NKI
dapat Tuhan Yesus Dapat Semuanya
Himself
Informasi Lagu
106
Nomor
Kode
NKI 106
Buku
Nyanyian Kemenangan Iman
Metronom
0
Cross Ref.
NKB 183
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
6 bait
Dulu yang kucari yakni berkat Hu
S’karang yang kurindu hanya Tuhanku
dulu hal merasa yang kuinginlah
S’karang yang kucinta firman sajalah.
Dapat Tuhan Yesus dapat s’muanya
S’mua dalam Yesus
dan Yesus s’muanya.
Dulu ku berharap t’rima nug’rah-Nya
S’karang ku beroleh Dia yang memb’ri
dulu kubernanti kesembuhannya
S’karang ku mendapat tabib Almasih.
Dulu ku bersusah dan bersungutlah
s’karang ku bersandar sambil berserah
dulu aku cari pegang tangan Hu
s’karang Tuhan Yesus pegang tanganku.
Dulu ku berharap pada diriku
S’karang ku bersandar pada janji Hu
Dulu p’rahu hidup s’lalu hanyutlah
S’karang ku berpaut sauh Hu yang teguh.
Dulu ku meminta pakai kuasa Hu
S’karang kuasa Roh-Nya p’nuhi hatiku
Dulu ku bekerja untuk diriku
S’karang ku mencari kemulian Hu
Dulu aku bimbang hati tak tetap
S’karang aku yakin aku milik-Nya
Dulu takut mati s’karang bersiap
Tuhan akan datang sambut saleh-Nya.
Slide Lirik
7 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Dulu 'Ku Mencari"** (dalam bahasa Inggris berjudul **"Himself"**) yang ditulis oleh **Albert B. Simpson** (1843–1919) adalah sebuah kesaksian perjalanan iman yang mendalam. Lagu ini bukan sekadar lirik puitis, melainkan sebuah ringkasan dari transformasi rohani seorang tokoh besar yang menginspirasi pendirian *Christian and Missionary Alliance* (C&MA).
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Latar Belakang Albert B. Simpson
Albert B. Simpson adalah seorang pengkhotbah yang sangat berbakat dan sukses di gereja-gereja besar di Amerika dan Kanada pada akhir abad ke-19. Namun, di balik kesuksesan pelayanannya, ia merasa ada sesuatu yang hilang. Ia merasa lelah secara fisik, mental, dan rohani karena mencoba melayani Tuhan dengan kekuatannya sendiri.
### 2. "Krisisi" di Chicago (1874)
Titik balik dalam hidupnya terjadi pada tahun 1874 di Chicago. Simpson mengalami kelelahan yang luar biasa (*burnout*). Ia merasa bahwa meskipun ia melayani Tuhan, ia belum benar-benar mengalami keintiman yang sejati dengan Kristus. Ia merasa hidupnya terfragmentasi oleh pencarian akan banyak hal: mencari berkat, mencari kuasa, mencari kesembuhan, dan mencari karunia.
Dalam masa permenungan yang sunyi, Tuhan berbicara kepadanya melalui sebuah konsep yang sangat sederhana namun radikal: **"Bukan berkat-Nya, melainkan Dia sendiri."**
### 3. Filosofi "Himself" (Dia Sendiri)
Simpson menyadari bahwa ia telah memosisikan Tuhan sebagai "pemberi hadiah" dan bukan sebagai "pengantin" atau pusat dari hidupnya. Ia menyadari bahwa selama ini ia mencari *hadiah-hadiah* dari Tuhan, bukan Tuhan itu sendiri.
Momen inilah yang melahirkan lagu "Himself". Liriknya menggambarkan pergeseran fokus hidupnya:
* **Dulu mencari berkat, kini mencari Kristus:** Ia tidak lagi fokus pada berkat, karunia, atau kesembuhan, melainkan pada pribadi Yesus Kristus.
