KK
Tuhan, Ambil Hidupku
Take My Life And Let It Be
Informasi Lagu
457
Nomor
Kode
KK 457
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Jumlah Bait
6 bait
Style
FinalWaltz
Pencipta Lagu
Wolfgang Amadeus Mozart
Pencipta Syair
Frances Ridley Haverga L
Cross Ref.
NKB 181B
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
6 bait
Tuhan, ambil hidupku
dan kuduskan bagi-Mu;
Pun waktuku pakailah
memuji-Mu s’lamanya!
Tanganku gerakkanlah,
kasih-Mu pendorongnya,
dan jadikan langkahku
berkenan kepada-Mu.
Buatlah suaraku
hanya mengagungkan-Mu
dan sertakan lidahku
jadi saksi-Mu.
Harta kekayaanku
jadi alat bagi-Mu
akal budi dan kerja,
Tuhan, pergunakanlah!
Kehendak-Mu sajalah
dalam aku terjelma
jadikanlah hatiku
takhta kebesaran-Mu.
Limpah-ruah kasihku
kuserahkan pada-Mu,
diriku seutuhnya
milik-Mu selamanya.
Slide Lirik
6 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah mendalam di balik lagu himne yang sangat terkenal dan penuh makna, "Take My Life, and Let It Be."
Namun, **perlu diluruskan terlebih dahulu mengenai Wolfgang Amadeus Mozart.** Wolfgang Amadeus Mozart adalah seorang komposer klasik Austria yang hidup antara tahun 1756-1791. Ia adalah salah satu tokoh terbesar dalam sejarah musik Barat, dikenal karena simfoni, opera, konser, dan karya-karya sakralnya.
**"Take My Life, and Let It Be" sama sekali tidak ada hubungannya dengan Wolfgang Amadeus Mozart.** Lagu ini diciptakan oleh **Frances Ridley Havergal**, seorang penulis himne dan penyair Inggris yang hidup jauh setelah Mozart, yaitu antara tahun 1836-1879. Jeda waktu antara kehidupan mereka sangat signifikan, sehingga tidak mungkin ada kolaborasi atau karya bersama.
Sekarang, mari kita fokus pada kisah sebenarnya di balik himne indah ini oleh Frances Ridley Havergal.
---
**Kisah di Balik "Take My Life, and Let It Be" oleh Frances Ridley Havergal**
Frances Ridley Havergal adalah putri seorang pendeta Anglikan, Rev. William Henry Havergal, yang juga seorang komposer dan penulis himne. Sejak kecil, Frances tumbuh dalam lingkungan yang sangat agamis dan diberkati dengan berbagai talenta. Ia sangat cerdas, menguasai beberapa bahasa, dan memiliki bakat musik yang luar biasa—ia bisa bernyanyi, memainkan piano, dan bahkan menggubah musik. Namun, di atas segalanya, ia adalah seorang wanita dengan iman yang mendalam dan gairah yang membara untuk Yesus Kristus.
Frances dikenal dengan konsep "pengabdian penuh" atau "konsekrasi total" kepada Tuhan. Ini adalah tema sentral dalam banyak tulisan dan himnenya.
**Momen Inspirasi: 2 Desember 1874**
Kisah spesifik di balik "Take My Life, and Let It Be" terjadi pada tanggal **2 Desember 1874**. Saat itu, Frances sedang mengunjungi rumah teman-temannya di Areley House, Worcestershire, Inggris.
Pada malam kedatangannya, ia menyadari bahwa di antara sepuluh orang yang menginap di rumah tersebut, ada beberapa yang belum percaya atau belum menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Kristus. Hati Frances sangat terbeban oleh kenyataan ini. Ia menghabiskan malam itu dalam doa yang sungguh-sungguh, memohon agar Tuhan menjangkau hati mereka yang belum mengenal-Nya.
Setelah berdoa, dan sebelum tidur, Frances merasakan dorongan yang sangat kuat untuk menulis. Dalam suasana hati yang penuh doa dan harapan, ia meraih pena dan mulai menulis lirik-lirik yang kini menjadi salah satu himne konsekrasi paling dicintai di dunia. Ia menulis himne tersebut sebagai sebuah doa dan komitmen pribadinya, sekaligus sebagai ekspresi kerinduannya agar orang-orang di sekitarnya juga mengalami pengabdian yang sama.
