NP
Di Kaki Salib Yesus
Beneath the Cross of Jesus
Informasi Lagu
236
Nomor
Kode
NP 236
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Frederick C. Maker
Pencipta Syair
Elizabeth C. Clephane
Cross Ref.
NKB 176, KK 365, KPPK 156, NKI 45
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Di kaki salib Yesus, Ku aman berteduh,
Naungan kukuh dan kekal, Lindungan yang teguh,
Tempat mengaso yang tenang, Bagiku yang penat;
Kuterima damaiNya penuh, Dan lenyap beban berat.
Ku ingat: Pada salib, Tergantung Tuhanku,
TubuhNya luka dan memar, Tersiksa bagiku;
Hatiku duka dan pedih, Terharu dan sadar:
O betapa mulia cintaNya, Bagi aku yang cemar.
Kupilih salib Yesus, Menjadi pawangku;
Pancaran sinar wajahNya, Harapanku slalu;
Rela kutinggalkan dunia, Beserta isiNya;
Hanya ini kebangganku, SalibNya yang mulia.
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu pujian klasik **"Di Bawah Salib Yesus" (Beneath the Cross of Jesus)** adalah perpaduan antara kehidupan yang singkat namun penuh iman dari penulis liriknya, Elizabeth Cecelia Douglas Clephane, dan keindahan melodi yang diciptakan oleh Frederick C. Maker.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Sang Penulis: Elizabeth Cecelia Douglas Clephane (1830–1869)
Elizabeth Clephane lahir di Edinburgh, Skotlandia. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat religius, penuh kasih, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Sepanjang hidupnya, ia sering membantu orang miskin di lingkungannya. Oleh teman-temannya, ia dijuluki sebagai "Sunbeam" (Sinar Matahari) karena keceriaan dan kebaikannya.
Namun, Elizabeth memiliki kesehatan yang sangat rapuh. Ia menjalani sebagian besar hidupnya dalam kondisi sakit-sakitan. Meskipun hidupnya singkat (ia meninggal pada usia 39 tahun), ia meninggalkan warisan berupa puisi-puisi rohani yang mendalam.
### 2. Inspirasi di Balik Liriknya
"Di Bawah Salib Yesus" ditulis pada tahun 1868, hanya setahun sebelum kematiannya. Lirik ini terinspirasi dari **kontemplasi mendalam terhadap penderitaan Kristus di kayu salib**.
Dalam kondisi fisiknya yang melemah, Elizabeth tidak meratapi nasibnya. Sebaliknya, ia menemukan perlindungan dan kedamaian dengan membayangkan dirinya berdiri "di bawah salib". Baginya, salib bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan tempat berlindung yang aman bagi jiwa yang letih, tempat di mana "beban dunia" terasa ringan.
Liriknya mencerminkan kerendahan hati: *“Aku tak mencari kemegahan, dan dunia tak kucari; yang kuinginkan hanyalah salib-Mu, tempat perlindunganku.”* Baginya, salib adalah tempat di mana kasih karunia Tuhan lebih besar daripada penderitaan fisik yang ia alami.
Puisi ini diterbitkan secara anumerta (setelah ia meninggal) di sebuah majalah bernama *The Family Treasury* pada tahun 1872, dengan judul asli *"Beneath the Cross of Jesus"*.
### 3. Komposisi Musik: Frederick C. Maker (1844–1927)
Lirik indah karya Elizabeth kemudian dipertemukan dengan melodi yang tepat oleh **Frederick C. Maker**, seorang organis dan komposer gerejawi asal Bristol, Inggris.
Maker menggubah melodi untuk lagu ini pada tahun 1881. Ia menamai nada (tune) lagu ini **"St. Christopher"**. Nama ini dipilih karena St. Christopher sering dianggap sebagai pelindung para musafir atau pengembara. Pemilihan nama ini sangat tepat karena lirik lagu tersebut berbicara tentang jiwa yang sedang "mengembara" dan akhirnya menemukan tempat perhentian di bawah salib Kristus.
### 4. Makna Teologis yang Mendalam
Lagu ini tetap populer selama lebih dari 150 tahun karena pesan universalnya:
* **Perlindungan:** Bahwa dalam dunia yang penuh ketidakpastian dan rasa sakit, salib adalah "tembok yang kokoh" (sebuah perlindungan yang aman).
* **Penyerahan Diri:** Pengakuan bahwa semua kebanggaan duniawi tidak ada artinya dibandingkan dengan kasih Kristus.
* **Visi Iman:** Bait terakhir lagu ini sering dianggap sebagai puncak dari pengalaman iman: *“Bagiku, salib-Mu adalah keindahan utama, di mana hatiku berdiam dan pandanganku tertuju pada-Mu.”*
### Kesimpulan
Kisah lagu ini adalah kisah tentang seorang wanita yang meskipun menderita secara fisik, jiwanya menemukan kekuatan yang luar biasa di dalam penghayatan akan pengorbanan Yesus. Ia tidak melihat salib sebagai simbol kematian semata, melainkan sebagai **tempat perlindungan yang teduh**. Ketika Frederick C. Maker menambahkan melodinya yang anggun dan melankolis, lirik tersebut berubah menjadi salah satu pujian paling sakral dan menenangkan di dunia Kristen.
