Informasi Lagu
163
Nomor
do=d
Nada Dasar
Kode
KK 163
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
do=d
Ketukan
6/8 ketuk
Metronom
52
Pencipta Lagu
Jerman
Pencipta Syair
Nyanyian Natal Latin
Penerjemah
Hermanus Arie Pandopo (H.A. Van Dop)
Cross Ref.
PS 461a, MK 49, BN 50, KJ 106, BE 50
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 1 bait
1. Bernyanyilah merdu, lambungkanlah syukur! Juruslamat dunia dan Surya hidupmu Terbaring dipalungan di malam uang kudus; Yesus Penebus, Yesus Penebus. 2. O Bayi yang lemah, hatiku hiburlah; Brikanlah berkat-Mu, curahkan karunia dan bimbinglah jalanku di dalam dunia, Raja mulia, Raja mulia. 3. Pada-Mu yang lembut ku dating berlutut. Kau menanggung dosa seluruh umat-Mu Dan Kau beri sentosa mengganti kemelut. Ku sembah sujud, ku sembah sujud. 4. Di surga bergema nyanyian Gloria; Segenap malaikat memuji Tuhannya. Sejahtera dan slamat mengisi dunia slama-lamanya, slama-lamanya. Syair: Moon and Stars on Christmas Eve, Frank Wilson Price, 1934 terj. E.L. Pohan Shn, 1965 Lagu: Bliss Wiant, 1934NKB
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — KK 163 1
Slide 2 — KK 163 2
Slide 3 — KK 163 3
Slide 4 — KK 163 4
Partitur / Not
Partitur Chord KK 163
Sejarah Lagu
Lagu **"In Dulci Jubilo"** (dalam bahasa Inggris dikenal sebagai *"Good Christian Men, Rejoice"* atau dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai *"Bernyanyilah Merdu"*) adalah salah satu lagu Natal tertua dan paling dicintai dalam tradisi Kristen.

Kisah di balik lagu ini sangat menarik karena melibatkan mistisisme abad pertengahan, mukjizat yang diyakini, dan evolusi bahasa dari abad ke-14. Berikut adalah detail kisah di baliknya:

### 1. Asal-Usul: Pengalaman Mistis (1328)
Lagu ini berakar pada abad ke-14 di Jerman. Penulisnya adalah **Heinrich Seuse (atau Henry Suso)**, seorang mistikus Dominikan Jerman yang hidup pada tahun 1295–1366.

Menurut legenda, Henry Suso mengalami penglihatan ilahi. Ia mengisahkan bahwa suatu hari ia mendengar para malaikat bernyanyi dan menari di sekelilingnya. Mereka mengundangnya untuk ikut bernyanyi dan menari bersama mereka. Dalam pengalaman mistis tersebut, ia kemudian menuliskan lirik lagu *In Dulci Jubilo* (yang berarti *"Dalam Sukacita yang Manis"*).

### 2. Sifat Lagu: Makaronik (Campuran Bahasa)
Keunikan utama dari lagu aslinya adalah sifat **"Makaronik"**. Lagu ini menggabungkan dua bahasa sekaligus dalam satu bait, yaitu **Bahasa Latin** dan **Bahasa Jerman**.

Pada abad pertengahan, bahasa Latin adalah bahasa Gereja dan kaum terpelajar, sementara bahasa Jerman adalah bahasa rakyat (bahasa ibu). Dengan mencampurkan keduanya, lagu ini menjadi sarana untuk menyampaikan teologi yang mendalam namun tetap bisa dinyanyikan dan dipahami oleh masyarakat awam.

Contoh bait pertamanya:
> *In dulci jubilo* (Dalam sukacita yang manis)
> *Nun singet und seid froh!* (Sekarang bernyanyilah dan bersukacitalah!)

### 3. Makna Teologis
Secara isi, lagu ini adalah ekspresi sukacita yang luar biasa atas kelahiran Kristus. Lagu ini merayakan inkarnasi—bahwa Tuhan yang mahabesar menjadi bayi kecil yang tidak berdaya. Bagian yang paling menyentuh adalah ketika lagu itu menyebut bayi Yesus sebagai *"Alpha es et O"* (Engkaulah Alfa dan Omega), yang merujuk pada ayat Alkitab dalam Wahyu, menunjukkan bahwa bayi di palungan itu adalah sang Pencipta alam semesta.

### 4. Transformasi Menjadi "Good Christian Men, Rejoice"
Selama berabad-abad, lagu ini terus dinyanyikan di Jerman dan Eropa. Namun, versi yang kita kenal sekarang dalam bahasa Inggris, *Good Christian Men, Rejoice*, baru ditulis jauh kemudian, yakni pada tahun **1853** oleh seorang teolog dan penulis himne Inggris bernama **John Mason Neale**.

Neale tidak menerjemahkan lagu tersebut kata demi kata dari versi Latin-Jerman, melainkan mengadaptasi semangat dan melodinya untuk jemaat gereja Inggris. Ia menulis lirik baru yang lebih berfokus pada dorongan bagi umat Kristen untuk bersukacita karena keselamatan telah datang melalui Yesus.

### 5. Pengaruh dalam Sejarah Musik
* **Melodi:** Melodi lagu ini dianggap sebagai salah satu melodi terindah sepanjang sejarah musik Natal. Keindahannya membuat banyak komposer besar terinspirasi.
* **Komposer Klasik:** Johann Sebastian Bach menggunakan melodi ini dalam beberapa karya organ dan kantatanya. Franz Liszt juga menulis aransemen piano yang sangat indah berdasarkan melodi ini.
* **Mike Oldfield:** Pada tahun 1975, musisi Mike Oldfield membuat versi instrumental rock dari lagu ini yang menjadi sangat populer di Inggris, membuktikan bahwa melodi abad ke-14 ini tetap relevan hingga era modern.

### Mengapa lagu ini begitu istimewa?
Lagu ini melintasi batas waktu. Dari pengalaman mistis seorang biarawan di Jerman tahun 1328, hingga dinyanyikan di gereja-gereja modern di seluruh dunia saat ini. *In Dulci Jubilo* adalah pengingat bahwa Natal bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan undangan untuk ikut serta dalam "tarian" sukacita surgawi, sebagaimana yang dirasakan oleh Henry Suso 700 tahun yang lalu.

Dalam versi bahasa Indonesia (*Bernyanyilah Merdu*), lagu ini sering dinyanyikan dengan nada yang riang dan penuh semangat, mencerminkan kegembiraan mendalam yang menjadi inti dari pesan kelahiran Yesus.