DSL
Jam Sembahyang
Tis the Blessed Hour of Prayer
Informasi Lagu
136
Nomor
Do=D
Nada Dasar
Kode
DSL 136
Buku
Dua Sahabat Lama
Nada Dasar
Do=D
Ketukan
3/4 ketuk
Jumlah Bait
1 bait
Pencipta Lagu
William Howard Doane (1832)
Pencipta Syair
Fanny J. Crosby (1820)
Cross Ref.
GB 298
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
1 bait
Jam sembahyang yang kudus bila engkau keluh
pada Tuhan yang tahu kesusahanmu.
Dengan hati beriman biar dia pergi segra
Klak kau rasa sentosa, duduk disitulah
Reff
Bersembahyanglah pada Bapanya
Dengan nama Yesus Turut kehendaknya
Slide Lirik
2 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Waktu Doa Yang Kudus"** (judul asli: *'Tis the Blessed Hour of Prayer*) adalah salah satu karya klasik yang lahir dari kolaborasi legendaris antara dua tokoh besar dalam musik rohani Kristen abad ke-19: **Fanny J. Crosby** (penulis lirik) dan **William Howard Doane** (komposer musik).
Berikut adalah kisah mendalam di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Sosok di Balik Lagu
* **Fanny J. Crosby:** Meskipun ia buta sejak bayi, ia dikenal sebagai "Ratu Penulis Lagu Rohani" yang telah menulis lebih dari 8.000 lagu. Ia memiliki kemampuan luar biasa untuk merangkai kata-kata yang menyentuh hati berdasarkan pengalaman spiritualnya yang mendalam.
* **William Howard Doane:** Seorang komposer musik gereja dan pengusaha sukses yang sering bekerja sama dengan Crosby. Doane dikenal karena melodi-melodinya yang tenang, khidmat, dan mudah diingat.
### 2. Latar Belakang Penciptaan (Sekitar tahun 1880)
Kisah lagu ini tidak berakar pada satu peristiwa tragis yang spesifik, melainkan pada **filosofi hidup Fanny J. Crosby** mengenai pentingnya doa.
Bagi Fanny, doa bukanlah sekadar ritual formal, melainkan sebuah "pertemuan pribadi" dengan Tuhan. Ia sering menulis lagu saat ia merasa perlu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta di tengah hiruk-pikuk kehidupan. Ketika ia menulis lirik untuk *'Tis the Blessed Hour of Prayer*, ia ingin menangkap nuansa ketenangan yang dirasakan seseorang ketika ia berhenti dari segala aktivitasnya untuk berdiam diri di hadapan Allah.
### 3. Makna Lirik: "Waktu Doa yang Kudus"
Lirik yang ditulis Crosby mengajak orang percaya untuk menghargai momen doa sebagai waktu yang paling berharga. Beberapa poin kunci dalam pesannya adalah:
* **Panggilan untuk Berhenti:** Lagu ini menekankan pentingnya meninggalkan duniawi sejenak (*"meninggalkan dunia"*) untuk masuk ke ruang takhta Tuhan.
* **Interaksi dengan Yesus:** Liriknya menggambarkan doa sebagai saat di mana kita "berbicara dengan Yesus" dan Ia "mendengarkan doa kita". Ini mencerminkan keyakinan Fanny bahwa Tuhan benar-benar hadir secara pribadi bagi siapa saja yang berdoa dengan tulus.
* **Pengharapan:** Di setiap bait, lagu ini membawa pendengar untuk tidak hanya memohon berkat, tetapi juga merasakan sukacita karena Tuhan mendengar keluh kesah dan kerinduan jiwa.
### 4. Proses Kolaborasi
William Howard Doane menerima lirik dari Fanny Crosby dan segera merasakan bahwa kata-kata tersebut membutuhkan melodi yang damai namun memiliki "kedalaman" spiritual.
Doane menciptakan irama yang lambat dan mengalir. Ia ingin musiknya mencerminkan suasana "ketenangan dalam bait suci". Saat lagu ini pertama kali diperkenalkan, lagu ini segera diterima dengan baik di gereja-gereja karena nadanya yang tidak menuntut kemegahan, melainkan ketulusan hati.
### 5. Warisan Lagu Ini
Lagu ini menjadi sangat populer dalam kebaktian-kebaktian doa di seluruh dunia. Bagi banyak orang, lagu ini menjadi pengingat untuk tidak terburu-buru dalam kehidupan yang sibuk.
Fanny Crosby sendiri sering mengatakan bahwa ia "melihat" Tuhan melalui doa lebih jelas daripada siapapun yang memiliki penglihatan fisik. Melalui lagu ini, ia membagikan rahasianya kepada dunia: bahwa ada kekuatan yang tidak terhingga yang tersedia bagi setiap orang saat mereka meluangkan waktu untuk berlutut dan berdoa.
