Informasi Lagu
699
Nomor
Kode
KK 699
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Jill Jackson-Miller
Pencipta Syair
Sy Miller
Penerjemah
Fred Simanjuntak
Cross Ref.
PKJ 267, GB 126
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 1 bait
Damai di dunia dan kitalah dutanya. Damai sejahtera, amalkanlah maknanya, Allah, Bapa kita, kita anakNya, rukun bersaudara penuh bahagia. Damai di dunia dan inilah saatnya. Ucapkan ikrarmu, jalankan perintahNya, setiap kata dan karya kita memuji namaNya. Damai di dunia, kini dan selamanya. Kini dan selamanya.
Slide Lirik 3 slide
Slide 1 — KK 699 1
Slide 2 — KK 699 2
Slide 3 — KK 699 3
Partitur / Not
Partitur Chord KK 699
Sejarah Lagu
Kisah mendalam di balik lagu yang sederhana namun memiliki pesan universal yang begitu kuat, "Damai Di Dunia / Let There Be Peace On Earth."

Lagu yang menjadi melodi abadi di gereja, sekolah, pertemuan antaragama, dan acara perdamaian di seluruh dunia ini adalah buah karya dari pasangan suami istri, Sy Miller dan Jill Jackson-Miller. Kisahnya bermula di tengah-tengah ketegangan global pada pertengahan abad ke-20, di mana harapan akan perdamaian terasa sangat dibutuhkan.

**Latar Belakang: Tahun 1955 dan Sebuah Bengkel Kerja di Pegunungan California**

Pada musim panas tahun 1955, Sy Miller dan Jill Jackson-Miller adalah direktur musik di sebuah kamp musim panas untuk siswa sekolah menengah yang dikenal sebagai "Sing Out Workshop." Bengkel kerja ini disponsori oleh California Association of Independent Schools dan diadakan di pegunungan California yang tenang. Tujuan dari kamp ini adalah untuk mengajarkan harmoni dan pemahaman antaragama kepada para pemuda, membekali mereka dengan alat untuk hidup berdampingan secara damai di dunia yang kala itu masih digentayangi oleh bayang-bayang Perang Dunia II dan ancaman Perang Dingin.

Sepanjang minggu, Jill dan Sy telah membimbing sekitar 200 siswa untuk mengeksplorasi konsep perdamaian, kebersamaan, dan tanggung jawab pribadi. Para siswa diminta untuk mendefinisikan apa arti perdamaian bagi mereka secara pribadi. Saat minggu itu mendekati akhir, ada kebutuhan untuk sebuah lagu penutup yang dapat merangkum semua pelajaran dan diskusi mereka — sebuah lagu yang bukan hanya sekadar doa, tetapi juga pernyataan aksi.

**Momen Penciptaan yang Spontan**

Malam terakhir di kamp, Jill dan Sy pulang ke kabin mereka setelah seharian penuh dengan kegiatan. Mereka merasa perlu ada lagu baru yang dapat menyatukan semua gagasan tentang perdamaian yang telah mereka diskusikan. Tidak ada lagu yang sudah ada yang terasa pas atau cukup kuat untuk menyampaikan pesan bahwa perdamaian harus dimulai dari individu.

Saat mereka berkendara dalam keheningan, Jill Jackson-Miller tiba-tiba mendapat ilham. Kata-kata pertama yang muncul di benaknya sangat kuat dan langsung, seolah-olah diturunkan dari surga:

**"Let there be peace on Earth, and let it begin with me."**
(Biarlah ada damai di dunia, dan biarlah itu dimulai dari diriku.)

Begitu kata-kata itu terucap, Sy Miller segera menepi. Ia mengambil bagian belakang amplop yang ada di dasbor dan dengan cepat mulai menulis lirik-lirik lainnya. Jill bersenandung melodi yang langsung muncul di benaknya. Dalam waktu hanya beberapa menit, kurang dari sepuluh menit, sebuah lagu yang akan menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia telah lahir. Mereka berdua merasakan kekuatan dan kesederhanaan pesan itu.

**Performa Pertama dan Reaksi yang Mendalam**

Keesokan paginya, Jill dan Sy memperkenalkan lagu baru ini kepada 200 siswa di workshop. Mereka mengajarkan lirik dan melodi yang sederhana namun mendalam itu. Reaksi para siswa sangat luar biasa. Banyak yang menangis. Pesan bahwa perdamaian bukan hanya sesuatu yang harus kita nantikan atau doakan dari pihak lain, tetapi sesuatu yang harus kita mulai dari diri sendiri, menghantam mereka dengan kekuatan yang emosional.

Lagu itu dengan cepat meresap ke dalam hati para pemuda, memberikan mereka rasa kepemilikan dan tanggung jawab atas pesan tersebut. Setelah penampilan pertama yang begitu mengharukan, Jill dan Sy membuat salinan mimeograf (semacam fotokopi zaman dulu) dari lirik dan notasi dasar untuk dibagikan kepada para siswa.

**Penyebaran yang Organik dan Mendunia**

Awalnya, Jill dan Sy tidak memiliki niat untuk mempublikasikan lagu ini. Mereka menganggapnya sebagai lagu khusus untuk kamp tersebut. Namun, para siswa yang terinspirasi membawa pulang salinan lagu itu ke rumah, gereja, dan sekolah mereka. Mereka mengajarkannya kepada teman dan keluarga. Dari mulut ke mulut, dari satu komunitas ke komunitas lain, "Let There Be Peace On Earth" mulai menyebar secara organik.

Beberapa waktu kemudian, Fred Waring, seorang konduktor paduan suara terkenal di Amerika Serikat yang dikenal dengan "Fred Waring and His Pennsylvanians," mendengar lagu ini. Ia sangat tergerak oleh pesannya yang kuat dan kesederhanaannya. Waring kemudian membantu menerbitkan lagu tersebut melalui perusahaannya, Shawnee Press. Publikasi ini memberikan lagu itu platform yang lebih luas untuk menjangkau khalayak global.

**Warisan dan Pesan Abadi**

Sejak saat itu, "Let There Be Peace On Earth" telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk "Damai Di Dunia" dalam bahasa Indonesia. Lagu ini telah dinyanyikan oleh paduan suara, jemaat gereja, komunitas multikultural, anak-anak sekolah, dan bahkan pemimpin dunia di berbagai acara penting, dari upacara PBB hingga pertemuan perdamaian.

Kekuatan lagu ini terletak pada beberapa elemen kuncinya:
1. **Kesederhanaan:** Lirik dan melodi yang mudah diingat dan dinyanyikan oleh siapa saja.
2. **Pesan Pribadi:** Penekanan pada tanggung jawab individu ("let it begin with me") mengubah konsep perdamaian dari abstrak menjadi sesuatu yang dapat dicapai secara pribadi.
3. **Universalitas:** Pesannya melampaui batas agama, kebangsaan, dan budaya, menjadikannya anthem bagi siapa saja yang mendambakan dunia yang lebih damai.

Kisah di balik "Let There Be Peace On Earth" adalah pengingat yang indah bahwa ide-ide paling kuat seringkali lahir dari momen-momen yang paling sederhana dan spontan, dan bahwa satu kalimat yang tepat dapat mengubah cara kita memandang tanggung jawab kita terhadap dunia.