BE
Aut Unang Ho
Ach, mein Herr Jesu
Informasi Lagu
198
Nomor
Kode
BE 198
Buku
Buku Ende
Metronom
0
Jumlah Bait
3 bait
Cross Ref.
KJ 300, BN 198, KK 362, KKb 52, BL 46
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Aut unang Ho jambarhu ale Jesus
Aut so mudarMu mangondihon ahu
Tung na tu dia nama au pardosa marhaporusan?
Ai ndang adong be songon Ho Tuhanku
Na mamuati arsak ni rohangku
Sasada Ho do sipasonang ahu hangoluanku.
Dibahen i hupuji ma goarMu
Ai dohot au ditaiti Ho Tuhanku
Tu parpunguan ni na hinophopMu dohot mudarMu.
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Andaikan, Yesus, 'Kau Bukan Milikku"** (dalam bahasa Jerman berjudul *„Ach, mein Herr Jesu, wärst du nicht mein“*) adalah sebuah perjalanan panjang dari sebuah puisi devosional pribadi menjadi himne yang dinyanyikan di gereja-gereja di seluruh dunia.
Lagu ini merupakan gabungan antara lirik yang lahir dari kesalehan Pietisme Jerman dan melodi yang diciptakan oleh seorang musisi abad ke-19. Berikut adalah detail kisah di baliknya:
### 1. Asal-Usul Lirik: Christian Gregor
Lirik asli lagu ini ditulis oleh **Christian Gregor (1723–1801)**. Gregor adalah seorang tokoh penting dalam komunitas **Moravia (Herrnhut)**, sebuah gerakan Kristen yang sangat menekankan kedekatan pribadi dengan Yesus Kristus.
* **Latar Belakang:** Dalam tradisi Moravia, hubungan dengan Kristus digambarkan dengan sangat intim, penuh kasih sayang, dan personal. Lirik *"Ach, mein Herr Jesu, wärst du nicht mein"* mencerminkan ketergantungan mutlak seorang percaya kepada penebusan Kristus.
* **Makna:** Inti dari lirik ini adalah pengakuan bahwa tanpa kasih karunia, pengorbanan, dan kepemilikan Kristus atas hidup seseorang, jiwa manusia akan tersesat dan tanpa harapan. Ini adalah lagu tentang "iman yang memegang erat" pada janji keselamatan.
### 2. Melodi: Friedrich Ferdinand Flemming
Meskipun liriknya lahir dari tradisi Moravia abad ke-18, melodi yang kita kenal sekarang diciptakan oleh **Friedrich Ferdinand Flemming (1778–1813)**.
* **Siapakah Flemming?** Ia bukanlah seorang pendeta atau musisi gereja profesional penuh waktu, melainkan seorang dokter medis asal Jerman yang sangat berbakat dalam bidang musik.
* **Konteks Pembuatan:** Flemming dikenal sebagai komposer yang sering menggubah lagu untuk paduan suara pria (part-songs). Melodi ini aslinya digubah untuk komposisi *Achtstimmige Gesänge* (lagu delapan suara). Melodinya yang tenang, khidmat, dan mudah diingat membuatnya sangat cocok untuk dinyanyikan sebagai himne gerejawi.
* **Penggabungan:** Setelah kematian Flemming, komposisi melodinya diadaptasi ke dalam berbagai buku nyanyian gereja (hymnal). Karena keindahan melodinya yang "teduh", para pemimpin gereja saat itu menggabungkannya dengan teks-teks rohani yang memiliki meter (ritme) yang sesuai, termasuk puisi karya Christian Gregor.
### 3. Mengapa Lagu Ini Begitu Menyentuh?
Kekuatan lagu ini terletak pada **kontras antara kepasrahan dan kepastian**:
1. **Kepasrahan:** Pengakuan bahwa manusia tidak memiliki apa-apa selain apa yang diberikan oleh Yesus.
2. **Kepastian:** Keyakinan bahwa karena Yesus "milikku", maka ia aman.
