NP
Ya Allah Bapa dan Tuhan
Dear Lord and Father of Mankind
Informasi Lagu
284
Nomor
Kode
NP 284
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Frederick C. Maker
Pencipta Syair
John Greenleaf
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Ya Allah Bapa dan Tuhan,
Ampuni anakMu;
Tenang, damai karuniakan
Di hati yang Kau sucikan,
Tuhan junjunganku!
Teteskanlah embun segar
Dalam jiwa lelah;
Angkatlah noda yang cemar
Agar damaiMu yang benar
Terpancar, ya Allah!
Hembuskan RohMu yang suci
Menghalau angkara;
Lumpuhkan nafsu duniawi,
Bisikkan kata ilahi,
O Suara yang mesra!
Laksana muridMu,
Tuhan, di danau bertemu
Serta menrima panggilan,
Semoga aku pun akan
Segra mengikutMu! Amin.
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu rohani yang sangat indah ini, yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai *"Dear Lord and Father of Mankind"* dan dalam bahasa Indonesia sebagai *"Ya Allah Bapa dan Tuhan"*, memiliki asal-usul yang cukup menarik. Lagu ini tidak ditulis sebagai lagu gereja sejak awal, melainkan bagian dari sebuah puisi panjang yang penuh kritik sosial.
Berikut adalah kisah di balik terciptanya lagu tersebut:
### 1. Puisi Asli: "The Brewing of Soma"
Lirik lagu ini berasal dari puisi karya seorang penyair ternama asal Amerika, **John Greenleaf Whittier**, yang ditulis pada tahun **1872**. Puisi tersebut berjudul *"The Brewing of Soma"*.
* **Latar Belakang:** Kata "Soma" dalam judul tersebut merujuk pada minuman memabukkan yang digunakan dalam ritual keagamaan kuno di India (Veda) untuk mencapai ekstasi spiritual.
* **Kritik Whittier:** Whittier, yang merupakan seorang Quaker, merasa prihatin dengan praktik keagamaan pada zamannya yang sering kali terlalu emosional, gaduh, dan penuh dengan histeria demi mencari pengalaman spiritual. Dalam puisinya, ia mengkritik bagaimana orang mencoba mencapai "kehadiran Tuhan" melalui kebisingan, tarian, dan ritual yang memabukkan.
* **Pesan:** Sebaliknya, Whittier berargumen bahwa Tuhan justru ditemukan dalam **keheningan, ketenangan, dan kepatuhan yang sederhana**. Ia ingin menekankan bahwa ibadah yang sejati adalah melepaskan diri dari hiruk-pikuk duniawi dan membiarkan diri dipulihkan oleh ketenangan Allah.
### 2. Dari Puisi Menjadi Lagu
Puisi *"The Brewing of Soma"* sebenarnya terdiri dari banyak bait. Bagian yang kita nyanyikan sekarang sebagai lagu hanyalah bagian akhir dari puisi tersebut (bait ke-12 hingga ke-17).
Pada tahun **1887**, 15 tahun setelah puisi itu ditulis, **Frederick C. Maker**, seorang organis dan komposer asal Inggris, merasa bahwa bagian akhir puisi Whittier tersebut memiliki kualitas melodi yang sangat dalam dan spiritual. Maker kemudian menggubah musik (melodi) khusus untuk kata-kata tersebut.
* **Judul Melodi:** Melodi yang dibuat oleh Maker diberi nama **"Repton"**. Nama ini diambil dari nama sekolah di Inggris (Repton School) tempat Maker pernah mengajar.
* **Penyatuan:** Penggabungan lirik Whittier yang puitis dan tenang dengan melodi "Repton" yang mengalir lembut menciptakan sebuah lagu yang sangat meditatif. Lagu ini kemudian menjadi sangat populer di Inggris dan dunia, sering digunakan dalam kebaktian yang menekankan ketenangan dan kontemplasi.
### 3. Makna Lirik dalam Konteks "Ya Allah Bapa dan Tuhan"
Lirik ini mengajak jemaat untuk melakukan "detoksifikasi" spiritual:
* **Melepaskan keterikatan:** Lagu ini bicara tentang melepaskan beban "kebodohan, kebencian, dan kesibukan" duniawi.
* **Mencari Keheningan:** Kata-kata seperti *"Bicaralah melalui gempa, angin, dan api, dalam suara yang lembut dan tenang"* merujuk pada pengalaman Nabi Elia di Gunung Horeb (1 Raja-raja 19:11-12), di mana ia menemukan Tuhan bukan dalam kekuatan besar, melainkan dalam "suara angin sepoi-sepoi".
* **Penyerahan diri:** Lagu ini adalah bentuk doa penyerahan diri, di mana manusia mengakui bahwa kekuatan mereka terbatas dan mereka membutuhkan "kedamaian yang melampaui segala akal" untuk memulihkan jiwa mereka.
