Informasi Lagu
46
Nomor
Kode
NKI 46
Buku
Nyanyian Kemenangan Iman
Metronom
0
Cross Ref.
MK 26a , NP 50 , KPPK 115 , KJ 95b
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 5 bait
Gembala waktu malam g’lap Menjaga dombanya Malaikat Tuhan mendekat Bercah’ya mulia Bercah’ya mulia.
Sabda-Nya jangan takutlah Dengar beritaku Kar’na kesukaan besar Kubawa bagimu Kubawa bagimu.
T’lah lahir jurus’lamatmu Dan raja dunia Yaitu Kristus Tuhanmu Inilah tandanya Inilah tandanya.
Pergilah kamu bertemu Dengan sang mulia Seorang bayi terbedung Palungan tempat-Nya Palungan tempat-Nya.
Dan tiba-tiba tampaklah Sejumlah yang besar Malaikat dari surga t’rang Bernyanyi bergemar Bernyanyi bergemar.
Slide Lirik 5 slide
Slide 1 — NKI 46 1
Slide 2 — NKI 46 2
Slide 3 — NKI 46 3
Slide 4 — NKI 46 4
Slide 5 — NKI 46 5
Partitur / Not
Partitur Chord NKI 46
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"While Shepherds Watched Their Flocks"** (dalam bahasa Indonesia dikenal dengan judul **"Gembala Menjaga Dombanya"**) adalah sebuah perjalanan sejarah yang menggabungkan sastra Inggris klasik dengan tradisi musik gerejawi yang megah.

Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:

### 1. Penulis Lirik: Nahum Tate (1652–1715)
Lirik lagu ini ditulis oleh **Nahum Tate**, seorang penyair asal Irlandia yang kemudian menjabat sebagai *Poet Laureate* (penyair resmi kerajaan) Inggris.

* **Konteks Penulisan:** Lirik ini diterbitkan pada tahun **1700** dalam sebuah buku berjudul *A Supplement to the New Version of the Psalms*. Pada masa itu, Gereja Inggris (Church of England) hanya mengizinkan nyanyian Mazmur (pasal-pasal Alkitab yang dinyanyikan) untuk ibadah resmi. Nyanyian Natal atau "hymne" di luar Mazmur sebenarnya dilarang keras.
* **Keberanian Tate:** Nahum Tate berhasil menyelipkan lirik ini ke dalam buku pelengkap Mazmur. Karena isinya menceritakan ulang kisah kelahiran Yesus dari Injil Lukas 2:8–14, ia mengemasnya sebagai "Mazmur" agar bisa diterima oleh otoritas gereja saat itu. Inilah yang membuatnya menjadi salah satu lagu Natal tertua yang masih sering dinyanyikan di Inggris.

### 2. Komposer Musik: George Frideric Handel (1685–1759)
Nama George F. Handel sering dikaitkan dengan lagu ini, namun ada sedikit "miskonsepsi" sejarah yang menarik untuk diluruskan:

* **Bukan Komposisi Asli:** Handel tidak menulis melodi khusus untuk lirik Nahum Tate sejak awal. Lirik tersebut awalnya dinyanyikan dengan berbagai melodi tradisional Inggris.
* **Kaitan dengan Handel:** Melodi yang paling populer dan sering digunakan hingga saat ini, yang dikenal sebagai melodi **"Christmas"**, sebenarnya diambil dari adaptasi karya Handel, tepatnya dari opera-operanya. Melodi ini diadaptasi dari karya Handel berjudul *Siroe* (sebuah opera yang ditulis tahun 1728).
* **Aransemen:** Para komposer musik gereja di abad ke-19 mengambil motif musik dari opera Handel tersebut dan mencocokkannya dengan lirik Nahum Tate. Karena keindahan dan kemegahan gaya musik Handel yang sangat kental dengan suasana perayaan, lagu ini kemudian selamanya melekat dengan namanya.

### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Lagu ini dianggap sangat spesial karena setia pada teks Alkitab (Lukas 2:8–14). Liriknya menggambarkan suasana:
1. **Ketakutan:** Para gembala yang tiba-tiba dikelilingi cahaya malaikat di tengah malam.
2. **Berita Sukacita:** Malaikat yang menenangkan mereka dan membawa kabar kelahiran Sang Juruselamat.
3. **Kemuliaan:** Penglihatan tentang tentara surgawi yang memuji Tuhan.

Berbeda dengan banyak lagu Natal lain yang bersifat emosional atau sentimental, lagu ini bernada **naratif dan agung**, mencerminkan kekaguman manusia di hadapan peristiwa ilahi yang terjadi di padang Efrata.

### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Penting?
* **Pelopor Nyanyian Natal:** Sebelum lagu ini populer, Natal lebih banyak dirayakan dengan cara yang suram atau sekadar ritual gerejawi yang kaku. *While Shepherds Watched Their Flocks* membantu mengubah persepsi masyarakat Inggris bahwa Natal adalah perayaan sukacita yang layak dirayakan dengan nyanyian yang meriah.
* **Warisan:** Lagu ini menjadi salah satu dari sedikit "hymne" Natal yang bertahan selama lebih dari 300 tahun tanpa kehilangan relevansinya. Di Inggris, lagu ini sering disebut sebagai "satu-satunya lagu Natal yang diizinkan" di gereja-gereja selama berabad-abad karena statusnya yang dianggap sebagai bagian dari kitab Mazmur.

### Kesimpulan
Jadi, **"Gembala Menjaga Dombanya"** adalah hasil kolaborasi lintas abad. **Nahum Tate** memberikan "jiwa" melalui puisi yang puitis dan setia pada Alkitab, sementara **George F. Handel** (melalui adaptasi karya operanya) memberikan "tubuh" berupa musik yang megah dan penuh wibawa. Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi simbol utama pengumuman kabar sukacita Natal kepada orang-orang sederhana—para gembala—di padang sunyi.
Kembali ke NKI