NKB
Kiranya Anug'rah Kristus
May the Grace of Christ Our Saviour
Informasi Lagu
221
Nomor
Kode
NKB 221
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
Gotha
Pencipta Syair
John Newton
Penerjemah
Terjemahan: Tim Nyanyian GKI (bait 2)
Dengarkan di YouTube
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Kiranya Anugrah Kristus"** (dalam bahasa Inggris berjudul **"May the Grace of Christ Our Saviour"**) sangat menarik karena menghubungkan dua tokoh besar dalam sejarah himne Kristen: **John Newton** (penulis lirik) dan **William Cowper** (rekan kolaboratornya).
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Konteks Penulisan: Persahabatan di Olney
Lagu ini ditulis oleh **John Newton** (1725–1807), seorang mantan kapten kapal budak yang bertobat dan kemudian menjadi pendeta di Olney, Inggris. Newton dikenal sebagai penulis lagu legendaris *"Amazing Grace"*.
Pada tahun 1770-an, Newton bekerja sama dengan penyair **William Cowper** untuk menyusun koleksi lagu pujian yang dikenal sebagai ***Olney Hymns***. Tujuan mereka adalah membuat lagu-lagu yang sederhana, alkitabiah, dan mudah dinyanyikan oleh jemaat awam di gereja mereka.
### 2. Inspirasi Alkitabiah
Lirik lagu "May the Grace of Christ Our Saviour" sebenarnya didasarkan langsung pada **2 Korintus 13:14**:
> *"Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian."*
John Newton menulis lagu ini bukan sebagai lagu pujian yang panjang atau kompleks, melainkan sebagai sebuah **"Benediksi"** atau **"Berkat Penutup"** untuk mengakhiri kebaktian ibadah. Di gereja abad ke-18, setelah pendeta menyampaikan khotbah yang panjang, jemaat membutuhkan sesuatu yang ringkas namun mendalam untuk membawa berkat Tuhan pulang ke rumah mereka.
### 3. Makna Liriknya
Lirik lagu ini mencerminkan teologi Trinitas yang sangat kental:
* **Bait Pertama:** Memohon kasih karunia Kristus, kasih Allah Bapa, dan persekutuan Roh Kudus.
* **Bait Kedua:** Menyatakan harapan agar berkat ini tinggal di dalam hati jemaat saat mereka kembali ke kehidupan sehari-hari, sehingga mereka tetap dalam perlindungan Tuhan hingga mereka bertemu kembali di tempat ibadah atau di kekekalan.
### 4. Perjalanan Menjadi Lagu Gereja
Lagu ini diterbitkan dalam buku *Olney Hymns* pada tahun 1779. Karena liriknya yang singkat dan sangat padat akan berkat, lagu ini dengan cepat menjadi populer di gereja-gereja Inggris dan Amerika sebagai lagu penutup ibadah (*closing hymn*).
Dalam bahasa Indonesia, lagu ini diterjemahkan menjadi **"Kiranya Anugrah Kristus"**. Meskipun judul aslinya sering dikaitkan dengan Newton, di beberapa buku nyanyian, lagu ini terkadang dikategorikan dalam koleksi *Olney Hymns* yang merepresentasikan kemitraan intelektual dan rohani antara Newton dan Cowper.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Penting?
Ada dua alasan utama mengapa lagu ini bertahan selama lebih dari 200 tahun:
1. **Fokus pada Trinitas:** Jarang ada lagu yang begitu eksplisit menggabungkan ketiga pribadi Allah dalam konteks berkat yang sederhana. Ini membantu jemaat memahami bahwa iman Kristen bukan hanya tentang satu pribadi, melainkan hubungan yang dinamis dengan Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
2. **Sifat Pastoral:** John Newton menulis ini sebagai seorang gembala yang peduli. Ia tahu bahwa setelah ibadah selesai, jemaatnya akan kembali menghadapi kesulitan hidup, kemiskinan, dan penyakit. Lagu ini berfungsi sebagai "pelindung rohani" bagi mereka saat melangkah keluar dari pintu gereja.
### Kesimpulan
Singkatnya, lagu "Kiranya Anugrah Kristus" bukanlah lagu yang lahir dari peristiwa dramatis atau tragedi besar seperti "Amazing Grace". Ia lahir dari **kebutuhan praktis jemaat** di sebuah gereja kecil di Olney. Newton ingin memastikan bahwa saat jemaat melangkah keluar dari gereja, mereka tidak hanya membawa pulang memori khotbah, tetapi membawa serta berkat dari Allah Tritunggal untuk menyertai perjalanan hidup mereka sepanjang minggu.