**Keajaiban Pagi Hari**
Yang menakjubkan adalah apa yang terjadi keesokan harinya. Frances Ridley Havergal mencatat dalam jurnalnya:
"Saya sangat bahagia. Saya memiliki sepuluh orang di rumah selama seminggu. Beberapa dari mereka belum bertobat, dan saya berdoa agar setiap orang dari mereka akan diberkati sebelum saya pergi. Dan Tuhan menjawab doa saya, setiap satu dari mereka menyerahkan diri kepada Tuhan hari itu. Dan di malam hari, sebelum saya tidur, saya menulis 'Take My Life, and Let It Be'."
Ini menunjukkan bahwa himne tersebut bukan hanya sekadar puisi, melainkan buah dari pengalaman rohani yang mendalam dan doa yang dijawab secara dramatis. Konversi kesepuluh orang tersebut menjadi bukti nyata bagi Frances akan kuasa Tuhan dan pentingnya pengabdian diri.
**Makna dan Tema Himne**
Setiap bait dari himne ini adalah sebuah janji pengabdian total, menyerahkan setiap aspek kehidupan kepada Tuhan:
* **Bait 1:** "Take my life, and let it be / Consecrated, Lord, to Thee." (Ambillah hidupku, dan biarlah itu / Dikuduskan, Tuhan, bagi-Mu.) – Penyerahan hidup secara keseluruhan.
* **Bait 2:** "Take my moments and my days; / Let them flow in ceaseless praise." (Ambillah saat-saat dan hari-hariku; / Biarlah itu mengalir dalam pujian yang tak henti.) – Penyerahan waktu.
* **Bait 3:** "Take my hands, and let them move / At the impulse of Thy love." (Ambillah tanganku, dan biarlah itu bergerak / Atas dorongan kasih-Mu.) – Penyerahan pekerjaan dan pelayanan.
* **Bait 4:** "Take my feet, and let them be / Swift and beautiful for Thee." (Ambillah kakiku, dan biarlah itu menjadi / Cepat dan indah bagi-Mu.) – Penyerahan perjalanan dan kesaksian.
* **Bait 5:** "Take my voice, and let me sing / Always, only, for my King." (Ambillah suaraku, dan biarlah aku bernyanyi / Selalu, hanya, untuk Rajaku.) – Penyerahan suara dan pujian.
* **Bait 6:** "Take my silver and my gold; / Not a mite would I withhold." (Ambillah perak dan emas-ku; / Tidak sepeser pun akan kutahan.) – Penyerahan harta benda.
* **Bait 7:** "Take my intellect, and use / Every power as Thou shalt choose." (Ambillah akal budiku, dan gunakanlah / Setiap kekuatannya sesuai pilihan-Mu.) – Penyerahan pikiran dan bakat.
* **Bait 8:** "Take my will, and make it Thine; / It shall be no longer mine." (Ambillah kehendakku, dan jadikanlah itu milik-Mu; / Itu tidak akan menjadi milikku lagi.) – Penyerahan kehendak pribadi.
* **Bait 9:** "Take my heart, it is Thine own; / It shall be Thy royal throne." (Ambillah hatiku, itu milik-Mu; / Itu akan menjadi takhta kerajaan-Mu.) – Penyerahan hati dan kasih.
* **Bait 10:** "Take my love; my Lord, I pour / At Thy feet its treasure-store." (Ambillah kasihku; Tuhanku, aku mencurahkan / Di kaki-Mu simpanan hartanya.) – Penyerahan kasih yang terdalam.
* **Bait 11:** "Take myself, and I will be / Ever, only, all for Thee." (Ambillah diriku sendiri, dan aku akan menjadi / Selalu, hanya, sepenuhnya untuk-Mu.) – Puncak dari pengabdian total, penyerahan diri secara utuh.
**Publikasi dan Dampak**
Himne ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1878 dalam koleksi puisi dan himnenya yang berjudul "Loyal Responses." Dengan cepat, himne ini menyebar luas dan menjadi salah satu himne pengabdian dan konsekrasi yang paling dicintai dalam Kekristenan.
Meskipun Havergal meninggal pada usia muda (42 tahun), warisannya melalui himne-himnenya, termasuk "Take My Life, and Let It Be," terus menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia untuk menyerahkan hidup mereka sepenuhnya kepada Tuhan. Lagu ini sering dinyanyikan dengan berbagai melodi, yang paling umum adalah "Aude, Cara" karya Henri A. Cesar Malan atau "Patmos" yang digubah oleh ayahnya sendiri, William Henry Havergal.
