KK
Taat, Setia, Bertekad Yang Bulat
True-Hearted, Whole-Hearted
Informasi Lagu
559
Nomor
Do=E
Nada Dasar
Kode
KK 559
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
Do=E
Ketukan
6/8 ketuk
Metronom
74
Jumlah Bait
3 bait
Pencipta Lagu
George Coles Stebbins (1836)
Pencipta Syair
Frances Ridley Haverga L (1846)
Penerjemah
Epafroditus Laurentius Pohan Shn (E.L. Pohan) (1970)
Cross Ref.
NKB 207, NKI 166, KMM 152, GB 270
Syair / Lirik
3 bait
Taat, setia, bertekad yang bulat,
itulah janji Tuhan padamu.
Di bawah panji yang mulia berdaulat,
kami ëkan angkat perang bagimu.
Reff
Angkat semboyan, jangan diamkan!
Tiup serunai dan maju terus!
Angkat semboyan, jangan diamkan!
Kristuslah Raja serta Penebus!
Taat, setia, teguh bersekutu
dengan Engkau, ya Pemimpin besar.
Karína penuh kasih sayang padaMu
kami sedikit pun tidak gentar.
Reff
Taat, setia, ya Raja abadi,
pimpinlah kami berjuang terus.
Tundukkanlah kehendak hati kami,
buat di sana takhtaMu kudus.
Reff
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Cross Reference
NKB 207, NKI 166, KMM 152, GB 270
Taat, Setia, Bertekad Yang Bulat
GB
Taat Setia Bertekad Yang Bulat
KMM
Taat, Setia, Bertekad yang Bulat
NKB
Tulus, Setia Dan Berani
NKI
Sama Tema
Tanggung Jawab Pengikut Kristus
Janganlah 'Kau Takut
KK
Allah Adalah Kasih
KK
Berkumandang Suara Dari Seberang
KK
Hidup Yang Jujur
KK
Janganlah Kumpulkan Harta Dunia
KK
Jika Padaku Ditanyakan
KK
Ladang Menguning
KK
Lihatlah Sekelilingmu
KK
Masih Banyak Orang Berjalan
KK
Mercu Suar Kasih Bapa
KK
Pakailah Waktu Anug'rah Tuhanmu
KK
Semua Orang Inginkan Kebenaran
KK
Tuhan Memanggilmu
KK
Tuhan, Tolonglah, Bangunkan Iman
KK
Sejarah Lagu
Lagu "Taat, Setia, Bertekad Yang Bulat" atau "True-Hearted, Whole-Hearted" adalah salah satu himne Kristen yang kuat dan abadi, yang menggabungkan lirik mendalam dari penyair Inggris **Frances Ridley Havergal** dengan melodi yang menginspirasi dari komposer Amerika **George Coles Stebbins**. Kisah di balik lagu ini adalah perpaduan unik dari kehidupan penuh dedikasi dan pelayanan kedua tokoh ini.
---
### Bagian 1: Sang Penulis Lirik – Frances Ridley Havergal (1836-1879)
Frances Ridley Havergal adalah seorang figur yang luar biasa dalam sejarah himne Kristen. Dijuluki "Penyair Penyerahan Diri" (The Poet of Consecration), kehidupannya sendiri adalah manifestasi dari penyerahan total kepada Tuhan.
1. **Latar Belakang dan Panggilan:**
* Lahir pada tahun 1836 di Astley, Worcestershire, Inggris, ia adalah putri seorang pendeta Anglikan dan komposer himne, William Henry Havergal. Lingkungan keluarganya sangat religius dan artistik.
* Sejak usia muda, Frances menunjukkan bakat yang luar biasa dalam bahasa, musik, dan puisi. Ia fasih dalam beberapa bahasa, termasuk Yunani dan Ibrani.
* Meskipun memiliki banyak talenta, ia merasakan panggilan yang kuat untuk melayani Tuhan melalui tulisan-tulisannya. Ia melihat puisi-puisinya sebagai alat untuk menginspirasi orang lain agar hidup sepenuhnya bagi Kristus.
2. **Kehidupan Penuh Dedikasi:**
* Kesehatan Frances sering kali rapuh sepanjang hidupnya, namun hal itu tidak pernah menghalangi semangat dan dedikasinya. Sebaliknya, kelemahan fisiknya justru memperdalam ketergantungannya pada Tuhan.
