NR
Putri Sion, bergemar
Informasi Lagu
44
Nomor
Kode
NR 44
Buku
Nyanyian Rohani
Metronom
0
Cross Ref.
PS 448, KJ 91, MK 18, KK 155
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Putri Sion, bergemar!
Soraklah, Yerusalem!
Lihat, ini rajamu,
Raja damai adalah!
Hosiana, Anak Daud,
slamatkanlah bangsa-Mu!
Bawalah bahagia
damai kerajaan-Mu!
Hosiana, Anak Daud,
perdamaikan seteru!
Basmilah senjata prang
di seluruh dunia.
Hosianan, Anak Daud,
bri sehajtera kekal.
Persetruan dan benci
dikalahkan kasih-Mu!
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Cross Reference
PS 448, KJ 91, MK 18, KK 155
Putri Sion, Nyanyilah
KJ
Putri Son, Nyanyilah
KK
Putri Sion, nyanyilah
MK
Putri Sion nyanyilah
PS
Sama Tema
Hari Raya Kejadian Tuhan
Terbitlah dari Awan-awan
NR
Muliakanlah, Muliakanlah Tuhan Allah
NR
S'lamat, S'lamat Datang, Yesus Tuhanku
NR
Malam Kudus, Sunyi Senyap
NR
Terbit Sepucuk Taruk
NR
Yang Tuhan di Sorga Menjadi Rendah
NR
Anak Maryam, Bimbinglah
NR
Ya Anak Kecil, Ya Anak Lembut
NR
Di Betlehem T'lah Jadi
NR
Adalah di Kota Daud
NR
Dari Pulau dan Benua
NR
Hai Mari, Berhimpun dan Bersukaria
NR
Hai Gembala Efrata
NR
Hai, Puji Hu, Bersukacita
NR
Hai Langit, Bumi, Nyanyilah
NR
Mari, Puji Jurs'lamat
NR
Tuhanku Yesus
NR
Tetap Kuharap denga Suka
NR
Sekarang Biarlah
NR
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Tochter Zion, freue dich"** (Putri Sion, Bersukacitalah) adalah sebuah proses transformasi musikal yang menarik, di mana melodi yang awalnya diciptakan untuk merayakan seorang pahlawan perang diubah menjadi salah satu himne Kristen yang paling terkenal di dunia.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Asal-Usul Melodi: Georg Friedrich Händel (1747–1748)
Melodi lagu ini tidak ditulis sebagai lagu gereja. Musik aslinya diciptakan oleh komposer barok ternama, **Georg Friedrich Händel**, dalam dua karya oratorionya yang bertema kepahlawanan:
* **Joshua (1747):** Melodi ini muncul pertama kali dalam paduan suara *"See, the conqu'ring hero comes!"* (Lihat, sang pahlawan penakluk datang!). Lagu ini dinyanyikan untuk menyambut kedatangan pemimpin militer Israel, Joshua, setelah kemenangannya dalam pertempuran.
* **Judas Maccabaeus (1748):** Händel menggunakan kembali melodi yang sama dalam oratorio *Judas Maccabaeus*. Kali ini, lagu tersebut merayakan kemenangan pemimpin Yahudi, Judas Maccabaeus, atas pasukan Seleukia.
Jadi, dalam konteks aslinya, melodi ini adalah **"lagu kemenangan militer"** untuk merayakan seorang pemimpin manusia yang membawa kebebasan bagi bangsanya.
### 2. Transformasi Makna: Friedrich Heinrich Ranke (1820)
Lebih dari 70 tahun setelah kematian Händel, seorang teolog dan penyair Jerman bernama **Friedrich Heinrich Ranke** mendengarkan melodi tersebut dan merasa bahwa melodi itu sangat megah.
Pada tahun 1820, Ranke menulis lirik baru dalam bahasa Jerman untuk menggantikan lirik asli yang bersifat sekuler/militeristik. Ia ingin mengubah fokus lagu tersebut dari "pahlawan perang manusia" menjadi **"Kedatangan Mesias"**.
* **Reinterpretasi:** Ranke mengambil inspirasi dari nubuat Nabi Zakharia (Zakharia 9:9) yang tertulis dalam Alkitab: *"Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion... Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya."*
* **Hasilnya:** Melodi Händel yang tadinya merayakan kemenangan perang diubah menjadi lagu penyambutan bagi Yesus Kristus yang masuk ke Yerusalem dengan menunggang keledai—seorang raja yang membawa damai, bukan perang.
### 3. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Kombinasi antara musik Händel yang megah dengan lirik Ranke yang penuh sukacita menjadikan lagu ini sangat ikonik, terutama di dunia berbahasa Jerman. Beberapa alasan kepopulerannya:
* **Kekuatan Musikal:** Melodi Händel memiliki struktur yang sangat kuat, megah, dan mudah diingat. Karakter "kemenangan" dalam musik aslinya tetap terasa, namun kini diarahkan pada kemenangan spiritual.
* **Penggunaan Liturgis:** Lagu ini menjadi salah satu lagu wajib dalam masa Advent dan perayaan Paskah di gereja-gereja Protestan di Jerman.
