Informasi Lagu
7
Nomor
Kode
NKI 7
Buku
Nyanyian Kemenangan Iman
Metronom
0
Jumlah Bait
3 bait
Style
ChristmasWaltz
Pencipta Lagu
William M. Runyan (1923)
Pencipta Syair
Thomas Obadiah Chisholm (1923)
Cross Ref.
KK 316, PKJ 138, NP 160, NKI 7
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Besar setia-Mu Tuhan Bapaku Besarlah kasih-Mu berlimpahlah Tiada kurang dan tidak berubah Sempurna dan tetap selamanya. Reff Besar setia-Mu, besar setia-Mu Saban pagi nampak rahmat baru S’gala yang ku perlu Tuhan sediakan Besar setia-Mu kepadaku.
Matahari serta bintang dan bulan Yang beredar serta puji Tuhan Musim tuaian dengan seg’nap makhluk Saksikan kasih dan setia-Mu. Reff
Dosa diampuni tetap sentosa Hadirat-Mu yang b’ri penghiburan Kekuatan dan pengharapan tiap masa Berkat besar dengan kelimpahan. Reff
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — NKI 7 1
Slide 2 — NKI 7 2
Slide 3 — NKI 7 3
Slide 4 — NKI 7 4
Partitur / Not
Partitur Chord NKI 7
Sejarah Lagu
Lagu "Great Is Thy Faithfulness" atau "Setiamu, Tuhanku, Tiada Bertara" adalah salah satu himne Kristen paling dicintai dan diakui di seluruh dunia. Kisah di baliknya adalah perpaduan antara pengalaman pribadi seorang penulis lirik yang jujur dan seorang komposer yang mampu menangkap kedalaman emosinya, serta keajaiban bagaimana sebuah lagu bisa menemukan jalannya ke hati jutaan orang.

Mari kita selami kisah detail di balik lagu abadi ini:

---

### **Bagian 1: Sang Penulis Lirik - Thomas Obadiah Chisholm (1866-1960)**

Thomas O. Chisholm lahir pada tahun 1866 di Franklin, Kentucky, dari keluarga yang sangat sederhana. Pendidikan formalnya terbatas, hanya sampai kelas 6. Namun, ia adalah seorang otodidak yang cerdas dan haus akan ilmu. Pada usia 16 tahun, ia sendiri menjadi guru di sebuah sekolah pedesaan. Kemudian, ia menjadi editor surat kabar lokal, "The Franklin Advocate."

**1. Perjalanan Rohani dan Panggilan yang Terputus:**
Pada usia 27 tahun, Chisholm mengalami pertobatan yang mendalam di bawah khotbah pendeta H.C. Morrison, seorang penginjil Metodis yang terkenal. Peristiwa ini mengubah arah hidupnya. Ia segera merasa terpanggil untuk melayani Tuhan sebagai pendeta dan ditahbiskan di Gereja Metodis pada tahun 1903.

Namun, karier pelayanannya sebagai pendeta sangat singkat. Hanya dalam empat tahun, Chisholm terpaksa meninggalkan mimbar karena masalah kesehatan yang serius dan kronis. Ini adalah pukulan berat bagi seseorang yang baru saja menemukan panggilannya. Ia dan istrinya menghadapi ketidakpastian finansial dan fisik.

**2. Penjual Asuransi dan Penulis Himne:**
Setelah meninggalkan pelayanan penuh waktu, Chisholm pindung ke Vineland, New Jersey, dan bekerja sebagai agen asuransi jiwa untuk menopang keluarganya. Meskipun ia tidak lagi berkhotbah dari mimbar, semangatnya untuk melayani Tuhan tidak pernah padam. Ia mulai menggunakan talenta menulisnya untuk mengabadikan perasaannya tentang iman dan hubungannya dengan Tuhan dalam bentuk puisi dan lirik himne.

Chisholm adalah penulis yang sangat produktif, menulis lebih dari 1.200 puisi himne sepanjang hidupnya. Beberapa karyanya yang lain termasuk "Living for Jesus" dan "Bring Christ Your Broken Life."

**3. Inspirasi di Balik "Great Is Thy Faithfulness":**
Pada tahun 1923, saat Chisholm berusia 57 tahun, ia tinggal di New Jersey dan masih bergumul dengan kondisi kesehatan yang tidak menentu dan penghasilan yang pas-pasan. Meskipun demikian, imannya kepada Tuhan tetap teguh. Ia merenungkan kesetiaan Tuhan yang tak pernah gagal dalam menopang hidupnya, bahkan di tengah kesulitan.

Chisholm sangat terinspirasi oleh Kitab Ratapan 3:22-23:
*"Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya. Selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"*

Ayat ini menjadi dasar pijakan emosional dan teologis untuk liriknya. Dalam kesendirian dan perenungannya, Chisholm menuangkan pengalamannya tentang kesetiaan Tuhan yang "selalu baru tiap pagi" ke dalam sebuah puisi. Ini bukan sekadar pemikiran filosofis, melainkan kesaksian nyata dari seseorang yang telah mengalami sendiri pemeliharaan Tuhan dalam segala musim kehidupannya – dari masa kecil yang miskin, panggilan yang terputus, hingga perjuangan kesehatan dan finansial.

