GB
Dalam Hidup Beriman
Trusting Jesus
Informasi Lagu
231
Nomor
Kode
GB 231
Buku
Gita Bakti
Metronom
0
Cross Ref.
NKB 123, KPPK 218
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Dalam hidup beriman,
kadang badai menerjang.
Saat iman ku lemah,
Yesuslah andalanku.
Biar waktu melenyap,
yakin pada-Nya tetap!
Bersama-Nya ‘ku teguh;
Yesuslah andalanku!
Cah’ya Roh-Nya yang cerlang
masuk hati yang gersang,
tuntunan-Nya pun teguh;
Yesuslah andalanku!
Doa dan nyanyianku
kupanjatkan tak jemu.
Walau banyak seteru,
Yesuslah andalanku!
Walau dunia ‘kan lenyap
kupercaya pada-Nya;
sampai akhir hidupku,
Yesuslah andalanku!
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Dalam Badai Hidupku"** (judul asli bahasa Inggris: *Simply Trusting Every Day*) adalah salah satu lagu himne paling klasik yang memiliki kisah mendalam tentang penyerahan diri dan iman yang teguh di tengah ketidakpastian.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Sosok di Balik Lagu: Edgar Page Stites dan Ira D. Sankey
Lagu ini merupakan hasil kolaborasi dari dua tokoh penting dalam sejarah musik rohani Kristen:
* **Edgar Page Stites (Penulis Lirik):** Stites bukanlah seorang pemusik profesional, melainkan seorang pria biasa yang berprofesi sebagai seorang *public surveyor* (juru ukur tanah) di Cape May, New Jersey. Ia adalah orang yang sangat religius dan memiliki kebiasaan menulis puisi untuk mengungkapkan kedalaman imannya.
* **Ira D. Sankey (Komposer):** Sankey adalah musisi sekaligus rekan pelayanan dari penginjil terkenal, D.L. Moody. Sankey-lah yang sering mengaransemen lagu-lagu sederhana menjadi himne yang menyentuh hati jutaan orang.
### 2. Latar Belakang Penulisan (Tahun 1876)
Kisah penciptaan lagu ini tidak lahir dari peristiwa dramatis yang spektakuler, melainkan dari sebuah **perenungan spiritual yang konsisten**.
Pada pertengahan tahun 1870-an, Edgar Page Stites merasa tergerak untuk menuliskan sesuatu yang bisa menguatkan orang-orang percaya dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari. Stites percaya bahwa kunci kehidupan Kristen bukanlah terletak pada kemampuan manusia untuk mengendalikan badai, melainkan pada kemampuan manusia untuk "percaya" (trust) setiap hari, setiap saat.
Liriknya dirancang untuk menjadi semacam "jangkar" bagi jiwa. Stites ingin menyampaikan pesan bahwa tidak peduli seberapa besar badai atau masalah yang datang, seseorang tidak perlu cemas jika ia telah meletakkan kepercayaannya sepenuhnya kepada Tuhan.
### 3. Filosofi di Balik Lirik
Jika kita melihat bait-baitnya, lagu ini mencerminkan perjalanan iman yang sederhana namun radikal:
* **"Simply trusting every day"**: Frasa ini adalah inti dari lagu tersebut. Stites menekankan bahwa iman bukanlah proyek sekali jadi, melainkan tindakan "setiap hari" (every day).
* **"Trusting through a stormy way"**: Ini adalah pengakuan bahwa hidup tidak selalu berjalan mulus. Badai (kesulitan) adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.
* **"Even when my faith is small"**: Ini adalah bagian yang paling menghibur banyak orang. Stites mengakui bahwa manusia terkadang merasa imannya lemah, namun ia percaya bahwa Tuhan tetap memegang kendali meski iman kita sedang goyah.
### 4. Peran Ira D. Sankey dalam Mempopulerkannya
Setelah Edgar Page Stites menulis liriknya pada tahun 1876, ia mengirimkan naskah puisi tersebut kepada Ira D. Sankey. Sankey, yang memiliki kepekaan luar biasa dalam memilih lagu yang mudah dinyanyikan oleh jemaat, langsung melihat potensi dalam kata-kata sederhana tersebut.
Sankey kemudian menciptakan melodi yang tenang dan menenangkan, yang sangat kontras dengan gambaran "badai" dalam liriknya. Melodi ini membantu pendengar merasakan kedamaian di tengah kekacauan—sesuai dengan pesan lagunya.
Lagu ini kemudian dimasukkan ke dalam buku nyanyian *Gospel Hymns No. 2* (1876), yang digunakan secara luas dalam kebaktian-kebaktian kebangunan rohani D.L. Moody di Amerika Serikat dan Inggris.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
"Dalam Badai Hidupku" menjadi sangat populer karena ia berbicara kepada **kebutuhan dasar manusia akan kepastian.**
Pada era tersebut, dunia sedang mengalami perubahan besar akibat Revolusi Industri, dan banyak orang merasa kehilangan arah. Lagu ini menawarkan jalan keluar yang tidak rumit: bukan dengan berusaha keras atau menjadi hebat, melainkan dengan "percaya saja."
