Informasi Lagu
427
Nomor
do = g
Nada Dasar
Kode
KK 427
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
do = g
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
84
Jumlah Bait
3 bait
Pencipta Lagu
William Howard Doane (1870)
Pencipta Syair
Fanny Jane Crosby (1870)
Penerjemah
Yamuger (1978)
Cross Ref.
KJ 388, BE 214
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
S’lamat di tangan Yesus, aman pelukan-Nya; dalam teduh kasih-Nya aku bahagia. Lagu merdu malaikat olehku terdengar dari neg’ri mulia: damai sejahtera. Reff S’lamat di tangan Yesus, aman pelukan-Nya; dalam teduh kasih-Nya aku bahagia.
S’lamat di tangan Yesus, aku tent’ram penuh; dosa pun dan cobaan jauh dari diriku.. Duka, cemas dan bimbang, kuasanya tak tetap; goda dan air mata akan seg’ra lenyap. Reff
Yesus, perlindunganku, t’lah mati bagiku; pada-Nya ‘ku percaya: Yesus kekal teguh. Biar bertabah hati ‘ku menantikan-Nya sampai hari-Nya tiba dan fajar merekah. Reff
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — KK 427 1
Slide 2 — KK 427 2
Slide 3 — KK 427 3
Slide 4 — KK 427 4
Partitur / Not
Partitur Chord KK 427
Sejarah Lagu
Kisah mendalam di balik lagu rohani yang sangat dicintai, "S'lamat Di Tangan Yesus" atau "Safe in the Arms of Jesus," yang ditulis oleh dua ikon musik rohani: lirik oleh Fanny Jane Crosby dan melodi oleh William Howard Doane.

Kisah ini membawa kita kembali ke tahun 1870, di tengah-tengah kebangkitan rohani dan gairah besar dalam penulisan himne di Amerika Serikat. Era ini melahirkan banyak lagu yang menyentuh hati, dan kolaborasi antara Crosby dan Doane adalah salah satu yang paling produktif dan berpengaruh.

**Latar Belakang Para Pencipta:**

1. **Fanny Jane Crosby (1820-1915): Sang Pujangga Hati yang Buta**
Fanny Crosby adalah salah satu penulis himne paling produktif sepanjang masa, dengan lebih dari 8.000 lirik yang diterbitkan. Yang paling luar biasa adalah bahwa ia buta sejak usia enam minggu karena kesalahan medis. Namun, kehilangan penglihatannya tidak pernah memadamkan semangatnya atau visi rohaninya. Sebaliknya, ia sering mengatakan bahwa kebutaannya adalah berkah, karena hal itu memungkinkannya untuk "melihat" Tuhan dengan lebih jelas dan fokus pada hal-hal surgawi tanpa gangguan duniawi. Ia dikenal karena imannya yang teguh, optimisme yang tak tergoyahkan, dan kemampuannya untuk menulis lirik yang sangat emosional dan penuh penghiburan.

2. **William Howard Doane (1832-1915): Komposer dan Pengusaha Berhati Pelayan**
William Howard Doane adalah seorang komposer, pemimpin paduan suara, dan pengusaha yang sukses. Ia menjabat sebagai direktur musik di Gereja Baptis Erie Avenue di Cincinnati, Ohio, dan sangat dihormati dalam lingkaran musik rohani. Doane adalah seorang yang berbakat dalam menciptakan melodi yang indah dan mudah diingat, sering kali mencari lirik yang dapat melengkapi karyanya. Ia banyak berkolaborasi dengan Fanny Crosby, dan kemitraan mereka menghasilkan banyak lagu klasik. Doane memiliki kepekaan terhadap kebutuhan jemaat akan lagu-lagu yang memberikan penghiburan dan harapan.

**Momen Inspirasi: Penciptaan "Safe in the Arms of Jesus"**

Kisah di balik lagu ini dimulai ketika William Howard Doane, seorang komposer dan direktur musik terkemuka, datang kepada Fanny dengan sebuah melodi yang baru saja ia ciptakan. Ia menginginkan sebuah lirik yang dapat mengungkapkan ketenangan, kedamaian, dan jaminan ilahi. Doane, yang tahu betul kepekaan spiritual dan kejeniusan puitis Crosby, memainkan melodi tersebut di pianonya untuknya.

Saat Fanny mendengarkan melodi itu, hatinya langsung tersentuh. Melodi yang indah dan menenangkan itu berbicara kepadanya tentang tempat perlindungan, tentang keamanan yang hanya bisa ditemukan dalam pelukan Tuhan. Bagi Fanny, yang telah mengalami berbagai cobaan hidup meskipun memiliki semangat yang ceria, gagasan tentang "tangan Yesus" atau "lengan Yesus" sebagai tempat berlindung dari badai kehidupan adalah sesuatu yang sangat pribadi dan mendalam.

