PPK
Dunia Gemar Dan Soraklah
Joy to the World
Informasi Lagu
48
Nomor
Kode
PPK 48
Buku
Puji Pujian Kristen
Metronom
0
Cross Ref.
KPJ 230, KPKA 243, KJ 119 , MK 76 , KK 176 , KPPK 88 , NP 59 , NKI 44
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Dunia gemar dan soraklah
Penebus datanglah
Bri hatimu kepadaNya
skalian nyanyilah
Skalian nyanyilah
skalian nyanyilah
Skalian orang bernyanyilah.
Dunia gemar dan soraklah
Rajawi lahirlah
Segnap alam dan makhluknya
sembahkan pujian
Sembahkan pujian
sembahkan pujian
Sembahkan sembahkan pujian.
Yesus yang printahkan dunia
dengan anugrahNya
Ternyata kuasa yang mulia
ajaibpun kasihNya
Ajaibpun kasihNya
ajaibpun kasihNya
Ajaib ajaibpun kasihNya.
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Cross Reference
KPJ 230, KPKA 243, KJ 119 , MK 76 , KK 176 , KPPK 88 , NP 59 , NKI 44
Hai Dunia, Gembiralah
KJ
Hai Dunia, Gembiralah
KK
Kabingahan Kang Sejati
KPJ
Rawuhing Ratu Adil
KPKA
Dunia Gemar dan Soraklah
KPPK
Hai dunia, gembiralah
MK
Kesukaan Bagi Dunia
NKI
Hai Dunia, Bersukalah!
NP
Sama Tema
Yesus Kristus - Kelahiran Yesus
Sejarah Lagu
"Hai Dunia, Gembiralah!" atau yang lebih dikenal dengan judul aslinya, "Joy To The World," adalah salah satu lagu Natal paling dicintai dan sering dinyanyikan di seluruh dunia. Namun, di balik melodi yang megah dan lirik yang menggembirakan, tersimpan kisah panjang yang melibatkan dua tokoh besar dalam sejarah musik gereja, serta sebuah perjalanan evolusi yang menarik.
Mari kita selami detail kisah di balik mahakarya ini:
---
### Bagian 1: Asal Usul Lirik – Visi Pujian Isaac Watts (1719)
Kisah "Joy To The World" dimulai di Inggris pada awal abad ke-18, jauh sebelum lagu ini menjadi identik dengan Natal. Penulis liriknya adalah **Isaac Watts** (1674–1748), seorang pendeta Kongregasionalis Inggris yang brilian, penyair, dan "Bapak Himne Inggris".
Pada masanya, ibadah gereja di Inggris masih sangat terpaku pada tradisi menyanyikan Mazmur (Psalms) secara harfiah, baris demi baris, seringkali dengan melodi yang kaku dan sulit dipahami oleh jemaat awam. Watts merasa frustrasi dengan praktik ini. Ia percaya bahwa pujian haruslah dinamis, menginspirasi, dan relevan dengan pengalaman spiritual jemaat, bukan sekadar pengulangan kata-kata kuno.
Watts bertekad untuk merevolusi pujian gereja dengan "memparafrasekan" Mazmur, yaitu menafsirkan dan menulis ulang Mazmur dalam bahasa dan teologi yang lebih modern, yang berakar pada Perjanjian Baru. Tujuannya adalah untuk "meniru" Mazmur Daud, tetapi dalam bahasa Perjanjian Baru, yang memungkinkan jemaat untuk bernyanyi tentang Kristus dan Injil, bahkan ketika mereka menyanyikan Mazmur.
Pada tahun 1719, Watts menerbitkan koleksi himnenya yang revolusioner, **"The Psalms of David Imitated in the Language of the New Testament, and Applied to the Christian State and Worship."** Dalam koleksi ini terdapat sebuah himne yang awalnya berjudul **"The Messiah's Coming and Kingdom"** atau **"The Messiah's Kingdom."** Himne ini didasarkan pada serangkaian Mazmur, terutama:
* **Mazmur 98:4-9:** "Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah! Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring! Dengan nafiri dan sangkakala, bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN! Biarlah laut bergemuruh dan segala isinya, dunia dan yang diam di dalamnya. Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kejujuran."
* Juga terinspirasi dari **Mazmur 96** dan **Mazmur 95.**
**Lirik Asli Watts (dengan sedikit modernisasi):**
1. Joy to the world! the Lord is come;
Let earth receive her King;
Let ev'ry heart prepare him room,
And heav'n and nature sing.
2. Joy to the world! the Saviour reigns;
Let men their songs employ;
While fields and floods, rocks, hills, and plains
Repeat the sounding joy.
