KK
Bila Badai Hidup Turun
When The Storms Of Life Are Raging
Informasi Lagu
636
Nomor
Kode
KK 636
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
James Mc Granahan
Pencipta Syair
Mary Elizabeth Servoss
Penerjemah
Epafroditus Laurentius Pohan Shn (E.L. Pohan)
Cross Ref.
KMM 137
Dengarkan di YouTube
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Cross Reference
KMM 137
Bila Badai Hidup Turun
KMM
Sama Tema
Kedukaan, Pemakaman dan Penghiburan
Jangan Kami Ditegur
KK
Bangkit, Ya 'Ku Bangkitlah Kelak
KK
Beristirahat Orang Yang Beriman
KK
Bila Badai Hidup Menerpamu
KK
Bila Duka Menerpa
KK
Dalam Rumah Bapaku
KK
Di Balik Malam
KK
Harap Akan Tuhan
KK
Jalan Hidup Tak Selalu
KK
Janji Yang Manis
KK
Jikalau Gandum
KK
Kekuatan Serta Penghiburan
KK
Kelak Akan Berjumpa
KK
Yesus, Jurus'lamat Kami
KK
Kunyalakan Lilin Mungil
KK
Melewati Lembah Air Mata
KK
Tenang Dan Sabarlah
KK
Tuhan Sumber Penghiburan
KK
Sejarah Lagu
Kisah detail di balik lagu rohani yang sangat dikenal dan penuh semangat, "Bila Badai Hidup Turun" atau yang lebih sering dikenal dengan judul aslinya, "Count Your Blessings" (Hitunglah Berkatmu). Lagu ini diciptakan dari kolaborasi antara Mary Elizabeth Servoss (penulis lirik) dan James McGranahan (komposer musik).
**1. Inspirasi Awal: Dari Sebuah Khotbah yang Menggugah Hati**
Kisah lagu ini berakar pada akhir abad ke-19, di tengah hiruk-pikuk gerakan kebangunan rohani di Amerika yang dipimpin oleh penginjil terkenal Dwight L. Moody. Moody dikenal dengan khotbah-khotbahnya yang praktis dan menyentuh hati, seringkali menekankan pada kekuatan iman di tengah kesulitan hidup.
Pada suatu kesempatan, Moody mengamati bahwa banyak orang, termasuk umat Kristen, cenderung terlalu fokus pada masalah, kesulitan, dan kemalangan yang mereka alami. Mereka sering merasa putus asa dan lupa akan anugerah serta kebaikan Tuhan dalam hidup mereka. Merasa prihatin akan hal ini, Moody menyampaikan sebuah pesan yang sederhana namun mendalam: **"Janganlah terus-melihat masalahmu. Hitunglah berkat-berkatmu."** (Don't look at your troubles; count your blessings.)
Pesan ini bukanlah sekadar anjuran, melainkan sebuah seruan untuk mengubah perspektif—untuk mengalihkan pandangan dari kegelapan ke terang, dari kekurangan ke kelimpahan rohani.
**2. Sang Penulis Lirik: Mary Elizabeth Servoss (Johnson)**
Salah satu pendengar khotbah Moody yang terinspirasi adalah **Mary Elizabeth Servoss**. Lahir pada tahun 1845, Mary adalah seorang ibu rumah tangga dan wanita yang saleh dengan hati yang peka terhadap pesan-pesan rohani. Ia sangat tersentuh oleh seruan Moody untuk "menghitung berkat."
Mary Elizabeth Servoss merasakan bahwa pesan ini begitu universal dan penting, tidak hanya untuk orang dewasa yang sedang menghadapi badai kehidupan, tetapi juga untuk anak-anak agar mereka belajar bersyukur sejak dini. Ia membayangkan sebuah himne yang sederhana namun kuat, yang bisa menjadi pengingat bagi siapa pun untuk merenungkan anugerah Tuhan, bahkan saat menghadapi masa-masa sulit.
Dengan semangat itu, Mary mulai menulis lirik-liriknya. Ia menggambarkan berbagai tantangan hidup—badai, godaan, kekecewaan, kemiskinan—namun di setiap bait, ia kontraskan dengan nasihat untuk mengingat dan menghitung berkat-berkat Tuhan. Liriknya mengalir dengan rima dan ritme yang kuat, mudah dipahami, dan penuh harapan. Ia ingin agar lagu ini menjadi "obat" bagi hati yang gundah, sebuah penenang jiwa yang resah.
**3. Sang Komposer: James McGranahan**
Setelah menyelesaikan liriknya, Mary Elizabeth Servoss merasa bahwa pesan ini perlu disebarkan lebih luas melalui kekuatan musik. Ia mengirimkan lirik-liriknya kepada **James McGranahan**.
