Informasi Lagu
292
Nomor
Kode
KPPK 292
Buku
Kidung Puji-Pujian Kristen
Metronom
0
Style
CountryWaltz
Cross Ref.
NKB 138
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Seperti Yesus, yang penuh rahmat, yang lemah lembut, dan rendah hati, ku mau tinggikan Tuhanku yang mulia, ku dikuduskan, taat perintah-Mu. Trimalah ku, ku hanya milik-Mu. Trimalah ku sluruh ku milik-Mu. Kuduskan ku, inilah doaku, pliharalah ku, jadi milik-Mu.
Seperti Yesus, nilah doaku, kuat memikul salib Tuhanku, lebih bersungguh kabarkan Injil-Mu, membawa mreka, menyembah pada-Mu.
Srahkan diriku, hidup bagi-Mu, lebih dikasih, memuliakan-Mu, korbankan diri, seperti Tuhanku, ku mau srupa-Mu, sampai berjumpa-Mu.
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — KPPK 292 1
Slide 2 — KPPK 292 2
Slide 3 — KPPK 292 3
Slide 4 — KPPK 292 4
Partitur / Not
Partitur Chord KPPK 292
Sejarah Lagu
Lagu **"Makin Serupa Yesus, Tuhanku"** (judul asli: *More Like the Master*) adalah salah satu lagu rohani klasik yang sangat dicintai karena liriknya yang mendalam mengenai pengudusan dan kerinduan untuk meneladani karakter Kristus.

Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:

### 1. Sosok Penulis: Charles H. Gabriel
Charles Hutchinson Gabriel (1856–1932) adalah seorang komposer dan penulis lagu rohani yang sangat produktif dari Amerika Serikat. Ia menulis ribuan lagu dan menyunting banyak buku nyanyian gereja pada awal abad ke-20.

Gabriel dikenal sebagai pria yang sangat rendah hati. Meskipun ia menulis banyak lagu populer, ia sering kali tidak menggunakan namanya sendiri, melainkan menggunakan nama pena seperti *Charlotte G. Homer* atau *Charles H. Marsh*.

### 2. Latar Belakang Penulisan (1906)
Lagu ini ditulis oleh Charles H. Gabriel pada tahun **1906**. Pada masa itu, Gabriel sedang berada dalam fase kehidupan di mana ia merenungkan secara mendalam tentang tujuan hidup seorang Kristen setelah menerima keselamatan.

Dalam banyak catatan sejarah musik gereja, tidak ada peristiwa dramatis atau tragedi spesifik yang memicu penulisan lagu ini. Sebaliknya, lagu ini lahir dari **"keinginan rohani yang tenang namun kuat"**. Gabriel merasakan bahwa menjadi seorang Kristen tidak cukup hanya dengan "percaya" atau "masuk surga," tetapi harus ada transformasi karakter yang berkelanjutan.

Ia ingin mengekspresikan doa pribadi agar setiap tindakan, tutur kata, dan pikirannya semakin hari semakin mencerminkan karakter Yesus Kristus.

### 3. Makna Lirik: Proses Pengudusan
Lirik lagu ini mencerminkan teologi pengudusan (*sanctification*). Gabriel membagi kerinduannya menjadi beberapa aspek praktis:

* **Penyangkalan Diri:** Lirik aslinya (*"More like the Master I would ever be, more of His meekness, more humility"*) menekankan pentingnya kerendahan hati. Di masa hidupnya, Gabriel melihat dunia yang semakin sombong dan ambisius, sehingga ia ingin memberikan pengingat bahwa kebesaran sejati adalah seperti Yesus yang lemah lembut.
* **Ketekunan dalam Pelayanan:** Lagu ini bukan sekadar doa diam, tetapi panggilan untuk melayani. Bait-bait lagu ini merujuk pada kasih Yesus yang nyata—yang tidak hanya dirasakan di dalam hati, tetapi ditunjukkan melalui tindakan nyata terhadap sesama.
* **Pengaruh Roh Kudus:** Gabriel menyadari bahwa manusia tidak bisa mengubah dirinya sendiri menjadi serupa dengan Yesus. Oleh karena itu, ia menekankan peran Roh Kudus dalam proses pembentukan karakter tersebut.

### 4. Dampak Lagu Ini
*More Like the Master* segera menjadi lagu yang populer di pertemuan-pertemuan kebangunan rohani di Amerika Serikat pada awal tahun 1900-an. Lagu ini disukai karena melodinya yang lembut namun penuh wibawa, serta pesannya yang universal: **"Tujuan akhir dari hidup seorang Kristen adalah menjadi seperti Kristus."**

Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan masuk ke dalam banyak buku nyanyian gerejawi (seperti *Kidung Jemaat* atau *Pelengkap Kidung Jemaat*). Terjemahan bahasa Indonesianya berhasil mempertahankan esensi kerendahan hati dari lirik asli Gabriel.

### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **"disiplin rohani yang konsisten"**. Charles H. Gabriel tidak menulis lagu ini karena sedang dalam pencobaan hebat, melainkan karena ia menyadari bahwa perjalanan iman adalah sebuah proses panjang untuk menanggalkan ego dan membiarkan karakter Kristus tumbuh di dalam diri manusia.

Bagi Gabriel, menjadi "makin serupa Yesus" adalah petualangan seumur hidup yang dimulai dari sebuah doa sederhana setiap pagi, sebagaimana yang ia tuliskan dalam lirik lagu tersebut: *Setiap hari, makin serupa dengan Dia.*