KK
Tuhanku Seg'ra 'Kan Kembali Ke Dunia
It May Be At Morn
Informasi Lagu
311
Nomor
Kode
KK 311
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
James Mc Granahan
Pencipta Syair
H.L. Turner
Cross Ref.
KJ 277
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Tuhanku segra kan kembali ke dunia. Tak satu pun tahu
akan waktu tibaNya: di pagi cerlang pada saat buana
ditinggalkan sang malam pekat.
Masih lamakah, Tuhanku? UmatMu berseru menyanyikan
Kristus datang. Haleluya! Amin. Haleluya! Amin.
Dan mungkin datangNya kan di tengah hari dan mungkin
di saat menurun mentari, di malam gelap, waktu
orang tak nyana Kristus datang ke dunia.
Dan klak membahanalah riuh "Hosana". Malaikat pun
turun mengiring Rajanya. Parasnya cerlang dan penuh
kemuliaan serta kasih kan umatNya.
Enyahlah derita, lenyap ratap tangis dan hilanglah maut,
tanda kuasa Iblis. Hatiku penuh mengenang kan detiknya
milik Yesus ditrimaNya.
Slide Lirik
5 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Tuhanku Seg’ra ‘Kan Kembali ke Dunia"** (judul asli: *It May Be at Morn*) adalah sebuah perpaduan antara kerinduan spiritual yang mendalam, keyakinan akan eskatologi (ajaran akhir zaman), dan kolaborasi musik gospel klasik di Amerika pada abad ke-19.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: H.L. Turner
Lirik lagu ini ditulis oleh **Herbert L. Turner** (1832–1913). Meskipun ia bukan seorang komposer musik yang sangat terkenal, Turner adalah seorang penginjil dan penulis lagu Kristen yang sangat terpengaruh oleh gerakan *Adventist* (keyakinan akan kedatangan Yesus yang kedua kali).
Pada masa itu, di Amerika Serikat, semangat untuk menantikan "Kedatangan Kedua" (Second Coming) sedang sangat kuat di kalangan gereja-gereja evangelis. Turner menulis lirik ini sebagai pengingat bagi umat Kristen agar selalu berjaga-jaga. Inti dari pesannya adalah **"Ketidakpastian waktu kedatangan Yesus"**—bahwa Ia bisa datang kapan saja (pagi, siang, malam, atau saat fajar), sehingga orang percaya harus selalu dalam keadaan siap.
### 2. Komposer: James McGranahan
Musik untuk lirik ini digubah oleh **James McGranahan** (1840–1907). McGranahan adalah tokoh besar dalam musik gospel Amerika. Ia dikenal sebagai penyanyi tenor yang hebat dan partner kerja dari penginjil terkenal, **D.L. Moody**, serta penyanyi gospel **Ira D. Sankey**.
McGranahan memiliki keahlian khusus dalam mengubah puisi-puisi teologis menjadi melodi yang sederhana, emosional, namun megah agar mudah dinyanyikan oleh jemaat dalam kebaktian kebangunan rohani (*revival meetings*). Ia mempublikasikan lagu ini sekitar tahun 1880-an dalam buku kumpulan nyanyian *Gospel Hymns*.
### 3. Makna Teologis di Balik Lagu
Lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah "pengakuan iman". Struktur liriknya mencerminkan pergumulan dan harapan orang percaya:
* **Pagi, Siang, atau Malam:** Bait pertama dan kedua menekankan bahwa waktu kedatangan Tuhan tidak diketahui manusia. Ini adalah peringatan untuk tidak bermalas-malasan secara rohani.
* **Harapan di Tengah Dunia yang Gelap:** Pada masa lagu ini ditulis, dunia sedang mengalami banyak perubahan industri dan konflik. Lagu ini menjadi penghiburan bagi mereka yang merasa dunia ini tidak lagi memberikan kedamaian.
* **Kepastian:** Meskipun waktu kedatangannya "tidak pasti," bagi penulis, **peristiwanya adalah "pasti."** Inilah yang menjadi sumber sukacita bagi jemaat yang menyanyikannya.
### 4. Popularitas dan Warisan
Lagu ini segera menjadi sangat populer di lingkungan gereja-gereja Protestan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, lagu ini sering diterjemahkan dan dimasukkan ke dalam buku-buku nyanyian gerejawi (seperti *Kidung Jemaat* atau buku nyanyian gereja lainnya).
Kekuatan lagu ini terletak pada **refreinnya**. Dalam bahasa Inggris:
> *"O, joy! O, delight! Should we go without dying, / No sickness, no pain, no more parting or crying!"*
Refrein ini menangkap esensi harapan Kristen: bahwa saat Yesus datang kembali, segala penderitaan, penyakit, dan perpisahan di dunia akan berakhir.
