KKB
Peuting Suci Jempe Simpe
Malam Kudus, Sunyi Senyap
Informasi Lagu
134
Nomor
do = Bes
Nada Dasar
Kode
KKb 134
Buku
Kidung Kabungahan
Nada Dasar
do = Bes
Ketukan
6/8 ketuk
Metronom
0
Jumlah Bait
3 bait
Cross Ref.
NR 31, MK 25, PS 452, BE 54, KKb 134, KPJ 218, KK 186, KC 51
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
1 bait
Peuting suci, jempe simpe
sakuriling poek
Putra Sawarga di Betlehem
tibra tulaten di mumule
Ebog di pakopan
Ebog di pakopan
2.
Tuh, tingali, di Efrata
Cahaya gumebyar
Waktos balad Sawarga nyanyi
Ngaragungkeun nu langkung suci
hormat puji ka Allah
hormat puji ka Allah
3.
Peuting suci, jempe simpe
Kasalametan teh
Dicawiskeun keur ieu dunya
anu rusak karana dosa
Amin, sukur ka Allah
di jalma nu kamanah
1.
Malam kudus, sunyi senyap
sekeliling gelap
Putra Surga yang di Betlehem
lelap tidur dalam buaian
tidurNya di palungan
tidurNya di palungan
2.
Hai, lihatlah, di Efrata
Cahaya bersinar
Waktu tentra samawi menggah
Puji Allah yang Mahakudus
hormat, puji pada Allah
hormat, puji pada Allah
3.
Malam kudus, sunyi senyap
keselamatan itu
dikurniakan kepada dunia
yang tlah rusak karena dosa
Amin, syukur kepada Allah
dari manusia yang berkenan
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Malam Kudus"** (judul asli: *Stille Nacht, heilige Nacht*) adalah salah satu cerita Natal yang paling menyentuh dan legendaris. Lagu ini lahir bukan dari kemegahan, melainkan dari keterbatasan di sebuah desa kecil di Austria.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaannya:
### 1. Latar Belakang Kejadian (24 Desember 1818)
Latar tempatnya adalah **Oberndorf bei Salzburg**, sebuah desa kecil di Austria. Tokoh utamanya adalah **Joseph Mohr**, seorang pastor muda yang baru bertugas di Gereja St. Nicholas, dan **Franz Xaver Gruber**, seorang guru sekolah yang juga merangkap sebagai pemain organ gereja.
Beberapa hari sebelum Natal tahun 1818, sebuah bencana kecil menimpa gereja tersebut: **organ gereja rusak**. Menurut sejarah, pipa organ tersebut digerogoti tikus sehingga tidak bisa dimainkan. Hal ini membuat Mohr panik karena Natal sudah di depan mata dan ia ingin memberikan sesuatu yang istimewa bagi jemaatnya yang mayoritas adalah para pekerja kasar dan keluarga miskin di desa tersebut.
### 2. Kelahiran Lirik dan Musik
Joseph Mohr teringat sebuah puisi yang ia tulis dua tahun sebelumnya (pada tahun 1816) berjudul *Stille Nacht*. Ia kemudian mendatangi Franz Xaver Gruber pada pagi hari Natal, tanggal 24 Desember 1818, dan meminta Gruber untuk membuat melodi untuk puisi tersebut agar bisa dinyanyikan dengan iringan gitar.
Gruber, meskipun hanya seorang guru desa, adalah musisi yang berbakat. Hanya dalam beberapa jam, ia berhasil menggubah melodi yang sederhana namun sangat indah untuk mengiringi lirik karya Mohr.
### 3. Penampilan Perdana (Malam Natal 1818)
Malam itu, di Gereja St. Nicholas, *Stille Nacht* dinyanyikan untuk pertama kalinya. Karena organ rusak, lagu ini dinyanyikan dengan iringan **gitar**. Penampilan tersebut sederhana: Mohr menyanyikan bagian tenor, sementara Gruber menyanyikan bagian bas sambil memetik gitar, diikuti oleh paduan suara gereja.
Siapa sangka, lagu yang lahir dari kondisi "darurat" karena organ yang rusak ini justru menjadi sangat dicintai oleh jemaat setempat.
### 4. Penyebaran Lagu ke Seluruh Dunia
Lagu ini awalnya tidak langsung mendunia. *Stille Nacht* tersimpan di Oberndorf selama beberapa tahun sampai seorang teknisi perbaikan organ bernama **Karl Mauracher** datang untuk memperbaiki organ gereja tersebut.
