PKJ
Syaranam
Sarennam (India)
Informasi Lagu
100
Nomor
Kode
PKJ 100
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Pencipta Lagu
G. Dyva sir vadam
Pencipta Syair
G. Dyva sir vadam
Cross Ref.
KK 341
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
(Awal) Syaranam, syaranam,
syaranam, syaranam.(2x)
(Bait) Cahya Ilahi, syaranam,
ya Sumber hidup, syaranam.(2x)
(Akhir) Syaranam, syaranam, syaranam.
(Awal) Syaranam, syaranam,
syaranam, syaranam.(2x)
(Bait) Tuhan penyayang, syaranam,
Maha pengasih syaranam.(2x)
(Akhir) Syaranam, syaranam, syaranam.
(Awal) Syaranam, syaranam,
syaranam, syaranam.(2x)
Roh kebenaran, syaranam,
ya Roh Penghibur, syaranam.(2x)
(Akhir) Syaranam, syaranam, syaranam.
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Cross Reference
KK 341
Syaranam
KK
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Saranam Ayyappa"** (atau sering disebut sebagai *Saranam/Sarennam*) adalah kisah spiritual yang sangat dalam, berakar pada tradisi Hindu di India Selatan, khususnya di negara bagian Kerala.
Meskipun menyebutkan nama India/G. Dyvagravadam, perlu diklarifikasi bahwa lagu ini bukanlah karya satu individu melainkan **sebuah nyanyian doa (mantra/bhajan)** yang telah ada selama berabad-abad sebagai bentuk pemujaan kepada **Dewa Ayyappa**, yang bersemayam di kuil **Sabarimala**.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik nyanyian tersebut:
### 1. Siapa Dewa Ayyappa?
Dewa Ayyappa adalah sosok dewa yang dianggap sebagai putra dari pertemuan antara Dewa Siwa dan Dewa Wisnu (dalam bentuk Mohini). Ayyappa dipuja sebagai simbol kesederhanaan, disiplin, dan persatuan. Kisah hidupnya sangat legendaris di India Selatan karena beliau diyakini sebagai sosok yang turun ke bumi untuk mengalahkan iblis (Mahishi) dan membawa ketertiban.
### 2. Apa itu "Saranam"?
Kata *Saranam* (atau *Sharanam*) dalam bahasa Sanskerta berarti **"Perlindungan"** atau **"Penyerahan Diri"**.
Dalam ritual ziarah ke Sabarimala, para peziarah (disebut *Ayyappas*) akan meneriakkan kalimat:
> *"Swamiye Saranam Ayyappa"*
Artinya secara harfiah: *"Wahai Tuhanku, aku mencari perlindungan di bawah kaki-Mu, Ayyappa."*
### 3. Filosofi di Balik Nyanyian Ini
Nyanyian ini bukan sekadar lagu, melainkan sebuah ritual meditasi. Ada beberapa lapisan makna di baliknya:
* **Penyucian Diri:** Sebelum seorang peziarah pergi ke kuil Sabarimala, mereka harus menjalani masa puasa dan disiplin ketat selama 41 hari (*Vratam*). Mereka harus hidup sederhana, makan makanan vegetarian, tidak minum alkohol, dan selalu mengucap "Saranam Ayyappa". Nyanyian ini berfungsi sebagai pengingat untuk terus menjaga pikiran agar tetap suci.
* **Persamaan Derajat:** Di hadapan Dewa Ayyappa, tidak ada kasta, kaya, atau miskin. Semua peziarah mengenakan pakaian hitam yang sama dan saling memanggil dengan sebutan "Swami". Nyanyian "Saranam Ayyappa" adalah detak jantung dari persaudaraan ini.
* **Perjalanan Mendaki:** Kuil Sabarimala terletak di puncak bukit yang dikelilingi hutan lebat. Perjalanan menuju ke sana sangat sulit. Nyanyian *Saranam* diucapkan terus-menerus selama pendakian untuk memberikan kekuatan fisik dan mental agar peziarah tidak menyerah pada rasa lelah.
### 4. Mengenai G. Dyvagravadam
Kemungkinan besar nama , **G. Dyvagravadam**, merujuk pada salah satu komposer, penyanyi, atau praktisi musik klasik India yang mengaransemen ulang atau mempopulerkan lagu-lagu devosional (bhajan) Ayyappa ke dalam bentuk rekaman modern (seperti kaset atau album di era 80-an/90-an).
Di India, banyak penyanyi klasik atau musisi (seperti K.J. Yesudas atau Veeramani Raju) yang membuat lagu-lagu dengan lirik "Saranam Ayyappa". Lagu-lagu ini bukan diciptakan sebagai "lagu pop", melainkan **karya devosional** untuk membantu umat melakukan *Nama Japa* (pengulangan nama Tuhan).
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Lagu *Saranam Ayyappa* menjadi sangat sakral karena:
1. **Ritme yang Berulang:** Struktur lagu yang repetitif berfungsi sebagai alat bantu meditasi (hipnotik spiritual).