* Ia dikenal karena komitmen pribadinya yang luar biasa. Salah satu tindakannya yang paling terkenal adalah ketika ia menyerahkan semua perhiasannya untuk digunakan bagi pekerjaan misi, menyatakan bahwa ia "tidak dapat mengenakan perhiasan bagi Kristus yang memiliki mahkota duri."
* Himne-himnenya, seperti "Take My Life, and Let It Be" (Ambillah Hidupku, Ya Tuhan), "Like a River Glorious," dan "I Am Trusting Thee, Lord Jesus," semuanya mencerminkan tema penyerahan diri, ketaatan, dan pelayanan yang tidak terbagi.
3. **Inspirasi di Balik "True-Hearted, Whole-Hearted":**
* Frances Havergal menulis puisi "True-Hearted, Whole-Hearted" pada tahun **1878**, hanya setahun sebelum kematiannya pada usia 42 tahun. Pada saat ini, kesehatannya semakin memburuk, namun semangatnya untuk Tuhan tetap menyala-nyala.
* Puisi ini adalah ekspresi dari imannya yang matang dan tantangannya kepada orang percaya untuk memberikan segala sesuatu kepada Kristus—hati yang tulus (true-hearted) dan utuh (whole-hearted). Ini adalah seruan untuk melayani tanpa syarat, "siap dan setia" (ready and loyal), "kuat dan berani" (strong and brave) hanya dengan kekuatan yang diberikan Tuhan.
* Kata-kata ini merefleksikan doanya sendiri dan keinginannya agar setiap orang Kristen hidup dengan tekad bulat yang sama untuk Tuhan. Ia percaya bahwa kehidupan yang paling memuaskan adalah kehidupan yang sepenuhnya diserahkan kepada kehendak ilahi.
---
### Bagian 2: Sang Komposer – George Coles Stebbins (1846-1945)
George Coles Stebbins adalah salah satu komposer musik himne Injili terkemuka di Amerika pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Melodinya yang mudah diingat dan bersemangat telah membawa banyak lirik yang mendalam ke hati ribuan orang.
1. **Latar Belakang dan Karier:**
* Lahir pada tahun 1846 di East Carleton, New York, Stebbins menunjukkan bakat musik sejak muda. Ia belajar musik dan kemudian menjadi penyanyi bariton serta direktur musik.
* Ia sangat terkait erat dengan gerakan kebangunan rohani (revival movement) yang dipimpin oleh penginjil terkenal Dwight L. Moody dan penyanyi Ira D. Sankey. Stebbins bekerja sebagai direktur musik dalam banyak kampanye kebangunan rohani mereka, baik di Amerika maupun Eropa.
* Karyanya berfokus pada menciptakan melodi yang dapat dinyanyikan oleh jemaat, yang dapat mengangkat dan menekankan pesan spiritual dari lirik-liriknya.
2. **Menemukan Lirik Havergal:**
* Stebbins sering mencari puisi-puisi berkualitas tinggi untuk diiringi musik. Ia sangat terkesan dengan kedalaman teologis dan semangat rohani dalam karya-karya Frances Ridley Havergal.
* Pada saat Stebbins mulai menggubah melodi untuk "True-Hearted, Whole-Hearted," puisi Havergal sudah mulai dikenal di kalangan Kristen berbahasa Inggris.
3. **Melodi yang Menginspirasi:**
* Ketika Stebbins membaca puisi "True-Hearted, Whole-Hearted," ia merasakan resonansi yang kuat dengan pesannya. Ia melihat kebutuhan akan lagu yang menantang orang percaya untuk kesetiaan dan dedikasi yang tak tergoyahkan.
* Melodi yang diciptakannya sangat cocok dengan irama dan semangat lirik Havergal. Musik Stebbins memiliki tempo yang bersemangat namun tetap khidmat, mendorong semangat kebangkitan dan pelayanan. Melodinya dirancang untuk mudah dipelajari dan dinyanyikan oleh kongregasi, menjadikannya himne yang efektif untuk panggilan ke altar atau sebagai lagu komitmen.
* Harmoni yang diciptakannya memberikan kekuatan tambahan pada kata-kata, menggarisbawahi tekad dan janji yang terkandung dalam setiap baris.