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **"Penantian yang Aktif"**. Turner dan McGranahan tidak ingin jemaat hanya duduk diam menunggu, melainkan hidup dengan kesadaran bahwa setiap hari bisa menjadi hari terakhir di dunia ini. Hingga hari ini, lagu ini tetap dinyanyikan di banyak gereja sebagai pengingat akan janji kedatangan Yesus yang kedua kali, memberikan kekuatan bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan hidup.
Apakah Anda sedang mencari lirik lengkap atau sejarah penggunaannya dalam denominasi gereja tertentu?
Berikut adalah detail kisah di balik lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: H.L. Turner
Lirik lagu ini ditulis oleh **Herbert L. Turner** (1832–1913). Meskipun ia bukan seorang komposer musik yang sangat terkenal, Turner adalah seorang penginjil dan penulis lagu Kristen yang sangat terpengaruh oleh gerakan *Adventist* (keyakinan akan kedatangan Yesus yang kedua kali).
Pada masa itu, di Amerika Serikat, semangat untuk menantikan "Kedatangan Kedua" (Second Coming) sedang sangat kuat di kalangan gereja-gereja evangelis. Turner menulis lirik ini sebagai pengingat bagi umat Kristen agar selalu berjaga-jaga. Inti dari pesannya adalah **"Ketidakpastian waktu kedatangan Yesus"**—bahwa Ia bisa datang kapan saja (pagi, siang, malam, atau saat fajar), sehingga orang percaya harus selalu dalam keadaan siap.
### 2. Komposer: James McGranahan
Musik untuk lirik ini digubah oleh **James McGranahan** (1840–1907). McGranahan adalah tokoh besar dalam musik gospel Amerika. Ia dikenal sebagai penyanyi tenor yang hebat dan partner kerja dari penginjil terkenal, **D.L. Moody**, serta penyanyi gospel **Ira D. Sankey**.
McGranahan memiliki keahlian khusus dalam mengubah puisi-puisi teologis menjadi melodi yang sederhana, emosional, namun megah agar mudah dinyanyikan oleh jemaat dalam kebaktian kebangunan rohani (*revival meetings*). Ia mempublikasikan lagu ini sekitar tahun 1880-an dalam buku kumpulan nyanyian *Gospel Hymns*.
### 3. Makna Teologis di Balik Lagu
Lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah "pengakuan iman". Struktur liriknya mencerminkan pergumulan dan harapan orang percaya:
* **Pagi, Siang, atau Malam:** Bait pertama dan kedua menekankan bahwa waktu kedatangan Tuhan tidak diketahui manusia. Ini adalah peringatan untuk tidak bermalas-malasan secara rohani.
* **Harapan di Tengah Dunia yang Gelap:** Pada masa lagu ini ditulis, dunia sedang mengalami banyak perubahan industri dan konflik. Lagu ini menjadi penghiburan bagi mereka yang merasa dunia ini tidak lagi memberikan kedamaian.
* **Kepastian:** Meskipun waktu kedatangannya "tidak pasti," bagi penulis, **peristiwanya adalah "pasti."** Inilah yang menjadi sumber sukacita bagi jemaat yang menyanyikannya.
### 4. Popularitas dan Warisan
Lagu ini segera menjadi sangat populer di lingkungan gereja-gereja Protestan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, lagu ini sering diterjemahkan dan dimasukkan ke dalam buku-buku nyanyian gerejawi (seperti *Kidung Jemaat* atau buku nyanyian gereja lainnya).
Kekuatan lagu ini terletak pada **refreinnya**. Dalam bahasa Inggris:
> *"O, joy! O, delight! Should we go without dying, / No sickness, no pain, no more parting or crying!"*
Refrein ini menangkap esensi harapan Kristen: bahwa saat Yesus datang kembali, segala penderitaan, penyakit, dan perpisahan di dunia akan berakhir.
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **"Penantian yang Aktif"**. Turner dan McGranahan tidak ingin jemaat hanya duduk diam menunggu, melainkan hidup dengan kesadaran bahwa setiap hari bisa menjadi hari terakhir di dunia ini. Hingga hari ini, lagu ini tetap dinyanyikan di banyak gereja sebagai pengingat akan janji kedatangan Yesus yang kedua kali, memberikan kekuatan bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan hidup.
Apakah Anda sedang mencari lirik lengkap atau sejarah penggunaannya dalam denominasi gereja tertentu?