---
**Intisari Pesan Lagu:**
Lagu ini adalah undangan untuk **"berhenti sejenak"**. Di tengah dunia yang penuh gangguan, *'Tis the Blessed Hour of Prayer* mengingatkan kita bahwa ada satu waktu yang paling kudus, di mana seorang manusia biasa dapat datang langsung kepada Pencipta semesta dan menemukan damai sejahtera yang sejati.
Apakah Anda sedang merasakan penat dengan rutinitas? Lagu ini adalah ajakan bagi Anda untuk mencari kembali "waktu doa yang kudus" itu hari ini.
Berikut adalah kisah mendalam di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Sosok di Balik Lagu
* **Fanny J. Crosby:** Meskipun ia buta sejak bayi, ia dikenal sebagai "Ratu Penulis Lagu Rohani" yang telah menulis lebih dari 8.000 lagu. Ia memiliki kemampuan luar biasa untuk merangkai kata-kata yang menyentuh hati berdasarkan pengalaman spiritualnya yang mendalam.
* **William Howard Doane:** Seorang komposer musik gereja dan pengusaha sukses yang sering bekerja sama dengan Crosby. Doane dikenal karena melodi-melodinya yang tenang, khidmat, dan mudah diingat.
### 2. Latar Belakang Penciptaan (Sekitar tahun 1880)
Kisah lagu ini tidak berakar pada satu peristiwa tragis yang spesifik, melainkan pada **filosofi hidup Fanny J. Crosby** mengenai pentingnya doa.
Bagi Fanny, doa bukanlah sekadar ritual formal, melainkan sebuah "pertemuan pribadi" dengan Tuhan. Ia sering menulis lagu saat ia merasa perlu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta di tengah hiruk-pikuk kehidupan. Ketika ia menulis lirik untuk *'Tis the Blessed Hour of Prayer*, ia ingin menangkap nuansa ketenangan yang dirasakan seseorang ketika ia berhenti dari segala aktivitasnya untuk berdiam diri di hadapan Allah.
### 3. Makna Lirik: "Waktu Doa yang Kudus"
Lirik yang ditulis Crosby mengajak orang percaya untuk menghargai momen doa sebagai waktu yang paling berharga. Beberapa poin kunci dalam pesannya adalah:
* **Panggilan untuk Berhenti:** Lagu ini menekankan pentingnya meninggalkan duniawi sejenak (*"meninggalkan dunia"*) untuk masuk ke ruang takhta Tuhan.
* **Interaksi dengan Yesus:** Liriknya menggambarkan doa sebagai saat di mana kita "berbicara dengan Yesus" dan Ia "mendengarkan doa kita". Ini mencerminkan keyakinan Fanny bahwa Tuhan benar-benar hadir secara pribadi bagi siapa saja yang berdoa dengan tulus.
* **Pengharapan:** Di setiap bait, lagu ini membawa pendengar untuk tidak hanya memohon berkat, tetapi juga merasakan sukacita karena Tuhan mendengar keluh kesah dan kerinduan jiwa.
### 4. Proses Kolaborasi
William Howard Doane menerima lirik dari Fanny Crosby dan segera merasakan bahwa kata-kata tersebut membutuhkan melodi yang damai namun memiliki "kedalaman" spiritual.
Doane menciptakan irama yang lambat dan mengalir. Ia ingin musiknya mencerminkan suasana "ketenangan dalam bait suci". Saat lagu ini pertama kali diperkenalkan, lagu ini segera diterima dengan baik di gereja-gereja karena nadanya yang tidak menuntut kemegahan, melainkan ketulusan hati.
### 5. Warisan Lagu Ini
Lagu ini menjadi sangat populer dalam kebaktian-kebaktian doa di seluruh dunia. Bagi banyak orang, lagu ini menjadi pengingat untuk tidak terburu-buru dalam kehidupan yang sibuk.
Fanny Crosby sendiri sering mengatakan bahwa ia "melihat" Tuhan melalui doa lebih jelas daripada siapapun yang memiliki penglihatan fisik. Melalui lagu ini, ia membagikan rahasianya kepada dunia: bahwa ada kekuatan yang tidak terhingga yang tersedia bagi setiap orang saat mereka meluangkan waktu untuk berlutut dan berdoa.
---
**Intisari Pesan Lagu:**
Lagu ini adalah undangan untuk **"berhenti sejenak"**. Di tengah dunia yang penuh gangguan, *'Tis the Blessed Hour of Prayer* mengingatkan kita bahwa ada satu waktu yang paling kudus, di mana seorang manusia biasa dapat datang langsung kepada Pencipta semesta dan menemukan damai sejahtera yang sejati.
Apakah Anda sedang merasakan penat dengan rutinitas? Lagu ini adalah ajakan bagi Anda untuk mencari kembali "waktu doa yang kudus" itu hari ini.
Cross Reference
GB 298
Waktu Doa Yang Kudus
GB