PKJ
Di Saat Ini Kau Perlu Tuhan
In Times Like These
Informasi Lagu
124
Nomor
Kode
PKJ 124
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Pencipta Lagu
Ruth Caye Jones
Pencipta Syair
Ruth Caye Jones
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Di saat ini kau perlu Tuhan,
di saat ini kau perlu jangkar.
Haruslah kau, haruslah kau,
menambatkannya pada Batu Karang.
Ialah Yesus, Sang Batu Karang.
Juruselamat satu-satunya.
Haruslah kau, haruslah kau,
menambatkan diri pada Batu Karang.
Di saat ini kau perlu firman,
di saat ini janganlah diam.
Haruslah kau, haruslah kau,
teguh berpaut pada Batu Karang.
Ialah Yesus, Sang Batu Karang.
Juruselamat satu-satunya.
Haruslah kau, haruslah kau,
menambatkan diri pada Batu Karang.
Di saat ini Yesus Tuhanku.
Tempat berpaut jangkar hidupku.
Aku yakin, aku yakin,
aku terpaut pada Batu Karang.
Ialah Yesus, Sang Batu Karang.
Juruselamat satu-satunya.
Aku yakin, aku yakin,
aku terpaut pada Batu Karang.
Slide Lirik
6 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"In Times Like These"** (di Indonesia dikenal dengan judul **"Di Saat Ini Kau Perlu Tuhan"**) adalah salah satu lagu himne Kristen paling ikonik yang lahir dari rahim pergumulan sejarah dunia yang sangat kelam.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:
### 1. Latar Belakang Sejarah (Perang Dunia II)
Lagu ini ditulis pada tahun **1944** oleh **Ruth Caye Jones**. Saat itu, dunia sedang berada di puncak Perang Dunia II. Situasi global sedang sangat mencekam: berita tentang kematian, kehancuran kota-kota, dan ketidakpastian masa depan memenuhi surat kabar setiap hari.
Ruth Caye Jones, yang tinggal di Amerika Serikat, merasakan kecemasan yang mendalam melihat dunia yang "terguncang". Ia menyadari bahwa di tengah kekacauan tersebut, manusia tidak bisa mengandalkan kekuatan militer, diplomasi, atau kekayaan duniawi. Ia merasa bahwa satu-satunya harapan bagi umat manusia adalah kembali kepada Tuhan.
### 2. Momen Inspirasi
Suatu hari di tahun 1944, Ruth sedang duduk di depan pianonya. Di tengah suasana dunia yang sedang kacau balau, ia merasa tergerak untuk menuliskan sebuah pesan pengharapan. Ia memikirkan tentang betapa rapuhnya kehidupan manusia dan betapa pentingnya bagi setiap orang untuk memiliki pegangan yang teguh di tengah badai kehidupan.
Dalam waktu singkat, lirik dan melodi lagu ini mengalir begitu saja. Pesan intinya sangat sederhana namun mendalam: **Dunia ini tidak stabil, tetapi Tuhan adalah batu karang yang kokoh.**
### 3. Makna Lirik
Lirik lagu ini mencerminkan teologi tentang ketergantungan total kepada Tuhan:
* **"In times like these you need a Savior..."** (Di saat seperti ini, kau perlu Juruselamat): Ini adalah pengakuan bahwa situasi dunia sudah di luar kendali manusia.
* **"Be very sure, be very sure, your anchor holds and grips the solid Rock!"** (Yakinlah, pastikan jangkar jiwamu terikat pada Batu Karang yang teguh): Metafora "jangkar" menggambarkan jiwa manusia yang sering terombang-ambing oleh penderitaan, sementara "Batu Karang" melambangkan Yesus Kristus yang tidak berubah.
### 4. Dampak Lagu
Ketika lagu ini pertama kali dirilis dan dinyanyikan di gereja-gereja, dampaknya luar biasa. Banyak orang yang kehilangan anggota keluarga dalam perang atau hidup dalam ketakutan akan masa depan merasa dikuatkan oleh lirik lagu ini.
Lagu ini menjadi "himne penghiburan" bagi banyak orang di masa krisis. Meskipun awalnya ditulis dalam konteks perang dunia, lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena setiap manusia—di era apa pun—pasti akan menghadapi "masa-masa sulit" dalam kehidupan pribadi mereka (seperti kehilangan, penyakit, atau kegagalan).
### 5. Profil Singkat Ruth Caye Jones
Ruth Caye Jones (1902–1972) bukanlah seorang musisi profesional yang ambisius. Ia adalah seorang ibu rumah tangga dan aktivis gereja yang setia. Ia percaya bahwa musik adalah sarana untuk menyampaikan pesan Tuhan. Sepanjang hidupnya, ia menulis puluhan lagu pujian, namun "In Times Like These" adalah karyanya yang paling abadi dan dikenal luas di seluruh dunia, termasuk diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini mengajarkan kita bahwa **karya seni yang paling mendalam sering kali lahir dari masa-masa tersulit.** Ruth Caye Jones tidak menulis lagu ini untuk ketenaran, melainkan sebagai respons iman di tengah dunia yang hancur. Hingga hari ini, lagu ini terus dinyanyikan sebagai pengingat bahwa saat dunia sedang tidak menentu, Tuhan adalah satu-satunya jangkar yang tidak akan pernah lepas.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:
### 1. Latar Belakang Sejarah (Perang Dunia II)
Lagu ini ditulis pada tahun **1944** oleh **Ruth Caye Jones**. Saat itu, dunia sedang berada di puncak Perang Dunia II. Situasi global sedang sangat mencekam: berita tentang kematian, kehancuran kota-kota, dan ketidakpastian masa depan memenuhi surat kabar setiap hari.
