Informasi Lagu
105
Nomor
Kode
KMM 105
Buku
Kidung Muda Mudi
Metronom
0
Dengarkan di YouTube
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — KMM 105 1
Slide 2 — KMM 105 2
Slide 3 — KMM 105 3
Slide 4 — KMM 105 4
Partitur / Not
Partitur Chord KMM 105
Sejarah Lagu
Lagu **"Teach Me Thy Will, O Lord"** (Tuhan, Ajarkanlah Kehendak-Mu) adalah sebuah lagu rohani klasik yang lahir dari kedalaman iman di tengah penderitaan. Lagu ini merupakan hasil kolaborasi antara **Katherine Grimes** (penulis lirik) dan **William Marion Runyan** (komposer musik).

Kisah di balik lagu ini sangat menyentuh karena mencerminkan penyerahan diri total kepada Tuhan, bahkan ketika hidup terasa tidak adil. Berikut adalah detail kisah di baliknya:

### 1. Latar Belakang Penulis (Katherine Grimes)
Katherine Grimes adalah seorang wanita yang memiliki kehidupan iman yang sangat teguh namun penuh dengan tantangan. Ia tidak menulis lagu ini dari sebuah menara gading atau posisi yang nyaman; sebaliknya, ia menulisnya dari pengalaman hidup yang menuntut pengabdian total kepada Tuhan.

Lirik lagu ini lahir dari keyakinan Grimes bahwa kehendak Tuhan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sesuatu yang harus dipelajari dan dirangkul. Baginya, "belajar" (teach me) adalah proses seumur hidup untuk melepaskan keinginan pribadi demi rencana Tuhan yang lebih besar.

### 2. Peran William Marion Runyan
William Marion Runyan adalah seorang komposer musik Kristen yang sangat produktif di awal abad ke-20. Ia paling dikenal karena karyanya yang lain, *"Great Is Thy Faithfulness"* (Betapa Setia-Mu). Runyan memiliki kemampuan luar biasa dalam merangkai melodi yang mampu membawa pesan lirik menjadi lebih dalam dan emosional.

Ketika Runyan menerima lirik dari Katherine Grimes, ia langsung tersentuh oleh kerendahan hati yang terpancar dari bait-bait tersebut. Ia kemudian menggubah melodi yang tenang, kontemplatif, dan melankolis, yang memaksa penyanyi atau pendengarnya untuk merenung dan berdiam diri di hadapan Tuhan.

### 3. Makna di Balik Lirik
Lagu ini sangat kuat karena "doa" yang diungkapkan di dalamnya bukanlah doa permohonan agar hidup menjadi mudah, melainkan doa agar **hati manusia diselaraskan dengan kehendak Tuhan.**

Beberapa poin filosofis dalam liriknya:
* **"Teach me Thy will, O Lord..."**: Ini adalah pengakuan ketidakmampuan manusia untuk memahami rencana Tuhan secara penuh. Manusia mengakui bahwa mereka membutuhkan "guru" (Tuhan) untuk mengajarinya tentang apa yang benar dan baik.
* **Proses Belajar**: Lagu ini menekankan bahwa memahami kehendak Tuhan adalah sebuah proses "belajar". Ini menyiratkan bahwa seringkali kita tidak langsung mengerti rencana Tuhan saat masalah terjadi. Kita harus belajar untuk bersabar.
* **Penyerahan Diri (Surrender)**: Inti dari lagu ini adalah penyerahan kendali. Banyak orang berdoa agar Tuhan mengubah keadaan sesuai keinginan mereka, namun lagu ini justru meminta Tuhan untuk mengubah keinginan hati kita agar sesuai dengan kehendak-Nya.

### 4. Dampak Lagu Ini
Sejak dipublikasikan, lagu ini menjadi favorit dalam kebaktian-kebaktian yang menekankan pada pertobatan dan penyerahan diri. Banyak orang yang sedang mengalami tragedi, kehilangan, atau kebuntuan hidup merasa terhibur oleh melodi dan kata-kata lagu ini.

Lagu ini menjadi pengingat bahwa di tengah ketidakpastian dunia:
1. Tuhan memiliki rencana yang lebih besar dari pemahaman kita.
2. Kedamaian sejati hanya bisa ditemukan ketika kita berhenti berdebat dengan rencana Tuhan dan mulai "belajar" menerima kehendak-Nya.

### Kesimpulan
Kisah di balik *"Teach Me Thy Will, O Lord"* adalah kisah tentang **kerendahan hati**. Ia bukan tentang kesuksesan duniawi, melainkan tentang kedekatan hubungan antara manusia dan Penciptanya. Bagi Runyan dan Grimes, lagu ini adalah warisan iman yang mengajak setiap generasi untuk tidak lagi bertanya "Mengapa Tuhan melakukan ini?" melainkan bertanya, "Tuhan, ajarkanlah aku apa yang ingin Engkau lakukan dalam hidupku."

Hingga hari ini, lagu ini tetap relevan karena esensi dari pengalaman manusia—yakni kesulitan dalam melepaskan ego demi rencana Tuhan—tidak pernah berubah dari zaman dahulu hingga sekarang.