GB
Dalam Lautan Yang Kelam
I Was Sinking Deep In Sin/Love Lifted Me
Informasi Lagu
256
Nomor
Kode
GB 256
Buku
Gita Bakti
Metronom
0
Cross Ref.
PPK 112, KMM 124, NP 318, KPPK 331
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Dalam lautan yang kelam, terancam jiwaku,
dalam dosa tenggelam, hilang harapanku.
Tapi Tuhan berkenan dengar seruanku,
lalu ku dislamatkan Mukhalisku.
Kasih kudus! Kasih kudus!
yang tlah mengangkatku: Kasih kudus!
Kasih kudus! Kasih kudus!
Yang tlah mengangkatku: Kasih kudus!
Kasih-Nya kudus, besar, patut kubalaslah
karna itu ku gemar agungkan nama-Nya.
Kuserahkan hidupku bulat kepada-Nya,
melayani Tuhanku selamanya!
Kau yang hampir tenggelam, pandanglah pada-Nya
Tuhan Yesus tlah menang: kau kan diangkat-Nya!
Laut yang mengamuk pun dibuat-Nya reda.
Yesus mau menolongmu: percayalah!
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Cross Reference
PPK 112, KMM 124, NP 318, KPPK 331
Dalam Lautan Yang Kelam
KMM
Kasih Tuhan Selamatkanku
KPPK
Kasih Tuhan Harapanku
NP
Dalam Lautan Yang Kelam
PPK
Sama Tema
Hidup Bersama Tuhan
Siyahamba
GB
Berpeganglah Pada Janji Tuhanmu
GB
Lirih Terdengar
GB
Apakah Kau Mau Jadi Pemenang
GB
Rancangan Tuhan
GB
Yang Indah Bunga Mawar
GB
Bila Badai Hidup Turun
GB
Saat Bencana Melanda Hidupmu
GB
Kidung Yang Merdu Di Hatiku
GB
Aku Insan Yang Lemah
GB
Bagai Rusa Rindukan Air
GB
Ketika Hidupku Sentosa
GB
Bintang Pandanganku
GB
'Ku Datang Ke Taman Permai
GB
Saat Ku Diliputi Gelap Kelam
GB
Yesus, Oleh Kasihmu
GB
Sejarah Lagu
Lagu "Dalam Lautan Yang Kelam" atau yang lebih dikenal dengan judul aslinya, "Love Lifted Me," adalah sebuah himne klasik yang telah menyentuh jutaan hati di seluruh dunia. Kisah di baliknya tidak hanya tentang melodi dan lirik, tetapi juga tentang kekuatan iman, harapan, dan penyelamatan ilahi yang universal.
Lagu ini ditulis oleh **James Rowe** (lirik) dan **Howard E. Smith** (musik), dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1912.
### Latar Belakang James Rowe (Sang Penulis Lirik)
James Rowe (1865-1933) adalah seorang penulis lirik himne yang sangat produktif. Ia lahir di Yorkshire, Inggris, dan kemudian beremigrasi ke Amerika Serikat pada usia muda. Ia adalah seorang Metodis yang saleh dan menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai seorang jurnalis dan penulis. Rowe dikenal karena kemampuannya melukiskan gambaran yang hidup dan seringkali naratif dalam lirik-liriknya, yang mencerminkan pengalaman spiritual yang mendalam. Diperkirakan ia menulis lebih dari 19.000 lirik himne sepanjang hidupnya!
Inspirasi di balik "Love Lifted Me" bukanlah sebuah kejadian fisik yang spesifik seperti tenggelamnya kapal, melainkan sebuah **metafora spiritual yang kuat**. Rowe membayangkan kondisi jiwa manusia yang terperangkap dalam "lautan yang kelam" – lautan dosa, kesusahan, keputusasaan, dan godaan hidup. Dalam gambaran ini, seseorang merasa tak berdaya, hanyut, dan tenggelam di tengah gelombang kehidupan yang membingungkan dan mengancam.
Rowe, melalui liriknya, ingin menyampaikan bahwa dalam kondisi terburuk sekalipun, ada satu kekuatan yang dapat menyelamatkan: **kasih Tuhan**. Ia melihat Kristus sebagai penyelamat yang mengulurkan tangan-Nya, mengangkat jiwa yang tenggelam dari jurang keputusasaan menuju keselamatan dan kedamaian. Liriknya yang ikonik:
> *Dalam lautan yang kelam, kuterombang-ambing
> Terhempas badai topan, aku nyaris binasa
> Tangan-Nya terulur, kasih-Nya yang kudus
> Menarikku ke darat, cinta mengangkatku!*
>
> *(In loving kindness Jesus came when I was lost in sin,
> And with His gracious hand He reached, and drew me safely in.
