Informasi Lagu
224
Nomor
Kode
NP 224
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Lewi Pethrus
Pencipta Syair
Lewi Pethrus, Thoro Harris, abad ke-20 (Inggris)
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Masih tetap janji Tuhan, Walau yang lain runtuh; SabdaNya yang dinyatakan Tinggal tetap teguh. Biarpun gunung pindah, Langit bumi berubah, Janji setia Allah Kokoh selamanya.
Pada Abram janji Tuhan: "Lihat ke angkasa!" Bagai bintang bertebaran Klak keturunannya.
Walau di bawah Firaun UmatNya tertindih, Namun kelak Israel pun Masuk Negri Janji.
Trus pegang perjanjianNya, Walau glap gulita; Bagaikan bintang bercahya Janji setiaNya!
Partitur / Not
Partitur Chord NP 224
Sejarah Lagu
Lagu **"Masih Tetap Janji Tuhan"** (judul asli bahasa Inggris: **"The Promises of God Are Sure"**) adalah sebuah himne klasik yang lahir dari tradisi gerakan Pentakosta awal di Swedia.

Meskipun lagu ini sering dikaitkan dengan **Lewi Pethrus**, penting untuk memahami konteks sejarah di balik penciptaannya dan perannya dalam perkembangan kekristenan di abad ke-20.

### 1. Sosok di Balik Lagu: Lewi Pethrus
Lewi Pethrus (1884–1974) adalah tokoh sentral dalam gerakan Pentakosta di Swedia. Ia mendirikan sidang *Filadelfia* di Stockholm, yang menjadi salah satu gereja Pentakosta terbesar di dunia pada masanya. Pethrus bukan hanya seorang pengkhotbah ulung, tetapi juga seorang penulis lagu, penyair, dan editor surat kabar.

Lagu ini mencerminkan teologi Pethrus yang sangat mendasar: **keyakinan mutlak pada otoritas Alkitab.** Bagi Pethrus, janji-janji Tuhan bukanlah sekadar metafora, melainkan fondasi kokoh di tengah dunia yang berubah.

### 2. Konteks Penciptaan (Awal Abad ke-20)
Lagu ini lahir di tengah periode pergolakan awal abad ke-20. Dunia saat itu sedang mengalami perubahan drastis (Perang Dunia I, depresi ekonomi, dan ketidakpastian sosial). Di tengah kekacauan tersebut, gerakan Pentakosta yang dipimpin Pethrus menekankan "pengharapan yang hidup" melalui janji-janji Tuhan.

* **Kolaborasi dengan Thoro Harris:** Thoro Harris (1874–1943) adalah seorang komposer dan penulis lagu rohani asal Amerika yang sangat produktif. Ia sering bekerja sama dengan para pemimpin gerakan kebangunan rohani. Peran Harris dalam lagu ini adalah membantu menyusun melodi dan aransemen yang membuat pesan Pethrus mudah diingat dan dinyanyikan oleh jemaat dalam skala besar.
* **Penyebaran:** Lagu ini menjadi "lagu kebangsaan" informal bagi gerakan Pentakosta di Skandinavia dan kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa (termasuk bahasa Indonesia) karena pesan universalnya tentang kesetiaan Tuhan.

### 3. Makna Lirik: "Janji Tuhan yang Pasti"
Kekuatan lagu ini terletak pada pengulangan dan penegasan bahwa janji Tuhan tidak pernah gagal. Dalam bait-baitnya, lagu ini sering menyinggung beberapa aspek utama:
* **Ketidaktergantungan pada Situasi:** Meskipun dunia tampak goyah, janji Tuhan tetap berdiri teguh ("The promises of God are sure").
* **Firman sebagai Dasar:** Ide bahwa setiap janji yang tertulis di Alkitab adalah "jangkar" bagi jiwa orang percaya.
* **Keyakinan di Masa Depan:** Fokus pada kemenangan iman di masa depan, yang menjadi ciri khas eskatologi (ajaran akhir zaman) gerakan Pentakosta.

### 4. Warisan Lagu Ini
Mengapa lagu ini bertahan selama lebih dari satu abad?
1. **Kesederhanaan:** Liriknya langsung, tanpa bahasa puitis yang rumit, sehingga mudah dipahami oleh orang awam.
2. **Kekuatan Emosional:** Musik yang disusun oleh Harris memberikan kesan kemenangan dan kepastian, yang sangat dibutuhkan oleh jemaat yang sedang menghadapi kesulitan hidup.
3. **Identitas Gerakan:** Lagu ini menjadi pengingat identitas bagi orang-orang Kristen Pentakosta bahwa kekuatan mereka tidak datang dari kekuatan manusia, melainkan dari "janji yang pasti" dari Tuhan.

### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini bukanlah kisah tentang satu momen dramatis tunggal, melainkan kisah tentang **konsistensi iman**. Lewi Pethrus menuliskan lagu ini sebagai bentuk protes spiritual terhadap dunia yang tidak pasti. Ia ingin memastikan bahwa jemaatnya memiliki "pegangan" yang tidak akan pernah goyah.

Hingga hari ini, lagu *Masih Tetap Janji Tuhan* tetap dinyanyikan di gereja-gereja karena pesan intinya tetap relevan: **bahwa di tengah dunia yang penuh janji kosong, janji Tuhan adalah satu-satunya yang pasti dan tak tergoyahkan.**