---
### Bagian 3: Kesinergian dan Dampak yang Abadi
Pertemuan lirik Havergal yang penuh semangat dan melodi Stebbins yang menggugah adalah contoh sempurna dari kolaborasi artistik dan spiritual. Meskipun mereka mungkin tidak pernah bertemu secara pribadi untuk membahas lagu ini, Tuhan menggunakan talenta masing-masing untuk menciptakan sebuah karya yang lebih besar dari jumlah bagian-bagiannya.
* **Penyebaran:** Lagu ini dengan cepat menjadi populer di gereja-gereja dan kampanye kebangunan rohani di seluruh dunia. Diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia, di mana ia dikenal sebagai "Taat, Setia, Bertekad Yang Bulat" dalam berbagai buku nyanyian Kristen.
* **Pesan Abadi:** Lagu ini terus berfungsi sebagai seruan bagi orang percaya untuk memeriksa hati mereka, memperbarui komitmen mereka kepada Kristus, dan menawarkan diri mereka dalam pelayanan yang tulus dan tidak terbagi. Ini adalah pengingat bahwa dedikasi Kristen tidak hanya sekadar kata-kata, tetapi tindakan dan sikap hati yang utuh.
Melalui kehidupan dan karya Frances Ridley Havergal dan George Coles Stebbins, "True-Hearted, Whole-Hearted" telah menjadi lebih dari sekadar lagu—ia adalah himne yang menantang, menginspirasi, dan memberdayakan generasi orang percaya untuk hidup dengan *hati yang tulus dan tekad yang bulat* bagi Tuhan.
---
### Bagian 1: Sang Penulis Lirik – Frances Ridley Havergal (1836-1879)
Frances Ridley Havergal adalah seorang figur yang luar biasa dalam sejarah himne Kristen. Dijuluki "Penyair Penyerahan Diri" (The Poet of Consecration), kehidupannya sendiri adalah manifestasi dari penyerahan total kepada Tuhan.
1. **Latar Belakang dan Panggilan:**
* Lahir pada tahun 1836 di Astley, Worcestershire, Inggris, ia adalah putri seorang pendeta Anglikan dan komposer himne, William Henry Havergal. Lingkungan keluarganya sangat religius dan artistik.
* Sejak usia muda, Frances menunjukkan bakat yang luar biasa dalam bahasa, musik, dan puisi. Ia fasih dalam beberapa bahasa, termasuk Yunani dan Ibrani.
* Meskipun memiliki banyak talenta, ia merasakan panggilan yang kuat untuk melayani Tuhan melalui tulisan-tulisannya. Ia melihat puisi-puisinya sebagai alat untuk menginspirasi orang lain agar hidup sepenuhnya bagi Kristus.
2. **Kehidupan Penuh Dedikasi:**
* Kesehatan Frances sering kali rapuh sepanjang hidupnya, namun hal itu tidak pernah menghalangi semangat dan dedikasinya. Sebaliknya, kelemahan fisiknya justru memperdalam ketergantungannya pada Tuhan.
* Ia dikenal karena komitmen pribadinya yang luar biasa. Salah satu tindakannya yang paling terkenal adalah ketika ia menyerahkan semua perhiasannya untuk digunakan bagi pekerjaan misi, menyatakan bahwa ia "tidak dapat mengenakan perhiasan bagi Kristus yang memiliki mahkota duri."
* Himne-himnenya, seperti "Take My Life, and Let It Be" (Ambillah Hidupku, Ya Tuhan), "Like a River Glorious," dan "I Am Trusting Thee, Lord Jesus," semuanya mencerminkan tema penyerahan diri, ketaatan, dan pelayanan yang tidak terbagi.
3. **Inspirasi di Balik "True-Hearted, Whole-Hearted":**
* Frances Havergal menulis puisi "True-Hearted, Whole-Hearted" pada tahun **1878**, hanya setahun sebelum kematiannya pada usia 42 tahun. Pada saat ini, kesehatannya semakin memburuk, namun semangatnya untuk Tuhan tetap menyala-nyala.
* Puisi ini adalah ekspresi dari imannya yang matang dan tantangannya kepada orang percaya untuk memberikan segala sesuatu kepada Kristus—hati yang tulus (true-hearted) dan utuh (whole-hearted). Ini adalah seruan untuk melayani tanpa syarat, "siap dan setia" (ready and loyal), "kuat dan berani" (strong and brave) hanya dengan kekuatan yang diberikan Tuhan.