> He heard my faint, despairing cry, and from the waters blest,
> He lifted me to heights of joy—O love, lifted me!)*
Ini bukan hanya puisi religius; itu adalah kesaksian universal tentang bagaimana iman dapat mengangkat seseorang dari kegelapan menuju terang.
### Latar Belakang Howard E. Smith (Sang Komposer)
Howard E. Smith (1876-1918) adalah seorang komposer dan direktur musik yang juga aktif di era yang sama dengan Rowe. Ia dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang sederhana namun kuat dan mudah dinyanyikan, yang seringkali menjadi sangat populer di kalangan jemaat gereja. Smith memiliki bakat untuk menerjemahkan emosi dan pesan lirik ke dalam bentuk musik yang dapat dirasakan.
Ketika Rowe mengirimkan lirik untuk "Love Lifted Me" kepada Smith, Smith terinspirasi oleh gambaran yang begitu jelas dan menyentuh. Ia kemudian menyusun melodi yang indah dan mengharukan yang dengan sempurna menangkap esensi lirik tersebut. Melodi Smith memiliki gerakan naik yang terasa mengangkat, menggemakan pesan penyelamatan dan kebahagiaan yang terkandung dalam lirik Rowe. Kesederhanaan melodi ini membuatnya mudah dihafal dan dinyanyikan bersama, sehingga lagu ini cepat menyebar dan dicintai.
### Kolaborasi dan Pesan Abadi
Kolaborasi antara Rowe dan Smith menghasilkan sebuah karya yang melampaui zaman. Rowe menyediakan "kisah" spiritual, dan Smith memberikan "suara" yang menggerakkan hati. Lagu ini pertama kali diterbitkan dalam buku himne "Songs of the Coming King" pada tahun 1912.
**Pesan inti dari "Love Lifted Me" adalah:**
1. **Keadaan Manusia yang Rentan:** Mengakui bahwa manusia, tanpa campur tangan ilahi, seringkali merasa tersesat, tak berdaya, dan kewalahan oleh kesulitan hidup atau beban dosa.
2. **Kekuatan Kasih Ilahi:** Menegaskan bahwa kasih Tuhan (yang digambarkan melalui Yesus Kristus) adalah satu-satunya kekuatan yang mampu menyelamatkan dan memulihkan.
3. **Penyelamatan dan Transformasi:** Menggambarkan proses penyelamatan sebagai "pengangkatan" dari situasi yang mematikan menuju kehidupan yang baru, penuh sukacita, dan harapan.
Dalam budaya Indonesia, lagu ini diterjemahkan menjadi "Dalam Lautan Yang Kelam" dan menjadi salah satu himne yang sangat populer di berbagai denominasi Kristen. Terjemahan ini berhasil menangkap nuansa puitis dan spiritual dari aslinya, sehingga pesan kasih yang menyelamatkan ini tetap relevan dan powerful bagi banyak orang.
"Love Lifted Me" bukan hanya sebuah lagu; ini adalah sebuah pengalaman, sebuah janji, dan sebuah pengingat abadi bahwa tidak peduli seberapa dalam kita merasa tenggelam, ada tangan yang kuat dan penuh kasih yang selalu siap mengangkat kita.
Lagu ini ditulis oleh **James Rowe** (lirik) dan **Howard E. Smith** (musik), dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1912.
### Latar Belakang James Rowe (Sang Penulis Lirik)
James Rowe (1865-1933) adalah seorang penulis lirik himne yang sangat produktif. Ia lahir di Yorkshire, Inggris, dan kemudian beremigrasi ke Amerika Serikat pada usia muda. Ia adalah seorang Metodis yang saleh dan menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai seorang jurnalis dan penulis. Rowe dikenal karena kemampuannya melukiskan gambaran yang hidup dan seringkali naratif dalam lirik-liriknya, yang mencerminkan pengalaman spiritual yang mendalam. Diperkirakan ia menulis lebih dari 19.000 lirik himne sepanjang hidupnya!