Jadi, kisah di balik "Take My Life, and Let It Be" adalah tentang iman yang teguh, doa yang tulus, pengabdian yang total dari seorang wanita bernama Frances Ridley Havergal, dan respons ajaib dari Tuhan. Ini adalah lagu yang lahir dari pengalaman rohani yang mendalam, bukan dari kolaborasi dengan Wolfgang Amadeus Mozart.
Namun, **perlu diluruskan terlebih dahulu mengenai Wolfgang Amadeus Mozart.** Wolfgang Amadeus Mozart adalah seorang komposer klasik Austria yang hidup antara tahun 1756-1791. Ia adalah salah satu tokoh terbesar dalam sejarah musik Barat, dikenal karena simfoni, opera, konser, dan karya-karya sakralnya.
**"Take My Life, and Let It Be" sama sekali tidak ada hubungannya dengan Wolfgang Amadeus Mozart.** Lagu ini diciptakan oleh **Frances Ridley Havergal**, seorang penulis himne dan penyair Inggris yang hidup jauh setelah Mozart, yaitu antara tahun 1836-1879. Jeda waktu antara kehidupan mereka sangat signifikan, sehingga tidak mungkin ada kolaborasi atau karya bersama.
Sekarang, mari kita fokus pada kisah sebenarnya di balik himne indah ini oleh Frances Ridley Havergal.
---
**Kisah di Balik "Take My Life, and Let It Be" oleh Frances Ridley Havergal**
Frances Ridley Havergal adalah putri seorang pendeta Anglikan, Rev. William Henry Havergal, yang juga seorang komposer dan penulis himne. Sejak kecil, Frances tumbuh dalam lingkungan yang sangat agamis dan diberkati dengan berbagai talenta. Ia sangat cerdas, menguasai beberapa bahasa, dan memiliki bakat musik yang luar biasa—ia bisa bernyanyi, memainkan piano, dan bahkan menggubah musik. Namun, di atas segalanya, ia adalah seorang wanita dengan iman yang mendalam dan gairah yang membara untuk Yesus Kristus.
Frances dikenal dengan konsep "pengabdian penuh" atau "konsekrasi total" kepada Tuhan. Ini adalah tema sentral dalam banyak tulisan dan himnenya.
**Momen Inspirasi: 2 Desember 1874**
Kisah spesifik di balik "Take My Life, and Let It Be" terjadi pada tanggal **2 Desember 1874**. Saat itu, Frances sedang mengunjungi rumah teman-temannya di Areley House, Worcestershire, Inggris.
Pada malam kedatangannya, ia menyadari bahwa di antara sepuluh orang yang menginap di rumah tersebut, ada beberapa yang belum percaya atau belum menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Kristus. Hati Frances sangat terbeban oleh kenyataan ini. Ia menghabiskan malam itu dalam doa yang sungguh-sungguh, memohon agar Tuhan menjangkau hati mereka yang belum mengenal-Nya.
Setelah berdoa, dan sebelum tidur, Frances merasakan dorongan yang sangat kuat untuk menulis. Dalam suasana hati yang penuh doa dan harapan, ia meraih pena dan mulai menulis lirik-lirik yang kini menjadi salah satu himne konsekrasi paling dicintai di dunia. Ia menulis himne tersebut sebagai sebuah doa dan komitmen pribadinya, sekaligus sebagai ekspresi kerinduannya agar orang-orang di sekitarnya juga mengalami pengabdian yang sama.
**Keajaiban Pagi Hari**
Yang menakjubkan adalah apa yang terjadi keesokan harinya. Frances Ridley Havergal mencatat dalam jurnalnya:
"Saya sangat bahagia. Saya memiliki sepuluh orang di rumah selama seminggu. Beberapa dari mereka belum bertobat, dan saya berdoa agar setiap orang dari mereka akan diberkati sebelum saya pergi. Dan Tuhan menjawab doa saya, setiap satu dari mereka menyerahkan diri kepada Tuhan hari itu. Dan di malam hari, sebelum saya tidur, saya menulis 'Take My Life, and Let It Be'."
Ini menunjukkan bahwa himne tersebut bukan hanya sekadar puisi, melainkan buah dari pengalaman rohani yang mendalam dan doa yang dijawab secara dramatis. Konversi kesepuluh orang tersebut menjadi bukti nyata bagi Frances akan kuasa Tuhan dan pentingnya pengabdian diri.
**Makna dan Tema Himne**
Setiap bait dari himne ini adalah sebuah janji pengabdian total, menyerahkan setiap aspek kehidupan kepada Tuhan:
* **Bait 1:** "Take my life, and let it be / Consecrated, Lord, to Thee." (Ambillah hidupku, dan biarlah itu / Dikuduskan, Tuhan, bagi-Mu.) – Penyerahan hidup secara keseluruhan.