3. No more let sins and sorrows grow,
Nor thorns infest the ground;
He comes to make His blessings flow
Far as the curse is found.
4. He rules the world with truth and grace,
And makes the nations prove
The glories of His righteousness,
And wonders of His love.
**Poin Penting tentang Lirik Watts:**
* **Bukan Hanya Natal:** Penting untuk dicatat bahwa ketika Watts menulisnya, ia **tidak bermaksud menjadikannya lagu Natal**. Ia menulis tentang **Kedatangan Kristus (Messiah) secara universal** – baik kedatangan-Nya yang pertama sebagai Juruselamat, pemerintahan-Nya di bumi melalui Gereja-Nya, dan khususnya, **Kedatangan-Nya yang Kedua (Second Coming)** sebagai Raja yang mulia untuk menghakimi bumi dan menuntaskan kutuk dosa.
* **Teologi Mendalam:** Liriknya mencerminkan pengharapan eskatologis (tentang akhir zaman) dan realitas kerajaan Allah yang berkuasa. Frasa seperti "No more let sins and sorrows grow, Nor thorns infest the ground" secara jelas merujuk pada pembalikan kutukan dosa dan restorasi ciptaan.
---
### Bagian 2: Melodi yang Ikonik – Sentuhan Lowell Mason (1836)
Selama lebih dari satu abad, lirik Watts ini ada tanpa melodi yang definitif. Ia mungkin dinyanyikan dengan berbagai melodi generik yang populer pada saat itu. Melodi yang kita kenal sekarang baru muncul lebih dari seratus tahun kemudian, di Amerika Serikat, melalui tangan **Lowell Mason** (1792–1872).
Lowell Mason adalah seorang pendidik musik, komposer, dan aranjer Amerika yang sangat berpengaruh. Ia sering disebut sebagai "Bapak Musik Gereja Amerika" karena usahanya yang gigih dalam meningkatkan kualitas musik gereja dan memperkenalkan pendidikan musik ke sekolah-sekolah umum.
Pada tahun 1836, Mason menerbitkan buku kumpulan lagu berjudul **"Occasional Notes or The Boston Hallelujah."** Dalam buku inilah Mason menerbitkan aransemen musik untuk lirik Watts "The Messiah's Coming and Kingdom," dan memberinya judul **"Antioch"** (nama lain untuk melodi ini).
**Koneksi dengan Handel:**
Yang menarik adalah Mason **menyatakan bahwa melodi ini "diadaptasi dari Handel."** Secara spesifik, ia diyakini terinspirasi oleh beberapa bagian dari oratorio **"Messiah"** karya George Frideric Handel (1685–1759) yang sangat terkenal, yang pertama kali dibawakan pada tahun 1742. Beberapa ahli musik berpendapat bahwa Mason mungkin mengambil motif melodi dari bagian-bagian seperti:
* Bagian pembuka "Comfort Ye" (dari awal oratorio)
* Bagian "Lift Up Your Heads, O Ye Gates" (dari bagian kedua oratorio)
* Bagian koda "Glory to God"
Namun, ini bukan berarti Mason menyalin melodi Handel secara langsung. Sebaliknya, ia mengambil ide-ide melodi, gaya, dan kemegahan oratorio Handel, lalu membentuknya menjadi melodi yang baru dan utuh yang sangat cocok dengan lirik Watts. Mason dikenal suka mengadaptasi dan memodifikasi karya-karya yang ada, menciptakan sesuatu yang segar namun tetap memiliki resonansi klasik. Oleh karena itu, melodi "Joy To The World" yang kita kenal sekarang adalah **kreasi asli Lowell Mason, meskipun dengan gaya dan inspirasi yang jelas dari Handel.**
Masonlah yang memberikan nuansa kemegahan, kegembiraan, dan keagungan pada lagu ini, yang membuatnya begitu mudah diingat dan membangkitkan semangat.
---
### Bagian 3: Menjadi Lagu Natal Ikonik
Setelah Mason menerbitkan aransemennya, lagu ini mulai mendapatkan popularitas. Seiring berjalannya waktu, dan terutama pada abad ke-19 ketika perayaan Natal semakin terinstitusionalisasi dan dirayakan secara luas dengan lagu-lagu khusus, "Joy To The World" secara alami mulai dikaitkan dengan Natal.
Alasannya jelas:
* Baris pembuka "Joy to the world! the Lord is come!" sangat cocok dengan narasi kelahiran Yesus Kristus.
* Tema sukacita, kedatangan raja, dan pemerintahan kebenaran sangat relevan dengan pesan Natal.
