Informasi Lagu
441
Nomor
do =g
Nada Dasar
Kode
KK 441
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
do =g
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
104
Jumlah Bait
4 bait
Pencipta Lagu
John Hart Stockton (1874)
Pencipta Syair
John Hart Stockton (1874)
Penerjemah
Lembaga Literatur Baptis (Llb)(bait 2), Yamuger (bait ke 1,3-4) (1979)
Cross Ref.
KJ 358, BE 681, BL 681
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Semua yang letih lesu, berdosa, bercela, terima rahmat Tuhanmu, percaya sabdaNya. Reff Datang saja pada Yesus; kini saatnya! Datang saja pada Yesus, trima rahmatNya.
Cucuran darah Almasih membri berkat penuh, membasuh hati yang keji; jiwa tenang teduh. Reff
Dialah Jalan yang benar ke damai yang baka. Percayalah kepadaNya dan trima berkatNya. Reff
Bersama, mari ikutlah ke surga mulia, tempat kekal sejahtera, penuh bahagia. Reff
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — KK 441 1
Slide 2 — KK 441 2
Slide 3 — KK 441 3
Slide 4 — KK 441 4
Partitur / Not
Partitur Chord KK 441
Sejarah Lagu
Lagu "Semua Yang Letih Lesu / Come Every Soul, By Sin Oppressed" adalah salah satu permata abadi dalam khazanah himne injili, yang lahir dari hati dan tangan seorang pria bernama John Hart Stockton. Kisah di baliknya adalah cerminan dari kehidupan, pelayanan, dan visi Stockton untuk menyampaikan pesan Injil yang sederhana namun mendalam kepada mereka yang membutuhkan.

**1. Kehidupan Awal dan Pertobatan John Hart Stockton (1813-1877):**
John Hart Stockton lahir pada tahun 1813 di atau dekat Philadelphia, Pennsylvania. Berbeda dengan banyak komposer himne lain yang mungkin tumbuh dalam lingkungan gereja yang mapan, Stockton memulai hidupnya dengan latar belakang yang lebih sederhana. Ia bekerja sebagai penjahit di Philadelphia, profesi yang jauh dari panggung musik atau mimbar gereja.

Pertobatannya datang relatif "terlambat" dalam hidupnya, sekitar usia 40 tahun. Pengalaman rohani yang mendalam ini mengubah seluruh arah hidupnya. Ia merasa dipanggil untuk meninggalkan profesi lamanya dan mengabdikan dirinya sepenuhnya kepada pelayanan Tuhan, baik melalui khotbah maupun musik. Ia kemudian bergabung dengan Gereja Metodis dan ditahbiskan sebagai pendeta.

**2. Pelayanan sebagai Pendeta dan Direktur Musik:**
Sebagai seorang pendeta Metodis, Stockton melayani di berbagai gereja di New Jersey. Namun, talenta musiknya tidak bisa diabaikan. Ia memiliki anugerah untuk menggubah melodi dan lirik yang sederhana, tulus, dan langsung menyentuh hati. Pada pertengahan abad ke-19, Amerika sedang dilanda kebangunan rohani besar-besaran (sering disebut "Second Great Awakening" atau gelombang kebangunan rohani lainnya), dan musik injili memainkan peran krusial dalam gerakan ini.

Stockton menjadi direktur musik untuk kebaktian-kebaktian kebangunan rohani yang besar, bekerja bersama para penginjil terkemuka pada masanya. Ia dikenal karena kemampuannya menciptakan lagu-lagu yang mudah dinyanyikan oleh jemaat, bahkan oleh mereka yang tidak memiliki latar belakang musik. Ia juga banyak terlibat dalam penyuntingan dan penerbitan buku-buku lagu rohani.

**3. Inspirasi di Balik "Come Every Soul By Sin Oppressed" (1874):**
Lagu "Come Every Soul By Sin Oppressed" ditulis pada tahun 1874. Konteks penciptaan lagu ini sangat erat kaitannya dengan pelayanan penginjilan Stockton. Saat ia berkeliling, berkhotbah, dan memimpin musik dalam kebaktian-kebaktian kebangunan rohani, ia secara langsung menyaksikan beban dosa, keputusasaan, dan kelelahan yang dirasakan oleh banyak orang.

Ia melihat wajah-wajah yang lelah, mata yang sendu, dan hati yang berat karena pergumulan hidup dan beban spiritual. Ia merasa perlu untuk menciptakan sebuah lagu yang tidak hanya mengundang, tetapi juga memberikan janji pengharapan dan kelegaan dari Kristus secara eksplisit dan mudah dipahami.

