Informasi Lagu
383
Nomor
Do=A
Nada Dasar
Kode
KJ 383
Buku
Kidung Jemaat
Nada Dasar
Do=A
Ketukan
6/8 ketuk
Metronom
56
Jumlah Bait
5 bait
Pencipta Lagu
James H. Burke (1890)
Pencipta Syair
Albert Benjamin Simpson (1890)
Penerjemah
Yamuger (1984)
Cross Ref.
KK 428
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 5 bait
Sungguh indah kabar mulia; hai percayalah! Yesus Kristus tak berubah slama-lamanya! DarahNya tetap menghapus dosa dan cela. Ia hibur yang berduka. Puji namaNya! Reff Baik kemarin, hari ini, slama-lamanya Yesus Kristus tak berubah, puji namaNya! Puji namaNya, puji namaNya! Yesus Kristus tak berubah, puji namaNya!
Ia cari yang berdosa, cari dikau pun. Datanglah, rendahkan hati, srahkan dirimu! Dulukala Ia sambut orang bercela; kini dikau pun disambut, diampuniNya. Reff
Badai dan gelora laut tunduk padaNya; kini juga badai hati ditenangkanNya. Ia yang telah bergumul di Getsemani, mendampingi kita dalam saat yang pedih. Reff
Yesus yang telah ampuni Petrus yang sesat dan menghapus kebimbangan Tomas yang bersyak dan selalu mengasihi murid-muridNya Ia mau menyambut dikau dalam kasihNya. Reff
Waktu murid ke Emaus Yesus beserta; kita pun di jalan hidup disertaiNya. Yang terangkat dan kembali, Yesus inilah! Kita kan melihat Dia datang segera! Reff
Slide Lirik 6 slide
Slide 1 — KJ 383 1
Slide 2 — KJ 383 2
Slide 3 — KJ 383 3
Slide 4 — KJ 383 4
Slide 5 — KJ 383 5
Slide 6 — KJ 383 6
Partitur / Not
Partitur Chord KJ 383
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu rohani yang sangat bermakna ini, "Yesterday, Today, Forever" yang di Indonesia dikenal dengan judul "Sungguh Indah Kabar Mulia".

**Penting untuk dicatat sejak awal:** Meskipun ada kebingungan atau misattribusi yang kadang mengaitkan lagu ini dengan James H. Burke, lagu "Yesterday, Today, Forever" yang liriknya berpusat pada surat Ibrani 13:8 dan menjadi salah satu himne paling ikonik, **secara luas dan benar dikaitkan dengan Albert Benjamin Simpson (A.B. Simpson).** James H. Burke memang menulis lagu gospel lain berjudul "Yesterday, Today, Forever" pada tahun 1900, tetapi lirik dan temanya sangat berbeda ("Take the name of Jesus with you..."). Kisah yang akan diceritakan ini adalah tentang karya A.B. Simpson.

---

### **Judul Lagu:**
* **Asli (Inggris):** Yesterday, Today, Forever
* **Indonesia:** Sungguh Indah Kabar Mulia (atau terkadang "Kristus Tetap Sama")

### **Penulis Lirik & Musik:**
* **Albert Benjamin Simpson (A.B. Simpson)**

### **Latar Belakang Penulis: Albert Benjamin Simpson (1843-1919)**

A.B. Simpson adalah seorang tokoh Kristen yang luar biasa pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Ia adalah seorang pendeta Presbiterian asal Kanada-Amerika, penginjil, penulis, komposer himne, dan yang paling terkenal, pendiri The Christian and Missionary Alliance (C&MA). Hidupnya didedikasikan untuk memberitakan Injil, khususnya kepada mereka yang belum terjangkau, dan menekankan pentingnya kehidupan rohani yang mendalam.

Beberapa poin kunci tentang Simpson yang membentuk latar belakang lagu ini:

1. **Pelayanan Misionaris yang Berapi-api:** Simpson memiliki hati yang terbakar untuk misi dunia. Ia merasa gereja pada masanya kurang berfokus pada evangelisasi global. Inilah yang mendorongnya untuk mendirikan C&MA.
2. **Teologi Injil Berlipat Empat (Fourfold Gospel):** Ini adalah inti dari ajarannya, yaitu Kristus adalah:
* **Juruselamat** (Savior)
* **Penyuci** (Sanctifier) – yang memampukan hidup kudus
* **Penyembuh** (Healer) – melalui kuasa ilahi
* **Raja yang Akan Datang** (Coming King)
3. **Pengalaman Pribadi dengan Penyembuhan Ilahi:** Simpson sendiri pernah menderita berbagai penyakit kronis. Setelah bertahun-tahun mencari pengobatan medis tanpa hasil, ia mengalami penyembuhan ilahi yang signifikan, yang memperkuat keyakinannya pada Kristus sebagai Penyembuh.
4. **Kebutuhan akan Kebenaran yang Stabil:** Simpson hidup di era perubahan besar—industri, ilmu pengetahuan, dan bahkan teologi. Banyak orang Kristen menghadapi keraguan dan pertanyaan tentang iman mereka. Simpson merasa perlu untuk memberikan jangkar yang kuat dalam Kristus.
5. **Penulis Himne yang Produktif:** Selain khotbah dan tulisan teologis, Simpson menulis ratusan himne. Lagu-lagunya tidak hanya indah secara melodi tetapi juga kaya akan ajaran Alkitabiah, seringkali mencerminkan inti dari "Injil Berlipat Empat" dan semangat misionarisnya.