Inspirasi di balik "Love Lifted Me" bukanlah sebuah kejadian fisik yang spesifik seperti tenggelamnya kapal, melainkan sebuah **metafora spiritual yang kuat**. Rowe membayangkan kondisi jiwa manusia yang terperangkap dalam "lautan yang kelam" – lautan dosa, kesusahan, keputusasaan, dan godaan hidup. Dalam gambaran ini, seseorang merasa tak berdaya, hanyut, dan tenggelam di tengah gelombang kehidupan yang membingungkan dan mengancam.
Rowe, melalui liriknya, ingin menyampaikan bahwa dalam kondisi terburuk sekalipun, ada satu kekuatan yang dapat menyelamatkan: **kasih Tuhan**. Ia melihat Kristus sebagai penyelamat yang mengulurkan tangan-Nya, mengangkat jiwa yang tenggelam dari jurang keputusasaan menuju keselamatan dan kedamaian. Liriknya yang ikonik:
> *Dalam lautan yang kelam, kuterombang-ambing
> Terhempas badai topan, aku nyaris binasa
> Tangan-Nya terulur, kasih-Nya yang kudus
> Menarikku ke darat, cinta mengangkatku!*
>
> *(In loving kindness Jesus came when I was lost in sin,
> And with His gracious hand He reached, and drew me safely in.
> He heard my faint, despairing cry, and from the waters blest,
> He lifted me to heights of joy—O love, lifted me!)*
Ini bukan hanya puisi religius; itu adalah kesaksian universal tentang bagaimana iman dapat mengangkat seseorang dari kegelapan menuju terang.
### Latar Belakang Howard E. Smith (Sang Komposer)
Howard E. Smith (1876-1918) adalah seorang komposer dan direktur musik yang juga aktif di era yang sama dengan Rowe. Ia dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang sederhana namun kuat dan mudah dinyanyikan, yang seringkali menjadi sangat populer di kalangan jemaat gereja. Smith memiliki bakat untuk menerjemahkan emosi dan pesan lirik ke dalam bentuk musik yang dapat dirasakan.
Ketika Rowe mengirimkan lirik untuk "Love Lifted Me" kepada Smith, Smith terinspirasi oleh gambaran yang begitu jelas dan menyentuh. Ia kemudian menyusun melodi yang indah dan mengharukan yang dengan sempurna menangkap esensi lirik tersebut. Melodi Smith memiliki gerakan naik yang terasa mengangkat, menggemakan pesan penyelamatan dan kebahagiaan yang terkandung dalam lirik Rowe. Kesederhanaan melodi ini membuatnya mudah dihafal dan dinyanyikan bersama, sehingga lagu ini cepat menyebar dan dicintai.
### Kolaborasi dan Pesan Abadi
Kolaborasi antara Rowe dan Smith menghasilkan sebuah karya yang melampaui zaman. Rowe menyediakan "kisah" spiritual, dan Smith memberikan "suara" yang menggerakkan hati. Lagu ini pertama kali diterbitkan dalam buku himne "Songs of the Coming King" pada tahun 1912.
**Pesan inti dari "Love Lifted Me" adalah:**
1. **Keadaan Manusia yang Rentan:** Mengakui bahwa manusia, tanpa campur tangan ilahi, seringkali merasa tersesat, tak berdaya, dan kewalahan oleh kesulitan hidup atau beban dosa.
2. **Kekuatan Kasih Ilahi:** Menegaskan bahwa kasih Tuhan (yang digambarkan melalui Yesus Kristus) adalah satu-satunya kekuatan yang mampu menyelamatkan dan memulihkan.
3. **Penyelamatan dan Transformasi:** Menggambarkan proses penyelamatan sebagai "pengangkatan" dari situasi yang mematikan menuju kehidupan yang baru, penuh sukacita, dan harapan.
Dalam budaya Indonesia, lagu ini diterjemahkan menjadi "Dalam Lautan Yang Kelam" dan menjadi salah satu himne yang sangat populer di berbagai denominasi Kristen. Terjemahan ini berhasil menangkap nuansa puitis dan spiritual dari aslinya, sehingga pesan kasih yang menyelamatkan ini tetap relevan dan powerful bagi banyak orang.
"Love Lifted Me" bukan hanya sebuah lagu; ini adalah sebuah pengalaman, sebuah janji, dan sebuah pengingat abadi bahwa tidak peduli seberapa dalam kita merasa tenggelam, ada tangan yang kuat dan penuh kasih yang selalu siap mengangkat kita.