* **Simbol Budaya:** Bagi banyak orang di Jerman, "Tochter Zion" adalah lagu yang sangat emosional. Lagu ini sering dikaitkan dengan perayaan Natal dan kebangkitan Kristus.
### Kesimpulan
Secara unik, lagu "Putri Sion, Bersukacitalah" adalah hasil dari **"baptisan musikal"**. Melodi yang dulunya diciptakan untuk merayakan kemenangan seorang jenderal perang dalam sejarah Yahudi kuno, kini telah "dibaptis" menjadi lagu pujian yang merayakan Raja Damai.
Di Indonesia, lagu ini juga sering dinyanyikan dalam perayaan Natal dengan judul **"Putri Sion, Nyanyilah"** (sering ditemukan di buku nyanyian seperti *Kidung Jemaat*). Kisah ini menunjukkan bagaimana sebuah karya seni dapat bertransformasi lintas zaman, dari panggung oratorio untuk bangsawan abad ke-18 menjadi lagu rohani yang menyentuh hati jutaan umat kristiani di seluruh dunia.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Asal-Usul Melodi: Georg Friedrich Händel (1747–1748)
Melodi lagu ini tidak ditulis sebagai lagu gereja. Musik aslinya diciptakan oleh komposer barok ternama, **Georg Friedrich Händel**, dalam dua karya oratorionya yang bertema kepahlawanan:
* **Joshua (1747):** Melodi ini muncul pertama kali dalam paduan suara *"See, the conqu'ring hero comes!"* (Lihat, sang pahlawan penakluk datang!). Lagu ini dinyanyikan untuk menyambut kedatangan pemimpin militer Israel, Joshua, setelah kemenangannya dalam pertempuran.
* **Judas Maccabaeus (1748):** Händel menggunakan kembali melodi yang sama dalam oratorio *Judas Maccabaeus*. Kali ini, lagu tersebut merayakan kemenangan pemimpin Yahudi, Judas Maccabaeus, atas pasukan Seleukia.
Jadi, dalam konteks aslinya, melodi ini adalah **"lagu kemenangan militer"** untuk merayakan seorang pemimpin manusia yang membawa kebebasan bagi bangsanya.
### 2. Transformasi Makna: Friedrich Heinrich Ranke (1820)
Lebih dari 70 tahun setelah kematian Händel, seorang teolog dan penyair Jerman bernama **Friedrich Heinrich Ranke** mendengarkan melodi tersebut dan merasa bahwa melodi itu sangat megah.
Pada tahun 1820, Ranke menulis lirik baru dalam bahasa Jerman untuk menggantikan lirik asli yang bersifat sekuler/militeristik. Ia ingin mengubah fokus lagu tersebut dari "pahlawan perang manusia" menjadi **"Kedatangan Mesias"**.
* **Reinterpretasi:** Ranke mengambil inspirasi dari nubuat Nabi Zakharia (Zakharia 9:9) yang tertulis dalam Alkitab: *"Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion... Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya."*
* **Hasilnya:** Melodi Händel yang tadinya merayakan kemenangan perang diubah menjadi lagu penyambutan bagi Yesus Kristus yang masuk ke Yerusalem dengan menunggang keledai—seorang raja yang membawa damai, bukan perang.
### 3. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Kombinasi antara musik Händel yang megah dengan lirik Ranke yang penuh sukacita menjadikan lagu ini sangat ikonik, terutama di dunia berbahasa Jerman. Beberapa alasan kepopulerannya:
* **Kekuatan Musikal:** Melodi Händel memiliki struktur yang sangat kuat, megah, dan mudah diingat. Karakter "kemenangan" dalam musik aslinya tetap terasa, namun kini diarahkan pada kemenangan spiritual.
* **Penggunaan Liturgis:** Lagu ini menjadi salah satu lagu wajib dalam masa Advent dan perayaan Paskah di gereja-gereja Protestan di Jerman.
* **Simbol Budaya:** Bagi banyak orang di Jerman, "Tochter Zion" adalah lagu yang sangat emosional. Lagu ini sering dikaitkan dengan perayaan Natal dan kebangkitan Kristus.
### Kesimpulan
Secara unik, lagu "Putri Sion, Bersukacitalah" adalah hasil dari **"baptisan musikal"**. Melodi yang dulunya diciptakan untuk merayakan kemenangan seorang jenderal perang dalam sejarah Yahudi kuno, kini telah "dibaptis" menjadi lagu pujian yang merayakan Raja Damai.
Di Indonesia, lagu ini juga sering dinyanyikan dalam perayaan Natal dengan judul **"Putri Sion, Nyanyilah"** (sering ditemukan di buku nyanyian seperti *Kidung Jemaat*). Kisah ini menunjukkan bagaimana sebuah karya seni dapat bertransformasi lintas zaman, dari panggung oratorio untuk bangsawan abad ke-18 menjadi lagu rohani yang menyentuh hati jutaan umat kristiani di seluruh dunia.