NKB
Hai Orang yang Beriman
Rejoice, Rejoice Believers
Informasi Lagu
52
Nomor
Kode
NKB 52
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
Henry Thomas Smart
Pencipta Syair
Laurentius Laurenti
Penerjemah
B. Maruta
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Hai orang yang beriman, tetap waspadalah!
Sebab t’lah larut malam kelam bertambahlah.
Hai jagalah pelita dan janganlah cemas,
berjaga dan berdoa, k’lak datang Pelepas.
B’ri lampu t’rus bernyala dan tambah minyaknya.
Janganlah putus asa, tetap bersiaplah.
Pengawal di dewala memandang ke masyrik,
menanti datang fajar yang hilangkan pedih.
‘Kau yang dinanti-nanti, ya Yesus, datanglah.
O Surya Kebenaran, terbit dan naiklah.
Sambil tundukkan diri, jemaat berdoalah:
Penghibur, Jurus’lamat, ya datanglah seg’ra!
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Rejoice, Rejoice, Believers"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai *"Hai Orang yang Beriman"*) adalah sebuah himne klasik yang memiliki akar sejarah yang unik, melibatkan dua tokoh dari era yang berbeda, serta sebuah pesan teologis yang sangat mendalam tentang penantian.
Berikut adalah detail kisah di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Laurentius Laurenti (1660–1722)
Lirik aslinya ditulis dalam bahasa Jerman dengan judul ***"Ermuntre dich, mein schwacher Geist"*** oleh **Laurentius Laurenti**.
Laurenti adalah seorang musisi dan komponis gereja asal Jerman yang melayani di Katedral St. Nicholas di Hamburg. Ia hidup di masa transisi musik gereja Lutheran. Ia dikenal sebagai penulis lirik yang sangat menekankan pada pengharapan eskatologis—yaitu pengharapan akan kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya.
Dalam tradisi gereja Jerman saat itu, lirik ini ditulis khusus untuk masa **Adven** (masa penantian menjelang Natal). Pesan utamanya bukanlah sekadar merayakan kelahiran bayi Yesus di palungan, melainkan seruan agar umat Kristen "bangun" dan mempersiapkan diri untuk kedatangan Kristus sebagai Hakim dan Raja di akhir zaman.
### 2. Komponis Melodi: Henry Thomas Smart (1813–1879)
Melodi yang paling kita kenal saat ini (dengan judul nada **"Lancashire"**) dikomposisi oleh **Henry Thomas Smart**, seorang organis dan komponis terkemuka asal Inggris.
Kisah di balik melodinya cukup menarik:
* Pada tahun 1836, Smart diminta untuk menulis sebuah karya musik untuk merayakan peringatan 200 tahun berdirinya sebuah sekolah di **Lancashire**, Inggris.
* Smart kemudian menciptakan melodi yang sangat megah, bersemangat, dan penuh kemenangan.
* Awalnya, melodi ini tidak ditulis untuk lagu rohani tersebut. Namun, karena kualitas melodinya yang sangat kuat dan mampu membangkitkan rasa antusiasme, para penyusun buku himne kemudian menggabungkannya dengan lirik Laurenti.
* Perpaduan antara lirik Laurenti yang reflektif-serius dengan melodi Smart yang megah-berkemenangan menciptakan harmoni yang sempurna bagi suasana masa Adven.
### 3. Makna Teologis di Balik Lagu
Lagu ini bukan lagu "manis" tentang Natal, melainkan lagu yang "membangunkan" (seperti alarm rohani). Berikut adalah poin-poin penting dalam liriknya:
* **Metafora Pengantin:** Lagu ini merujuk pada perumpamaan Yesus tentang sepuluh gadis yang menunggu kedatangan mempelai laki-laki (Matius 25). Umat beriman digambarkan sebagai pelayan yang harus selalu menjaga "pelita" (iman) mereka tetap menyala.
* **Kesadaran akan Waktu:** Liriknya mengajak orang percaya untuk tidak terlena oleh dunia. "Malam segera berlalu, hari yang cerah segera tiba" adalah simbol bagi akhir zaman di mana kegelapan dosa akan digantikan oleh kemuliaan Tuhan.
* **Sukacita Penantian:** Kata *Rejoice* (Bersukacitalah) diulang dua kali untuk menekankan bahwa penantian akan kedatangan Tuhan bukanlah hal yang menakutkan, melainkan sebuah pengharapan yang penuh sukacita bagi mereka yang setia.
### 4. Mengapa Lagu ini Tetap Relevan?
Hingga hari ini, "Hai Orang yang Beriman" tetap menjadi lagu wajib dalam ibadah Adven di berbagai denominasi gereja di dunia.