* Melodinya yang kuat dan menggembirakan membuatnya sempurna untuk perayaan.
Jadi, meskipun niat asli Isaac Watts lebih luas dari sekadar perayaan Natal, dan Lowell Mason menyusun melodinya lebih dari seratus tahun kemudian, kombinasi lirik yang kaya teologis dan melodi yang megah ini secara bertahap merangkul identitasnya sebagai salah satu lagu Natal paling penting dan dicintai di dunia.
---
### Warisan
"Joy To The World" adalah contoh sempurna bagaimana karya seni dapat berevolusi melampaui niat awal penciptanya. Ini adalah bukti genius Watts dalam penulisan lirik yang abadi dan keahlian Mason dalam menciptakan melodi yang mengangkat jiwa. Lagu ini terus dinyanyikan setiap tahun, membawa pesan sukacita, harapan, dan janji akan pemerintahan Kristus yang kekal, mengingatkan kita bahwa kedatangan Raja adalah alasan terbesar untuk bergembira, baik pada Natal maupun sepanjang tahun.
Mari kita selami detail kisah di balik mahakarya ini:
---
### Bagian 1: Asal Usul Lirik – Visi Pujian Isaac Watts (1719)
Kisah "Joy To The World" dimulai di Inggris pada awal abad ke-18, jauh sebelum lagu ini menjadi identik dengan Natal. Penulis liriknya adalah **Isaac Watts** (1674–1748), seorang pendeta Kongregasionalis Inggris yang brilian, penyair, dan "Bapak Himne Inggris".
Pada masanya, ibadah gereja di Inggris masih sangat terpaku pada tradisi menyanyikan Mazmur (Psalms) secara harfiah, baris demi baris, seringkali dengan melodi yang kaku dan sulit dipahami oleh jemaat awam. Watts merasa frustrasi dengan praktik ini. Ia percaya bahwa pujian haruslah dinamis, menginspirasi, dan relevan dengan pengalaman spiritual jemaat, bukan sekadar pengulangan kata-kata kuno.
Watts bertekad untuk merevolusi pujian gereja dengan "memparafrasekan" Mazmur, yaitu menafsirkan dan menulis ulang Mazmur dalam bahasa dan teologi yang lebih modern, yang berakar pada Perjanjian Baru. Tujuannya adalah untuk "meniru" Mazmur Daud, tetapi dalam bahasa Perjanjian Baru, yang memungkinkan jemaat untuk bernyanyi tentang Kristus dan Injil, bahkan ketika mereka menyanyikan Mazmur.
Pada tahun 1719, Watts menerbitkan koleksi himnenya yang revolusioner, **"The Psalms of David Imitated in the Language of the New Testament, and Applied to the Christian State and Worship."** Dalam koleksi ini terdapat sebuah himne yang awalnya berjudul **"The Messiah's Coming and Kingdom"** atau **"The Messiah's Kingdom."** Himne ini didasarkan pada serangkaian Mazmur, terutama:
* **Mazmur 98:4-9:** "Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah! Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring! Dengan nafiri dan sangkakala, bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN! Biarlah laut bergemuruh dan segala isinya, dunia dan yang diam di dalamnya. Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kejujuran."
* Juga terinspirasi dari **Mazmur 96** dan **Mazmur 95.**
**Lirik Asli Watts (dengan sedikit modernisasi):**
1. Joy to the world! the Lord is come;
Let earth receive her King;
Let ev'ry heart prepare him room,
And heav'n and nature sing.
2. Joy to the world! the Saviour reigns;
Let men their songs employ;
While fields and floods, rocks, hills, and plains
Repeat the sounding joy.
3. No more let sins and sorrows grow,
Nor thorns infest the ground;
He comes to make His blessings flow
Far as the curse is found.
4. He rules the world with truth and grace,
And makes the nations prove
The glories of His righteousness,
And wonders of His love.
**Poin Penting tentang Lirik Watts:**
* **Bukan Hanya Natal:** Penting untuk dicatat bahwa ketika Watts menulisnya, ia **tidak bermaksud menjadikannya lagu Natal**. Ia menulis tentang **Kedatangan Kristus (Messiah) secara universal** – baik kedatangan-Nya yang pertama sebagai Juruselamat, pemerintahan-Nya di bumi melalui Gereja-Nya, dan khususnya, **Kedatangan-Nya yang Kedua (Second Coming)** sebagai Raja yang mulia untuk menghakimi bumi dan menuntaskan kutuk dosa.
