Informasi Lagu
266
Nomor
Kode
KJ 266
Buku
Kidung Jemaat
Metronom
0
Cross Ref.
KK 294
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Ada kota yang indah cerah, nampaklah bagi mata iman: rumah Bapa di sorga baka bagi orang yang sudah menang. Indahnya saatnya kita jumpa di kota permai. Indahnya saatnya kita jumpa di kota permai.
Nun di sana bersama teman kita nyanyi pujian merdu, selamanya sentosa tentram, rasa duka terhapus penuh.
Pada Bapa Pemurah benar, kita patut bersyukur tetap: tiap hari kasihNya besar, hidup kita teriring berkat.
Slide Lirik 3 slide
Slide 1 — KJ 266 1
Slide 2 — KJ 266 2
Slide 3 — KJ 266 3
Partitur / Not
Partitur Chord KJ 266
Sejarah Lagu
Kisah detail di balik lagu rohani yang sangat dicintai, **"In The Sweet By And By"** atau yang dikenal dalam bahasa Indonesia sebagai **"Ada Kota Yang Indah Cerah"**. Kisah ini adalah contoh indah dari kolaborasi yang tak terduga antara seorang komposer yang melankolis dan seorang liris yang optimis.

---

**Latar Belakang Para Tokoh:**

1. **Joseph Philbrick Webster (1819-1875): Sang Komposer Melankolis**
* Webster adalah seorang komposer musik gereja yang berbakat di Amerika Serikat. Ia dikenal memiliki kepekaan musik yang luar biasa dan melodi-melodinya seringkali indah dan menyentuh jiwa.
* Namun, di balik bakatnya, Webster adalah pria yang seringkali didera **melankolia yang mendalam**. Ia cenderung mudah putus asa, pesimis, dan sering menghadapi periode kesedihan yang panjang, mungkin juga karena kesulitan finansial. Kreativitasnya sering terhambat oleh suasana hatinya yang suram.

2. **Sanford Filmore Bennett (1836-1898): Sang Apoteker dan Liris Optimis**
* Bennett adalah seorang apoteker di kota kecil Elkhorn, Wisconsin, Amerika Serikat. Ia bukan hanya seorang apoteker, tetapi juga seorang liris yang berbakat dan penulis himne.
* Berbeda dengan Webster, Bennett dikenal sebagai pribadi yang **optimis, ceria, dan memiliki iman yang kuat**. Ia selalu mencoba melihat sisi terang dari setiap situasi dan sering menjadi penyemangat bagi teman-temannya.

**Pertemuan dan Kisah di Balik Layar (Tahun 1868):**

Kisah ini bermula pada suatu sore di tahun 1868 di Elkhorn, Wisconsin. Joseph P. Webster, seperti biasa, sedang dalam salah satu periode kesedihannya. Ia duduk di toko Sanford Bennett, mungkin sedang menunggu obat atau sekadar mencari hiburan. Suasana hatinya muram dan ia tampak lesu.

1. **Keputusasaan Webster:**
Bennett, yang melihat temannya Webster sedang diliputi kemurungan, mencoba menghiburnya.
"Joe," kata Bennett, "mengapa kamu tidak menulis lagu yang ceria? Kamu punya bakat untuk menciptakan melodi yang indah. Cobalah untuk menulis sesuatu yang akan mengangkat semangatmu dan juga orang lain."

Webster mendesah. "Aku tidak bisa," jawabnya pelan. "Aku tidak punya inspirasi. Aku tidak bisa menulis lagu yang ceria sekarang. Jika saja aku punya beberapa kata, beberapa lirik, mungkin aku bisa mencoba. Tapi aku tidak bisa memulainya dari musik."

2. **Inspirasi dari Bennett:**
Bennett, yang selalu melihat harapan, merasa tergerak oleh permintaan Webster. Ia adalah seorang pria beriman yang kuat dan selalu percaya pada janji-janji surgawi. Tiba-tiba, sebuah ide muncul di benaknya. Ia berpikir tentang kehidupan setelah kematian, tentang surga yang indah, di mana tidak ada lagi air mata, kesedihan, atau penderitaan. Sebuah tempat yang penuh sukacita dan kedamaian abadi.

