Informasi Lagu
578
Nomor
Kode
KK 578
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
William Could Tomer
Pencipta Syair
Jeremiah Eames Rankin
Cross Ref.
KJ 346, KC 358
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Tuhan Allah beserta engkau sampai bertemu kembali; kasih Kristus mengawali, Tuhan Allah beserta engkau! Sampai bertemu, bertemu, sampai lagi kita bertemu; sampai bertemu, bertemu, Tuhan Allah beserta engkau!
Tuhan Allah beserta engkau, sayapNya pernaunganmu, sabda Kristus santapanmu, Tuhan Allah beserta engkau!
Tuhan Allah beserta engkau dalam susah dan keluhmu; rangkulanNya menghiburmu, Tuhan Allah beserta engkau!
Tuhan Allah beserta engkau! Panji kasih peganganmu, maut pun kalah di depanmu, Tuhan Allah beserta engkau!
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — KK 578 1
Slide 2 — KK 578 2
Slide 3 — KK 578 3
Slide 4 — KK 578 4
Partitur / Not
Partitur Chord KK 578
Sejarah Lagu
Lagu **"Tuhan Allah Beserta Engkau"** (*God Be With You 'Til We Meet Again*) adalah salah satu lagu himne perpisahan yang paling ikonik di dunia. Kisah di balik lagu ini sangat menyentuh karena lahir dari kebutuhan akan kenyamanan emosional di saat-saat perpisahan yang sulit.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:

### 1. Penulis Lirik: Jeremiah Eames Rankin (1880)
Pada tahun 1880, **Jeremiah Eames Rankin**, seorang pendeta Kongregasional di Washington D.C., sedang mencari sebuah lagu perpisahan yang lebih berarti daripada sekadar ucapan "selamat jalan" biasa.

Rankin merasa bahwa kata-kata "Goodbye" (yang sebenarnya berasal dari frasa *God be with ye*) telah kehilangan makna aslinya karena terlalu sering digunakan sebagai percakapan santai. Ia ingin menulis sebuah lirik yang mengembalikan esensi spiritual dari perpisahan: **sebuah doa agar Tuhan menyertai seseorang yang akan pergi jauh.**

Rankin menulis bait-bait ini dengan niat agar jemaatnya memiliki pengingat akan kasih dan penyertaan Tuhan ketika mereka harus berpisah, baik karena perjalanan jauh maupun karena kematian.

### 2. Komposisi Musik: William Gould Tomer (1882)
Setelah menulis liriknya, Rankin mencari seseorang untuk menggubah musiknya. Ia memilih **William Gould Tomer**, seorang guru musik, pemain organ, dan mantan pegawai di Departemen Perang Amerika Serikat.

Tomer adalah seorang pria yang taat. Ketika ia menerima lirik dari Rankin, ia segera terinspirasi untuk membuat melodi yang lembut, khidmat, namun memberikan pengharapan. Melodi yang ia ciptakan sangat pas dengan suasana perpisahan—tidak terlalu sedih, tetapi cukup dalam untuk menyentuh hati.

### 3. Makna di Balik Lirik
Lirik lagu ini disusun dengan sangat teliti oleh Rankin berdasarkan referensi Alkitab, terutama **Bilangan 6:24-26** (*"TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau..."*).

* **Bait pertama:** Menekankan penyertaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari ("...di dalam kasih-Nya menuntunmu").
* **Bait-bait berikutnya:** Mengatasi ketakutan akan kesepian, bahaya di perjalanan, hingga pengharapan untuk bertemu kembali, baik di dunia ini maupun dalam kekekalan (surga).

Bagi Rankin, lagu ini bukan sekadar lagu perpisahan biasa, melainkan sebuah bentuk "pelukan rohani" bagi mereka yang ditinggalkan.

### 4. Popularitas dan Penggunaan dalam Sejarah
Lagu ini dengan cepat mendapatkan popularitas di gereja-gereja di Amerika dan kemudian mendunia. Beberapa momen bersejarah yang melibatkan lagu ini antara lain:

* **Momen Duka:** Lagu ini sering dinyanyikan dalam upacara pemakaman atau acara perpisahan di gereja karena memberikan ketenangan bagi mereka yang berduka.
* **Perang Dunia:** Selama masa perang, lagu ini menjadi sangat populer di kalangan tentara dan keluarga mereka. Lagu ini memberikan penghiburan bagi para ibu yang melepas anaknya ke medan perang dan bagi para tentara yang berada di garis depan.
* **Budaya Populer:** Lagu ini muncul dalam banyak film dan literatur sebagai simbol perpisahan yang universal.

### Kesimpulan
Lagu "Tuhan Allah Beserta Engkau" tetap relevan hingga hari ini karena manusia selalu akan menghadapi perpisahan. Melalui kolaborasi Rankin dan Tomer, lagu ini berhasil mengubah rasa sakit akibat perpisahan menjadi sebuah doa. Pesan intinya sederhana namun kuat: **Meskipun kita harus berpisah dengan orang yang kita cintai, kita tidak pernah benar-benar sendirian karena Tuhan selalu menyertai kita dan mereka.**

Dalam bahasa aslinya, bait chorus-nya yang terkenal berbunyi:
*"God be with you till we meet again;*
*By His counsels guide, uphold you,*
*With His sheep securely fold you;*
*God be with you till we meet again."*

Di Indonesia, lagu ini menjadi bagian dari **Kidung Jemaat nomor 345**, dan sering menjadi lagu terakhir dalam kebaktian gereja atau acara perpisahan yang sangat emosional.
Kembali ke KK