KPPK
Ke Tempat Lebih Tinggi
Higher Ground
Informasi Lagu
322
Nomor
Kode
KPPK 322
Buku
Kidung Puji-Pujian Kristen
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 400, NKI 187
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Ku jalan ke tempat tinggi, makin tinggi setiap hari,
meski lemah, ku berdoa, agar Tuhan memimpinku.
Tuhan tegakkan kakiku,
dalam iman ku dekat-Mu,
lebih tinggi, ku merindu,
ke tempat yang lebih tinggi.
Hatiku takut dan gentar, dunia ni bukan tempatku,
biar mereka, yang mau tinggal, ku jalan ke tempat tinggi.
Ku bebaslah, dari dunia, meski iblis menyerangku,
ku mendengar, kidung sorga, yang menyenangkan hatiku.
Ku diangkat ke angkasa, masuk sorga indah mulia,
jiwaku tetap berdoa, "Bawalah ku beserta-Mu."
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Di Tempat yang Lebih Tinggi"** (judul asli: *Higher Ground*) adalah salah satu himne Kristen yang paling dicintai di dunia. Keindahan lagu ini terletak pada pesan tentang pertumbuhan rohani yang konstan dan kerinduan untuk hidup lebih dekat dengan Tuhan.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Sosok di Balik Lirik: Johnson Oatman, Jr.
Lirik lagu ini ditulis oleh **Johnson Oatman, Jr.** pada tahun 1898. Oatman bukanlah seorang pendeta penuh waktu, melainkan seorang pengusaha asuransi di Lumberton, New Jersey. Meskipun ia memiliki bakat luar biasa dalam menulis puisi dan himne, ia sering merasa rendah diri karena profesinya yang tidak "religius".
Oatman dikenal sebagai penulis yang sangat produktif. Diperkirakan ia telah menulis lebih dari 5.000 lirik lagu rohani sepanjang hidupnya. Ia memiliki filosofi hidup yang sederhana namun mendalam: ia ingin memberikan kontribusi bagi gereja melalui kata-kata, meskipun ia tidak berdiri di mimbar sebagai pengkhotbah.
### 2. Sosok di Balik Musik: Charles H. Gabriel
Musik atau melodi dari *Higher Ground* diciptakan oleh **Charles H. Gabriel**. Gabriel adalah komposer musik gereja yang sangat berpengaruh pada zamannya. Ia dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang semangat, ceria, dan mudah diingat oleh jemaat. Kolaborasi antara Oatman (penulis lirik) dan Gabriel (komposer) menghasilkan banyak lagu populer, tetapi *Higher Ground* adalah karya mereka yang paling ikonik.
### 3. Latar Belakang dan Makna Lagu
Lagu ini ditulis dengan inspirasi dari **Filipi 3:13-14**:
> *"Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus."*
Kisah di balik lagu ini bukanlah sebuah tragedi dramatis, melainkan sebuah **refleksi spiritual tentang kedewasaan iman**. Oatman menulis lagu ini di tengah tekanan hidupnya sebagai pebisnis. Ia merasa dunia ini penuh dengan gangguan yang menarik perhatiannya jauh dari tujuan surgawi.
Ia menuangkan kerinduannya dalam lirik:
* *"I'm pressing on the upward way"* (Aku melangkah ke jalan yang lebih tinggi): Ini menggambarkan keputusan sadar untuk tidak terjebak dalam dosa, kekhawatiran, atau masa lalu, tetapi terus mendaki menuju kematangan rohani.
* *"Lord, lift me up and let me stand / By faith on heaven's tableland"* (Tuhan, angkatlah aku dan biarkan aku berdiri / Dengan iman di dataran tinggi surgawi): Ini adalah seruan doa agar Tuhan memberikan perspektif baru, "pandangan dari atas", sehingga ia bisa melihat dunia dengan cara pandang Tuhan, bukan cara pandang manusia yang terbatas.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
* **Tema "Pendakian":** Metafora mendaki gunung adalah metafora universal untuk perjuangan hidup. Lagu ini memberikan harapan bahwa setiap langkah kecil yang kita ambil dalam iman, meskipun sulit, membawa kita lebih dekat ke puncak (kehadiran Tuhan).
* **Optimisme:** Berbeda dengan banyak lagu rohani yang bernada melankolis, *Higher Ground* memiliki irama yang mantap dan semangat kemenangan. Ini mencerminkan keyakinan bahwa orang Kristen seharusnya hidup dengan penuh sukacita dan tujuan.
* **Pengakuan Keterbatasan:** Bagian *"I want to live above the world, though Satan's darts at me are hurled"* (Aku ingin hidup di atas dunia, meskipun panah Setan dilemparkan kepadaku) mengakui bahwa dunia memang keras dan penuh pencobaan, namun ada jalan untuk tetap teguh.
### Kesimpulan
Lagu *Di Tempat yang Lebih Tinggi* menjadi semacam "lagu wajib" bagi banyak orang Kristen sebagai pengingat harian. Ia bukan sekadar lagu tentang masuk surga setelah mati, melainkan lagu tentang bagaimana menjalani hidup yang berkualitas, penuh integritas, dan memiliki fokus surgawi di tengah-tengah dunia yang penuh tantangan.