Kombinasi antara **lirik yang bersifat imbauan/peringatan** dari Laurenti dan **melodi yang menggugah semangat** dari Smart membuat lagu ini berhasil menangkap esensi masa Adven yang sebenarnya: **Kewaspadaan yang disertai dengan sukacita.**
Jika Anda mendengarkan melodi *Lancashire* ini, Anda akan merasakan dinamika musik yang naik-turun, seolah-olah menggambarkan langkah kaki orang-orang yang sedang bergegas menyambut kedatangan seseorang yang sangat dinanti-nantikan—yaitu Kristus sendiri.
Berikut adalah detail kisah di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Laurentius Laurenti (1660–1722)
Lirik aslinya ditulis dalam bahasa Jerman dengan judul ***"Ermuntre dich, mein schwacher Geist"*** oleh **Laurentius Laurenti**.
Laurenti adalah seorang musisi dan komponis gereja asal Jerman yang melayani di Katedral St. Nicholas di Hamburg. Ia hidup di masa transisi musik gereja Lutheran. Ia dikenal sebagai penulis lirik yang sangat menekankan pada pengharapan eskatologis—yaitu pengharapan akan kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya.
Dalam tradisi gereja Jerman saat itu, lirik ini ditulis khusus untuk masa **Adven** (masa penantian menjelang Natal). Pesan utamanya bukanlah sekadar merayakan kelahiran bayi Yesus di palungan, melainkan seruan agar umat Kristen "bangun" dan mempersiapkan diri untuk kedatangan Kristus sebagai Hakim dan Raja di akhir zaman.
### 2. Komponis Melodi: Henry Thomas Smart (1813–1879)
Melodi yang paling kita kenal saat ini (dengan judul nada **"Lancashire"**) dikomposisi oleh **Henry Thomas Smart**, seorang organis dan komponis terkemuka asal Inggris.
Kisah di balik melodinya cukup menarik:
* Pada tahun 1836, Smart diminta untuk menulis sebuah karya musik untuk merayakan peringatan 200 tahun berdirinya sebuah sekolah di **Lancashire**, Inggris.
* Smart kemudian menciptakan melodi yang sangat megah, bersemangat, dan penuh kemenangan.
* Awalnya, melodi ini tidak ditulis untuk lagu rohani tersebut. Namun, karena kualitas melodinya yang sangat kuat dan mampu membangkitkan rasa antusiasme, para penyusun buku himne kemudian menggabungkannya dengan lirik Laurenti.
* Perpaduan antara lirik Laurenti yang reflektif-serius dengan melodi Smart yang megah-berkemenangan menciptakan harmoni yang sempurna bagi suasana masa Adven.
### 3. Makna Teologis di Balik Lagu
Lagu ini bukan lagu "manis" tentang Natal, melainkan lagu yang "membangunkan" (seperti alarm rohani). Berikut adalah poin-poin penting dalam liriknya:
* **Metafora Pengantin:** Lagu ini merujuk pada perumpamaan Yesus tentang sepuluh gadis yang menunggu kedatangan mempelai laki-laki (Matius 25). Umat beriman digambarkan sebagai pelayan yang harus selalu menjaga "pelita" (iman) mereka tetap menyala.
* **Kesadaran akan Waktu:** Liriknya mengajak orang percaya untuk tidak terlena oleh dunia. "Malam segera berlalu, hari yang cerah segera tiba" adalah simbol bagi akhir zaman di mana kegelapan dosa akan digantikan oleh kemuliaan Tuhan.
* **Sukacita Penantian:** Kata *Rejoice* (Bersukacitalah) diulang dua kali untuk menekankan bahwa penantian akan kedatangan Tuhan bukanlah hal yang menakutkan, melainkan sebuah pengharapan yang penuh sukacita bagi mereka yang setia.
### 4. Mengapa Lagu ini Tetap Relevan?
Hingga hari ini, "Hai Orang yang Beriman" tetap menjadi lagu wajib dalam ibadah Adven di berbagai denominasi gereja di dunia.
Kombinasi antara **lirik yang bersifat imbauan/peringatan** dari Laurenti dan **melodi yang menggugah semangat** dari Smart membuat lagu ini berhasil menangkap esensi masa Adven yang sebenarnya: **Kewaspadaan yang disertai dengan sukacita.**
Jika Anda mendengarkan melodi *Lancashire* ini, Anda akan merasakan dinamika musik yang naik-turun, seolah-olah menggambarkan langkah kaki orang-orang yang sedang bergegas menyambut kedatangan seseorang yang sangat dinanti-nantikan—yaitu Kristus sendiri.