**Lirik singkat (Bahasa Indonesia):**
*Kiranya anug'rah Kristus, kasih Allah Bapa pun, dan persekutuan Roh Kudus sertai kita sekalian.*
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Konteks Penulisan: Persahabatan di Olney
Lagu ini ditulis oleh **John Newton** (1725–1807), seorang mantan kapten kapal budak yang bertobat dan kemudian menjadi pendeta di Olney, Inggris. Newton dikenal sebagai penulis lagu legendaris *"Amazing Grace"*.
Pada tahun 1770-an, Newton bekerja sama dengan penyair **William Cowper** untuk menyusun koleksi lagu pujian yang dikenal sebagai ***Olney Hymns***. Tujuan mereka adalah membuat lagu-lagu yang sederhana, alkitabiah, dan mudah dinyanyikan oleh jemaat awam di gereja mereka.
### 2. Inspirasi Alkitabiah
Lirik lagu "May the Grace of Christ Our Saviour" sebenarnya didasarkan langsung pada **2 Korintus 13:14**:
> *"Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian."*
John Newton menulis lagu ini bukan sebagai lagu pujian yang panjang atau kompleks, melainkan sebagai sebuah **"Benediksi"** atau **"Berkat Penutup"** untuk mengakhiri kebaktian ibadah. Di gereja abad ke-18, setelah pendeta menyampaikan khotbah yang panjang, jemaat membutuhkan sesuatu yang ringkas namun mendalam untuk membawa berkat Tuhan pulang ke rumah mereka.
### 3. Makna Liriknya
Lirik lagu ini mencerminkan teologi Trinitas yang sangat kental:
* **Bait Pertama:** Memohon kasih karunia Kristus, kasih Allah Bapa, dan persekutuan Roh Kudus.
* **Bait Kedua:** Menyatakan harapan agar berkat ini tinggal di dalam hati jemaat saat mereka kembali ke kehidupan sehari-hari, sehingga mereka tetap dalam perlindungan Tuhan hingga mereka bertemu kembali di tempat ibadah atau di kekekalan.
### 4. Perjalanan Menjadi Lagu Gereja
Lagu ini diterbitkan dalam buku *Olney Hymns* pada tahun 1779. Karena liriknya yang singkat dan sangat padat akan berkat, lagu ini dengan cepat menjadi populer di gereja-gereja Inggris dan Amerika sebagai lagu penutup ibadah (*closing hymn*).
Dalam bahasa Indonesia, lagu ini diterjemahkan menjadi **"Kiranya Anugrah Kristus"**. Meskipun judul aslinya sering dikaitkan dengan Newton, di beberapa buku nyanyian, lagu ini terkadang dikategorikan dalam koleksi *Olney Hymns* yang merepresentasikan kemitraan intelektual dan rohani antara Newton dan Cowper.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Penting?
Ada dua alasan utama mengapa lagu ini bertahan selama lebih dari 200 tahun:
1. **Fokus pada Trinitas:** Jarang ada lagu yang begitu eksplisit menggabungkan ketiga pribadi Allah dalam konteks berkat yang sederhana. Ini membantu jemaat memahami bahwa iman Kristen bukan hanya tentang satu pribadi, melainkan hubungan yang dinamis dengan Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
2. **Sifat Pastoral:** John Newton menulis ini sebagai seorang gembala yang peduli. Ia tahu bahwa setelah ibadah selesai, jemaatnya akan kembali menghadapi kesulitan hidup, kemiskinan, dan penyakit. Lagu ini berfungsi sebagai "pelindung rohani" bagi mereka saat melangkah keluar dari pintu gereja.
### Kesimpulan
Singkatnya, lagu "Kiranya Anugrah Kristus" bukanlah lagu yang lahir dari peristiwa dramatis atau tragedi besar seperti "Amazing Grace". Ia lahir dari **kebutuhan praktis jemaat** di sebuah gereja kecil di Olney. Newton ingin memastikan bahwa saat jemaat melangkah keluar dari gereja, mereka tidak hanya membawa pulang memori khotbah, tetapi membawa serta berkat dari Allah Tritunggal untuk menyertai perjalanan hidup mereka sepanjang minggu.
**Lirik singkat (Bahasa Indonesia):**
*Kiranya anug'rah Kristus, kasih Allah Bapa pun, dan persekutuan Roh Kudus sertai kita sekalian.*
Sama Tema
Berkat