KJ
Tuhanku, Bila Hati Kawanku
If I Have Wounded Any Soul Today
Informasi Lagu
467
Nomor
Kode
KJ 467
Buku
Kidung Jemaat
Metronom
63
Style
LoveSong
Cross Ref.
KK 681
Syair / Lirik
3 bait
Tuhanku, bila hati kawanku terluka oleh tingkah ujarku,
dan kehendakku jadi panduku, ampunilah.
Jikalau tuturku tak semena dan aku tolak orang berkesah,
pikiran dan tuturku bercela, ampunilah.
Dan hari ini aku bersembah serta padaMu, Bapa, berserah,
berikan daku kasihMu mesra. Amin, amin.
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Tuhanku, Bila Hati Kawanku"** (judul asli: ***"If I Have Wounded Any Soul Today"***) adalah salah satu lagu rohani yang sangat menyentuh hati karena pesan kerendahan hatinya yang mendalam. Lagu ini ditulis oleh **Charles Hutchinson Gabriel** (1856–1932), seorang komposer lagu rohani produktif asal Amerika Serikat.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok Charles H. Gabriel
Charles H. Gabriel adalah seorang penulis lagu Kristen yang sangat produktif. Ia telah menggubah lebih dari 7.000 lagu semasa hidupnya, termasuk lagu populer lain seperti *"His Eye Is on the Sparrow"* (kerap diaransemen ulang) dan *"I Stand Amazed in the Presence"*. Gabriel dikenal sebagai pribadi yang sangat religius dan memiliki kepekaan emosional yang tinggi terhadap hubungan antarmanusia.
### 2. Latar Belakang Penulisan: Sebuah Refleksi Akhir Hari
Kisah di balik lagu ini tidak lahir dari peristiwa dramatis atau tragedi besar, melainkan dari **praktik refleksi diri (introspeksi)** yang dilakukan Gabriel setiap malam sebelum tidur.
Gabriel memiliki kebiasaan untuk meninjau kembali apa saja yang telah ia perbuat sepanjang hari. Ia menyadari bahwa sebagai manusia, sangat mudah baginya untuk melukai perasaan orang lain tanpa disengaja—baik melalui perkataan yang tajam, sikap yang tidak peduli, atau ego yang lebih dikedepankan daripada kasih.
Liriknya mencerminkan keinginan yang tulus untuk **memperbaiki kesalahan dan mencari pengampunan**, bukan hanya kepada Tuhan, tetapi juga kepada sesama manusia.
### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Lagu ini bukan sekadar doa permohonan ampun, melainkan sebuah komitmen untuk menjaga integritas hati. Bait-baitnya menyiratkan poin penting:
* **Penyadaran Diri:** Lirik *"Tuhanku, bila hati kawanku, ku lukai hari ini"* menunjukkan bahwa Gabriel sadar bahwa kata-kata atau tindakannya mungkin telah menyakiti orang lain, meski ia tidak bermaksud demikian.
* **Pengakuan Dosa:** Lirik *"Bila kuabaikan panggilan kasih-Mu"* mencerminkan penyesalan karena gagal mempraktikkan kasih Tuhan dalam interaksi sosialnya.
* **Permohonan Kekuatan:** Lagu ini ditutup dengan doa agar esok hari ia bisa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih mencerminkan kasih Tuhan.
### 4. Pesan Moral yang Abadi
Lagu ini menjadi "doa harian" bagi banyak orang Kristen di seluruh dunia. Inti dari lagu ini adalah **kerendahan hati**. Gabriel mengajarkan bahwa orang yang paling dewasa secara rohani bukanlah orang yang merasa dirinya paling benar, melainkan orang yang selalu bersedia mengevaluasi diri dan meminta maaf atas luka yang mungkin secara tidak sengaja ia torehkan kepada orang lain.
### 5. Mengapa Lagu ini Begitu Berkesan?
Lagu ini bertahan lintas generasi karena menyentuh sisi kemanusiaan yang universal:
* **Kejujuran:** Jarang ada lagu rohani yang berfokus pada "kegagalan pribadi" daripada "kemenangan iman".
* **Relatabilitas:** Semua orang pernah merasa bersalah karena telah menyakiti seseorang, dan lagu ini memberikan kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan penyesalan tersebut kepada Tuhan.
**Dalam konteks budaya Indonesia:**
Lagu ini sangat populer di gereja-gereja karena terjemahannya ke dalam Bahasa Indonesia sangat puitis dan menyentuh. Lagu ini sering dinyanyikan sebagai lagu penutup ibadah atau lagu saat perjamuan kudus, di mana jemaat diajak untuk mendamaikan diri dengan Tuhan dan sesama sebelum mengakhiri hari atau memulai minggu yang baru.