Saat sedang bekerja, ia menemukan lembaran lagu *Stille Nacht* milik Gruber. Mauracher terpesona dengan melodi tersebut dan membawa salinannya kembali ke kampung halamannya di Zillertal. Di sana, keluarga penyanyi keliling bernama **keluarga Strasser** dan **keluarga Rainer** mulai menyanyikan lagu ini dalam konser mereka di seluruh Eropa.
Lagu ini kemudian menyebar luas ke Jerman, Rusia, Inggris, hingga Amerika Serikat. Kepopulerannya mencapai puncak ketika diterjemahkan ke dalam ratusan bahasa di seluruh dunia.
### 5. Fakta Menarik di Balik Lagu Ini:
* **Kecelakaan dalam Sejarah:** Banyak orang dulu mengira lagu ini adalah karya komposer besar seperti Beethoven, Mozart, atau Haydn karena keindahannya. Baru pada tahun 1854, identitas Mohr dan Gruber akhirnya dikonfirmasi secara resmi.
* **Gitar sebagai Alat Musik Ibadah:** Pada abad ke-19, penggunaan gitar di dalam gereja dianggap tidak lazim atau bahkan tidak pantas. Namun, karena kondisi organ yang rusak, Mohr terpaksa menggunakan gitar, yang kemudian menjadi ciri khas kelembutan lagu ini.
* **Gencatan Senjata Natal 1914:** Kisah paling mengharukan dari lagu ini terjadi saat Perang Dunia I. Pada Malam Natal 1914, tentara Jerman dan Inggris yang sedang berperang di parit-parit pertahanan secara spontan berhenti menembak dan mulai menyanyikan *Stille Nacht* secara bersama-sama di garis depan. Peristiwa ini dikenal sebagai "Gencatan Senjata Natal" (*Christmas Truce*).
* **Status UNESCO:** Pada tahun 2011, *Stille Nacht* secara resmi ditetapkan oleh UNESCO sebagai **Warisan Budaya Takbenda**.
### Kesimpulan
Lagu "Malam Kudus" adalah bukti bahwa keterbatasan (dalam hal ini, organ yang rusak) justru bisa melahirkan mahakarya abadi. Pesan kesederhanaan, kedamaian, dan harapan yang terkandung dalam liriknya tetap relevan hingga hari ini, menjadikannya lagu Natal yang paling banyak direkam dan dinyanyikan di seluruh penjuru dunia.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaannya:
### 1. Latar Belakang Kejadian (24 Desember 1818)
Latar tempatnya adalah **Oberndorf bei Salzburg**, sebuah desa kecil di Austria. Tokoh utamanya adalah **Joseph Mohr**, seorang pastor muda yang baru bertugas di Gereja St. Nicholas, dan **Franz Xaver Gruber**, seorang guru sekolah yang juga merangkap sebagai pemain organ gereja.
Beberapa hari sebelum Natal tahun 1818, sebuah bencana kecil menimpa gereja tersebut: **organ gereja rusak**. Menurut sejarah, pipa organ tersebut digerogoti tikus sehingga tidak bisa dimainkan. Hal ini membuat Mohr panik karena Natal sudah di depan mata dan ia ingin memberikan sesuatu yang istimewa bagi jemaatnya yang mayoritas adalah para pekerja kasar dan keluarga miskin di desa tersebut.
### 2. Kelahiran Lirik dan Musik
Joseph Mohr teringat sebuah puisi yang ia tulis dua tahun sebelumnya (pada tahun 1816) berjudul *Stille Nacht*. Ia kemudian mendatangi Franz Xaver Gruber pada pagi hari Natal, tanggal 24 Desember 1818, dan meminta Gruber untuk membuat melodi untuk puisi tersebut agar bisa dinyanyikan dengan iringan gitar.
Gruber, meskipun hanya seorang guru desa, adalah musisi yang berbakat. Hanya dalam beberapa jam, ia berhasil menggubah melodi yang sederhana namun sangat indah untuk mengiringi lirik karya Mohr.
### 3. Penampilan Perdana (Malam Natal 1818)
Malam itu, di Gereja St. Nicholas, *Stille Nacht* dinyanyikan untuk pertama kalinya. Karena organ rusak, lagu ini dinyanyikan dengan iringan **gitar**. Penampilan tersebut sederhana: Mohr menyanyikan bagian tenor, sementara Gruber menyanyikan bagian bas sambil memetik gitar, diikuti oleh paduan suara gereja.