James McGranahan (1840-1907) adalah seorang komposer musik rohani terkemuka pada masanya. Ia adalah seorang musisi yang sangat berbakat, awalnya berprofesi sebagai guru musik sekuler, namun kemudian mendedikasikan hidupnya untuk musik gereja. McGranahan dikenal sebagai salah satu kolaborator utama Ira D. Sankey, direktur musik dan penyanyi dalam kampanye penginjilan D.L. Moody. McGranahan memiliki kemampuan luar biasa untuk menciptakan melodi yang mudah diingat, bersemangat, dan cocok dengan lirik-lirik rohani.
Ketika McGranahan menerima lirik dari Servoss, ia segera menyadari potensi besar di dalamnya. Ia terkesan dengan kesederhanaan namun kedalaman pesannya. Tanpa ragu, McGranahan mulai menggubah melodi untuk lirik tersebut. Ia menciptakan sebuah melodi yang mengalir, mudah dinyanyikan, dan memiliki semangat yang membangkitkan harapan. Musiknya tidak terlalu rumit, sehingga mudah diakses oleh semua kalangan, namun memiliki kekuatan emosional yang luar biasa.
Kolaborasi ini adalah contoh sempurna bagaimana lirik yang penuh makna bertemu dengan melodi yang indah untuk menciptakan karya yang abadi.
**4. Publikasi dan Penyebaran Luas**
Lagu "Count Your Blessings" pertama kali diterbitkan pada tahun **1891** dalam buku himne populer **"Gospel Hymns No. 6,"** yang dikompilasi oleh Ira D. Sankey, James McGranahan, dan George C. Stebbins.
Seketika setelah publikasi, lagu ini menjadi sangat populer. Para penginjil seperti Moody dan Sankey sering menggunakannya dalam pertemuan-pertemuan kebangunan rohani mereka. Lagu ini beresonansi kuat dengan banyak orang karena:
* **Pesan Universal:** Setiap orang pasti mengalami kesulitan dan godaan dalam hidup. Lagu ini memberikan pengingat yang praktis dan biblis.
* **Kesederhanaan:** Baik lirik maupun melodi mudah dipelajari dan diingat.
* **Pengharapan:** Di tengah keputusasaan, lagu ini menawarkan perspektif iman dan kekuatan untuk terus maju dengan keyakinan pada kasih karunia Tuhan.
"Count Your Blessings" segera diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di seluruh dunia, termasuk bahasa Indonesia ("Bila Badai Hidup Turun" atau "Hitung Berkatmu"). Lagu ini menjadi salah satu himne favorit yang dinyanyikan di gereja-gereja, pertemuan doa, dan dalam kehidupan pribadi umat percaya.
**5. Warisan Abadi**
Hingga hari ini, lebih dari seabad kemudian, lagu "Bila Badai Hidup Turun" atau "Count Your Blessings" tetap menjadi sumber inspirasi dan penghiburan bagi jutaan orang. Melalui lirik Mary Elizabeth Servoss dan melodi James McGranahan, lagu ini terus mengingatkan kita akan kebenaran mendasar: bahwa di tengah segala kesulitan dan kegelapan, ada berkat-berkat Tuhan yang tak terhitung jumlahnya yang layak untuk kita syukuri. Lagu ini bukan hanya sebuah nyanyian, tetapi sebuah filosofi hidup yang mengajarkan kita untuk selalu melihat pada anugerah dan kebaikan-Nya, sehingga kita bisa menemukan kekuatan dan kedamaian bahkan "bila badai hidup turun."
**1. Inspirasi Awal: Dari Sebuah Khotbah yang Menggugah Hati**
Kisah lagu ini berakar pada akhir abad ke-19, di tengah hiruk-pikuk gerakan kebangunan rohani di Amerika yang dipimpin oleh penginjil terkenal Dwight L. Moody. Moody dikenal dengan khotbah-khotbahnya yang praktis dan menyentuh hati, seringkali menekankan pada kekuatan iman di tengah kesulitan hidup.
Pada suatu kesempatan, Moody mengamati bahwa banyak orang, termasuk umat Kristen, cenderung terlalu fokus pada masalah, kesulitan, dan kemalangan yang mereka alami. Mereka sering merasa putus asa dan lupa akan anugerah serta kebaikan Tuhan dalam hidup mereka. Merasa prihatin akan hal ini, Moody menyampaikan sebuah pesan yang sederhana namun mendalam: **"Janganlah terus-melihat masalahmu. Hitunglah berkat-berkatmu."** (Don't look at your troubles; count your blessings.)
Pesan ini bukanlah sekadar anjuran, melainkan sebuah seruan untuk mengubah perspektif—untuk mengalihkan pandangan dari kegelapan ke terang, dari kekurangan ke kelimpahan rohani.
**2. Sang Penulis Lirik: Mary Elizabeth Servoss (Johnson)**
Salah satu pendengar khotbah Moody yang terinspirasi adalah **Mary Elizabeth Servoss**. Lahir pada tahun 1845, Mary adalah seorang ibu rumah tangga dan wanita yang saleh dengan hati yang peka terhadap pesan-pesan rohani. Ia sangat tersentuh oleh seruan Moody untuk "menghitung berkat."