Tanpa berpikir panjang, Bennett mengambil selembar kertas dan mulai menulis dengan cepat. Ia menulis tentang "sweet by and by" – "nanti di sana" atau "suatu saat nanti," mengacu pada keindahan surga yang menanti orang-orang beriman.

**Berikut adalah lirik yang ditulis Bennett dalam waktu singkat:**

**Chorus:**
*We shall meet on that beautiful shore,*
*We shall meet on that beautiful shore;*
*By and by, by and by,*
*We shall meet on that beautiful shore.*

**Verse 1:**
*There's a land that is fairer than day,*
*And by faith we can see it afar;*
*For the Father waits over the way,*
*To prepare us a dwelling-place there.*

**Verse 2:**
*By and by, when the morning shall break,*
*And the shadows of earth flee away;*
*With the song of the ransomed we'll wake,*
*And be carried to perfect day.*

**Verse 3:**
*To our bountiful Father above,*
*We will offer our tribute of praise,*
*For the glorious gift of His love,*
*And the blessings that hallow our days.*

3. **Melodi Lahir dari Kesedihan Menjadi Harapan:**
Bennett menyerahkan lirik-lirik yang baru ditulisnya kepada Webster. Webster mulai membaca lirik tersebut. Kata-kata "land that is fairer than day," "beautiful shore," dan "sweet by and by" mulai berbicara kepada jiwanya yang sedang murung. Harapan dan janji akan rumah surgawi yang indah mulai meresap ke dalam hatinya.

Seketika, melodi mulai terbentuk di benaknya. Webster mengambil biolanya (atau harmoniumnya) dan, dengan mata berkaca-kaca, ia mulai memainkan melodi yang indah, sederhana, namun sangat menyentuh. Melodi itu mengalir dengan sendirinya, seolah-olah memang ditakdirkan untuk berpadu dengan kata-kata harapan Bennett.

Bennett mendengarkan dengan takjub saat Webster memainkan lagu itu berulang-ulang, menyempurnakan setiap nada. Dalam waktu singkat, sebuah himne yang akan menjadi abadi telah lahir di toko apotek kecil itu, hasil dari kolaborasi seorang liris yang optimis dan seorang komposer yang menemukan kembali harapannya.

**Penyebaran dan Dampak:**

* Lagu "In The Sweet By And By" pertama kali diterbitkan pada tahun yang sama, 1868, dalam sebuah buku nyanyian gereja dan sekolah minggu yang berjudul "The Signet Ring."
* Melodinya yang mudah diingat dan liriknya yang penuh pengharapan langsung mendapatkan tempat di hati banyak orang. Lagu ini menjadi sangat populer di kebaktian kebangunan rohani, pertemuan sekolah minggu, dan gereja-gereja di seluruh Amerika Serikat dan kemudian menyebar ke seluruh dunia.
* **Dalam bahasa Indonesia, lagu ini dikenal sebagai "Ada Kota Yang Indah Cerah"** (sering juga dengan judul lain seperti "Nanti di Sana" atau "Pada Pantai Yang Permai"), dan menjadi salah satu lagu rohani favorit yang sering dinyanyikan untuk memberikan penghiburan dan harapan akan kehidupan kekal.

**Warisan:**

Kisah "In The Sweet By And By" adalah pengingat yang kuat akan bagaimana iman, persahabatan, dan kolaborasi dapat mengubah kesedihan menjadi harapan. Melodi dan liriknya terus memberikan kenyamanan dan janji surga yang indah bagi jutaan orang di seluruh dunia, membuktikan bahwa bahkan dari momen keputusasaan, sesuatu yang indah dan abadi bisa lahir. Lagu ini tetap menjadi himne klasik yang berbicara tentang kerinduan manusia akan rumah yang kekal dan damai di sisi Tuhan.