Ruth Caye Jones, yang tinggal di Amerika Serikat, merasakan kecemasan yang mendalam melihat dunia yang "terguncang". Ia menyadari bahwa di tengah kekacauan tersebut, manusia tidak bisa mengandalkan kekuatan militer, diplomasi, atau kekayaan duniawi. Ia merasa bahwa satu-satunya harapan bagi umat manusia adalah kembali kepada Tuhan.
### 2. Momen Inspirasi
Suatu hari di tahun 1944, Ruth sedang duduk di depan pianonya. Di tengah suasana dunia yang sedang kacau balau, ia merasa tergerak untuk menuliskan sebuah pesan pengharapan. Ia memikirkan tentang betapa rapuhnya kehidupan manusia dan betapa pentingnya bagi setiap orang untuk memiliki pegangan yang teguh di tengah badai kehidupan.
Dalam waktu singkat, lirik dan melodi lagu ini mengalir begitu saja. Pesan intinya sangat sederhana namun mendalam: **Dunia ini tidak stabil, tetapi Tuhan adalah batu karang yang kokoh.**
### 3. Makna Lirik
Lirik lagu ini mencerminkan teologi tentang ketergantungan total kepada Tuhan:
* **"In times like these you need a Savior..."** (Di saat seperti ini, kau perlu Juruselamat): Ini adalah pengakuan bahwa situasi dunia sudah di luar kendali manusia.
* **"Be very sure, be very sure, your anchor holds and grips the solid Rock!"** (Yakinlah, pastikan jangkar jiwamu terikat pada Batu Karang yang teguh): Metafora "jangkar" menggambarkan jiwa manusia yang sering terombang-ambing oleh penderitaan, sementara "Batu Karang" melambangkan Yesus Kristus yang tidak berubah.
### 4. Dampak Lagu
Ketika lagu ini pertama kali dirilis dan dinyanyikan di gereja-gereja, dampaknya luar biasa. Banyak orang yang kehilangan anggota keluarga dalam perang atau hidup dalam ketakutan akan masa depan merasa dikuatkan oleh lirik lagu ini.
Lagu ini menjadi "himne penghiburan" bagi banyak orang di masa krisis. Meskipun awalnya ditulis dalam konteks perang dunia, lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena setiap manusia—di era apa pun—pasti akan menghadapi "masa-masa sulit" dalam kehidupan pribadi mereka (seperti kehilangan, penyakit, atau kegagalan).
### 5. Profil Singkat Ruth Caye Jones
Ruth Caye Jones (1902–1972) bukanlah seorang musisi profesional yang ambisius. Ia adalah seorang ibu rumah tangga dan aktivis gereja yang setia. Ia percaya bahwa musik adalah sarana untuk menyampaikan pesan Tuhan. Sepanjang hidupnya, ia menulis puluhan lagu pujian, namun "In Times Like These" adalah karyanya yang paling abadi dan dikenal luas di seluruh dunia, termasuk diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini mengajarkan kita bahwa **karya seni yang paling mendalam sering kali lahir dari masa-masa tersulit.** Ruth Caye Jones tidak menulis lagu ini untuk ketenaran, melainkan sebagai respons iman di tengah dunia yang hancur. Hingga hari ini, lagu ini terus dinyanyikan sebagai pengingat bahwa saat dunia sedang tidak menentu, Tuhan adalah satu-satunya jangkar yang tidak akan pernah lepas.
Sama Tema
Pernyataan Keyakinan Iman
Ada yang Tanya
PKJ
Agar Semua Orang Percaya
PKJ
Ya, Tuhan Allah
PKJ
Allah Bapa, Kami Puji Engkau
PKJ
Andaikan KasihMu Tidak Merangkulku
PKJ
Dalam Nama Yesus Kita Bertelut
PKJ
Dengan Yesus di Dalam P'rahu
PKJ
Dia Sanggup
PKJ
Hanyalah Yesus Juruselamat
PKJ
Jadilah, Tuhan, KehendakMu
PKJ
Kasih Tuhan Yesus Tiada Bertepi
PKJ
Kau Perkasa, 'Ku Lemah
PKJ
Kita 'Kan Menang
PKJ
'Ku Yakin Tuhan Tuntun Langkahku
PKJ
Langit Menceritakan
PKJ
Lautan Rahmat Abadi
PKJ
Menakjubkan Benar
PKJ
O Sungai Rahmat
PKJ
Pada Bintang Nyata KaryaNya
PKJ
Pujilah Tuhan, Hai Jiwaku
PKJ
SetiaMu, Tuhanku, Tiada Bertara
PKJ
Tuhan, Ya Allahku
PKJ
Tuhanku Berjanji
PKJ
Tuhanku Besar
PKJ
Untuk Apa Susah Hati
PKJ
Yesus Tetap Mengasihi Aku
PKJ
Dia Kristus
PKJ