Informasi Lagu
255
Nomor
Kode
NP 255
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Thomas A. Arne
Pencipta Syair
Isaac Watts
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Tentara salib akukah, Pengikut Almasih, Yang takut mengakuiNya, Dan malu bersaksi?
Layakkah ku mewarisi NikmatNya di surga, Sedang yang lain rela membri Segnap jiwa raga?
Bukankah ada musuhku Yang aku hadapi? Apakah dunia yang rusuh, Jembatan ilahi?
Tentu ku harus berjuang; O tambah imanku! Ku tahan trus dalam perang, Di tolong FirmanMu.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 255
Sejarah Lagu
Lagu **"Am I a Soldier of the Cross?"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai *"Tentara Salib, Akukah?"*) adalah salah satu himne klasik yang paling ikonik dalam tradisi Kristen.

Untuk memahami kisah di baliknya, kita harus melihat dua tokoh besar yang terlibat: sang penulis lirik, **Isaac Watts**, dan komposer yang melodi populernya sering dikaitkan dengan himne ini, **Thomas A. Arne**.

### 1. Latar Belakang Penulis Lirik: Isaac Watts (1674–1748)
Isaac Watts dikenal sebagai "Bapak Himne Inggris". Pada masanya, gereja-gereja di Inggris hanya menyanyikan Mazmur (kitab dalam Alkitab) dengan nada yang sangat kaku dan membosankan. Watts merasa bahwa umat Kristen perlu menyanyikan lagu yang mencerminkan emosi, pergumulan, dan iman pribadi.

Ia menulis lirik "Am I a Soldier of the Cross?" sekitar tahun **1709**. Lirik ini terinspirasi dari khotbahnya sendiri yang menekankan bahwa kehidupan seorang Kristen bukanlah jalan santai, melainkan sebuah peperangan rohani.

**Konteks Zaman:**
Pada abad ke-18, istilah "Tentara Salib" (*Soldier of the Cross*) tidak merujuk pada Perang Salib abad pertengahan yang berdarah, melainkan sebuah metafora alkitabiah (terutama berdasarkan 2 Timotius 2:3: *"Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus"*). Lirik ini ditulis sebagai tantangan bagi jemaat untuk memeriksa kedalaman komitmen mereka kepada Tuhan.

### 2. Makna Lirik yang Mendalam
Lirik lagu ini adalah sebuah introspeksi diri yang tajam:
* **Bait Pertama:** Menanyakan apakah kita layak menjadi pengikut Kristus jika kita tidak berani berkorban atau menanggung malu demi iman kita.
* **Bait Kedua:** Menanyakan apakah kita hanya mengharapkan jalan yang mulus ke surga (*"Must I be carried to the skies on flowery beds of ease?"*), sementara para martir dan tokoh iman terdahulu harus menderita dan berjuang.
* **Bait Ketiga:** Merupakan bagian yang paling heroik, menegaskan bahwa kita tidak akan mundur meski musuh menghadang, karena kemenangan sudah dijanjikan.

### 3. Peran Thomas A. Arne (Melodi "Arlington")
Nama **Thomas A. Arne** sering dikaitkan dengan lagu ini karena ia adalah komposer yang menciptakan melodi lagu yang paling umum digunakan untuk lirik ini, yaitu lagu yang berjudul **"Arlington"**.

Thomas Arne adalah musisi Inggris yang sangat terkenal (ia juga pencipta lagu patriotik "Rule, Britannia!"). Namun, perlu dicatat bahwa Arne tidak menulis melodi tersebut *khusus* untuk lirik Watts. Melodi "Arlington" awalnya adalah sebuah komposisi yang kemudian "dipasangkan" dengan lirik Watts oleh para penyunting buku lagu di masa lalu karena meteran (ritme) lagunya yang sangat pas dengan lirik Watts.

### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Bersejarah?
Lagu ini menjadi sangat penting dalam sejarah karena beberapa alasan:

* **Penyemangat di Masa Sulit:** Lagu ini sering dinyanyikan dalam situasi-situasi genting. Salah satu kisah yang paling terkenal adalah saat tenggelamnya kapal **RMS Titanic**. Ada laporan saksi mata yang menyatakan bahwa beberapa penumpang dan awak kapal menyanyikan himne-himne iman di dek sebelum kapal tenggelam, dan "Am I a Soldier of the Cross?" diyakini sebagai salah satu lagu yang memberikan kekuatan bagi mereka yang menghadapi kematian.
* **Transformasi Iman:** Lagu ini mengubah cara pandang orang Kristen pada abad ke-18 dan 19. Dari agama yang pasif, menjadi agama yang menuntut keberanian, integritas, dan ketabahan.
* **Simbolisme:** Lagu ini menjadi "lagu wajib" dalam banyak pertemuan kebangunan rohani di Amerika Serikat dan Inggris selama berabad-abad, karena pesannya yang universal tentang menghadapi penderitaan dengan iman.

### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini bukanlah tentang pedang atau medan perang fisik, melainkan tentang **"peperangan batin"**. Isaac Watts ingin mengingatkan bahwa menjadi orang percaya berarti siap untuk tidak populer, siap untuk berjuang melawan godaan, dan siap untuk tetap setia meski tidak ada jalan mudah yang menanti.

Ketika Anda mendengar melodi "Arlington" mengiringi lirik ini, itu adalah pengingat akan panggilan untuk hidup dengan keberanian moral di dunia yang penuh tantangan.