**4. Pesan dalam Lirik (Analisis Stanza):**

* **Stanza 1:**
* "Come, every soul by sin oppressed, There's mercy with the Lord,
And He will surely give you rest, By trusting in His word."
* (Datanglah, setiap jiwa yang tertindas oleh dosa, Ada belas kasihan pada Tuhan,
Dan Ia pasti akan memberimu kelegaan, Dengan percaya pada Firman-Nya.)
* Lagu ini dimulai dengan undangan universal kepada "setiap jiwa" yang merasa tertindas oleh dosa. Ini adalah seruan langsung kepada mereka yang merasa berat dan lelah, menawarkan belas kasihan Tuhan dan janji kelegaan melalui iman.

* **Stanza 2:**
* "For Jesus waits to give you rest, His heart is open wide,
Come, pour your burden on His breast, And know that He'll abide."
* (Sebab Yesus menanti untuk memberimu kelegaan, Hati-Nya terbuka lebar,
Datanglah, tuangkan bebanmu di dada-Nya, Dan ketahuilah bahwa Ia akan tinggal.)
* Stanza ini menekankan bahwa Yesuslah sumber kelegaan tersebut. Hati-Nya terbuka lebar, mengundang tanpa syarat. Ini adalah ajakan untuk menyerahkan semua beban, menunjukkan keintiman dan kepercayaan penuh pada Kristus.

* **Stanza 3:**
* "He suffered once your souls to save, He bore the cross for you,
From sin and sorrow, from the grave, He ransomed you anew."
* (Ia menderita dahulu untuk menyelamatkan jiwamu, Ia memikul salib bagimu,
Dari dosa dan kesedihan, dari kubur, Ia menebusmu kembali.)
* Stockton mengingatkan pendengar tentang dasar keselamatan Kristen: pengorbanan Yesus di kayu salib. Ia menderita dan menebus jiwa dari dosa, kesedihan, dan bahkan kematian.

* **Stanza 4:**
* "Believe in Him and you shall live, Look to the Crucified,
A free and full salvation give, And in His love confide."
* (Percayalah pada-Nya dan engkau akan hidup, Pandanglah yang Disalibkan,
Berikan keselamatan yang bebas dan penuh, Dan percayalah pada kasih-Nya.)
* Stanza terakhir ini adalah panggilan untuk bertindak: percaya pada Yesus, memandang kepada salib, dan menerima keselamatan yang ditawarkan-Nya secara cuma-cuma. Ini adalah penegasan kembali tentang pentingnya iman pribadi.

* **Refrein/Chorus:**
* "Turn to the Lord and seek salvation, Sound the praises of His name;
He will save you, He will save you, And declare His love to you."
* (Berpalinglah kepada Tuhan dan carilah keselamatan, Kumandangkan pujian bagi nama-Nya;
Ia akan menyelamatkanmu, Ia akan menyelamatkanmu, Dan menyatakan kasih-Nya kepadamu.)
* Refrein ini adalah inti dari pesan lagu, sebuah penegasan ganda tentang janji keselamatan Tuhan dan ajakan untuk memuji nama-Nya. Ini memberikan dorongan dan jaminan yang kuat kepada mereka yang menanggapi panggilan tersebut.

**5. Melodi dan Dampak:**
Seperti kebanyakan lagu ciptaan Stockton, melodi "Come Every Soul By Sin Oppressed" sangat sederhana, mudah diingat, dan mudah dinyanyikan. Ini adalah melodi yang mengalir lembut namun memiliki kekuatan emosional yang mendalam, sangat cocok dengan keseriusan dan harapan dari liriknya. Kesederhanaan inilah yang membuatnya sangat efektif dalam pertemuan-pertemuan kebangunan rohani, di mana partisipasi jemaat secara massal sangat dihargai.

Lagu ini dengan cepat menjadi populer dan menjadi salah satu lagu undangan atau panggilan altar yang paling sering dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan kebangunan rohani di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Para penginjil seperti D.L. Moody dan ahli musik Ira D. Sankey sering menggunakan lagu-lagu seperti ini untuk menarik orang-orang kepada Kristus.

**Kesimpulan:**
"Come Every Soul By Sin Oppressed" bukan sekadar lagu; ini adalah sebuah seruan kasih yang tulus, lahir dari pengalaman pribadi John Hart Stockton dalam melihat dan melayani orang-orang yang berbeban. Ia menggunakan karunia musiknya untuk menciptakan jembatan emosional dan spiritual, mengundang setiap jiwa yang lelah dan tertindas untuk menemukan istirahat, pengampunan, dan kehidupan baru dalam Yesus Kristus. Lagu ini tetap relevan hingga hari ini, terus berbicara kepada hati yang mencari pengharapan dan kelegaan.
Kembali ke KK