainkan bagi seluruh dunia.
### 2. Komposisi Musik: Melchior Vulpius (Komposer)
Musik yang kita kenal sekarang digubah oleh **Melchior Vulpius** (c. 1570–1615). Vulpius adalah salah satu musisi gereja paling berbakat pada zamannya, yang bekerja di Weimar, Jerman.
* **Gaya Musik:** Vulpius adalah master dalam gaya *motet* Jerman. Ia tidak hanya mengutamakan keindahan melodi, tetapi juga "tekstualitas" (bagaimana melodi tersebut mendukung makna kata-kata). Musiknya menggabungkan gaya polifoni (banyak suara) yang kompleks dengan kejelasan lirik yang menjadi ciri khas musik Protestan Lutheran.
* **Koleksi:** Lagu ini dimuat dalam koleksi karyanya yang berjudul *Ein schön geistlich Gesangbuch* (Buku Nyanyian Rohani yang Indah) yang diterbitkan di Jena pada tahun **1609**. Buku ini ditujukan untuk digunakan di sekolah-sekolah dan gereja-gereja agar jemaat bisa ikut bernyanyi dengan harmoni yang indah namun tetap mudah diikuti.
### 3. Makna di Balik Lagu
Kisah lagu ini bukan tentang sebuah peristiwa sejarah yang dramatis (seperti lagu perang atau lagu revolusi), melainkan tentang **misi pengabaran Injil**.
Pada abad ke-17, Eropa mulai menyadari luasnya dunia melalui penjelajahan. Lagu *Lobt Gott den Herrn* menjadi "lagu misi" bagi gereja Lutheran saat itu. Pesan utamanya adalah:
* **Universalitas:** Tuhan bukan hanya Allah bagi satu kelompok, tetapi bagi seluruh bangsa (konsep *missio Dei*).
* **Sukacita:** Pujian kepada Tuhan adalah kewajiban yang menggembirakan bagi siapa pun yang telah menerima kasih setia-Nya.
* **Kesetiaan:** Frasa "karena kasih setia-Nya hebat atas kita" (*Denn seine Gnade und Wahrheit waltet über uns*) menjadi pengingat akan janji Tuhan yang kekal, terlepas dari kekacauan duniawi saat itu.
### 4. Warisan Lagu Ini
Lagu ini bertahan selama 400 tahun lebih karena aransemen musik Vulpius yang sangat harmonis dan kuat. Dalam tradisi gereja di Indonesia, lagu ini sering diterjemahkan atau diadaptasi dalam buku nyanyian gerejawi (seperti *Kidung Jemaat* atau *NKB* dengan nuansa yang serupa).
**Kesimpulannya:**
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **kerinduan para reformator untuk menyatukan umat manusia di bawah satu pujian.** Joachim Sartorius memberikan kata-kata yang mendasar pada Mazmur, sementara Melchior Vulpius memberikan "sayap" musik yang membuat kata-kata tersebut mampu terbang melintasi zaman, dari gereja-gereja kecil di Weimar hingga dinyanyikan oleh jemaat di seluruh dunia saat ini.
Lagu ini tetap relevan karena pesannya yang lintas batas: sebuah ajakan untuk melampaui perbedaan suku, bangsa, dan budaya untuk memuji Pencipta yang satu.
Cross Reference
PKJ 108
Segala Bangsa Dunia
PKJ
Sama Tema
Kebesaran Rahmat Tuhan
Lautan Rahmat Abadi
GB
Bangkit Dari Kegelapan
GB
Betapa Kaya Hikmat Tuhan
GB
Luapkan Hatimu
GB
Mahakasih Yang Ilahi
GB
Mahakasih Yang Ilahi
GB
'Ku Mengasihi Tuhan
GB
Gurun Pasir Akan Bersukacita
GB
Kasih Tuhanku Sungguhlah Ajaib
GB
Langit Menceritakan
GB
Oh, Kasih Allah Yang Besar
GB
Kasih Setia Tuhan
GB
Bapa, Engkau Sungguh Baik
GB
Hidupku Disentuh Oleh Kasih Tuhan
GB
Aku Mau Bersyukur
GB