KKB
Tina Borogod Matak Tiwas
Dari Belenggu Yang Menewaskan
Informasi Lagu
55
Nomor
do = G
Nada Dasar
Kode
KKb 55
Buku
Kidung Kabungahan
Nada Dasar
do = G
Ketukan
6/4 ketuk
Metronom
0
Cross Ref.
KK 68 , BE 432 , BLP 77
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
1 bait
1.
Tina borogod matak tiwas, abdi leupas abdi bebas
mangsa dibanda poek mongkleng abdi dihibaran
Reff :
Sarebu abdi muji sukur, Gusti nulung nu keur palaur,
Tina teu daya seug waluya Agung nugrahaNa
2.
Tina kasieun nu ngancurkeun, Gusti sumping ngaluputkeun
nu buntu pangharepanana dipaparin jalan
3.
Waktos prihatin sedih kingkin, Gusti sumping ngalilipur
nu keur nalangsa dibeberah nuhun haleluya
1.
Dari belenggu yang menewaskan, ku terlepas ku terbebas
Ketika diikat gelap gulita, saya diterangi
Seribu kali puji syukur, Tuhan menolong yang asa ngeri
Dari tak berdaya berkekuatan, agung anugerahNya
2.
Dari pada ketakutan yang menghancurkan, Tuhan datang melepaskan
Yang buntu pengharapannya diberikan jalan
3.
Waktu prihatin sangat sedih, Tuhan datang menghibur
Yang sedang nelangsa, dibesarkan hatinya terima kasih, haleluya!
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Dari Kungkungan Duka Kelam"** (judul asli bahasa Inggris: ***"Out of My Bondage, Sorrow, and Night"***) adalah salah satu himne Kristen yang sangat menyentuh karena menggambarkan transformasi spiritual dari keputusasaan menuju kebebasan.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Penulis Lirik: William T. Sleeper (1819–1904)
Lirik lagu ini ditulis oleh **William T. Sleeper**, seorang pendeta dan pendidik asal Amerika Serikat. Sleeper dikenal sebagai orang yang memiliki empati mendalam terhadap perjuangan jiwa manusia. Ia menulis lirik ini pada tahun 1887.
Kisah di balik lirik ini berakar pada pemahaman teologis Sleeper tentang **"Pertobatan"**. Ia ingin menciptakan sebuah lagu yang menangkap momen transisi seseorang ketika mereka merasa benar-benar terpuruk (dalam kegelapan dan perbudakan dosa) dan kemudian mengalami pembebasan saat menyerahkan diri sepenuhnya kepada Yesus Kristus.
Liriknya sangat personal:
* *“Dari kungkungan duka kelam, masuk terang-Mu, Yesus Tuhan.”* (Menggambarkan peralihan dari beban mental/spiritual ke arah kedamaian).
* Lirik ini mencerminkan pengalaman universal orang percaya yang merasa lelah dengan beban hidup dan menemukan "rumah" atau "perlindungan" dalam kasih Tuhan.
### 2. Komposer: George C. Stebbins (1846–1945)
Lagu ini menjadi abadi berkat sentuhan musik dari **George C. Stebbins**, salah satu komposer himne paling berpengaruh di abad ke-19. Stebbins adalah rekan kerja evangelis terkenal **Dwight L. Moody** dan penyanyi **Ira D. Sankey**.
Stebbins dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang "mengalir" dan emosional, yang sangat cocok untuk nyanyian massal dalam kebaktian kebangunan rohani (*revival meetings*). Musik yang ia buat untuk lagu ini memberikan nuansa yang lembut namun megah, membantu pengikut ibadah untuk merenungkan liriknya dengan khusyuk.
### 3. Makna di Balik Lagu
Jika kita membedah isi lagunya, ada sebuah narasi perjalanan jiwa yang terbagi menjadi beberapa fase:
* **Pengakuan akan "Bondage" (Perbudakan/Kungkungan):** Lagu ini dimulai dengan pengakuan jujur bahwa manusia sering kali terpenjara oleh masalah, kesalahan masa lalu, atau kekosongan batin. Ini bukan sekadar lagu tentang agama, tapi tentang "kemerdekaan psikologis dan spiritual."
* **Panggilan kepada Yesus:** Lagu ini menekankan bahwa perubahan tidak datang dari kekuatan diri sendiri, melainkan melalui penyerahan diri kepada Yesus.
* **Janji "Terang":** Fokus lagu ini adalah pada cahaya. Setelah kegelapan (duka kelam), ada janji terang yang membawa pemulihan.
### 4. Konteks Penggunaan
Lagu ini pertama kali dipublikasikan dalam buku himne *Gospel Hymns No. 5* (1887). Buku ini adalah bagian dari seri buku lagu yang digunakan secara luas di seluruh dunia untuk misi penginjilan.
Di Indonesia, lagu ini menjadi sangat populer di kalangan gereja-gereja karena terjemahannya yang sangat puitis dan menyentuh hati. Lagu ini sering dinyanyikan dalam momen-momen:
* Ibadah perjamuan kudus.
* Acara pertobatan atau komitmen iman.
* Momen refleksi pribadi saat seseorang merasa sedang mengalami masa sulit dalam hidupnya.
### Mengapa lagu ini tetap relevan?
Kisah di balik lagu ini bukanlah tentang peristiwa sejarah yang heroik atau peperangan, melainkan tentang **"kemenangan batin"**. Bagi banyak orang, lagu ini adalah "jangkar" saat mereka merasa terjebak dalam depresi, rasa bersalah, atau keputusasaan.