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah tentang **pencarian kedamaian di tengah dunia yang bising**. John Greenleaf Whittier ingin agar orang-orang berhenti mencari "sensasi" dalam beragama dan mulai mendengarkan bisikan Tuhan dalam keheningan.
Ketika Anda menyanyikan lagu *"Ya Allah Bapa dan Tuhan"*, Anda sebenarnya sedang membawakan pesan seorang penyair abad ke-19 yang ingin mengingatkan kita bahwa di tengah kekacauan hidup, satu-satunya cara untuk benar-benar bertemu Tuhan adalah dengan menenangkan pikiran dan membiarkan-Nya berbicara di dalam hati yang sunyi.
Berikut adalah kisah di balik terciptanya lagu tersebut:
### 1. Puisi Asli: "The Brewing of Soma"
Lirik lagu ini berasal dari puisi karya seorang penyair ternama asal Amerika, **John Greenleaf Whittier**, yang ditulis pada tahun **1872**. Puisi tersebut berjudul *"The Brewing of Soma"*.
* **Latar Belakang:** Kata "Soma" dalam judul tersebut merujuk pada minuman memabukkan yang digunakan dalam ritual keagamaan kuno di India (Veda) untuk mencapai ekstasi spiritual.
* **Kritik Whittier:** Whittier, yang merupakan seorang Quaker, merasa prihatin dengan praktik keagamaan pada zamannya yang sering kali terlalu emosional, gaduh, dan penuh dengan histeria demi mencari pengalaman spiritual. Dalam puisinya, ia mengkritik bagaimana orang mencoba mencapai "kehadiran Tuhan" melalui kebisingan, tarian, dan ritual yang memabukkan.
* **Pesan:** Sebaliknya, Whittier berargumen bahwa Tuhan justru ditemukan dalam **keheningan, ketenangan, dan kepatuhan yang sederhana**. Ia ingin menekankan bahwa ibadah yang sejati adalah melepaskan diri dari hiruk-pikuk duniawi dan membiarkan diri dipulihkan oleh ketenangan Allah.
### 2. Dari Puisi Menjadi Lagu
Puisi *"The Brewing of Soma"* sebenarnya terdiri dari banyak bait. Bagian yang kita nyanyikan sekarang sebagai lagu hanyalah bagian akhir dari puisi tersebut (bait ke-12 hingga ke-17).
Pada tahun **1887**, 15 tahun setelah puisi itu ditulis, **Frederick C. Maker**, seorang organis dan komposer asal Inggris, merasa bahwa bagian akhir puisi Whittier tersebut memiliki kualitas melodi yang sangat dalam dan spiritual. Maker kemudian menggubah musik (melodi) khusus untuk kata-kata tersebut.
* **Judul Melodi:** Melodi yang dibuat oleh Maker diberi nama **"Repton"**. Nama ini diambil dari nama sekolah di Inggris (Repton School) tempat Maker pernah mengajar.
* **Penyatuan:** Penggabungan lirik Whittier yang puitis dan tenang dengan melodi "Repton" yang mengalir lembut menciptakan sebuah lagu yang sangat meditatif. Lagu ini kemudian menjadi sangat populer di Inggris dan dunia, sering digunakan dalam kebaktian yang menekankan ketenangan dan kontemplasi.
### 3. Makna Lirik dalam Konteks "Ya Allah Bapa dan Tuhan"
Lirik ini mengajak jemaat untuk melakukan "detoksifikasi" spiritual:
* **Melepaskan keterikatan:** Lagu ini bicara tentang melepaskan beban "kebodohan, kebencian, dan kesibukan" duniawi.
* **Mencari Keheningan:** Kata-kata seperti *"Bicaralah melalui gempa, angin, dan api, dalam suara yang lembut dan tenang"* merujuk pada pengalaman Nabi Elia di Gunung Horeb (1 Raja-raja 19:11-12), di mana ia menemukan Tuhan bukan dalam kekuatan besar, melainkan dalam "suara angin sepoi-sepoi".
* **Penyerahan diri:** Lagu ini adalah bentuk doa penyerahan diri, di mana manusia mengakui bahwa kekuatan mereka terbatas dan mereka membutuhkan "kedamaian yang melampaui segala akal" untuk memulihkan jiwa mereka.
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah tentang **pencarian kedamaian di tengah dunia yang bising**. John Greenleaf Whittier ingin agar orang-orang berhenti mencari "sensasi" dalam beragama dan mulai mendengarkan bisikan Tuhan dalam keheningan.
Ketika Anda menyanyikan lagu *"Ya Allah Bapa dan Tuhan"*, Anda sebenarnya sedang membawakan pesan seorang penyair abad ke-19 yang ingin mengingatkan kita bahwa di tengah kekacauan hidup, satu-satunya cara untuk benar-benar bertemu Tuhan adalah dengan menenangkan pikiran dan membiarkan-Nya berbicara di dalam hati yang sunyi.