Saat ini, "Di Bawah Salib Yesus" sering dinyanyikan dalam masa Pra-Paskah atau saat kebaktian Jumat Agung, sebagai pengingat akan pengorbanan yang menjadi dasar iman umat Kristen.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Sang Penulis: Elizabeth Cecelia Douglas Clephane (1830–1869)
Elizabeth Clephane lahir di Edinburgh, Skotlandia. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat religius, penuh kasih, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Sepanjang hidupnya, ia sering membantu orang miskin di lingkungannya. Oleh teman-temannya, ia dijuluki sebagai "Sunbeam" (Sinar Matahari) karena keceriaan dan kebaikannya.
Namun, Elizabeth memiliki kesehatan yang sangat rapuh. Ia menjalani sebagian besar hidupnya dalam kondisi sakit-sakitan. Meskipun hidupnya singkat (ia meninggal pada usia 39 tahun), ia meninggalkan warisan berupa puisi-puisi rohani yang mendalam.
### 2. Inspirasi di Balik Liriknya
"Di Bawah Salib Yesus" ditulis pada tahun 1868, hanya setahun sebelum kematiannya. Lirik ini terinspirasi dari **kontemplasi mendalam terhadap penderitaan Kristus di kayu salib**.
Dalam kondisi fisiknya yang melemah, Elizabeth tidak meratapi nasibnya. Sebaliknya, ia menemukan perlindungan dan kedamaian dengan membayangkan dirinya berdiri "di bawah salib". Baginya, salib bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan tempat berlindung yang aman bagi jiwa yang letih, tempat di mana "beban dunia" terasa ringan.
Liriknya mencerminkan kerendahan hati: *“Aku tak mencari kemegahan, dan dunia tak kucari; yang kuinginkan hanyalah salib-Mu, tempat perlindunganku.”* Baginya, salib adalah tempat di mana kasih karunia Tuhan lebih besar daripada penderitaan fisik yang ia alami.
Puisi ini diterbitkan secara anumerta (setelah ia meninggal) di sebuah majalah bernama *The Family Treasury* pada tahun 1872, dengan judul asli *"Beneath the Cross of Jesus"*.
### 3. Komposisi Musik: Frederick C. Maker (1844–1927)
Lirik indah karya Elizabeth kemudian dipertemukan dengan melodi yang tepat oleh **Frederick C. Maker**, seorang organis dan komposer gerejawi asal Bristol, Inggris.
Maker menggubah melodi untuk lagu ini pada tahun 1881. Ia menamai nada (tune) lagu ini **"St. Christopher"**. Nama ini dipilih karena St. Christopher sering dianggap sebagai pelindung para musafir atau pengembara. Pemilihan nama ini sangat tepat karena lirik lagu tersebut berbicara tentang jiwa yang sedang "mengembara" dan akhirnya menemukan tempat perhentian di bawah salib Kristus.
### 4. Makna Teologis yang Mendalam
Lagu ini tetap populer selama lebih dari 150 tahun karena pesan universalnya:
* **Perlindungan:** Bahwa dalam dunia yang penuh ketidakpastian dan rasa sakit, salib adalah "tembok yang kokoh" (sebuah perlindungan yang aman).
* **Penyerahan Diri:** Pengakuan bahwa semua kebanggaan duniawi tidak ada artinya dibandingkan dengan kasih Kristus.
* **Visi Iman:** Bait terakhir lagu ini sering dianggap sebagai puncak dari pengalaman iman: *“Bagiku, salib-Mu adalah keindahan utama, di mana hatiku berdiam dan pandanganku tertuju pada-Mu.”*
### Kesimpulan
Kisah lagu ini adalah kisah tentang seorang wanita yang meskipun menderita secara fisik, jiwanya menemukan kekuatan yang luar biasa di dalam penghayatan akan pengorbanan Yesus. Ia tidak melihat salib sebagai simbol kematian semata, melainkan sebagai **tempat perlindungan yang teduh**. Ketika Frederick C. Maker menambahkan melodinya yang anggun dan melankolis, lirik tersebut berubah menjadi salah satu pujian paling sakral dan menenangkan di dunia Kristen.
Saat ini, "Di Bawah Salib Yesus" sering dinyanyikan dalam masa Pra-Paskah atau saat kebaktian Jumat Agung, sebagai pengingat akan pengorbanan yang menjadi dasar iman umat Kristen.
Cross Reference
NKB 176, KK 365, KPPK 156, NKI 45
Di Bawah Salib Yesus
KK
Di Bawah Salib Yesus
KPPK
Di Bawah Salib Yesus
NKB
Di Bawah Salib Yesus
NKI
Sama Tema
Umat Allah, Penyerahan
Jamahlah Aku, Ya Tuhan Yesus
NP
Hidupku, Tuhan, Kini MilikMu
NP
Kuikut Tuhanku
NP
Kuturut PimpinanNya
NP
O Yesus, Kau Menanti
NP
Kuserahkan pada Tuhan
NP
KehendakMu Jadilah
NP
Hanya PadaMu, Tuhan
NP
Hidup bagi Sang Penebus
NP
Tuntunlah Tanganku, ya Tuhan
NP
Pada Kaki SalibMu
NP
Bagi Yesus Semuanya
NP
Tinggallah, Tuhan, di Dalam Hatiku
NP
Ya Kasih yang Besertaku
NP
Bapa, KupujaMu
NP
Kehendak Tuhan Laksanakan
NP