* Kata-kata ini merefleksikan doanya sendiri dan keinginannya agar setiap orang Kristen hidup dengan tekad bulat yang sama untuk Tuhan. Ia percaya bahwa kehidupan yang paling memuaskan adalah kehidupan yang sepenuhnya diserahkan kepada kehendak ilahi.
---
### Bagian 2: Sang Komposer – George Coles Stebbins (1846-1945)
George Coles Stebbins adalah salah satu komposer musik himne Injili terkemuka di Amerika pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Melodinya yang mudah diingat dan bersemangat telah membawa banyak lirik yang mendalam ke hati ribuan orang.
1. **Latar Belakang dan Karier:**
* Lahir pada tahun 1846 di East Carleton, New York, Stebbins menunjukkan bakat musik sejak muda. Ia belajar musik dan kemudian menjadi penyanyi bariton serta direktur musik.
* Ia sangat terkait erat dengan gerakan kebangunan rohani (revival movement) yang dipimpin oleh penginjil terkenal Dwight L. Moody dan penyanyi Ira D. Sankey. Stebbins bekerja sebagai direktur musik dalam banyak kampanye kebangunan rohani mereka, baik di Amerika maupun Eropa.
* Karyanya berfokus pada menciptakan melodi yang dapat dinyanyikan oleh jemaat, yang dapat mengangkat dan menekankan pesan spiritual dari lirik-liriknya.
2. **Menemukan Lirik Havergal:**
* Stebbins sering mencari puisi-puisi berkualitas tinggi untuk diiringi musik. Ia sangat terkesan dengan kedalaman teologis dan semangat rohani dalam karya-karya Frances Ridley Havergal.
* Pada saat Stebbins mulai menggubah melodi untuk "True-Hearted, Whole-Hearted," puisi Havergal sudah mulai dikenal di kalangan Kristen berbahasa Inggris.
3. **Melodi yang Menginspirasi:**
* Ketika Stebbins membaca puisi "True-Hearted, Whole-Hearted," ia merasakan resonansi yang kuat dengan pesannya. Ia melihat kebutuhan akan lagu yang menantang orang percaya untuk kesetiaan dan dedikasi yang tak tergoyahkan.
* Melodi yang diciptakannya sangat cocok dengan irama dan semangat lirik Havergal. Musik Stebbins memiliki tempo yang bersemangat namun tetap khidmat, mendorong semangat kebangkitan dan pelayanan. Melodinya dirancang untuk mudah dipelajari dan dinyanyikan oleh kongregasi, menjadikannya himne yang efektif untuk panggilan ke altar atau sebagai lagu komitmen.
* Harmoni yang diciptakannya memberikan kekuatan tambahan pada kata-kata, menggarisbawahi tekad dan janji yang terkandung dalam setiap baris.
---
### Bagian 3: Kesinergian dan Dampak yang Abadi
Pertemuan lirik Havergal yang penuh semangat dan melodi Stebbins yang menggugah adalah contoh sempurna dari kolaborasi artistik dan spiritual. Meskipun mereka mungkin tidak pernah bertemu secara pribadi untuk membahas lagu ini, Tuhan menggunakan talenta masing-masing untuk menciptakan sebuah karya yang lebih besar dari jumlah bagian-bagiannya.
* **Penyebaran:** Lagu ini dengan cepat menjadi populer di gereja-gereja dan kampanye kebangunan rohani di seluruh dunia. Diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia, di mana ia dikenal sebagai "Taat, Setia, Bertekad Yang Bulat" dalam berbagai buku nyanyian Kristen.
* **Pesan Abadi:** Lagu ini terus berfungsi sebagai seruan bagi orang percaya untuk memeriksa hati mereka, memperbarui komitmen mereka kepada Kristus, dan menawarkan diri mereka dalam pelayanan yang tulus dan tidak terbagi. Ini adalah pengingat bahwa dedikasi Kristen tidak hanya sekadar kata-kata, tetapi tindakan dan sikap hati yang utuh.
Melalui kehidupan dan karya Frances Ridley Havergal dan George Coles Stebbins, "True-Hearted, Whole-Hearted" telah menjadi lebih dari sekadar lagu—ia adalah himne yang menantang, menginspirasi, dan memberdayakan generasi orang percaya untuk hidup dengan *hati yang tulus dan tekad yang bulat* bagi Tuhan.