### **Kisah di Balik Lagu: "Yesterday, Today, Forever"**

Lagu "Yesterday, Today, Forever" ditulis oleh A.B. Simpson sekitar tahun **1890-an**, pada masa-masa awal dan formatif The Christian and Missionary Alliance. Lagu ini bukan sekadar komposisi artistik, melainkan sebuah deklarasi teologis yang mendalam dan sebuah oase spiritual bagi Simpson serta jemaatnya di tengah gejolak waktu.

1. **Inspirasi Alkitabiah yang Tak Tergoyahkan:**
Jantung dari lagu ini adalah ayat **Ibrani 13:8**: "Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya." Bagi Simpson, ayat ini adalah kebenaran yang mutlak dan tak tergoyahkan, sebuah batu karang di tengah lautan ketidakpastian. Di saat dunia berubah dengan cepat, sains mulai menantang keyakinan agama, dan banyak aliran teologi baru bermunculan, Simpson sangat membutuhkan—dan ingin memberikan kepada orang lain—sebuah fondasi yang tidak akan pernah berubah: pribadi Yesus Kristus.

2. **Manifestasi Injil Berlipat Empat:**
Lirik lagu ini secara brilian merangkum "Injil Berlipat Empat" yang menjadi ciri khas pelayanan Simpson:
* **Ayat 1 & Chorus:** Menekankan keabadian dan kekonsistenan Kristus sebagai **Juruselamat** kita dari dosa, kemarin, hari ini, dan selamanya. Dia tidak pernah gagal untuk menyelamatkan.
* **Ayat 2:** Berbicara tentang Kristus yang memberikan kekuatan untuk hidup kudus dan kemenangan atas dosa, mencerminkan Kristus sebagai **Penyuci** (Sanctifier). Kuasa-Nya untuk menguduskan tidak berubah.
* **Ayat 3:** Menyentuh tentang Kristus yang menyembuhkan tubuh dan jiwa, mengacu pada Kristus sebagai **Penyembuh** (Healer). Pengalaman pribadi Simpson dengan penyembuhan ilahi sangat kuat di sini. Kuasa-Nya untuk menyembuhkan tetap ada.
* **Ayat 4:** Melihat ke depan kepada kedatangan Kristus kembali, memproklamirkan Kristus sebagai **Raja yang Akan Datang** (Coming King). Harapan akan kedatangan-Nya yang kedua tidak pernah pudar.

3. **Kebutuhan Akan Penghiburan dan Kekuatan:**
Simpson adalah seorang yang sangat sibuk, mengemban beban pelayanan yang sangat berat: mendirikan organisasi misi global, menggembalakan jemaat, menulis buku, dan mengkhotbah. Ada saat-saat ia merasa lelah, terbebani, atau menghadapi perlawanan. Dalam momen-momen seperti itu, kebenaran bahwa "Yesus Kristus tetap sama" adalah sumber kekuatan, penghiburan, dan keberanian baginya. Lagu ini menjadi pengingat bahwa meskipun ia mungkin merasa lemah atau gagal, Kristus tidak pernah berubah atau mengecewakan.

4. **Sebuah Himne untuk Misi:**
Sebagai pemimpin gerakan misionaris, Simpson tahu bahwa para misionaris yang ia kirimkan ke seluruh dunia akan menghadapi tantangan, kesepian, penyakit, dan bahkan penganiayaan. Lagu ini adalah pengingat yang kuat bagi mereka bahwa di mana pun mereka berada, di masa lalu, masa kini, atau masa depan, Kristus yang mereka layani adalah Kristus yang sama, dengan kuasa yang sama, kesetiaan yang sama, dan kasih yang sama. Ini adalah janji yang menghibur dan menguatkan.

### **Dampak dan Warisan:**

"Yesterday, Today, Forever" segera menjadi salah satu himne yang paling dicintai dalam The Christian and Missionary Alliance dan menyebar ke seluruh gereja-gereja Injili di seluruh dunia.

* **Jangkar Iman:** Lagu ini menjadi jangkar iman bagi jutaan orang, mengingatkan mereka bahwa di tengah badai kehidupan, Yesus Kristus adalah satu-satunya yang tidak berubah.
* **Aplikasi Universal:** Pesannya relevan bagi setiap generasi, setiap budaya, dan setiap keadaan—apakah seseorang sedang mencari keselamatan, kekuatan untuk hidup kudus, penyembuhan, atau pengharapan akan masa depan.
* **Diterjemahkan secara Luas:** Terjemahan Indonesianya, "Sungguh Indah Kabar Mulia," menangkap semangat dan pesan aslinya dengan sangat baik, menjadikannya himne yang akrab dan berharga bagi gereja-gereja di Indonesia.

Jadi, "Sungguh Indah Kabar Mulia/Yesterday, Today, Forever" karya A.B. Simpson bukan sekadar lagu; ia adalah proklamasi teologis, sebuah testimoni pribadi, dan sebuah seruan misionaris, semuanya terjalin dalam melodi yang indah dan lirik yang abadi, berakar kuat pada kebenaran Alkitab tentang Kristus yang tak berubah.