Siapa sangka, lagu yang lahir dari kondisi "darurat" karena organ yang rusak ini justru menjadi sangat dicintai oleh jemaat setempat.
### 4. Penyebaran Lagu ke Seluruh Dunia
Lagu ini awalnya tidak langsung mendunia. *Stille Nacht* tersimpan di Oberndorf selama beberapa tahun sampai seorang teknisi perbaikan organ bernama **Karl Mauracher** datang untuk memperbaiki organ gereja tersebut.
Saat sedang bekerja, ia menemukan lembaran lagu *Stille Nacht* milik Gruber. Mauracher terpesona dengan melodi tersebut dan membawa salinannya kembali ke kampung halamannya di Zillertal. Di sana, keluarga penyanyi keliling bernama **keluarga Strasser** dan **keluarga Rainer** mulai menyanyikan lagu ini dalam konser mereka di seluruh Eropa.
Lagu ini kemudian menyebar luas ke Jerman, Rusia, Inggris, hingga Amerika Serikat. Kepopulerannya mencapai puncak ketika diterjemahkan ke dalam ratusan bahasa di seluruh dunia.
### 5. Fakta Menarik di Balik Lagu Ini:
* **Kecelakaan dalam Sejarah:** Banyak orang dulu mengira lagu ini adalah karya komposer besar seperti Beethoven, Mozart, atau Haydn karena keindahannya. Baru pada tahun 1854, identitas Mohr dan Gruber akhirnya dikonfirmasi secara resmi.
* **Gitar sebagai Alat Musik Ibadah:** Pada abad ke-19, penggunaan gitar di dalam gereja dianggap tidak lazim atau bahkan tidak pantas. Namun, karena kondisi organ yang rusak, Mohr terpaksa menggunakan gitar, yang kemudian menjadi ciri khas kelembutan lagu ini.
* **Gencatan Senjata Natal 1914:** Kisah paling mengharukan dari lagu ini terjadi saat Perang Dunia I. Pada Malam Natal 1914, tentara Jerman dan Inggris yang sedang berperang di parit-parit pertahanan secara spontan berhenti menembak dan mulai menyanyikan *Stille Nacht* secara bersama-sama di garis depan. Peristiwa ini dikenal sebagai "Gencatan Senjata Natal" (*Christmas Truce*).
* **Status UNESCO:** Pada tahun 2011, *Stille Nacht* secara resmi ditetapkan oleh UNESCO sebagai **Warisan Budaya Takbenda**.
### Kesimpulan
Lagu "Malam Kudus" adalah bukti bahwa keterbatasan (dalam hal ini, organ yang rusak) justru bisa melahirkan mahakarya abadi. Pesan kesederhanaan, kedamaian, dan harapan yang terkandung dalam liriknya tetap relevan hingga hari ini, menjadikannya lagu Natal yang paling banyak direkam dan dinyanyikan di seluruh penjuru dunia.
Cross Reference
NR 31, MK 25, PS 452, BE 54, KKb 134, KPJ 218, KK 186, KC 51
Sonang Ni Bornginna I
BE
Malam Kudus
KC
Malam Kudus
KK
Dalu Suci
KPJ
Malam kudus
MK
Malam Kudus, Sunyi Senyap
NR
Malam kudus
PS
Sama Tema
Natal
Natal Nu Mulia
KKb
Aya Berkah Bangsa Sadaya
KKb
Pangangon Nu Keur Ngajaraga
KKb
Dinten Ieu Urang Sadudulur
KKb
Ieu Dinten Anu Mulya
KKb
Abdi Narima Kaasihan
KKb
Abdi Teh Estu Resep
KKb
Agung Tur Mulya
KKb
Ari Tegal Jeung Tanah Keri
KKb
Aya Berkah Bangsa Sadaya
KKb
Geura Halaturkeun Wilujeng Sumping
KKb
Geura Cacawis Maneh
KKb
Hayu, Dulur Dulur
KKb
Henteu Aya Deui Beja Di Dunia
KKb
Puji Allah, Puji Allah
KKb
Tina Tunggul Isai
KKb
Tuh Malaikat Nyaranyi
KKb
Wilujeng Dinten Natal
KKb
Kaasihan Gusti Allah
KKb
Peuting Endah
KKb
Natal Sumarambah Ka Sa Alam Dunya
KKb
Natal Nugraha Pangeran
KKb
Di Efrata Di Tempat Pangangongan
KKb