KPPK
Kekuatan serta Penghiburan
Day by Day
Informasi Lagu
232
Nomor
Kode
KPPK 232
Buku
Kidung Puji-Pujian Kristen
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 332, NP 158
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
2 bait
Kekuatan serta penghiburan, diberikan Tuhan padaku;
Tiap hari aku dibimbing-Nya, tiap jam dihibur hatiku.
Dan sesuai dengan hikmat Tuhan, ku dibri apa yang kuperlu.
Suka dan derita bergantian, akan memperkuat imanku.
Tiap hari Tuhan besertaku, diberi rahmat-Nya tiap jam;
Diangkat-Nya bila aku jatuh, dihalaukan musuhku kejam.
Yang nama-Nya Raja Mahakuasa, Bapa yang kekal dan abadi.
Beserta dalam suka dan duka, akan menguatkan hatiku.
Slide Lirik
2 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Cross Reference
Ia Melindungi Jiwaku
KPPK
Pimpin Aku
KPPK
Kutahu Ia Sedia Jalan Bagiku
KPPK
Ikut Yesus
KPPK
Aku Percaya pada-Nya
KPPK
O Tuhan, Pimpin Jalanku
KPPK
Saat-Nya
KPPK
Tiada Hal yang Mustahil
KPPK
Ke Mana pun Ia Sertaku
KPPK
Yesus, Juruselamat dan Pemanduku
KPPK
Orang yang Menanti Tuhan
KPPK
Percaya dan Patuh
KPPK
Tuhan yang Pimpin Jalanku
KPPK
Yesus, Tuhan Gembalaku
KPPK
'Ku Datang Memuji-Mu
KPPK
Pimpin Aku Pulang ke Rumahnya Bapa
KPPK
Ajarlah Aku Membawa Jiwa pada-Mu
KPPK
Setiap Langkahku
KPPK
Limpahlah Pialamu
KPPK
Kehendak-Mu O, Genaplah
KPPK
Yesus Menuntun Hidupku
KPPK
Sejarah Lagu
Lagu **"Kekuatan Serta Penghiburan"** (dalam bahasa Swedia berjudul ***"Blott en dag"***) adalah salah satu himne Kristen yang paling dicintai di dunia. Kisah di balik lagu ini sangat menyentuh karena lahir dari kedalaman penderitaan, namun berakhir dengan penyerahan diri yang total kepada Tuhan.
Berikut adalah kisah detail di balik terciptanya lagu tersebut:
### 1. Sosok Penulis: Lina Sandell (Carolina Sandell-Berg)
Lina Sandell adalah seorang penyair Kristen asal Swedia yang hidup pada abad ke-19. Ia dikenal sebagai "Fanny Crosby dari Swedia" karena produktivitasnya menulis ribuan himne. Namun, hidupnya penuh dengan tragedi pribadi yang mendalam.
Salah satu peristiwa yang paling membekas dalam hidupnya terjadi ketika ia masih remaja. Lina sangat dekat dengan ayahnya, seorang pendeta. Suatu hari, saat mereka sedang melakukan perjalanan dengan perahu melintasi danau Vättern, terjadi kecelakaan tragis. Perahu mereka terbalik, dan di depan mata Lina sendiri, ayahnya tenggelam karena tidak bisa berenang.
Kejadian traumatis ini meninggalkan bekas luka emosional yang mendalam bagi Lina sepanjang hidupnya. Ia belajar bahwa hidup ini rapuh dan penuh dengan ketidakpastian.
### 2. Latar Belakang Penulisan "Blott en dag"
Bertahun-tahun kemudian, pada tahun 1865, Lina Sandell menulis puisi yang kemudian menjadi lirik lagu ini. Banyak orang mengira lagu ini ditulis di saat ia sedang bersukacita, padahal justru sebaliknya.
Lina menulis lagu ini di tengah masa-masa hidup yang sangat sulit dan penuh dengan tantangan pribadi. Ia menyadari bahwa ia tidak mampu memikul beban masa depannya sendiri. Ia merasa cemas dengan hari esok dan segala masalah yang mungkin akan datang.
Dalam momen perenungan yang sunyi, ia menyadari sebuah kebenaran alkitabiah: **Tuhan tidak memberikan kasih karunia untuk masa depan kita hari ini; Dia memberikan kasih karunia untuk hari ini saja.** Ia memahami bahwa Tuhan menyediakan kekuatan yang cukup untuk setiap hari—tidak kurang dan tidak lebih.
### 3. Makna Lirik: Fokus pada "Hari Ini"
Lirik aslinya dalam bahasa Swedia, *"Blott en dag, ett ögonblick i sänder"* (Hanya satu hari, satu saat setiap kalinya), mencerminkan pergumulan manusia untuk tidak "hidup di masa depan" atau mengkhawatirkan apa yang belum terjadi.
Pesan utamanya adalah:
* **Penyertaan Tuhan:** Tuhan adalah Bapa yang setia yang memegang tangan anak-anak-Nya.
* **Kasih Karunia yang Cukup:** Untuk setiap beban atau kesulitan hari ini, ada kekuatan yang baru dari Tuhan.
* **Ketenangan:** Kita tidak perlu takut akan masa depan karena Tuhan yang menjaga hari ini adalah Tuhan yang sama yang memegang masa depan kita.
### 4. Peran Oscar Ahnfelt
Lagu ini mungkin tidak akan menjadi himne yang mendunia tanpa peran **Oscar Ahnfelt**. Ahnfelt adalah seorang musisi keliling dan penginjil di Swedia yang sering membawakan puisi-puisi Lina Sandell dengan iringan gitar.
