Informasi Lagu
92
Nomor
Kode
KPP 92
Buku
Kidung Pujian dan Penyembahan
Metronom
0
Cross Ref.
KPPK 295, KPP 92
Dengarkan di YouTube
Slide Lirik 2 slide
Slide 1 — KPP 92 1
Slide 2 — KPP 92 2
Partitur / Not
Partitur Chord KPP 92
Cross Reference
Sejarah Lagu
Lagu **"Yesus B'ri Kunampakkan"** (judul asli bahasa Inggris: ***"Let the Beauty of Jesus Be Seen in Me"***) adalah sebuah himne klasik yang sangat menyentuh karena kesederhanaan liriknya namun mendalam dalam maknanya.

Berikut adalah kisah di balik terciptanya lagu ini:

### 1. Penulis Lirik: Albert W. Osborne
Lirik lagu ini ditulis oleh **Albert W. Osborne** (1872–1951), seorang pria asal Inggris yang kemudian menetap di Amerika Serikat. Osborne bukanlah seorang musisi profesional, melainkan seorang praktisi yang sangat mendalami kehidupan kerohanian.

Ia menulis lirik ini dengan satu tujuan utama: **sebuah doa penyerahan diri**. Liriknya merefleksikan kerinduan seorang percaya agar karakter Kristus tidak hanya ada di dalam hati, tetapi terpancar melalui setiap tindakan, kata-kata, dan kehadiran dirinya.

Dalam bait-baitnya, Osborne menekankan bahwa "keindahan Yesus" tidak muncul melalui kecerdasan, harta, atau kemampuan diri, melainkan melalui **kerendahan hati, kasih, dan kesabaran**.

### 2. Komponis: Tom Jones
Lirik yang ditulis Osborne kemudian diberi melodi oleh **Tom Jones** (bukan penyanyi pop Tom Jones yang terkenal). Ia adalah seorang komposer musik gerejawi yang mahir menangkap suasana meditatif dari lirik tersebut.

Melodi yang dibuat Jones sangat melankolis namun tenang, yang sangat mendukung pesan utama lagu tersebut: sebuah momen hening antara manusia dan Tuhan untuk memohon "pembentukan karakter".

### 3. Latar Belakang Makna dan Pesan
Lagu ini diciptakan pada masa ketika gereja-gereja sangat menekankan pada "kekudusan hidup" (*holiness movement*). Inti dari pesan lagu ini terletak pada baris:

> *"Let the beauty of Jesus be seen in me / All His wonderful passion and purity"*
> (Biarkan keindahan Yesus tampak dalam diriku / Segala semangat dan kemurnian-Nya yang luar biasa)

**Poin-poin penting di balik lagu ini:**

* **Penyangkalan Diri:** Lagu ini didasarkan pada prinsip Alkitab di mana sang pengikut Kristus menyadari bahwa "dirinya sendiri" bukanlah apa-apa. Agar Kristus "tampak", maka "aku" harus berkurang.
* **Transformasi Karakter:** Penulis tidak berdoa agar Yesus melakukan mukjizat yang spektakuler melalui dirinya, melainkan agar karakter Yesus (kasih, kesabaran, kemurnian) menjadi gaya hidupnya sehari-hari.
* **Doa Sederhana:** Lagu ini menjadi sangat populer karena digunakan sebagai lagu penutup ibadah atau lagu saat perjamuan kudus. Ini adalah lagu yang sangat personal, seolah-olah si penyanyi sedang berbicara empat mata dengan Tuhan.

### 4. Relevansi Lagu Ini
Lagu ini tetap abadi karena menyentuh satu kebutuhan dasar setiap orang percaya: **kerinduan untuk menjadi serupa dengan Kristus.**

Di tengah dunia yang seringkali mementingkan pencitraan diri, lagu ini justru mengajak umat untuk kembali ke dasar: bahwa yang paling berharga untuk ditunjukkan kepada dunia bukanlah kehebatan kita, melainkan "keindahan Yesus" yang tercermin melalui karakter kita yang sudah diubahkan oleh kasih-Nya.

***

**Lirik yang ikonik (Refrain):**
*"Let the beauty of Jesus be seen in me,*
*All His wonderful passion and purity.*
*O Thou Spirit divine, all my nature refine,*
*Till the beauty of Jesus be seen in me."*

*(Oh, Roh Kudus yang ilahi, murnikanlah seluruh sifatku, sampai keindahan Yesus terlihat dalam diriku.)*
Kembali ke KPP