Singkatnya, *If I Have Wounded Any Soul Today* adalah sebuah **catatan harian rohani** yang diubah menjadi melodi, yang mengingatkan kita semua bahwa kasih yang sejati harus selalu dibarengi dengan keberanian untuk mengakui kesalahan.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok Charles H. Gabriel
Charles H. Gabriel adalah seorang penulis lagu Kristen yang sangat produktif. Ia telah menggubah lebih dari 7.000 lagu semasa hidupnya, termasuk lagu populer lain seperti *"His Eye Is on the Sparrow"* (kerap diaransemen ulang) dan *"I Stand Amazed in the Presence"*. Gabriel dikenal sebagai pribadi yang sangat religius dan memiliki kepekaan emosional yang tinggi terhadap hubungan antarmanusia.
### 2. Latar Belakang Penulisan: Sebuah Refleksi Akhir Hari
Kisah di balik lagu ini tidak lahir dari peristiwa dramatis atau tragedi besar, melainkan dari **praktik refleksi diri (introspeksi)** yang dilakukan Gabriel setiap malam sebelum tidur.
Gabriel memiliki kebiasaan untuk meninjau kembali apa saja yang telah ia perbuat sepanjang hari. Ia menyadari bahwa sebagai manusia, sangat mudah baginya untuk melukai perasaan orang lain tanpa disengaja—baik melalui perkataan yang tajam, sikap yang tidak peduli, atau ego yang lebih dikedepankan daripada kasih.
Liriknya mencerminkan keinginan yang tulus untuk **memperbaiki kesalahan dan mencari pengampunan**, bukan hanya kepada Tuhan, tetapi juga kepada sesama manusia.
### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Lagu ini bukan sekadar doa permohonan ampun, melainkan sebuah komitmen untuk menjaga integritas hati. Bait-baitnya menyiratkan poin penting:
* **Penyadaran Diri:** Lirik *"Tuhanku, bila hati kawanku, ku lukai hari ini"* menunjukkan bahwa Gabriel sadar bahwa kata-kata atau tindakannya mungkin telah menyakiti orang lain, meski ia tidak bermaksud demikian.
* **Pengakuan Dosa:** Lirik *"Bila kuabaikan panggilan kasih-Mu"* mencerminkan penyesalan karena gagal mempraktikkan kasih Tuhan dalam interaksi sosialnya.
* **Permohonan Kekuatan:** Lagu ini ditutup dengan doa agar esok hari ia bisa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih mencerminkan kasih Tuhan.
### 4. Pesan Moral yang Abadi
Lagu ini menjadi "doa harian" bagi banyak orang Kristen di seluruh dunia. Inti dari lagu ini adalah **kerendahan hati**. Gabriel mengajarkan bahwa orang yang paling dewasa secara rohani bukanlah orang yang merasa dirinya paling benar, melainkan orang yang selalu bersedia mengevaluasi diri dan meminta maaf atas luka yang mungkin secara tidak sengaja ia torehkan kepada orang lain.
### 5. Mengapa Lagu ini Begitu Berkesan?
Lagu ini bertahan lintas generasi karena menyentuh sisi kemanusiaan yang universal:
* **Kejujuran:** Jarang ada lagu rohani yang berfokus pada "kegagalan pribadi" daripada "kemenangan iman".
* **Relatabilitas:** Semua orang pernah merasa bersalah karena telah menyakiti seseorang, dan lagu ini memberikan kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan penyesalan tersebut kepada Tuhan.
**Dalam konteks budaya Indonesia:**
Lagu ini sangat populer di gereja-gereja karena terjemahannya ke dalam Bahasa Indonesia sangat puitis dan menyentuh. Lagu ini sering dinyanyikan sebagai lagu penutup ibadah atau lagu saat perjamuan kudus, di mana jemaat diajak untuk mendamaikan diri dengan Tuhan dan sesama sebelum mengakhiri hari atau memulai minggu yang baru.
Singkatnya, *If I Have Wounded Any Soul Today* adalah sebuah **catatan harian rohani** yang diubah menjadi melodi, yang mengingatkan kita semua bahwa kasih yang sejati harus selalu dibarengi dengan keberanian untuk mengakui kesalahan.
Cross Reference
Sama Tema
Doa Setiap Waktu
Naikkan Doa Tak Enggan
KJ
Yesus Kawan yang Sejati
KJ
Indahnya Saat yang Teduh
KJ
Mintalah
KJ
Bapa Kami yang di Sorga
KJ
Ya Tuhan, Tiap Jam
KJ
Ya Tuhan dalam Sorga T'rang
KJ
Ya Bapa, Jamah AnakMu
KJ
Jika Jiwaku Berdoa
KJ
Dengan KasihMu, Ya Tuhan
KJ
Tolong Aku, Tuhan
KJ
Tuhan, Datang Segera
KJ
Tuhan, Pecahkanlah Roti Hayat
KJ
Syukur Kupanjatkan
KJ
Ya Tuhan, Isi Hidupku
KJ
Ya Tuhan, Isi Hidupku
KJ
B'rilah, Bapa, Hari Ini
KJ
Ya Tuhan, T'rima Kasih
KJ
Puji, Syukur, Hormat
KJ
Atas Makananku Ini
KJ