Dalam bahasa Indonesia, lagu ini sering diterjemahkan ke dalam buku nyanyian (seperti *Kidung Jemaat* atau *NKB*) dengan penekanan pada penyerahan diri total. Melodi Flemming yang lambat dan penuh harmoni membantu jemaat untuk merenungkan kedalaman pengorbanan Kristus.
### 4. Warisan
Lagu ini menjadi bukti bagaimana dua orang yang hidup di zaman berbeda—Christian Gregor yang menekankan sisi teologis-mistis, dan Friedrich Flemming yang membawa sisi musikalitas yang elegan—dapat menciptakan satu karya yang melintasi zaman.
* **Di Jerman:** Lagu ini tetap menjadi salah satu himne klasik yang dihormati dalam tradisi Protestan.
* **Di Indonesia:** Lagu ini sering dinyanyikan dalam kebaktian-kebaktian yang khusyuk, sering kali sebagai lagu persiapan perjamuan kudus atau saat doa pribadi, karena liriknya yang sangat reflektif dan melodi yang memberikan ketenangan jiwa.
**Kesimpulan:**
"Andaikan, Yesus, 'Kau Bukan Milikku" adalah hasil pernikahan antara **spiritualitas Moravia yang mendalam** dengan **musikalitas Romantik Jerman**. Ia bukan sekadar lagu, melainkan sebuah doa pengakuan bahwa bagi seorang Kristen, keberadaan Yesus adalah satu-satunya hal yang membuat hidup menjadi bermakna.
Lagu ini merupakan gabungan antara lirik yang lahir dari kesalehan Pietisme Jerman dan melodi yang diciptakan oleh seorang musisi abad ke-19. Berikut adalah detail kisah di baliknya:
### 1. Asal-Usul Lirik: Christian Gregor
Lirik asli lagu ini ditulis oleh **Christian Gregor (1723–1801)**. Gregor adalah seorang tokoh penting dalam komunitas **Moravia (Herrnhut)**, sebuah gerakan Kristen yang sangat menekankan kedekatan pribadi dengan Yesus Kristus.
* **Latar Belakang:** Dalam tradisi Moravia, hubungan dengan Kristus digambarkan dengan sangat intim, penuh kasih sayang, dan personal. Lirik *"Ach, mein Herr Jesu, wärst du nicht mein"* mencerminkan ketergantungan mutlak seorang percaya kepada penebusan Kristus.
* **Makna:** Inti dari lirik ini adalah pengakuan bahwa tanpa kasih karunia, pengorbanan, dan kepemilikan Kristus atas hidup seseorang, jiwa manusia akan tersesat dan tanpa harapan. Ini adalah lagu tentang "iman yang memegang erat" pada janji keselamatan.
### 2. Melodi: Friedrich Ferdinand Flemming
Meskipun liriknya lahir dari tradisi Moravia abad ke-18, melodi yang kita kenal sekarang diciptakan oleh **Friedrich Ferdinand Flemming (1778–1813)**.
* **Siapakah Flemming?** Ia bukanlah seorang pendeta atau musisi gereja profesional penuh waktu, melainkan seorang dokter medis asal Jerman yang sangat berbakat dalam bidang musik.
* **Konteks Pembuatan:** Flemming dikenal sebagai komposer yang sering menggubah lagu untuk paduan suara pria (part-songs). Melodi ini aslinya digubah untuk komposisi *Achtstimmige Gesänge* (lagu delapan suara). Melodinya yang tenang, khidmat, dan mudah diingat membuatnya sangat cocok untuk dinyanyikan sebagai himne gerejawi.
* **Penggabungan:** Setelah kematian Flemming, komposisi melodinya diadaptasi ke dalam berbagai buku nyanyian gereja (hymnal). Karena keindahan melodinya yang "teduh", para pemimpin gereja saat itu menggabungkannya dengan teks-teks rohani yang memiliki meter (ritme) yang sesuai, termasuk puisi karya Christian Gregor.
### 3. Mengapa Lagu Ini Begitu Menyentuh?
Kekuatan lagu ini terletak pada **kontras antara kepasrahan dan kepastian**:
1. **Kepasrahan:** Pengakuan bahwa manusia tidak memiliki apa-apa selain apa yang diberikan oleh Yesus.