Dengan perpaduan lirik Sleeper yang jujur dan melodi Stebbins yang menenangkan, lagu ini berfungsi sebagai sebuah doa. Ia tidak menjanjikan bahwa masalah akan hilang seketika, tetapi menjanjikan bahwa ada "terang" yang akan menyertai seseorang keluar dari kegelapan jika mereka memilih untuk berjalan bersama Tuhan.
**Ringkasan:** Lagu ini lahir dari kerinduan seorang pendeta (Sleeper) untuk memberi harapan bagi mereka yang merasa "terkunci" oleh beban hidup, dan digubah oleh komposer (Stebbins) yang ahli dalam mengomunikasikan perasaan syukur melalui melodi yang abadi.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Penulis Lirik: William T. Sleeper (1819–1904)
Lirik lagu ini ditulis oleh **William T. Sleeper**, seorang pendeta dan pendidik asal Amerika Serikat. Sleeper dikenal sebagai orang yang memiliki empati mendalam terhadap perjuangan jiwa manusia. Ia menulis lirik ini pada tahun 1887.
Kisah di balik lirik ini berakar pada pemahaman teologis Sleeper tentang **"Pertobatan"**. Ia ingin menciptakan sebuah lagu yang menangkap momen transisi seseorang ketika mereka merasa benar-benar terpuruk (dalam kegelapan dan perbudakan dosa) dan kemudian mengalami pembebasan saat menyerahkan diri sepenuhnya kepada Yesus Kristus.
Liriknya sangat personal:
* *“Dari kungkungan duka kelam, masuk terang-Mu, Yesus Tuhan.”* (Menggambarkan peralihan dari beban mental/spiritual ke arah kedamaian).
* Lirik ini mencerminkan pengalaman universal orang percaya yang merasa lelah dengan beban hidup dan menemukan "rumah" atau "perlindungan" dalam kasih Tuhan.
### 2. Komposer: George C. Stebbins (1846–1945)
Lagu ini menjadi abadi berkat sentuhan musik dari **George C. Stebbins**, salah satu komposer himne paling berpengaruh di abad ke-19. Stebbins adalah rekan kerja evangelis terkenal **Dwight L. Moody** dan penyanyi **Ira D. Sankey**.
Stebbins dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang "mengalir" dan emosional, yang sangat cocok untuk nyanyian massal dalam kebaktian kebangunan rohani (*revival meetings*). Musik yang ia buat untuk lagu ini memberikan nuansa yang lembut namun megah, membantu pengikut ibadah untuk merenungkan liriknya dengan khusyuk.
### 3. Makna di Balik Lagu
Jika kita membedah isi lagunya, ada sebuah narasi perjalanan jiwa yang terbagi menjadi beberapa fase:
* **Pengakuan akan "Bondage" (Perbudakan/Kungkungan):** Lagu ini dimulai dengan pengakuan jujur bahwa manusia sering kali terpenjara oleh masalah, kesalahan masa lalu, atau kekosongan batin. Ini bukan sekadar lagu tentang agama, tapi tentang "kemerdekaan psikologis dan spiritual."
* **Panggilan kepada Yesus:** Lagu ini menekankan bahwa perubahan tidak datang dari kekuatan diri sendiri, melainkan melalui penyerahan diri kepada Yesus.
* **Janji "Terang":** Fokus lagu ini adalah pada cahaya. Setelah kegelapan (duka kelam), ada janji terang yang membawa pemulihan.
### 4. Konteks Penggunaan
Lagu ini pertama kali dipublikasikan dalam buku himne *Gospel Hymns No. 5* (1887). Buku ini adalah bagian dari seri buku lagu yang digunakan secara luas di seluruh dunia untuk misi penginjilan.
Di Indonesia, lagu ini menjadi sangat populer di kalangan gereja-gereja karena terjemahannya yang sangat puitis dan menyentuh hati. Lagu ini sering dinyanyikan dalam momen-momen:
* Ibadah perjamuan kudus.
* Acara pertobatan atau komitmen iman.
* Momen refleksi pribadi saat seseorang merasa sedang mengalami masa sulit dalam hidupnya.
### Mengapa lagu ini tetap relevan?
Kisah di balik lagu ini bukanlah tentang peristiwa sejarah yang heroik atau peperangan, melainkan tentang **"kemenangan batin"**. Bagi banyak orang, lagu ini adalah "jangkar" saat mereka merasa terjebak dalam depresi, rasa bersalah, atau keputusasaan.
Dengan perpaduan lirik Sleeper yang jujur dan melodi Stebbins yang menenangkan, lagu ini berfungsi sebagai sebuah doa. Ia tidak menjanjikan bahwa masalah akan hilang seketika, tetapi menjanjikan bahwa ada "terang" yang akan menyertai seseorang keluar dari kegelapan jika mereka memilih untuk berjalan bersama Tuhan.
**Ringkasan:** Lagu ini lahir dari kerinduan seorang pendeta (Sleeper) untuk memberi harapan bagi mereka yang merasa "terkunci" oleh beban hidup, dan digubah oleh komposer (Stebbins) yang ahli dalam mengomunikasikan perasaan syukur melalui melodi yang abadi.
Cross Reference
KK 68 , BE 432 , BLP 77
Sian Hurungan Ni Dosangki
BE
Dari Kungkungan Malam Gelap
BLP
Dari Kungkungan Duka Kelam
KK
Sama Tema
Warta Kasalametan / Berita Keselamatan