Ia kemudian mengirimkan lirik ini kepada temannya, William M. Runyan, seorang komposer himne yang tinggal di Kansas. Dalam suratnya, Chisholm menulis: "Melodi saya tidak begitu menarik, tapi saya berharap kata-kata ini bisa berbicara kepada Anda."

---

### **Bagian 2: Sang Komposer - William Marion Runyan (1870-1959)**

William M. Runyan adalah seorang musisi, komposer, pendidik, dan pendeta Metodis yang lahir di Marion, New York. Ia memiliki bakat musik sejak muda dan telah mengkomposeri banyak lagu rohani.

**1. Menerima Lirik dan Komposisi:**
Ketika Runyan menerima lirik dari Chisholm pada tahun 1923, ia segera tergerak oleh kedalaman dan ketulusan kata-kata tersebut. Runyan memahami bahwa lirik ini membutuhkan melodi yang agung namun juga menghibur, yang dapat mengangkat makna dari setiap baris.

Dengan cepat, Runyan duduk di pianonya dan mulai mengkomposisikan melodi yang kini kita kenal. Melodi yang ia ciptakan sangat cocok dengan lirik Chisholm. Ia berhasil menangkap keagungan Tuhan, keindahan alam sebagai bukti kesetiaan-Nya, dan penghiburan pribadi yang diberikan kepada setiap orang percaya. Musik Runyan memiliki nuansa optimisme dan kekuatan, mencerminkan janji kesetiaan Tuhan itu sendiri.

Chisholm sendiri kemudian berkomentar tentang melodi Runyan: "Melodi itu (milik Runyan) memberikan ekspresi yang tepat pada kata-kata, dengan keharmonisan, kekuatan, ketenangan, dan kekayaannya."

---

### **Bagian 3: Perjalanan Menuju Ketenaran Global**

Pada awalnya, lagu "Great Is Thy Faithfulness" tidak langsung menjadi populer. Ia pertama kali diterbitkan pada tahun 1923 dalam sebuah buletin kecil dan kemudian masuk ke dalam beberapa buku himne yang kurang dikenal.

**1. Peran Moody Bible Institute dan Billy Graham Crusades:**
Titik balik dalam popularitas lagu ini terjadi sekitar 1950-an. Lagu ini "ditemukan kembali" oleh Dr. Will Houghton, Presiden Moody Bible Institute di Chicago. Ia sangat menyukai lagu ini dan sering memainkannya.

Namun, faktor terpenting dalam menyebarkan lagu ini ke seluruh dunia adalah melalui Crusade Penginjilan Billy Graham. George Beverly Shea, penyanyi terkenal dalam Crusade Billy Graham, mulai menyanyikan "Great Is Thy Faithfulness" pada setiap kebaktian. Suara bariton Shea yang kuat dan penuh perasaan, ditambah dengan pesan evangelistik Billy Graham, membuat lagu ini menyentuh hati ribuan, bahkan jutaan orang di seluruh dunia.

Melalui siaran radio dan televisi Crusade Billy Graham, lagu ini dikenal oleh jutaan orang yang belum pernah mendengarnya sebelumnya. Pesan kesetiaan Tuhan yang universal dan tak lekang oleh waktu, menyatu dengan melodi yang indah, menciptakan dampak yang luar biasa.

**2. Warisan dan Makna Abadi:**
Baik Thomas O. Chisholm maupun William M. Runyan tidak pernah mendapatkan banyak keuntungan finansial dari lagu ini. Chisholm hidup dengan sederhana hingga akhir hayatnya, dan ia sering berbagi kesaksian bahwa Tuhan selalu setia menyediakan kebutuhannya, persis seperti yang ia tulis dalam lagunya.

Chisholm meninggal pada tahun 1960, setahun setelah Runyan meninggal pada tahun 1959. Keduanya mungkin tidak pernah sepenuhnya menyadari sejauh mana lagu yang mereka ciptakan akan memengaruhi dan menghibur generasi-generasi umat Kristen di seluruh dunia.

**"Great Is Thy Faithfulness" terus menjadi lagu pengharapan dan penghiburan karena:**
* **Lirik yang Otentik:** Berakar pada pengalaman pribadi Chisholm tentang perjuangan dan kesetiaan Tuhan.
* **Dasar Alkitabiah yang Kuat:** Langsung merujuk pada Ratapan 3:22-23.
* **Melodi yang Indah dan Kuat:** Runyan menciptakan musik yang agung namun personal, yang sangat cocok dengan kedalaman lirik.
* **Pesan Universal:** Setiap orang, di tengah suka dan duka, merindukan kepastian akan kesetiaan dan kasih yang tak berkesudahan.

Lagu ini adalah pengingat yang kuat bahwa meskipun dunia berubah, manusia berjuang, dan hidup penuh tantangan, kesetiaan Tuhan tetap "besar" dan "tiada bertara", selalu baru setiap pagi.
Kembali ke NKI