2. **Harmoni Massal:** Saat dinyanyikan bersama ribuan peziarah secara serempak, lagu ini menciptakan energi luar biasa yang dianggap bisa menghilangkan ego dan dosa-dosa masa lalu.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik "Saranam" adalah kisah tentang **perjalanan batin**. Ini bukan sekadar lagu dengan narasi linear, melainkan seruan manusia kepada Yang Ilahi di tengah hutan belantara kehidupan. Setiap kali nyanyian ini diputar atau dinyanyikan, ia membawa suasana spiritual yang menenangkan dan mengingatkan seseorang pada tujuan hidup untuk kembali kepada Sang Pencipta.
Meskipun menyebutkan nama India/G. Dyvagravadam, perlu diklarifikasi bahwa lagu ini bukanlah karya satu individu melainkan **sebuah nyanyian doa (mantra/bhajan)** yang telah ada selama berabad-abad sebagai bentuk pemujaan kepada **Dewa Ayyappa**, yang bersemayam di kuil **Sabarimala**.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik nyanyian tersebut:
### 1. Siapa Dewa Ayyappa?
Dewa Ayyappa adalah sosok dewa yang dianggap sebagai putra dari pertemuan antara Dewa Siwa dan Dewa Wisnu (dalam bentuk Mohini). Ayyappa dipuja sebagai simbol kesederhanaan, disiplin, dan persatuan. Kisah hidupnya sangat legendaris di India Selatan karena beliau diyakini sebagai sosok yang turun ke bumi untuk mengalahkan iblis (Mahishi) dan membawa ketertiban.
### 2. Apa itu "Saranam"?
Kata *Saranam* (atau *Sharanam*) dalam bahasa Sanskerta berarti **"Perlindungan"** atau **"Penyerahan Diri"**.
Dalam ritual ziarah ke Sabarimala, para peziarah (disebut *Ayyappas*) akan meneriakkan kalimat:
> *"Swamiye Saranam Ayyappa"*
Artinya secara harfiah: *"Wahai Tuhanku, aku mencari perlindungan di bawah kaki-Mu, Ayyappa."*
### 3. Filosofi di Balik Nyanyian Ini
Nyanyian ini bukan sekadar lagu, melainkan sebuah ritual meditasi. Ada beberapa lapisan makna di baliknya:
* **Penyucian Diri:** Sebelum seorang peziarah pergi ke kuil Sabarimala, mereka harus menjalani masa puasa dan disiplin ketat selama 41 hari (*Vratam*). Mereka harus hidup sederhana, makan makanan vegetarian, tidak minum alkohol, dan selalu mengucap "Saranam Ayyappa". Nyanyian ini berfungsi sebagai pengingat untuk terus menjaga pikiran agar tetap suci.
* **Persamaan Derajat:** Di hadapan Dewa Ayyappa, tidak ada kasta, kaya, atau miskin. Semua peziarah mengenakan pakaian hitam yang sama dan saling memanggil dengan sebutan "Swami". Nyanyian "Saranam Ayyappa" adalah detak jantung dari persaudaraan ini.
* **Perjalanan Mendaki:** Kuil Sabarimala terletak di puncak bukit yang dikelilingi hutan lebat. Perjalanan menuju ke sana sangat sulit. Nyanyian *Saranam* diucapkan terus-menerus selama pendakian untuk memberikan kekuatan fisik dan mental agar peziarah tidak menyerah pada rasa lelah.
### 4. Mengenai G. Dyvagravadam
Kemungkinan besar nama , **G. Dyvagravadam**, merujuk pada salah satu komposer, penyanyi, atau praktisi musik klasik India yang mengaransemen ulang atau mempopulerkan lagu-lagu devosional (bhajan) Ayyappa ke dalam bentuk rekaman modern (seperti kaset atau album di era 80-an/90-an).
Di India, banyak penyanyi klasik atau musisi (seperti K.J. Yesudas atau Veeramani Raju) yang membuat lagu-lagu dengan lirik "Saranam Ayyappa". Lagu-lagu ini bukan diciptakan sebagai "lagu pop", melainkan **karya devosional** untuk membantu umat melakukan *Nama Japa* (pengulangan nama Tuhan).
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Lagu *Saranam Ayyappa* menjadi sangat sakral karena:
1. **Ritme yang Berulang:** Struktur lagu yang repetitif berfungsi sebagai alat bantu meditasi (hipnotik spiritual).
2. **Harmoni Massal:** Saat dinyanyikan bersama ribuan peziarah secara serempak, lagu ini menciptakan energi luar biasa yang dianggap bisa menghilangkan ego dan dosa-dosa masa lalu.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik "Saranam" adalah kisah tentang **perjalanan batin**. Ini bukan sekadar lagu dengan narasi linear, melainkan seruan manusia kepada Yang Ilahi di tengah hutan belantara kehidupan. Setiap kali nyanyian ini diputar atau dinyanyikan, ia membawa suasana spiritual yang menenangkan dan mengingatkan seseorang pada tujuan hidup untuk kembali kepada Sang Pencipta.