* **Dulu mencari kuasa, kini mencari Sang Sumber Kuasa:** Ia menyadari bahwa kuasa tidak diberikan sebagai komoditas, melainkan datang dari kehadiran Kristus di dalam dirinya.
### 4. Makna Lirik (Stanza demi Stanza)
Lirik lagu ini disusun sebagai sebuah daftar hal-hal yang dulu dicari manusia, lalu menggantinya dengan satu jawaban mutlak: **Yesus.**
* **Bait 1:** *Dulu 'ku mencari berkat, kini cari Tuhanku.* (Pergeseran dari fokus pada pemberian ke fokus pada Pemberi).
* **Bait 2:** *Dulu 'ku mencari kes'mbuhan, kini cari Sang Tabib.* (Ia menyadari bahwa kesembuhan adalah efek samping dari berada dekat dengan Yesus).
* **Bait 3:** *Dulu 'ku mencari kuasa, kini cari Tangannya.* (Ia menyerahkan kendali hidupnya sepenuhnya kepada Tuhan).
Lirik aslinya dalam bahasa Inggris (*Himself*):
> *"Once it was the blessing, now it is the Lord;*
> *Once it was the feeling, now it is His Word;*
> *Once His gifts I wanted, now the Giver own;*
> *Once I sought for healing, now Himself alone."*
### 5. Dampak Lagu Ini
Setelah pengalaman spiritual tersebut, hidup Simpson berubah total. Ia meninggalkan kenyamanan gereja-gereja besar untuk melayani kaum miskin dan mereka yang terabaikan di kota-kota besar. Ia mendirikan *The Christian and Missionary Alliance* (C&MA) dengan visi penginjilan dunia yang fokus pada "Kristus sebagai Juruselamat, Pengudus, Penyembuh, dan Raja yang akan datang."
Lagu ini menjadi "himne kebangsaan" bagi visi Simpson. Ia ingin setiap orang percaya berhenti menjadi "pemburu berkat" dan mulai menjadi "kekasih Kristus".
### Kesimpulan
Kisah lagu ini adalah pengingat bahwa iman Kristen bukanlah tentang **transaksi** (tukar guling antara doa kita dengan berkat Tuhan), melainkan tentang **relasi**. Simpson menuliskan lagu ini untuk menyatakan bahwa saat kita menemukan Yesus, kita sebenarnya telah menemukan segalanya. Itulah sebabnya bait terakhir lagu ini sering kali menekankan pada penyerahan diri yang total: *"Segala hal hanyalah Dia, Kristus saja."*
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Latar Belakang Albert B. Simpson
Albert B. Simpson adalah seorang pengkhotbah yang sangat berbakat dan sukses di gereja-gereja besar di Amerika dan Kanada pada akhir abad ke-19. Namun, di balik kesuksesan pelayanannya, ia merasa ada sesuatu yang hilang. Ia merasa lelah secara fisik, mental, dan rohani karena mencoba melayani Tuhan dengan kekuatannya sendiri.
### 2. "Krisisi" di Chicago (1874)
Titik balik dalam hidupnya terjadi pada tahun 1874 di Chicago. Simpson mengalami kelelahan yang luar biasa (*burnout*). Ia merasa bahwa meskipun ia melayani Tuhan, ia belum benar-benar mengalami keintiman yang sejati dengan Kristus. Ia merasa hidupnya terfragmentasi oleh pencarian akan banyak hal: mencari berkat, mencari kuasa, mencari kesembuhan, dan mencari karunia.
Dalam masa permenungan yang sunyi, Tuhan berbicara kepadanya melalui sebuah konsep yang sangat sederhana namun radikal: **"Bukan berkat-Nya, melainkan Dia sendiri."**
### 3. Filosofi "Himself" (Dia Sendiri)
Simpson menyadari bahwa ia telah memosisikan Tuhan sebagai "pemberi hadiah" dan bukan sebagai "pengantin" atau pusat dari hidupnya. Ia menyadari bahwa selama ini ia mencari *hadiah-hadiah* dari Tuhan, bukan Tuhan itu sendiri.