Dalam waktu singkat—beberapa sumber bahkan mengatakan hanya dalam 15 menit—lirik lagu "Safe in the Arms of Jesus" mengalir dari pena Fanny Crosby. Ini adalah ciri khasnya: ia sering menulis lirik dengan kecepatan luar biasa, karena ia merasa bahwa inspirasi itu datang langsung dari Tuhan dan ia hanya menjadi saluran-Nya.

**Makna Mendalam dalam Lirik:**

Lirik yang diciptakan Fanny Crosby menangkap esensi dari keinginan manusia akan keamanan, kedamaian, dan perlindungan abadi, terutama di tengah pergumulan dan ketidakpastian hidup.

* **"Safe in the arms of Jesus, safe on His gentle breast, There by His love o'ershadowed, sweetly my soul shall rest."**
(S'lamat di tangan Yesus, s'lamat di dada-Nya; Teduh dalam kasih-Nya, jiwaku tenanglah)
Baris pembuka ini langsung menetapkan tema utama: perlindungan dan ketenangan. Frasa "tangan Yesus" dan "dada-Nya" adalah metafora yang kuat untuk keintiman, kehangatan, dan jaminan ilahi. Ini menggambarkan tempat perlindungan yang sempurna dari segala kekacauan dunia.

* **"Hark! 'tis the voice of Jesus, heard in the stillness sweet; Calling the weary pilgrim, home to His mercy seat."**
(Dengar! Suara Yesus, lembut kudengar; Memanggil para musafir, pulang ke rumah-Nya)
Ayat ini berbicara tentang panggilan Tuhan kepada jiwa-jiwa yang letih. Ini mengakui bahwa hidup adalah sebuah perjalanan ("musafir") yang bisa melelahkan, dan ada panggilan untuk pulang ke tempat istirahat yang sejati.

* **"From the world's temptations, from its storms and strife; Free from all its dangers, free from all its harms."**
(Bebas dari godaan dunia, dari badai dan pertikaiannya; Bebas dari semua bahaya, bebas dari semua celakanya)
Crosby secara eksplisit menyebutkan ancaman-ancaman dunia: godaan, badai kehidupan, perselisihan, bahaya, dan bahaya. Kontras antara kesulitan-kesulitan duniawi ini dan perlindungan ilahi sangat tajam, menawarkan harapan dan kepastian.

* **"Jesus, my heart's dear Refuge, Jesus has died for me; Firm on the Rock of Ages, ever my trust shall be."**
(Yesus, perlindungan hatiku, Yesus t'lah mati bagiku; Kokoh di Batu Karang Abadi, s'lalu kupercaya)
Ayat ini mengidentifikasi Yesus sebagai "Perlindungan hatiku" dan menghubungkan keselamatan ini dengan pengorbanan-Nya di kayu salib. Penulis mengungkapkan imannya yang teguh pada Yesus sebagai "Batu Karang Abadi," sebuah fondasi yang tak tergoyahkan.

**Dampak dan Warisan:**

Ketika lagu ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1870, lagu ini langsung mendapatkan popularitas yang luas. Melodi Doane yang menenangkan dan lirik Crosby yang penuh emosi dan teologis kuat berbicara langsung kepada hati banyak orang. Lagu ini menjadi sangat populer dalam pertemuan kebangunan rohani, ibadah gereja, dan yang paling penting, di saat-saat kesedihan dan kehilangan.

"Safe in the Arms of Jesus" telah memberikan penghiburan kepada jutaan orang yang berduka, mengingatkan mereka bahwa orang yang mereka kasihi sekarang berada dalam pelukan damai Yesus. Lagu ini juga menjadi sumber kekuatan bagi mereka yang menghadapi tantangan hidup, mengingatkan mereka bahwa ada tempat perlindungan yang aman di mana jiwa dapat menemukan kedamaian sejati.

Hingga hari ini, "S'lamat Di Tangan Yesus" tetap menjadi salah satu himne yang paling dicintai dan sering dinyanyikan di seluruh dunia, diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Ini adalah bukti abadi dari kolaborasi ilahi antara seorang wanita yang melihat dengan hati dan seorang pria yang menciptakan melodi untuk menyuarakannya, membawa pesan penghiburan, harapan, dan jaminan keselamatan yang tak lekang oleh waktu.