Mary Elizabeth Servoss merasakan bahwa pesan ini begitu universal dan penting, tidak hanya untuk orang dewasa yang sedang menghadapi badai kehidupan, tetapi juga untuk anak-anak agar mereka belajar bersyukur sejak dini. Ia membayangkan sebuah himne yang sederhana namun kuat, yang bisa menjadi pengingat bagi siapa pun untuk merenungkan anugerah Tuhan, bahkan saat menghadapi masa-masa sulit.
Dengan semangat itu, Mary mulai menulis lirik-liriknya. Ia menggambarkan berbagai tantangan hidup—badai, godaan, kekecewaan, kemiskinan—namun di setiap bait, ia kontraskan dengan nasihat untuk mengingat dan menghitung berkat-berkat Tuhan. Liriknya mengalir dengan rima dan ritme yang kuat, mudah dipahami, dan penuh harapan. Ia ingin agar lagu ini menjadi "obat" bagi hati yang gundah, sebuah penenang jiwa yang resah.
**3. Sang Komposer: James McGranahan**
Setelah menyelesaikan liriknya, Mary Elizabeth Servoss merasa bahwa pesan ini perlu disebarkan lebih luas melalui kekuatan musik. Ia mengirimkan lirik-liriknya kepada **James McGranahan**.
James McGranahan (1840-1907) adalah seorang komposer musik rohani terkemuka pada masanya. Ia adalah seorang musisi yang sangat berbakat, awalnya berprofesi sebagai guru musik sekuler, namun kemudian mendedikasikan hidupnya untuk musik gereja. McGranahan dikenal sebagai salah satu kolaborator utama Ira D. Sankey, direktur musik dan penyanyi dalam kampanye penginjilan D.L. Moody. McGranahan memiliki kemampuan luar biasa untuk menciptakan melodi yang mudah diingat, bersemangat, dan cocok dengan lirik-lirik rohani.
Ketika McGranahan menerima lirik dari Servoss, ia segera menyadari potensi besar di dalamnya. Ia terkesan dengan kesederhanaan namun kedalaman pesannya. Tanpa ragu, McGranahan mulai menggubah melodi untuk lirik tersebut. Ia menciptakan sebuah melodi yang mengalir, mudah dinyanyikan, dan memiliki semangat yang membangkitkan harapan. Musiknya tidak terlalu rumit, sehingga mudah diakses oleh semua kalangan, namun memiliki kekuatan emosional yang luar biasa.
Kolaborasi ini adalah contoh sempurna bagaimana lirik yang penuh makna bertemu dengan melodi yang indah untuk menciptakan karya yang abadi.
**4. Publikasi dan Penyebaran Luas**
Lagu "Count Your Blessings" pertama kali diterbitkan pada tahun **1891** dalam buku himne populer **"Gospel Hymns No. 6,"** yang dikompilasi oleh Ira D. Sankey, James McGranahan, dan George C. Stebbins.
Seketika setelah publikasi, lagu ini menjadi sangat populer. Para penginjil seperti Moody dan Sankey sering menggunakannya dalam pertemuan-pertemuan kebangunan rohani mereka. Lagu ini beresonansi kuat dengan banyak orang karena:
* **Pesan Universal:** Setiap orang pasti mengalami kesulitan dan godaan dalam hidup. Lagu ini memberikan pengingat yang praktis dan biblis.
* **Kesederhanaan:** Baik lirik maupun melodi mudah dipelajari dan diingat.
* **Pengharapan:** Di tengah keputusasaan, lagu ini menawarkan perspektif iman dan kekuatan untuk terus maju dengan keyakinan pada kasih karunia Tuhan.
"Count Your Blessings" segera diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di seluruh dunia, termasuk bahasa Indonesia ("Bila Badai Hidup Turun" atau "Hitung Berkatmu"). Lagu ini menjadi salah satu himne favorit yang dinyanyikan di gereja-gereja, pertemuan doa, dan dalam kehidupan pribadi umat percaya.
**5. Warisan Abadi**
Hingga hari ini, lebih dari seabad kemudian, lagu "Bila Badai Hidup Turun" atau "Count Your Blessings" tetap menjadi sumber inspirasi dan penghiburan bagi jutaan orang. Melalui lirik Mary Elizabeth Servoss dan melodi James McGranahan, lagu ini terus mengingatkan kita akan kebenaran mendasar: bahwa di tengah segala kesulitan dan kegelapan, ada berkat-berkat Tuhan yang tak terhitung jumlahnya yang layak untuk kita syukuri. Lagu ini bukan hanya sebuah nyanyian, tetapi sebuah filosofi hidup yang mengajarkan kita untuk selalu melihat pada anugerah dan kebaikan-Nya, sehingga kita bisa menemukan kekuatan dan kedamaian bahkan "bila badai hidup turun."