Momen inilah yang melahirkan lagu "Himself". Liriknya menggambarkan pergeseran fokus hidupnya:
* **Dulu mencari berkat, kini mencari Kristus:** Ia tidak lagi fokus pada berkat, karunia, atau kesembuhan, melainkan pada pribadi Yesus Kristus.
* **Dulu mencari kuasa, kini mencari Sang Sumber Kuasa:** Ia menyadari bahwa kuasa tidak diberikan sebagai komoditas, melainkan datang dari kehadiran Kristus di dalam dirinya.
### 4. Makna Lirik (Stanza demi Stanza)
Lirik lagu ini disusun sebagai sebuah daftar hal-hal yang dulu dicari manusia, lalu menggantinya dengan satu jawaban mutlak: **Yesus.**
* **Bait 1:** *Dulu 'ku mencari berkat, kini cari Tuhanku.* (Pergeseran dari fokus pada pemberian ke fokus pada Pemberi).
* **Bait 2:** *Dulu 'ku mencari kes'mbuhan, kini cari Sang Tabib.* (Ia menyadari bahwa kesembuhan adalah efek samping dari berada dekat dengan Yesus).
* **Bait 3:** *Dulu 'ku mencari kuasa, kini cari Tangannya.* (Ia menyerahkan kendali hidupnya sepenuhnya kepada Tuhan).
Lirik aslinya dalam bahasa Inggris (*Himself*):
> *"Once it was the blessing, now it is the Lord;*
> *Once it was the feeling, now it is His Word;*
> *Once His gifts I wanted, now the Giver own;*
> *Once I sought for healing, now Himself alone."*
### 5. Dampak Lagu Ini
Setelah pengalaman spiritual tersebut, hidup Simpson berubah total. Ia meninggalkan kenyamanan gereja-gereja besar untuk melayani kaum miskin dan mereka yang terabaikan di kota-kota besar. Ia mendirikan *The Christian and Missionary Alliance* (C&MA) dengan visi penginjilan dunia yang fokus pada "Kristus sebagai Juruselamat, Pengudus, Penyembuh, dan Raja yang akan datang."
Lagu ini menjadi "himne kebangsaan" bagi visi Simpson. Ia ingin setiap orang percaya berhenti menjadi "pemburu berkat" dan mulai menjadi "kekasih Kristus".
### Kesimpulan
Kisah lagu ini adalah pengingat bahwa iman Kristen bukanlah tentang **transaksi** (tukar guling antara doa kita dengan berkat Tuhan), melainkan tentang **relasi**. Simpson menuliskan lagu ini untuk menyatakan bahwa saat kita menemukan Yesus, kita sebenarnya telah menemukan segalanya. Itulah sebabnya bait terakhir lagu ini sering kali menekankan pada penyerahan diri yang total: *"Segala hal hanyalah Dia, Kristus saja."*
Cross Reference
NKB 183
Dulu 'Ku Mencari
NKB
Sama Tema
Yesus
Merdulah Nama Tuhanku
NKI
Ya, Yesus kalau kukenang
NKI
Haleluyah Bagi Juruselamat
NKI
Di Atas Yesus Karang Hu
NKI
Kalau Tiada Dekat Yesus
NKI
Hanya Yesus
NKI
Dalam Sukacita Tuhan
NKI
Yesus Beri Tebusan
NKI
Yesus Menjadi Raja Kelak
NKI
Yesus Tempat Berlindung
NKI
Yesus Tempat Berlindung
NKI
Aku Inilah Alif Dan Ya!
NKI
Kupercaya Akan Yesus
NKI
Yesus, Yesus, Gembala Bagiku
NKI
Yesus Nasiri Hendak Lalu
NKI
Juruselamat Kita Yang Besar
NKI
Yesus Hidup
NKI