Informasi Lagu
67
Nomor
Do=D
Nada Dasar
Kode
KPP 67
Buku
Kidung Pujian dan Penyembahan
Nada Dasar
Do=D
Ketukan
4 ketuk ketuk
Metronom
0
Jumlah Bait
3 bait
Pencipta Lagu
Bonar Gultom (Gorga) (1975)
Pencipta Syair
Bonar Gultom (Gorga) (1975)
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Jiwaku ingin bernyanyi, serta tubuhku menari-nari, o, menunjukkan sukacita ‘tas kasih Tuhan kepadaku. Reff Haleluya ‘ku ‘kan memuji Tuhanku, ‘kan kunyanyikan selamanya, dendang, ceracap, atau gong serta rebab akan ‘ku tabuh membesarkan nama-Nya.
‘Kan ‘ku tiup sangkakala atau seruling dengan rebana, o, ‘kan ‘ku mainkan kecapi memuji Tuhan Mukhalisku Reff
Pantun, syair dan seloka akan ‘ku cipta akan ‘kugubah, o, jadi nyanyian yang indah, memuji Tuhan Mukhalisku! Reff
Slide Lirik 6 slide
Slide 1 — KPP 67 1
Slide 2 — KPP 67 2
Slide 3 — KPP 67 3
Slide 4 — KPP 67 4
Slide 5 — KPP 67 5
Slide 6 — KPP 67 6
Partitur / Not
Partitur Chord KPP 67
Sejarah Lagu
Lagu **"Jiwaku Ingin Menyanyi"** (yang sering juga dikenal dengan judul **"Arbab"**) adalah salah satu mahakarya musik Indonesia yang lahir dari tangan dingin **Bonar Gultom**, atau yang lebih dikenal dengan nama pena **Gorga**.

Untuk memahami kisah di balik lagu ini, kita harus melihat konteks waktu, latar belakang sang komposer, serta filosofi yang tertanam di dalamnya.

### 1. Sosok Bonar Gultom (Gorga)
Bonar Gultom adalah seorang komponis dan pendidik musik yang sangat dihormati di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. Ia bukan sekadar pembuat lagu, melainkan seorang musisi klasik yang memiliki visi besar untuk memadukan elemen musik tradisional Batak dengan teknik komposisi Barat yang rapi. Nama "Gorga" sendiri diambil dari seni ukir tradisional Batak, yang mencerminkan kecintaannya pada budaya dan identitas daerahnya.

### 2. Makna "Arbab"
"Arbab" adalah instrumen musik tradisional Batak yang menyerupai rebab (alat musik gesek). Arbab melambangkan **suara hati, kerinduan, dan ekspresi batin masyarakat Batak** yang paling dalam. Dalam lagu ini, "Arbab" menjadi metafora bagi jiwa seseorang yang sedang ingin mencurahkan isi hatinya melalui seni.

### 3. Kisah dan Filosofi di Balik Lagu
Lagu ini diciptakan pada periode di mana Bonar Gultom ingin mengangkat martabat musik daerah ke panggung musik yang lebih luas, namun tetap mempertahankan kejujurannya. Ada beberapa poin kunci di balik penciptaan lagu ini:

* **Ekspresi Kebebasan Jiwa:** Judul "Jiwaku Ingin Menyanyi" menggambarkan dorongan batin yang tak terbendung. Bagi Bonar, musik adalah bahasa universal yang muncul dari "jiwa". Ketika seseorang merasa tertekan, bahagia, atau merindu, cara paling murni untuk menyalurkannya adalah dengan menyanyi atau memainkan alat musik.
* **Perlawanan terhadap Keterasingan:** Di masa itu, banyak seniman daerah merasa suaranya kurang didengar oleh pusat. Lagu ini menjadi pernyataan bahwa "jiwa" seorang seniman tidak bisa dibungkam. Keinginan untuk menyanyi adalah hak asasi manusia yang paling dasar.
* **Upaya Pelestarian Budaya:** Dengan memasukkan unsur "Arbab", Bonar ingin memperkenalkan alat musik yang mungkin mulai terlupakan oleh generasi muda saat itu. Ia membungkus suara tradisional tersebut dengan harmoni yang indah agar bisa diterima oleh telinga pendengar yang lebih luas, tanpa menghilangkan esensi kesedihan dan keindahan alat musik tersebut.

### 4. Karakteristik Musikal
Lagu ini dikenal memiliki melodi yang sangat emosional dan cenderung melankolis (khas tangga nada minor yang sering muncul dalam musik Batak). Struktur lagunya menunjukkan kelas Bonar Gultom sebagai seorang pengajar musik. Ia tidak menggunakan aransemen yang hingar-bingar, melainkan aransemen yang "bercerita".

Setiap kali lagu ini dimainkan atau dinyanyikan, pendengar sering kali dibawa ke dalam suasana perenungan—sebuah kerinduan akan tanah kelahiran (bonapasogit) atau refleksi atas kehidupan itu sendiri.

### 5. Mengapa Lagu Ini Penting?
"Jiwaku Ingin Menyanyi/Arbab" menjadi salah satu lagu yang wajib diajarkan di sekolah-sekolah musik dan paduan suara di Indonesia. Alasannya:
1. **Teknik Vokal:** Lagu ini menuntut penjiwaan yang dalam, bukan sekadar teknik vokal yang teknis.
2. **Identitas Nasional:** Lagu ini membuktikan bahwa musik etnis Indonesia bisa dikemas secara elegan dan memiliki kedalaman filosofis yang setara dengan musik klasik dunia.

### Kesimpulan
Kisah di balik "Jiwaku Ingin Menyanyi" adalah kisah tentang **seorang seniman yang ingin jiwanya "didengar"**. Bonar Gultom melalui lagu ini mengajak kita untuk menyadari bahwa di balik setiap alat musik tradisional, terdapat napas, sejarah, dan emosi yang harus dijaga. Lagu ini adalah dedikasi bagi mereka yang mencintai budaya dan percaya bahwa lewat nyanyian, sebuah jiwa bisa menemukan kedamaian atau menyampaikan pesan yang tak mampu diucapkan oleh kata-kata.

Hingga hari ini, lagu ini tetap hidup karena melodi dan liriknya yang jujur—sebuah lagu yang benar-benar berasal dari "jiwa" sang penciptanya.
Kembali ke KPP