2. **Kepastian:** Keyakinan bahwa karena Yesus "milikku", maka ia aman.
Dalam bahasa Indonesia, lagu ini sering diterjemahkan ke dalam buku nyanyian (seperti *Kidung Jemaat* atau *NKB*) dengan penekanan pada penyerahan diri total. Melodi Flemming yang lambat dan penuh harmoni membantu jemaat untuk merenungkan kedalaman pengorbanan Kristus.
### 4. Warisan
Lagu ini menjadi bukti bagaimana dua orang yang hidup di zaman berbeda—Christian Gregor yang menekankan sisi teologis-mistis, dan Friedrich Flemming yang membawa sisi musikalitas yang elegan—dapat menciptakan satu karya yang melintasi zaman.
* **Di Jerman:** Lagu ini tetap menjadi salah satu himne klasik yang dihormati dalam tradisi Protestan.
* **Di Indonesia:** Lagu ini sering dinyanyikan dalam kebaktian-kebaktian yang khusyuk, sering kali sebagai lagu persiapan perjamuan kudus atau saat doa pribadi, karena liriknya yang sangat reflektif dan melodi yang memberikan ketenangan jiwa.
**Kesimpulan:**
"Andaikan, Yesus, 'Kau Bukan Milikku" adalah hasil pernikahan antara **spiritualitas Moravia yang mendalam** dengan **musikalitas Romantik Jerman**. Ia bukan sekadar lagu, melainkan sebuah doa pengakuan bahwa bagi seorang Kristen, keberadaan Yesus adalah satu-satunya hal yang membuat hidup menjadi bermakna.
Cross Reference
KJ 300, BN 198, KK 362, KKb 52, BL 46
Andaikan Yesus
BN
Andaikan, Yesus, Kau Bukan Milikku
KJ
Andaikan, Yesus, 'Kau Bukan Milikku
KK
Nya Ageng Pisan Kaasihan Gusti
KKb
Sama Tema
Haporseaon Dohot Ngolu Na Imbaru
Na Jumpang Au
BE
Aut Na Saribu Hali Ganda
BE
Holan Sada Debatanta
BE
Tongtong Tutu Na Denggan Do
BE
Denggan Do Panogum
BE
Jahowa Siparmahan Au
BE
O Jesus Na Pangolu Au
BE
Las Rohangku Situtu
BE
Hosana Do Nilehon Ni
BE
O Tuhan Jesus, Raja
BE
Maribak Langit
BE
Aut So Asi Roham
BE
Holong Do Roha
BE
Sai Hujaha Di Pustaha
BE
Na Marmahani Hita
BE
Tibu Ma Jumpang Tingki
BE
Di Surgo Do Alealenta
BE
Na Martungkot Sere Au
BE
Huhaholongi Ho
BE
Holong Do Rohangkon Di Ho
BE
Ndang Tadingkononku Ho
BE
Na Dison Do Au Tuhanku
BE
Na Dison Do Au Tuhanku
BE
Sai Tiop Ma Tanganku
BE
Ale Dongan Na Saroha
BE
Na Sonang Au
BE
O Tuhan Na Marasi Roha
BE
Tuhan Jesus Siparmahan
BE
Haholongon Na Badia
BE
Dung Sonang Rohangku
BE
Sonang Di Lambung Jesus
BE
Na Martua Ninna Jesus
BE
Gargar Dolok
BE
Jahowa Do Donganku
BE
Tong Do Tau Haposan
BE
Ise Do Alealenta
BE
Ndang Jumpang Hian
BE
Saleleng Jesuski
BE
Tu Jolo Ni Tuhanku
BE
Husomba Ho Tuhan
BE
Jalo Tanganku
BE
Ai Beasa Tung Humolso
BE
Adong Do Hasonangan
BE
Jesus Ngolu Ni Tondingku
BE
Jesus Haposanku
BE
Hatami Ale Tuhanku
BE
Ho Tongtong Ihuthononku
BE
On Ma Na Di Rohangki
BE
Sian Sude Parulian Na Arga
BE
Turena I Manodo
BE
O Jesus Tatap Ma Tuson
BE
Tumpalhu Na Ummuli Ho
BE