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **kerendahan hati**. Seorang juru ukur tanah biasa (Stites) menuliskan isi hatinya, dan seorang pemusik besar (Sankey) memberikan melodi yang tepat. Hasilnya adalah sebuah warisan rohani yang selama lebih dari 140 tahun telah menenangkan hati jutaan orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, yang sering menyanyikan lagu ini dalam berbagai ibadah dan saat teduh pribadi.
Lagu ini mengingatkan kita bahwa dalam setiap "badai hidup," tindakan paling berani yang bisa kita ambil adalah **mempercayakan diri kita kepada Tuhan satu hari demi satu hari.**
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Sosok di Balik Lagu: Edgar Page Stites dan Ira D. Sankey
Lagu ini merupakan hasil kolaborasi dari dua tokoh penting dalam sejarah musik rohani Kristen:
* **Edgar Page Stites (Penulis Lirik):** Stites bukanlah seorang pemusik profesional, melainkan seorang pria biasa yang berprofesi sebagai seorang *public surveyor* (juru ukur tanah) di Cape May, New Jersey. Ia adalah orang yang sangat religius dan memiliki kebiasaan menulis puisi untuk mengungkapkan kedalaman imannya.
* **Ira D. Sankey (Komposer):** Sankey adalah musisi sekaligus rekan pelayanan dari penginjil terkenal, D.L. Moody. Sankey-lah yang sering mengaransemen lagu-lagu sederhana menjadi himne yang menyentuh hati jutaan orang.
### 2. Latar Belakang Penulisan (Tahun 1876)
Kisah penciptaan lagu ini tidak lahir dari peristiwa dramatis yang spektakuler, melainkan dari sebuah **perenungan spiritual yang konsisten**.
Pada pertengahan tahun 1870-an, Edgar Page Stites merasa tergerak untuk menuliskan sesuatu yang bisa menguatkan orang-orang percaya dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari. Stites percaya bahwa kunci kehidupan Kristen bukanlah terletak pada kemampuan manusia untuk mengendalikan badai, melainkan pada kemampuan manusia untuk "percaya" (trust) setiap hari, setiap saat.
Liriknya dirancang untuk menjadi semacam "jangkar" bagi jiwa. Stites ingin menyampaikan pesan bahwa tidak peduli seberapa besar badai atau masalah yang datang, seseorang tidak perlu cemas jika ia telah meletakkan kepercayaannya sepenuhnya kepada Tuhan.
### 3. Filosofi di Balik Lirik
Jika kita melihat bait-baitnya, lagu ini mencerminkan perjalanan iman yang sederhana namun radikal:
* **"Simply trusting every day"**: Frasa ini adalah inti dari lagu tersebut. Stites menekankan bahwa iman bukanlah proyek sekali jadi, melainkan tindakan "setiap hari" (every day).
* **"Trusting through a stormy way"**: Ini adalah pengakuan bahwa hidup tidak selalu berjalan mulus. Badai (kesulitan) adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.
* **"Even when my faith is small"**: Ini adalah bagian yang paling menghibur banyak orang. Stites mengakui bahwa manusia terkadang merasa imannya lemah, namun ia percaya bahwa Tuhan tetap memegang kendali meski iman kita sedang goyah.
### 4. Peran Ira D. Sankey dalam Mempopulerkannya
Setelah Edgar Page Stites menulis liriknya pada tahun 1876, ia mengirimkan naskah puisi tersebut kepada Ira D. Sankey. Sankey, yang memiliki kepekaan luar biasa dalam memilih lagu yang mudah dinyanyikan oleh jemaat, langsung melihat potensi dalam kata-kata sederhana tersebut.
Sankey kemudian menciptakan melodi yang tenang dan menenangkan, yang sangat kontras dengan gambaran "badai" dalam liriknya. Melodi ini membantu pendengar merasakan kedamaian di tengah kekacauan—sesuai dengan pesan lagunya.
Lagu ini kemudian dimasukkan ke dalam buku nyanyian *Gospel Hymns No. 2* (1876), yang digunakan secara luas dalam kebaktian-kebaktian kebangunan rohani D.L. Moody di Amerika Serikat dan Inggris.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
"Dalam Badai Hidupku" menjadi sangat populer karena ia berbicara kepada **kebutuhan dasar manusia akan kepastian.**
Pada era tersebut, dunia sedang mengalami perubahan besar akibat Revolusi Industri, dan banyak orang merasa kehilangan arah. Lagu ini menawarkan jalan keluar yang tidak rumit: bukan dengan berusaha keras atau menjadi hebat, melainkan dengan "percaya saja."
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **kerendahan hati**. Seorang juru ukur tanah biasa (Stites) menuliskan isi hatinya, dan seorang pemusik besar (Sankey) memberikan melodi yang tepat. Hasilnya adalah sebuah warisan rohani yang selama lebih dari 140 tahun telah menenangkan hati jutaan orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, yang sering menyanyikan lagu ini dalam berbagai ibadah dan saat teduh pribadi.
Lagu ini mengingatkan kita bahwa dalam setiap "badai hidup," tindakan paling berani yang bisa kita ambil adalah **mempercayakan diri kita kepada Tuhan satu hari demi satu hari.**