Hingga saat ini, lagu ini tetap relevan karena setiap orang—terlepas dari profesi atau latar belakangnya—selalu memiliki pergumulan untuk tetap setia pada panggilan hidup mereka, persis seperti yang dirasakan Johnson Oatman, Jr. lebih dari seabad yang lalu.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Sosok di Balik Lirik: Johnson Oatman, Jr.
Lirik lagu ini ditulis oleh **Johnson Oatman, Jr.** pada tahun 1898. Oatman bukanlah seorang pendeta penuh waktu, melainkan seorang pengusaha asuransi di Lumberton, New Jersey. Meskipun ia memiliki bakat luar biasa dalam menulis puisi dan himne, ia sering merasa rendah diri karena profesinya yang tidak "religius".
Oatman dikenal sebagai penulis yang sangat produktif. Diperkirakan ia telah menulis lebih dari 5.000 lirik lagu rohani sepanjang hidupnya. Ia memiliki filosofi hidup yang sederhana namun mendalam: ia ingin memberikan kontribusi bagi gereja melalui kata-kata, meskipun ia tidak berdiri di mimbar sebagai pengkhotbah.
### 2. Sosok di Balik Musik: Charles H. Gabriel
Musik atau melodi dari *Higher Ground* diciptakan oleh **Charles H. Gabriel**. Gabriel adalah komposer musik gereja yang sangat berpengaruh pada zamannya. Ia dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang semangat, ceria, dan mudah diingat oleh jemaat. Kolaborasi antara Oatman (penulis lirik) dan Gabriel (komposer) menghasilkan banyak lagu populer, tetapi *Higher Ground* adalah karya mereka yang paling ikonik.
### 3. Latar Belakang dan Makna Lagu
Lagu ini ditulis dengan inspirasi dari **Filipi 3:13-14**:
> *"Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus."*
Kisah di balik lagu ini bukanlah sebuah tragedi dramatis, melainkan sebuah **refleksi spiritual tentang kedewasaan iman**. Oatman menulis lagu ini di tengah tekanan hidupnya sebagai pebisnis. Ia merasa dunia ini penuh dengan gangguan yang menarik perhatiannya jauh dari tujuan surgawi.
Ia menuangkan kerinduannya dalam lirik:
* *"I'm pressing on the upward way"* (Aku melangkah ke jalan yang lebih tinggi): Ini menggambarkan keputusan sadar untuk tidak terjebak dalam dosa, kekhawatiran, atau masa lalu, tetapi terus mendaki menuju kematangan rohani.
* *"Lord, lift me up and let me stand / By faith on heaven's tableland"* (Tuhan, angkatlah aku dan biarkan aku berdiri / Dengan iman di dataran tinggi surgawi): Ini adalah seruan doa agar Tuhan memberikan perspektif baru, "pandangan dari atas", sehingga ia bisa melihat dunia dengan cara pandang Tuhan, bukan cara pandang manusia yang terbatas.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
* **Tema "Pendakian":** Metafora mendaki gunung adalah metafora universal untuk perjuangan hidup. Lagu ini memberikan harapan bahwa setiap langkah kecil yang kita ambil dalam iman, meskipun sulit, membawa kita lebih dekat ke puncak (kehadiran Tuhan).
* **Optimisme:** Berbeda dengan banyak lagu rohani yang bernada melankolis, *Higher Ground* memiliki irama yang mantap dan semangat kemenangan. Ini mencerminkan keyakinan bahwa orang Kristen seharusnya hidup dengan penuh sukacita dan tujuan.
* **Pengakuan Keterbatasan:** Bagian *"I want to live above the world, though Satan's darts at me are hurled"* (Aku ingin hidup di atas dunia, meskipun panah Setan dilemparkan kepadaku) mengakui bahwa dunia memang keras dan penuh pencobaan, namun ada jalan untuk tetap teguh.
### Kesimpulan
Lagu *Di Tempat yang Lebih Tinggi* menjadi semacam "lagu wajib" bagi banyak orang Kristen sebagai pengingat harian. Ia bukan sekadar lagu tentang masuk surga setelah mati, melainkan lagu tentang bagaimana menjalani hidup yang berkualitas, penuh integritas, dan memiliki fokus surgawi di tengah-tengah dunia yang penuh tantangan.
Hingga saat ini, lagu ini tetap relevan karena setiap orang—terlepas dari profesi atau latar belakangnya—selalu memiliki pergumulan untuk tetap setia pada panggilan hidup mereka, persis seperti yang dirasakan Johnson Oatman, Jr. lebih dari seabad yang lalu.
Cross Reference
Semakin Dalam
KPPK
Tuhan Aku Perlu, Setiap Waktu
KPPK
'Ku Mau Jadi Murid Yesus
KPPK
Dekat pada-Nya
KPPK
'Ku Memilih Yesus
KPPK
Jadikan Aku Saluran Berkat
KPPK
Seputih Salju
KPPK
Jiwaku Tenanglah
KPPK
Yesus Pimpin, 'Ku Mau Ikut
KPPK
Kini 'Ku Mau Tuhan
KPPK
Kasih Tuhan Selamatkanku
KPPK
Tuhan Selamatkanku
KPPK
'Ku Tak Pernah Rendah Hati
KPPK
Pintu Sorga 'kan Dibuka
KPPK
Sangat Besar Anug'rah-Nya
KPPK
Pakailah Waktumu
KPPK
Karena Kasih, Orang Tahu Aku Umat-Nya
KPPK
Sungguh Heran
KPPK
'Ku Giranglah Karena Tuhan
KPPK