Ahnfelt sangat mengagumi lirik-lirik Lina Sandell. Meskipun saat itu menyanyi dengan iringan gitar di gereja dianggap "tidak lazim" atau bahkan ditentang oleh otoritas gereja yang kaku, Ahnfelt terus menyebarkan lagu-lagu ini. Bahkan, keluarga Kerajaan Swedia sangat menyukai lagu-lagu yang digubah oleh Ahnfelt dan ditulis oleh Lina Sandell, sehingga lagu ini pun menjadi populer di seluruh penjuru negeri hingga akhirnya diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia, termasuk ke dalam bahasa Indonesia sebagai "Kekuatan Serta Penghiburan".
### Kesimpulan
Lagu "Kekuatan Serta Penghiburan" adalah bukti bagaimana penderitaan bisa diubah menjadi kekuatan melalui iman. Lina Sandell menulis lagu ini bukan sebagai teori teologis, melainkan sebagai **pengakuan iman seseorang yang pernah merasa hancur namun menemukan bahwa Tuhan tetap setia.**
Lagu ini menjadi pengingat bagi setiap orang yang menyanyikannya bahwa kita tidak perlu mengkhawatirkan beban esok hari, karena Tuhan yang sama akan menyertai kita, langkah demi langkah, hari demi hari.
Berikut adalah kisah detail di balik terciptanya lagu tersebut:
### 1. Sosok Penulis: Lina Sandell (Carolina Sandell-Berg)
Lina Sandell adalah seorang penyair Kristen asal Swedia yang hidup pada abad ke-19. Ia dikenal sebagai "Fanny Crosby dari Swedia" karena produktivitasnya menulis ribuan himne. Namun, hidupnya penuh dengan tragedi pribadi yang mendalam.
Salah satu peristiwa yang paling membekas dalam hidupnya terjadi ketika ia masih remaja. Lina sangat dekat dengan ayahnya, seorang pendeta. Suatu hari, saat mereka sedang melakukan perjalanan dengan perahu melintasi danau Vättern, terjadi kecelakaan tragis. Perahu mereka terbalik, dan di depan mata Lina sendiri, ayahnya tenggelam karena tidak bisa berenang.
Kejadian traumatis ini meninggalkan bekas luka emosional yang mendalam bagi Lina sepanjang hidupnya. Ia belajar bahwa hidup ini rapuh dan penuh dengan ketidakpastian.
### 2. Latar Belakang Penulisan "Blott en dag"
Bertahun-tahun kemudian, pada tahun 1865, Lina Sandell menulis puisi yang kemudian menjadi lirik lagu ini. Banyak orang mengira lagu ini ditulis di saat ia sedang bersukacita, padahal justru sebaliknya.
Lina menulis lagu ini di tengah masa-masa hidup yang sangat sulit dan penuh dengan tantangan pribadi. Ia menyadari bahwa ia tidak mampu memikul beban masa depannya sendiri. Ia merasa cemas dengan hari esok dan segala masalah yang mungkin akan datang.
Dalam momen perenungan yang sunyi, ia menyadari sebuah kebenaran alkitabiah: **Tuhan tidak memberikan kasih karunia untuk masa depan kita hari ini; Dia memberikan kasih karunia untuk hari ini saja.** Ia memahami bahwa Tuhan menyediakan kekuatan yang cukup untuk setiap hari—tidak kurang dan tidak lebih.
### 3. Makna Lirik: Fokus pada "Hari Ini"
Lirik aslinya dalam bahasa Swedia, *"Blott en dag, ett ögonblick i sänder"* (Hanya satu hari, satu saat setiap kalinya), mencerminkan pergumulan manusia untuk tidak "hidup di masa depan" atau mengkhawatirkan apa yang belum terjadi.
Pesan utamanya adalah:
* **Penyertaan Tuhan:** Tuhan adalah Bapa yang setia yang memegang tangan anak-anak-Nya.
* **Kasih Karunia yang Cukup:** Untuk setiap beban atau kesulitan hari ini, ada kekuatan yang baru dari Tuhan.
* **Ketenangan:** Kita tidak perlu takut akan masa depan karena Tuhan yang menjaga hari ini adalah Tuhan yang sama yang memegang masa depan kita.
### 4. Peran Oscar Ahnfelt
Lagu ini mungkin tidak akan menjadi himne yang mendunia tanpa peran **Oscar Ahnfelt**. Ahnfelt adalah seorang musisi keliling dan penginjil di Swedia yang sering membawakan puisi-puisi Lina Sandell dengan iringan gitar.
Ahnfelt sangat mengagumi lirik-lirik Lina Sandell. Meskipun saat itu menyanyi dengan iringan gitar di gereja dianggap "tidak lazim" atau bahkan ditentang oleh otoritas gereja yang kaku, Ahnfelt terus menyebarkan lagu-lagu ini. Bahkan, keluarga Kerajaan Swedia sangat menyukai lagu-lagu yang digubah oleh Ahnfelt dan ditulis oleh Lina Sandell, sehingga lagu ini pun menjadi populer di seluruh penjuru negeri hingga akhirnya diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia, termasuk ke dalam bahasa Indonesia sebagai "Kekuatan Serta Penghiburan".
### Kesimpulan
Lagu "Kekuatan Serta Penghiburan" adalah bukti bagaimana penderitaan bisa diubah menjadi kekuatan melalui iman. Lina Sandell menulis lagu ini bukan sebagai teori teologis, melainkan sebagai **pengakuan iman seseorang yang pernah merasa hancur namun menemukan bahwa Tuhan tetap setia.**
Lagu ini menjadi pengingat bagi setiap orang yang menyanyikannya bahwa kita tidak perlu mengkhawatirkan beban esok hari, karena Tuhan yang sama akan menyertai kita, langkah demi langkah, hari demi hari.