Informasi Lagu
320
Nomor
Kode
NP 320
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
George C. Stebbins
Pencipta Syair
James G. Small
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Padaku ada sahabat, KasihNya mengagumkan; Mengikat hatiku erat, Dekat kepada Tuhan. KasihNya yang murni itu, Tak mungkin diputuskan; Dia jadi sahabatku, Sumber kebahagiaan.
Padaku ada sahabat, MatiNya mengagumkan; Karna kasihNya yang besar, TubuhNya dikorbankan. Tiada satu padaku, Yang patut kubanggakan; Hati, pikiran, hidupku, PadaNya kuserahkan.
Sahabatku itu Yesus, KuasaNya mengagumkan; Dipimpin tanganku erat, Sepanjang perjalanan. Bersama Tuhan slamanya, Betapa indah nian! Kelak di surga yang mulia, Kudapat perhentian.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 320
Sejarah Lagu
Lagu **"Padaku Ada Sahabat"** (judul asli: *I’ve Found a Friend, O Such a Friend*) adalah salah satu lagu rohani klasik yang sangat mendalam, yang ditulis berdasarkan pengalaman batin dan kedekatan penulisnya dengan Tuhan.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:

### 1. Penulis Lirik: James Grindlay Small (1817–1888)
James G. Small adalah seorang penyair dan pengkhotbah asal Skotlandia. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat introspektif dan memiliki kepekaan rohani yang tinggi. Pada tahun 1863, ia menerbitkan sebuah kumpulan puisi berjudul *The Highlands, the Scottish Martyrs, and Other Poems*.

Di dalam buku tersebut, terdapat sebuah puisi yang ia tulis berjudul **"The Friend."** Puisi ini sebenarnya adalah ekspresi rasa syukur Small yang mendalam atas kasih setia Tuhan yang tidak pernah berubah, meskipun ia menyadari kelemahan dan ketidakberdayaan dirinya sendiri.

Small menulis lagu ini di tengah zaman di mana pemikiran rasionalisme mulai berkembang pesat di Eropa. Ia ingin menegaskan bahwa di luar segala logika dan pengetahuan duniawi, ada hubungan pribadi yang sangat intim yang bisa dirasakan oleh seorang manusia dengan Tuhannya—sebuah persahabatan yang melampaui kematian.

### 2. Komposer: George Coles Stebbins (1846–1945)
Lirik yang ditulis Small pada tahun 1863 awalnya tidak terlalu dikenal luas hingga akhirnya ditemukan oleh **George C. Stebbins**, seorang komposer musik rohani Amerika yang legendaris, pada tahun 1878.

Stebbins adalah rekan kerja dari penginjil terkenal D.L. Moody dan penyanyi Ira D. Sankey. Stebbins merasa lirik Small sangat indah dan menyentuh, namun ia merasa puisi tersebut membutuhkan melodi yang tepat agar pesannya bisa "berbicara" kepada hati banyak orang.

Stebbins kemudian menciptakan melodi yang kita kenal sekarang, yang diberi judul **"Sweet Story."** Melodi ini dibuat dengan tempo yang lembut dan nada yang mengalir, bertujuan untuk menonjolkan nuansa keintiman dan ketenangan yang terkandung dalam liriknya.

### 3. Makna di Balik Liriknya
Lirik lagu ini menggambarkan transformasi hidup seseorang setelah menemukan "Sahabat" (Yesus). Beberapa poin penting dalam kisah lagunya adalah:

* **Persahabatan yang Tak Tergantikan:** Bait pertama ("Padaku ada Sahabat, yang amat mulia...") menekankan bahwa persahabatan dengan Tuhan adalah hubungan yang paling bernilai, melampaui hubungan dengan manusia mana pun.
* **Kesetiaan di Segala Kondisi:** Lagu ini menyoroti bahwa Tuhan tetap setia, bahkan ketika manusia itu tidak setia ("Walau aku sering lalai, Dia tetap setia"). Ini adalah pengakuan kerendahan hati bahwa meski manusia sering jatuh dalam dosa, kasih Tuhan tidak pernah berubah.
* **Kemenangan atas Kematian:** Bagian akhir lagu sering kali menekankan bahwa persahabatan ini bukan hanya untuk dunia saat ini, tetapi berlanjut hingga keabadian. "Tuhan bagiku s'lamanya" adalah janji akan hubungan yang kekal.

### 4. Dampak Lagu
Setelah Stebbins menggabungkan lirik Small dengan melodinya, lagu ini menjadi sangat populer dalam gerakan kebangunan rohani di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Lagu ini sering dinyanyikan dalam kebaktian-kebaktian D.L. Moody karena mampu menyentuh sisi emosional jemaat dan memberikan penghiburan bagi mereka yang merasa kesepian atau berbeban berat.

### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini bukanlah tentang peristiwa dramatis besar, melainkan tentang **"pertemuan diam-diam" antara jiwa manusia dengan Sang Pencipta.** James G. Small menulisnya sebagai kesaksian iman, dan George C. Stebbins memberinya "sayap" melalui musik agar kesaksian tersebut bisa dinyanyikan oleh jutaan orang di seluruh dunia.

Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi pengingat bahwa dalam dunia yang sering kali terasa dingin dan penuh tuntutan, setiap orang memiliki akses untuk memiliki "Sahabat" yang paling setia.