* **Teologi Mendalam:** Liriknya mencerminkan pengharapan eskatologis (tentang akhir zaman) dan realitas kerajaan Allah yang berkuasa. Frasa seperti "No more let sins and sorrows grow, Nor thorns infest the ground" secara jelas merujuk pada pembalikan kutukan dosa dan restorasi ciptaan.
---
### Bagian 2: Melodi yang Ikonik – Sentuhan Lowell Mason (1836)
Selama lebih dari satu abad, lirik Watts ini ada tanpa melodi yang definitif. Ia mungkin dinyanyikan dengan berbagai melodi generik yang populer pada saat itu. Melodi yang kita kenal sekarang baru muncul lebih dari seratus tahun kemudian, di Amerika Serikat, melalui tangan **Lowell Mason** (1792–1872).
Lowell Mason adalah seorang pendidik musik, komposer, dan aranjer Amerika yang sangat berpengaruh. Ia sering disebut sebagai "Bapak Musik Gereja Amerika" karena usahanya yang gigih dalam meningkatkan kualitas musik gereja dan memperkenalkan pendidikan musik ke sekolah-sekolah umum.
Pada tahun 1836, Mason menerbitkan buku kumpulan lagu berjudul **"Occasional Notes or The Boston Hallelujah."** Dalam buku inilah Mason menerbitkan aransemen musik untuk lirik Watts "The Messiah's Coming and Kingdom," dan memberinya judul **"Antioch"** (nama lain untuk melodi ini).
**Koneksi dengan Handel:**
Yang menarik adalah Mason **menyatakan bahwa melodi ini "diadaptasi dari Handel."** Secara spesifik, ia diyakini terinspirasi oleh beberapa bagian dari oratorio **"Messiah"** karya George Frideric Handel (1685–1759) yang sangat terkenal, yang pertama kali dibawakan pada tahun 1742. Beberapa ahli musik berpendapat bahwa Mason mungkin mengambil motif melodi dari bagian-bagian seperti:
* Bagian pembuka "Comfort Ye" (dari awal oratorio)
* Bagian "Lift Up Your Heads, O Ye Gates" (dari bagian kedua oratorio)
* Bagian koda "Glory to God"
Namun, ini bukan berarti Mason menyalin melodi Handel secara langsung. Sebaliknya, ia mengambil ide-ide melodi, gaya, dan kemegahan oratorio Handel, lalu membentuknya menjadi melodi yang baru dan utuh yang sangat cocok dengan lirik Watts. Mason dikenal suka mengadaptasi dan memodifikasi karya-karya yang ada, menciptakan sesuatu yang segar namun tetap memiliki resonansi klasik. Oleh karena itu, melodi "Joy To The World" yang kita kenal sekarang adalah **kreasi asli Lowell Mason, meskipun dengan gaya dan inspirasi yang jelas dari Handel.**
Masonlah yang memberikan nuansa kemegahan, kegembiraan, dan keagungan pada lagu ini, yang membuatnya begitu mudah diingat dan membangkitkan semangat.
---
### Bagian 3: Menjadi Lagu Natal Ikonik
Setelah Mason menerbitkan aransemennya, lagu ini mulai mendapatkan popularitas. Seiring berjalannya waktu, dan terutama pada abad ke-19 ketika perayaan Natal semakin terinstitusionalisasi dan dirayakan secara luas dengan lagu-lagu khusus, "Joy To The World" secara alami mulai dikaitkan dengan Natal.
Alasannya jelas:
* Baris pembuka "Joy to the world! the Lord is come!" sangat cocok dengan narasi kelahiran Yesus Kristus.
* Tema sukacita, kedatangan raja, dan pemerintahan kebenaran sangat relevan dengan pesan Natal.
* Melodinya yang kuat dan menggembirakan membuatnya sempurna untuk perayaan.
Jadi, meskipun niat asli Isaac Watts lebih luas dari sekadar perayaan Natal, dan Lowell Mason menyusun melodinya lebih dari seratus tahun kemudian, kombinasi lirik yang kaya teologis dan melodi yang megah ini secara bertahap merangkul identitasnya sebagai salah satu lagu Natal paling penting dan dicintai di dunia.
---
### Warisan
"Joy To The World" adalah contoh sempurna bagaimana karya seni dapat berevolusi melampaui niat awal penciptanya. Ini adalah bukti genius Watts dalam penulisan lirik yang abadi dan keahlian Mason dalam menciptakan melodi yang mengangkat jiwa. Lagu ini terus dinyanyikan setiap tahun, membawa pesan sukacita, harapan, dan janji akan pemerintahan Kristus yang kekal, mengingatkan kita bahwa kedatangan Raja adalah alasan terbesar untuk bergembira, baik pada Natal maupun sepanjang tahun.