* **Bait 2:** "Take my moments and my days; / Let them flow in ceaseless praise." (Ambillah saat-saat dan hari-hariku; / Biarlah itu mengalir dalam pujian yang tak henti.) – Penyerahan waktu.
* **Bait 3:** "Take my hands, and let them move / At the impulse of Thy love." (Ambillah tanganku, dan biarlah itu bergerak / Atas dorongan kasih-Mu.) – Penyerahan pekerjaan dan pelayanan.
* **Bait 4:** "Take my feet, and let them be / Swift and beautiful for Thee." (Ambillah kakiku, dan biarlah itu menjadi / Cepat dan indah bagi-Mu.) – Penyerahan perjalanan dan kesaksian.
* **Bait 5:** "Take my voice, and let me sing / Always, only, for my King." (Ambillah suaraku, dan biarlah aku bernyanyi / Selalu, hanya, untuk Rajaku.) – Penyerahan suara dan pujian.
* **Bait 6:** "Take my silver and my gold; / Not a mite would I withhold." (Ambillah perak dan emas-ku; / Tidak sepeser pun akan kutahan.) – Penyerahan harta benda.
* **Bait 7:** "Take my intellect, and use / Every power as Thou shalt choose." (Ambillah akal budiku, dan gunakanlah / Setiap kekuatannya sesuai pilihan-Mu.) – Penyerahan pikiran dan bakat.
* **Bait 8:** "Take my will, and make it Thine; / It shall be no longer mine." (Ambillah kehendakku, dan jadikanlah itu milik-Mu; / Itu tidak akan menjadi milikku lagi.) – Penyerahan kehendak pribadi.
* **Bait 9:** "Take my heart, it is Thine own; / It shall be Thy royal throne." (Ambillah hatiku, itu milik-Mu; / Itu akan menjadi takhta kerajaan-Mu.) – Penyerahan hati dan kasih.
* **Bait 10:** "Take my love; my Lord, I pour / At Thy feet its treasure-store." (Ambillah kasihku; Tuhanku, aku mencurahkan / Di kaki-Mu simpanan hartanya.) – Penyerahan kasih yang terdalam.
* **Bait 11:** "Take myself, and I will be / Ever, only, all for Thee." (Ambillah diriku sendiri, dan aku akan menjadi / Selalu, hanya, sepenuhnya untuk-Mu.) – Puncak dari pengabdian total, penyerahan diri secara utuh.
**Publikasi dan Dampak**
Himne ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1878 dalam koleksi puisi dan himnenya yang berjudul "Loyal Responses." Dengan cepat, himne ini menyebar luas dan menjadi salah satu himne pengabdian dan konsekrasi yang paling dicintai dalam Kekristenan.
Meskipun Havergal meninggal pada usia muda (42 tahun), warisannya melalui himne-himnenya, termasuk "Take My Life, and Let It Be," terus menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia untuk menyerahkan hidup mereka sepenuhnya kepada Tuhan. Lagu ini sering dinyanyikan dengan berbagai melodi, yang paling umum adalah "Aude, Cara" karya Henri A. Cesar Malan atau "Patmos" yang digubah oleh ayahnya sendiri, William Henry Havergal.
Jadi, kisah di balik "Take My Life, and Let It Be" adalah tentang iman yang teguh, doa yang tulus, pengabdian yang total dari seorang wanita bernama Frances Ridley Havergal, dan respons ajaib dari Tuhan. Ini adalah lagu yang lahir dari pengalaman rohani yang mendalam, bukan dari kolaborasi dengan Wolfgang Amadeus Mozart.
Cross Reference
NKB 181B
Tuhan, Ambil Hidupku
NKB
Sama Tema
Penyerahan Diri
Halelu, Haleluya
KK
Aku Milikmu, Yesus Tuhanku
KK
Bagi Yesus Kuserahkan
KK
Berserah Kepada Yesus
KK
Di Salibmu 'Ku Sujud
KK
Ikut Dikau Saja, Tuhan
KK
Kepada Tuhan Dan Allahku
KK
'Ku Diubahnya
KK
'Ku Ingin Berperangai
KK
Ku Mau Berjalan Dengan Jurus'lamatku
KK
Pada Kaki Salibmu
KK
Ya Kasih Yang Merangkulku
KK
'Ku Bersandar Padanya
KK